Setelah melakukan perdebatan itu, Anastasya tampak uring-uringan di kasurnya. Anastasya memeluk erat gulingnya seraya memikirkan alur novel yang ia baca.
"Aneh kenapa alurnya berubah? bukankah seharusnya Duke Rachid datang saat pernikahan dan yang bertemu Gabriel itu adalah Elisha sesudah menikah dengan Kaisar Alex."
Arghhh
Anastasya beranjak duduk dan mengacak-acak rambutnya, "Jika seperti ini aku tidak bisa menebak alurnya dan bagaimana jika alurnya ada tambahan lain, oh. Aku tidak tau apa yang harus aku lakukan dan intinya aku harus bertahan hidup,"
Selang beberapa detik kemudian datanglah pelayan Mery, ia menghampiri Anastasya yang tampak gelisah dengan rambut yang acak-acakan.
"Hormat hamba, Baginda Ratu. Kaisar Alex sedang menunggu Ratu di ruang makan."
"Hah," Anastasya menatap Mery. Apa pendengarannya sudah mulai rusak ? apa dia tidak salah dengar ? setaunya, Kaisar Alex tidak pernah menunggunya untuk makan malam.
"Mery jangan bercanda, dia tidak pernah menungguku. Bahkan tidak pernah mengharapkan kedatanganku."
Di dalam novel, Kaisar Alex hanya menganggap Ratu Anastasya patung hidup. Saat makan pun ia hanya diam fokus terhadap makanannya.
"Apa Mereka akan menunjukkan drama lagi. Oh, mari kita lihat seberapa besar drama mereka yang kita tunjukkan." ucap Anastasya seraya turun dari kasurnya. Sebelum itu ia membereskan rambutnya yang acak-acakan.
"Ratu bagaiman jika kita mengganti baju tidur Ratu. Saya ras ..."
Setelah selesai menyisir rambutnya dan menambahkan bedak ke wajahnya. Ratu Anastasya keluar di ikuti pelayan Mery.
Ratu Anastasya membuka pintu itu, ia berjalan ke arah mereka dengan santai tanpa menundukkan kepalanya. Setelah sampai di hadapan mereka Anastasya memberikan hormat terhadap Kaisar Alex.
"Ekhem, Elisha kau harus sarapan dengan lahap." Kaisar Alex mengambil daging ayam dan menaruhnya di piring Elisha.
Anastasya hanya tersenyum sinis, penghormatannya di abaikan begitu saja dan langsung menunjukkan kemesraannya di hadapannya.
"Oh, dia mengeluarkan drama lagi. Aku ingin lihat pertunjukan yang bagus ini."
Ratu Anastasya mengambil roti tawar itu dan Selai setrowberry yang Mery tawarkan. Ia langsung memakannya tanpa memperdulikan Kaisar Alex dan Elisha.
"Mery panggil Enzo dan Enzi," perintah Ratu Anastasya seraya memakan rotinya.
"Ehem, Maaf Ratu bukankah anggota kekaisaran tidak boleh sarapan bersama," timpal Elisha dengan tersenyum sinis.
Anastasya tersenyum sambil mengunyah makanan di mulutnya. Bola matanya melihat ke arah Anastasya, "Apa diri anda sudah menjadi anggota istana? Lalu dengan mudahnya bergabung dan memeluk Yang Mulia di depan banyak orang."
Elisha mendengarkan perkataan Ratu Anastasya memperlihatkan ketajaman bola matanya. Jika di artikan, perkataan Ratu Anastasya mengarah ke perempuan yang tidak tahu malu atau tidak punya harga diri.
Sementara Anastasya menyuapi mulutnya dengan roti lagi tanpa mengalihkan penglihatannya ia terus membalas tatapan Elisha. Ingin rasanya ia mencongkel matanya dengan sendok.
"Ratu jaga ucapan mu," bentak Kaisar Alex menatap tajam ke arah Anastasya.
"Yang Mulia menyuruh hamba mendisplinkan diri hamba, perkataan hamba. Maka Yang Mulia harus mendisplinkan dirinya terlebih dulu." ucap Anastasya menekankan kata disiplin.
"Hormat hamba Yang Mulia Kaisar Matahari dan Ratu, serta Baroness Elisha." ucap Enzo dan Enzi menunduk hormat.
"Kalian duduklah," perintah Anastasya. Ia mengambil beberapa roti dan menaruhnya di piring Enzo dan Enzi.
"Kalian makan lah dengan lahap. Agar kalian memiliki tenaga untuk berlatih dengan Duke Rachid."
"Baik Ratu, hamba senang di ajarkan oleh Duke Rachid. Selain tampan dia memiliki hati lembut." ucap Enzi sambil memakan nasinya.
"Ya benar Duke Rachid memang lembut dan Tampan. Sudah pasti istrinya akan bahagia mendapatkan suami seperti Duke Rachid."
Mendengarkan perkataan Anastasya. Tiba-tiba telinga Kaisar Alex memanas. Ia tidak suka Ratu Anastasya memuji Duke Rachid.
"Apa maksud Ratu membedakan Yang Mulia Kaisar?" timpal Elisha. Kali ini ia bermaksud membuat pertengkaran lagi.
"Bukankah setiap manusia memiliki perbedaan sikap dan sifat, jadi tidak salah jika saya memuji Duke Rachid." jawabnya santai.
"Bisakah kalian diam ! jika sedang makan," bentak Kaisar Alex dengan dingin disertai hati yang panas.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 202 Episodes
Comments
aphrodite
ya sudah pikirkan bertahan hidup saja...dan ingat2 setiap adegan biar antisipasi
2025-01-30
0
Cha Cha
rasakan kau alex puaskan lu... sok soan mau bikin ratu panas.. panas sendiri kan lu...
2023-05-15
3
🇮🇩⭕Nony kinoy❃hiat🇵🇸
Sampe di sini Kren bgt thor cerita nya
2022-06-15
0