"Hormat hamba, Baginda Ratu." ucapnya.
Anastasya tersentak kaget, ia langsung mendongakkan wajahnya.
"Hem, semenjak kapan Duke di sana?" tanya Anastasya seraya menaikkan salah satu alisnya.
"Hamba, sudah disini sedari tadi Baginda Ratu."
"Oh," Anastasya menutup buku novelnya, "Ada satu hal yang ingin aku sampaikan. Aku ingin Duke mengajarkan tentang ilmu pedang pada Enzo dan Enzi." jelas Anastasya.
"Jangan bingung seperti itu, Enzo dan Enzi anak yang aku tolong saat keluar istana." sambungnya lagi.
"Baiklah, Baginda Ratu."
Seketika ia menuruti semua permintaan Anastasya. Dalam pikirannya ia ingin menolak sebelum melaporkan pada Kaisar Alex. Namun hatinya ingin mengatakan iya.
"Duduklah, jangan berdiri di situ. Duke seperti tiang listrik saja." ucap Anastasya terkekeh.
Duke Rachid melangkah kan kakinya, menuju ke arah kursi. Lalu menyandarkan bokongnya ke kursi itu.
"Kapan Duke bisa mengajarinya?" tanya Anastasya menatapnya.
"Hem, kapan saja bisa Baginda Ratu."
"Baiklah, sekarang aku akan memperkenalkan kalian. Ayo," ucap Anastasya beranjak berdiri di ikuti Duke Rachid.
Sesampainya di kamar Enzo dan Enzi. Anastasya langsung masuk. Ia melihat kedua saudara itu sedang belajar tentang sejarah.
Ternyata sama, di dunia novel mereka belajar dengan giat batinya
"Enzo, Enzi," sapa Anastasya membuat kedua saudara itu menoleh.
Enzo dan Enzi menghentikan aktivitasnya.
"Hormat hamba, Baginda Ratu," ucapnya menunduk hormat.
"Hey, aku merindukan kalian," ucap Anastasya langsung memeluk kedua saudara itu.
Duke Rachid yang melihatnya sangat terkejut. Pertama kalinya ia melihat pemandangan itu, tersenyum penuh kelembutan dan tidak ada rasa canggung di antara mereka. Dulu Ratu Anastasya tidak pernah seperti itu, justru ia ketakutan jika berhadapan dengan seseorang. Mungkin hanya sekedar menyapa saja dengan wajah menunduk yang lakukan.
"Aigo, rupanya kalian sudah belajar dengan giat." ucap Anastasya melepaskan pelukannya dan mengelus pucuk kepaka Enzi.
"Hah, aku hampir lupa." Anastasya mundur kesamping. Terlihat wajah tegas dan dingin menatap ke arah Enzo dan Enzi.
"Lihatlah Duke Rachid akan menjadi guru kalian. Selain tampan dia juga hebat lho." Anastasya mengacungkan jempol tangan kanannya.
Duke Rachid pun menunduk dengan wajah memerah. Jantungnya seakan meledak. Ia sudah tidak tahan dengan suasana seperti ini. Lebih baik dirinya turun di medan perang daripada harus menahan suasana yang membuat jantungnya berdetak tak karuan.
"Benarkah?" tanya Enzi
"Yup, silahkan kalian memperkenalkan diri," ucap Anastasya terkekeh.
Enzo dan Enzi memberi hormat, "Saya Enzo dan ini adik saya Enzi," ucapnya.
"Saya Duke Rachid, semoga kalian betah menjadi murid saya." ucapnya.
"Hah, sebaiknya kata keluar. Maksudnya, biar kalian bisa akrap dan tidak canggung."
Anastasya melangkah kan kakinya menuju ke arah taman istana di ikuti Enzo, Enzi dan Duke Rachid.
Namun sebelum sampai di taman istana mereka berpapasan dengan Kaisar Alex dan kedua pengawal setianya.
"Hormat hamba, Yang Mulia Kaisar." ucap Anastasya di ikuti yang lainnya.
Kaisar Alex mengerutkan keningnya ketika melihat dua bocah bersama dengan Ratunya.
"Siapa mereka?" tanya Kaisar Alex menatap tajam ke arah Enzo dan Enzi.
"Hem, Enzo dan Enzi. Anak yang hamba tolong. Hamba bermaksud mengajarkan mereka bermain pedang di bantu oleh Duke Rachid." jelas Anastasya.
Kaisar Alex menatap tajam Duke Rachid, "Bisa-bisanya dia menyetujuinya tanpa menanyakan dulu pada ku."
"Kenapa tidak melaporkan lebih dulu pada ku?" tanya Kaisar Alex dengan nada dingin.
Anastasya tersenyum, "Jangan lupakan perjanjian kita Yang Mulia." ucap Anastasya membungkukkan badannya dan berlalu pergi.
Kaisar Alex diam membeku, perkataan Anastasya membuatnya merasa kesal.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 202 Episodes
Comments
Rose Reea
hiya hiya hiya
2024-09-16
0
Rifa Endro
matii kutu si Alex
2024-03-23
1
Triiy Ariiez
knapa mlh keinget upin ipin sii yalloh😅😅😂
2022-11-17
2