Kini burung telah menyapa dengan ramah, bahkan mereka mulai bernyanyi dengan pasangannya. Udara dingin di pagi ini membuat sang gadis enggan untuk beranjak dari tempat tidur.
Pelayan Mery pun di buat bingung dengan sikap sang Ratu. Tidak biasanya sang Ratu bertingkah seperti itu, biasanya ia akan bangun lebih dulu dari Mery.
Bahkan di pagi hari, seperti biasanya ia akan duduk di taman istana sendirian. Bermaksud mencari kedamaian hati.
"Mery, aku masih ngantuk," dengus kesal Anastasya, ia kembali menarik selimutnya hingga menutupi semua tubuhnya.
"Baginda Ratu, bagaimana jika Kaisar Alex tau? pasti dia akan memarahi Ratu,"
"Biarkan saja aku tidak takut,"
"Ratu, hamba mohon bangun, bagiamana jika.."
tok
tok
tok
Perkataan Mery terhenti ketika mendengarkan suara ketukan pintu. Mery menoleh ke arah pintu, sudah pasti pelayan itu di perintahkan oleh Kaisar Alex. Mungkin mereka sekarang sudah ada di ruang makan.
Ketakutan mulai menyelimuti Mery. Namun ia memberanikan dirinya melangkahkan kakinya menuju ke arah pintu.
krek
Pintu terbuka, terlihat seorang pelayan menatap Mery dengan tatapan tidak suka.
"Baginda Ratu di tunggu oleh Yang Mulia Kaisar di ruang kerjanya." ucapnya datar dan berlalu pergi tanpa mendengarkan jawaban Mery.
Dasar pelayan tidak sopan gerutu Mery.
"Baginda Ratu bangunlah, Yang Mulia Kaisar telah menunggu kedatangan Ratu."
"Huh, ada apa lagi sih." Gerutu Anastasya beranjak bangun menuju ke kamar mandi.
Sesampainya di kamar mandi, ia membuka baju tidurnya. Terlihat jelas jenjang kaki putih itu memasuki bathtub yang di beri jeruk nipis. Kini air backup itu memiliki aroma jeruk.
Lima belas menit kemudian.
Anastasya telah selesai mandi dan memakai jubah mandinya. Setelah itu, Anastasya di rias di bantu oleh pelayan Mery. Gaun ungu dengan desain sederhana membuatnya tampil semakin cantik. Rupanya sang gaun tidak menutupi kecantikannya. Setelah itu Mery mengikat rambutnya dengan kunciran dan memakai Mahkota Ratu di kepalanya.
"Ratu sudah selesai. Ternyata Baginda Ratu semakin cantik,"
"Hem, ayo kita temua Yang Mulia." ucap Anastasya menuju ke arah ruang kerja Kaisar Alex dengan di bantu oleh pelayan Mery.
Sesampainya di sana. Salah satu pengawal yang menjaga ruangan kerja Kaisar Alex membukakan pintu. Anastasya melangkah kan kakinya memasuki ruangan itu. Degupan jantungnya mulai berdetak semakin kencang. Pasalnya di kehidupan lalunya, ia tidak pernah berhadapan dengan seorang laki-laki.
Terlihat badan kekar menghadap ke arah jendela. Anastasya melihat ke arahnya. Jika di lihat dari badan belakangnya saja. Sangat jelas memiliki otot yang kuat, dada bidang dan tampan, ya sudah pasti sangat tampan.
Anastasya kini sudah bersiap siaga, jika ia di tampar atau disakiti. Ia bisa menggunakan ilmu bela dirinya, yah walaupun tubuh barunya masih kurang mendukung.
"Hormat hamba, Yang Mulia Kaisar." ucap Anastasya memberikan hormat.
"Hem,"
Ih, suaranya saja bikin merinding. Dia manusia apa beton batin Anastasya.
"Ratu, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan." ucapnya datar membalikkan badannya. Lalu melangkahkan kakinya menuju ke arah kursi. Ia duduk memandang Anastasya.
"Langsung saja, saya menikahi anda hanya karna politik. Tidak didasari tanpa cinta. Maka dari itu saya sudah menyiapkan sebuah kontrak." ucapnya seraya mengeluarkan sebuah kertas.
Ya aku sudah tau,
"Silahkan anda baca,"
Tanpa berfikir panjang. Anastasya melangkah kan kakinya menuju ke arah meja. Ia tetap saja menunduk. Anggap saja dirinya sedang sifat anggunnya.
Tidak boleh ikut campur dalam urusan masing-masing.
Apapun yang dilakukan pihak pertama benar atau tidaknya. Pihak kedua harus mengikutinya.
Yang benar saja ini manguntungkan dirinya.
Jika pihak pertama mengatakan iya harus iya, jika mengatakan tidak harus tidak.
"Dan satu hal lagi yang harus saya sampaikan. Saya ingin menikah lagi. Istri yang Saya pilih berasal dari kalangan rendah. Jadi Saya tidak peduli dia berasal dari kalangan rendah atau tidak."
"Apa urusannya dengan ku, mau menikah lagi terserah dia." gumam Anastasya, tapi masih mampu di dengarkan oleh telinga Kaisar Alex.
Kaisar Alex menaikkan salah satu alisnya, ia masih melihat ke arah wanita di depannya itu.
Bukankah seharusnya dia menangis batin Kaisar Alex.
"Maaf Yang Mulia Kaisar, kontrak ini hanya menguntungkan pihak Yang Mulia saja. Saya juga ingin di untungkan dalam kontrak ini. Saya tidak akan mengusik kehidupan Yang Mulia Kaisar dengan istri baru Yang Mulia. Tapi Saya tidak akan tinggal diam jika Saya di usik. Setiap pertemuan, Saya harap Yang Mulia tidak mempermalukan Saya." Ucap Anastasya, ia mendonggakkan kepalanya menatap ke arah Kaisar Alex, "Dan hamba tidak akan mempermasalakannya," ucap Anastasya dengan tatapan penuh kebencian.
Deg
Jantung Kaisar Alex berdegup kencang melihat tatapan Ratu Anastasya. Dulu Anastasya selalu menunduk ketakutan ketika berbicara dengan nya. Tapi sekarang.
"Saya harap ini pertemuan terakhir kita. Karna Saya tidak ingin sering bertemu jika tidak menyangkut hal penting. Dan untuk pernikahan Yang Mulia, silahkan Yang Mulia Kaisar Alex lakukan sendiri." ucap Anastasya tersenyum sinismemberikan hormat dan berlalu pergi.
Sementara Kaisar Alex masih menetralkan detak jantungnya.
"Tatapan itu," ucap Kaisar Alex
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 202 Episodes
Comments
panty sari
memilih krikil malah membuang berlian dasar kaisar bodoh
2024-09-04
0
Rifa Endro
yakin nggak nyesel ???
2024-03-23
0
🌸 Airyein 🌸
Makanya elu ga osah sok ganteng !!
2024-02-11
0