"Mery bawakan saya buah-buahan, o iya Ketua Pelayan aku tidak ingin ada kesalahan lagi. Jika aku menemukan kejadian seperti ini lagi," Anastasya menjeda perkatannya, ia melirik Ketua pelayan, "aku tidak akan segan menghukum mu." ucap Anastasya berlalu pergi.
Setelah kepergian Anastasya, Ketua pelayan dan para pelayan kini bernafas lega. Entah mengapa perkataan sang Ratu membuat hawa dingin di ruang makan itu.
Sedangkan Anastasya, ia duduk seraya menopang dagunya. Ia memikirkan jalannya komik dan novel yang ia baca.
"Baginda," Mery merasa keheranan melihat Anastasya diam saja.
"Baginda," Mery kembali bersuara. Karna merasa keheranan, tanpa sadar Mery memegang pundak Anastasya.
"Eh, ada apa Mery?" tanya Anastasya terkejut.
"Maaf, Saya lancang. Memegang bahu Baginda. Karna Saya,,"
Anastasya menghela nafas, Kini ia mengerti kekhawatiran Mery, "Tidak masalah, Mery apa sekarang Baginda Kaisar sudah berperang?" tanya Anastasya membuat dahi Mery sedikit berkerut.
"Baginda Kaisar telah berperang selama dua tahun Baginda," jawab Mery yang masih dilanda kebingungan, "Memangnya ada apa Baginda?"
Berarti Kaisar Alex telah bertemu dengan kekasihnya, ya di dunia novel dan komik setelah berperang, Kaisar membawa wanita itu. Berarti aku harus secepatnya mencari kedua kesatria itu. Di dalam dunia novel Kesatria itu sebenarnya Adik Kakak yang mengemis, lalu mereka bertemu dengan Elisha, Karna kasihan Elisha membawa mereka ke istana dan Kaisar Alex menyuruh Duke Rachid mengajari mereka berpedang. Hingga mereka menjadi Kesatria yang tidak tertandingi. Oke baiklah, aku harus lebih dulu membawa mereka dan berpihak kepada ku.
"Hem, Mery. Aku ingin keluar untuk membeli sebuah buku dan baju. Dan Aku juga ingin jalan-jalan." ucap Anastasya datar membuat pelayan Mery terkejut. Pasalnya baru pertama kalinya sang Ratu ingin keluar dari istana.
"Hamba akan mempersiapkan segalanya Ratu," ucap Mery menunduk hormat.
Lima belas menit kemudian, Kereta istana pun berjalan. Anastasya sibuk hanya menatap ke arah keluar jendela, sedangkan Mery hanya diam mengikuti alur keheningan. Tak terasa kereta pun telah sampai di pasar.
Anastasya turun, ia melihat kanan kirinya mencari sesuatu. Ia terus melangkah kan kakinya.
Setelah melihat ke arah pengemis, Anastasya hanya mengeluarkan uangnya, yang ia cari masih belum menemukannya.
Anastasya tak menyerah ia terus melangkahkan kakinya seraya celingak celinguk kanan kiri. Hingga langkah kakinya berhenti di sebuah gang sempit. Anastasya mendekati kedua laki-laki yang berpakaian lusuh dan menyodorkan tangannya yang sedang meminta-minta.
Sebelum Anastasya mendekati kedua laki-laki itu, terlihat lima orang berwajah galak dan berbadan besar menuju ke arah kedua laki-laki itu. Salah satunya laki-laki itu ber wajah cacat, terdapat bekas luka di sebelah alisnya.
Dengan wajah tegas dan dingin, laki-laki itupun menarik kerah baju salah satu dari mereka, "Heh, cepat berikan uang kalian pada saya," bentak laki-laki itu. Sementara para anak buahnya tertawa mengejek.
"Tunggu," teriak Anastasya seraya mempercepat langkah kakinya menuju ke arah mereka.
"Lepaskan dia," bentak Anastasya menatap dingin dan tajam.
"Ratu sebaiknya kita pergi," ujar Mery ketakutan melihat tatapan buas dari kelima preman. Yang ia takutkan bukan dirinya, tapi keselamatan junjungannya.
"Heh, apa urusan mu dengannya?" tanya laki-laki itu sambil melepaskan cengkraman nya.
"Bagi..."
"Kalian butuh uang, bukan. Aku akan memberikannya. Maka dari itu lepaskan mereka." sanggah Anastasya menghentikan perkataan Mery.
Di dalam novel dan komik mereka, tidak mau melepaskan kedua anak ini. Hingga Kaisar Alex turun tangan sendiri.
"Aku akan memberikan kalian uang lebih, jadi lepaskan mereka." teriak Anastasya dengan nada dingin.
Kelima laki-laki itu saling menatap. Lalu tertawa keras.
Hahahaha
"Jika kami tidak mau, kami hanya menginginkan anda Lady," ucap ketua preman.
Anastasya berdecih, ia jijik dengan kelima preman ini. Sebagai boos mafia, harga dirinya terlalu tinggi jika di remehkan.
Anastasya tersenyum mengejek. Hingga Ketua preman itu melangkah kan kakinya, mendekati Anastasya. Sangat jelas di mata Anastasya, Ketua preman itu mengeluarkan wajah gairah. Ketua Preman itu menggerakkan tangannya ke arah pipi Anastasya bermaksud membelainya dan
krek
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 202 Episodes
Comments
panty sari
wanita kuat
2024-09-04
0
!m_mah
maaf Thor,d bab sebelumnya kaisar sudah membawa Elisa kok disini masih perang
2024-05-30
0
🌸 Airyein 🌸
Suka bgt nih sama ratu yg pemberani dan tangguh
2024-02-11
1