"Ratu," Anastasya menoleh, ia menatap Duchess Berlin seraya berjalan.
"Ada apa Duchess Berlin?" tanya Anastasya.
Duchess Berlin menghentikan langkah kakinya, ia mengalihkan pandangannya ke wajah Ratu Anastasya.
"Maaf, aku tidak bisa meyakinkannya. Maaf selama ini kau telah menderita seperti ini." ucap Duchess Berlin di iringi air mata.
"Tidak masalah," Anastasya tersenyum, "Mungkin Yang Mulia lebih bahagia dengannya."
"Aku bersyukur, Yang Mulia Kaisar memiliki Ratu cantik luar dalam seperti Ratu Anastasya. Jujur saja aku malu dengan sikap Yang Mulia terhadap Ratu. Jika suatu saat nanti Ratu membutuhkan pertolongan ku. Maka aku dengan senang hati membantu Ratu." tutur Duchess Berlin seraya memeluk Anastasya.
Ratu Anastasya membalas pelukan Duchess, "Jangan khawatir semuanya akan baik-baik saja."
Duchess Berlin melepaskan pelukannya, "Baiklah aku harus pergi dan terimakasih karna Ratu masih berdiri di sampingnya." ucap Duchess Berlin berlalu pergi.
Aku tidak tau sampai kapan aku harus bertahan di sampingnya.
"Ratu,"
Anastasya menoleh mendengarkan suara dingin dan tegas.
"Hormat hamba, Yang Mulia Kaisar." ucap Anastasya datar.
"Aku datang kesini hanya ingin mengatakan, dua hari lagi pernikahan berlangsung. Aku harap Ratu tidak membuat saya malu." tutur Kaisar Alex dengan wajah tajam. Bukan tanpa alasan dia mengatakan hal itu pada Ratu Anastasya. Dulu, jika ada pesta istana Ratu Anastasya selalu menunduk dan gugup. Ia tidak pernah menatap tajam lawan bicara. Hal itulah yang membuat para bangsawan mencemohnya.
Ratu Anastasya mengepalkan tangannya, "Yang Mulia tidak perlu khawatir. Hamba tidak akan membuat Yang Mulia malu. Lagi pula tentang pernikahan Yang Mulia dengan Baroness bukan urusan hamba. urusan hamba hanyalah meliputi masalah istana saja." jelas Ratu Anastasya seraya menggigit bibir bawahnya.
Ratu Anastasya langsung menunduk hormat dan berlalu pergi.
Sedangkan Kaisar Alex hanya diam membatu, ia terus menatap ke arah punggung Ratu Anastasya yang mulai menjauh, "Aku tidak suka perubahannya dan tatapan itu." Kaisar Alex mengingat tatapan sengit Ratu Anastasya. "Kita lihat saja nanti seberapa kuat keberanian mu padaku." Kaisar Alex tersenyum menyeringai. Ia melanjutkan langkah kakinya menuju kamar Elisha.
"Hormat hamba, Yang Mulia." ucap seorang gadis tersenyum.
"Aku merindukan mu," ucap Kaisar Alex langsung memeluk Elisha begitu erat.
"Dan aku memiliki satu kabar bahagia, dua hari lagi kita akan menikah." ucapnya lalu melepaskan pelukannya, ia mencium bibir Elisha.
"Benarkah?" tanya Elisha dengan wajah berbinar.
Kaisar Alex mengangguk sebagai tanda jawabannya.
"Bagaimana jika kita melakukan nya Yang Mulia, aku merindukan tubuh Yang Mulia." ucap Elisha berbisik di telinga Kaisar Alex. Ia tau kelemahan Kaisar Alex terletak di telinganya.
"Jangan sekarang. Tunggu saja setelah kita menikah." tolak Kaisar Alex.
Seketika Elisha langsung cemberut, "Baiklah, hamba akan menunggunya."
Kaisar Alex terkekeh, ia mendaratkan ciumannya di kening Elisha. "Sebaiknya kita jalan-jalan." ucap Kaisar Alex di ikuti Elisha yang berjalan di sampingnya.
Sepanjang perjalanan, Kaisar Alex dan Elisha saling bersanda gurau. Dan sesekali Elisha memasangkan wajah cemberutnya.
Kesenangan mereka berhenti, ketika arah mata mereka menangkap sesosok yang mereka kenal saling berbincang dan bercanda.
Kaisar Alex langsung menatap tajam kedua orang itu,
"Yang Mulia apakah mereka saling mencintai," cerocos Elisha melirik Kaisar Alex. Dalam hatinya sudah yakin jika Ratu Anastasya akan mendapatkan kemarahan Kaisar Alex.
Tanpa basa basi, Kaisar Alex menuju ke arah dua orang itu.
"Ratu Anastasya," teriak Kaisar Alex menatap tajam dengan amarah yang mulai meledak di ubun-ubun nya. Entah mengapa? hatinya tidak suka saat melihat adegan tadi. Jika Ratu Anastasya bersamanya dengan tatapan kebencian. Tapi jika dekat orang itu, Ratu Anastasya akan mengeluarkan kelembutannya bahkan senyumannya.
Sebenarnya tadi Ratu Anastasya bermaksud kembali ke kamarnya. Namun di saat perjalan ia bertemu dengan Duke Rachid hingga mereka berbincang sampai di taman istana.
"Hormat hamba Yang Mulia," ucap Ratu Anastasya dan Duke Rachid.
Kaisar Alex tersadar, ia tidak mungkin mengatakan jika dirinya sedang marah. Justru ia akan di tuduh mencintai Ratu Anastasya.
"Kebetulan sekali Ratu ada disini?" ucap Kaisar Alex seraya mengambil satu tangkai bunga mawar merah. "Maaf Ratu bunga ini bukan untuk mu, tapi untuk istriku, Elisha," ucap Kaisar Alex menatap Elisha seraya memberikan bunga itu.
Ratu Anastasya menatap tajam Kaisar Alex. Berani-beraninya dia menghinaku disini batin Anastasya merasa geram.
"Terimakasih Yang Mulia, ternyata Yang Mulia sangat mencintai hamba." ucap Elisha memeluk Kaisar Alex.
Duke Rachid pun terkejut, ia menatap ke wajah Anastasya. Ia takut jika Anastasya menangis. Namun tidak, ia malah tidak menemukan sama sekali wajah sedih yang terpancar.
"Yang Mulia Kaisar Alex yang terhormat. Tidak bisakah kalian menjaga sikap. Apa kalian akan memamerkan hubungan yang tak resmi di depan banyak orang. hah," Ratu Anastasya tersenyum sinis. "Tidak bisakah kalian menjaga sikap kalian. Jika kalian menginginkannya cukup di kamar saja. Lakukan sepuas hati kalian. Dan untuk Kaisar Alex saya ingatkan, jaga nama baik Yang Mulia." ucap Elisha dengan penuh penekanan dan berlalu pergi.
Sebenarnya apa yang terjadi kenapa alurnya menjadi berantakan batinnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 202 Episodes
Comments
aphrodite
selera Yang Mulia wanita rendahan..jalang..ck ck ck
2025-01-30
0
Pratiwi Ratih
ga pp biar kaisar songong tuh malah jd bucin...🤭🤭.trus elisha hempaskan sj...🤨🤨
2022-05-28
0
Pratiwi Ratih
bukan elisha thor..tp anastasya....😉
2022-05-28
1