Anastasya keluar dari ruang kerjanya dengan wajah dingin dan datar. Para pelayan yang melihatnya bergedik ngeri.
"Ratu," sapa Mery dengan wajah khawatir. Ia melihat darah segar keluar dari telapak tangan Anastasya. Baru saja ia meninggalkan Ratunya untuk membawakan Teh dan camilan. Namun ia tidak menyangka harus melihat tangan Anastasya terluka.
Anastasya terus berjalan melewati Mery tanpa mengatakan sepatah kata apapun. Mery pun mengikuti Anastasya.
Sesampai di kamarnya. Anastasya duduk dan memandang tangannya yang terluka.
"Ratu, sebenarnya ada apa?" tanya Mery seraya mengobati luka Anastasya dengan hati-hati. Setelah itu Mery memperban lukanya.
"Tidak apa-apa. Hanya luka kecil. Sebentar lagi juga sembuh." ucap Anastasya seraya menghela nafas.
Beberapa saat kemudian, Duke Rachid datang dan memberikan hormat.
"Hormat hamba Ratu, maaf jika hamba datang di waktu yang tidak tepat. Tapi hamba khawatir saat mendengarkan jika Ratu sedang terluka." jelas Duke Rachid melihat ke arah tangan Anastasya.
Anastasya tersenyum, "Ini hanya luka kecil,"
"Ratu, " Teriak Enzo dan Enzi berlari kecil menuju ke arah Anastasya.
"Ratu, katanya Ratu terluka. Bagian mana yang terluka Ratu," Tanpa sadar Enzo dan Enzi memeriksa luka Anastasya.
"Kalian ini seperti anak ku saja, Aku tidak apa-apa ini hanya luka kecil. Sebentar lagi juga sembuh." ucap Anastasya seraya mengelus kepala Enzo dan Enzi.
"Hah, syukurlah." ucap Enzo dan Enzi menghembuskan nafas lega.
"Em,, kenapa kalian berdiri. Duduklah." ucapnya.
Mery pun mempersiapkan teh, camilan dan buah. Sejenak mereka meminum teh dan mengambil camilan.
"Ratu sebenarnya ada apa?" tanya Duke Rachid dengan wajah penasaran.
"Apa ini karna Yang Mulia," sambungnya lagi dengan hati tidak suka saat menyebut Yang Mulia.
Anastasya tersenyum, ia meminum tehnya dan menatap ke arah Duke Rachid, "Aku hanya ingin mengajukan sebuah penawaran." Anastasya diam sejenak membuat Enzo dan Enzi menghentikan memakan buah apel.
"Aku hanya ingin mengajukan sebuah penawaran. Yaitu aku ingin melepas diri menjadi Ratu dan sebagai gantinya. Aku memberikan wilayah Arnos. Tapi Yang Mulia menolak. Bukankah selama ini Yang Mulia ingin aku turun dari takhta,"
"Hah, Ratu. Maaf sebelumnya, tapi apa Ratu yakin? wilayah Arnos, wilayah yang memiliki kesuburan tingkatan kedua."
"Lalu, apa maksud Duke aku harus diam saja saat aku di rendahkan? Harga diriku terlalu tinggi untuk di rendahkan. Apalagi aku hanyalah Ratu hiasan istana. Lagi pula Yang Mulia memiliki banyak wilayah yang subur. " Anastasya tersenyum kecut.
Enzo dan Enzi mengepalkan tangannya. Ia tidak suka Anastasya bagaikan malaikat harus mendapatkan hinaan seperti itu. Di dalam hatinya bertekad akan menjadi kuat demi melindung Ratu Anastasya.
Sedangkan Duke Rachid menggertakan giginya, ia tidak suka dengan sikap Kaisar Alex yang semena-mena.
"Bisakah kalian menemaniku keluar. Aku bosan disini,"
Anastasya beranjak pergi. Ia tidak suka melihat wajah kemarhan di antara ketiga laki-laki itu.
Mereka pun keluar dari kamar Anastasya. Saat sampai di labirin cinta, Anastasya memiliki sebuah ide.
"Bagaimana jika kita bertaruh siapa yang menang dan kalah? Yang kalah harus mengabulkan semua keinginan yang menang,"
"Sepertinya menarik," ucap Duke Rachid tersenyum dan di angguki Enzo dan Enzi.
Saat memasuki pintu pertama mereka saling berpencar. Enzo dan Enzi memasuki pintu kanan, Duke Rachid memasuki pintu kiri dan Anastasya memasuki pintu tengah.
Setelah berpencar Anastasya menatap kagum melihat beraneka bunga mawar. Labirin Cinta labirin yang berdinding dengan berbagai macam bunga mawar. Yaitu mawar merah, mawar putih, mawar pink, mawar biru, mawar hijau, mawar peach, mawar dan mawar cream.
Di novel labirin ini, adalah labirin pembuktian cinta Kaisar terhadap Ratu. Karna Ratu menyukai mawar. Dan pada akhirnya Kaisar membuat labirin mawar di tengah labirin ini berbentuk love dan terdapat patung Kaisar dan Ratu.
Anastasya tak berhentinya terkagum-kagum tepat saat di tengah mawar ia melihat patung Kaisar dan Ratu terdahulu.
"Waw," Anastasya mengelilingi patung itu.
"Sungguh besar cinta Kaisar terhadap Ratu," ucap Anastasya dengan mata berbinar.
"Kau siapa? beraninya datang kesini," tanya seorang laki-laki mengarahkan pedangnya ke leher Anastasya.
glek
Anastasya melirik pedang itu, "Turunkan pedang mu, sungguh tidak sopan. Aku adalah Ratu di sini, Ratu Anastasya." ucap Anastasya, ia melirik ke wajah laki-laki itu dengan memakai topeng.
"Setauku, Ratu tidak pernah berani berbicara bahkan menatap orang lain. Tapi saat melihat mu, aku yakin kau adalah Ratu." Laki-laki itupun menurunkan pedangnya.
"Dan kau siapa?" tanya Anastasya seraya menaikkan salah satu alisnya.
"Gabriel,"
"Semoga kita bertemu lagi Ratu," Laki-laki itu langsung menghilang dalam sekejap mata.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 202 Episodes
Comments
Hamokitsi Run
waah cellin d kelilingi laki2 tangguh except kaisar lho ya.. kasar trhdp istri atw wanita bjn trmasuk laki2 tangguh mmlih lawan yg g seimbang
2022-03-16
1
Rahil Ramadhani
gabriel kembran alex atw bisa di bilang 2jiwa apalah
2021-09-16
0
HNF G
jgn2 adiknya alex
2021-08-09
0