Ke esokan paginya, Anastasya terbangun, ia terusik silaunya matahari dan angin yang melewati jendela kamarnya. Anastasya turun dari ranjangnya, ia melangkah kan kaki menuju ke arah balkom.
Hah
"Aku harus memulai kehidupan baru ku disini,"
krek
"Hormat saya, Baginda." ucap pelayan Mery.
"Hemz, aku ingin berbicara dengan mu Mery. Ada sesuatu yang ingin kutanyakan,"
"Apa kamu kenal dengan Elisa?" tanya Anastasya menatap ke arah Mery.
"Elisa, bukankah nama itu, nama wanita yang di bawa oleh Baginda Kaisar setahun lalu, Ratu." jawab pelayan Mery merasa keheranan.
Untuk apa Ratu menanyakan Elisa
Deg,
Berarti permainan ini sudah berjalan. Di dalam novel, Elisa di selamatkan oleh Kaisar Alex pada saat ia berperang, ia menemukan Elisa di jalan terluka parah dan Kaisar Alex merawatnya. Hingga mereka jatuh cinta. Setelah itu Kaisar Alex selalu menemani wanita uler itu. Bahkan mereka sering memandu kasih. Oh, baiklah. Berarti aku harus mencari Kesatria itu sebelum di dahului Elisa.
"Baiklah, aku mandi dulu." ucap Anastasya.
Tiga puluh menit kemudian.
Anastasya keluar dari kamarnya di ikuti Mery. Ia menuju ke ruang makan. Perutnya sudah bergendrang. Biasanya di kehidupannya dulu, setiap malam ia menghabiskan dengan camilan dan melakukan aktivitasnya sebagai Mafia, pemberantas kejahatan yang di akui oleh pemerintah.
Anastasya duduk, ia makan dengan nikmat. Sesekali ia melirik para pelayan yang berbisik dan menatapnya sinis.
Anastasya tidak memperdulikan nya, di dalam kehidupannya. Biarlah anjing menggonggong.
prak
Seketika para pelayan diam menunduk, Ratu Anastasya beranjak berdiri, ia menghampiri para pelayan yang berjejer rapi.
Ia menatap tajam satu per satu wajah pelayan itu. Sementara para pelayan entah mengapa tiba-tiba tubuhnya merinding.
"Mery bawa kursi itu kesini," perintah Ratu Anastasya.
Mery pun menuruti sang Ratu, ia membawa Kursi. Setelah itu Anastasya duduk menyilangkan kedua kakinya dan duduk dengan bersendekap.
"Mery, bawa ketua pelayan kesini," perintah Anastasya.
Mery sempat kebingungan, ia tidak mengatakan apap pun hanya menuruti semua perintah junjungannya. Ia pun langsung pergi memanggil ketua pelayan, Tuan Devano.
Ratu Anastasya diam, ia hanya menatap sinis dan menyunggingkan bibirnya. Menatap ke enam pelayan yang berdiri, berjejer rapi.
"Hormat saya, Baginda Ratu." ucap salah satu pria paruh baya dengan menunduk hormat.
Anastasya melirik, Rambut kriting, memakai kaca mata. Hidung mancung, itulah gambaran dari dunia komik yang ia baca. Ketua pelayan setia Kaisar Alexander.
"kau,"Anastasya menunjuk salah satu pelayan tadi yang menatapnya sinis.
Pelayan itu berjalan dengan tatapan sinis. Sangat terlihat diwajahnya yang mengejek Anastasya. Bahkan di dalam novel dan komik, dengan terang-terangan para pelayan membentaknya, mengacuhkannya hingga membuat Anastasya menangis.
Anastasya berdiri, ia menghampiri pelayan itu dan
Plak
Tamparan keras, mendarat di pipi mulus pelayan itu. Hingga membuat pelayan itu jatuh ke lantai. Mery, Ketua Pelayan dan para pelayan lainnya terkejut melihat keberanian Anastasya yang menampar pelayan itu.
"Apa Ketua Pelayan tidak bisa mengajarkan kesopanan pada seorang pelayan?" tanya Anastasya menatap tajam ke arah Ketua Pelayan Devano.
"Saya.."
"Ajarkan pelayan rendahan ini sopan santun, jika pelayan ini memandang rendah diriku. Buang dia ke sungai." perintah Anastasya dingin.
glek
Ketua Pelayan masih setia menunduk, ia tidak berani mendonggakkan kepalanya. Suaranya saja sangat merinding apalagi melihat matanya membuat Ketua Pelayan itu gemetar, sesekali ia membenarkan kaca matanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 202 Episodes
Comments
momi
masih menyimak
2024-12-03
0
Anonymous
k
2024-10-01
0
D'vee
ketua pelayan..
lebih baik gunakan kata Kepala pelayan..
2024-05-01
2