"Yang Mulia," panggil Elisha dengan lembut seraya memegang bahu Kaisar Alex.
Kaisar Alex menoleh, "Ada apa? apa kau masih ingin membahasnya?" tanya Kaisar Alex menaikkan salah satu alisnya.
"Tidak Yang Mulia, hamba sudah mengerti. Tidak seharusnya hamba seperti itu. Maafkan hamba yang telah egois, hamba hanya takut, Yang Mulia akan mencintai Ratu." tutur Elisha menundukkan kepalanya.
"Hah, apa kau takut aku mencintai Ratu? kau tau kan, aku memang sudah memiliki istri. Lalu letak kesalahannya dimana?"
Perkataan Kaisar Alex membuat Elisha mematung, ia mendonggakkan kepalanya, melihat bola mata Kaisar Alex.
"Hamba yakin Yang Mulia Kaisar, tidak akan mencintainya. Karna Yang Mulia sudah berjanji pada hamba." Elisha memeluk Kaisar Alex begitu erat.
Ada apa dengan diriku batinnya Kaisar Alex seraya menghela nafas.
Kaisar Alex membalas pelukan Elisha. "Baiklah, aku akan menemui Ratu untuk membahas pernikahan kita," ucap Kaisar Alex.
Tanpa sadar sepasang mata melihat adegan itu merasa kesal dan muak. "Yang Mulia tidak bisakah anda menghargai perasaan Ratu," ucap orang itu. Padahal ia datang kesana hanya ingin membahas pernikahan Kaisar Alex dan Elisha. Ia ingin meyakinkan Kaisar Alex agar merubah keputusannya. Namun yang ia lihat dan mendengarkan semuanya dan memilih pergi.
Disisi lain.
Setelah melihat adegan itu, Anastasya pamit kepada Enzo, Enzi dan Duke Rachid untuk beristirahat menenangkan hatinya.
Anastasya duduk termenung seraya menopang dagu,
"Seandainya aku masuk sebelum Anastasya menjadi Ratu. Pasti aku menolak lamaran Kaisar untuk menikah dengan Putra Mahkota yang tak lain adalah Kaisar Alex. Dan sekarang, kenapa jadi begini?" Anastasya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Ia menyandarkan lehernya ke kursi dan memejamkan matanya.
"Hem, jika di ingat alur novel itu. Ternyata ini, Ratu Anastasya pergi dari taman lalu mengurung diri dan menangis tersedu-sedu. Bahkan Ratu Anastasya mengurung diri, tak ingin di ganggu. Jadi alurnya sekarang menuju kesana. Dan alur selanjutnya Duchess Berlin menemui Kaisar Alex dan Elisha saat pesta pernikahan berlangsung. Duchess Berlin meminta Kaisar Alex membatalkan niatnya. Ya, pertengkaran itu pasti terjadi. Dimana Kaisar Alex lebih memilih Elisha dari pada Duchess Berlin, orang yang merawat dan menyayangi semenjak kecil. Duchess Berlin jika dilihat dari silsilah kekaisaran. Dia masih memiliki hubungan darah dengan Kaisar. Dan retaknya hubungan mereka masalah ini. Berarti aku masih memiliki pendukung." gumam Anastasya.
krek
Pintu kediaman Anastasya terbuka, terlihat laki-laki gagah dan perkasa menuju ke arahnya.
"Ratu," suara dingin dan tegas membuat Anastasya membuka matanya. Ia melirik dan memberikan hormat.
"Hormat hamba, Yang Mulia Kaisar." ucapnya.
"Apa Yang Mulia datang kesini hanya membahas pernikahan Yang Mulia? jika begitu,"
"Hem, benar. Aku ingin membahasnya."
"Baiklah, kenapa Yang Mulia repot-repot harus membahas pernikahan Yang Mulia dengan hamba? bukankah Yang Mulia mempunyai Duke Rachid." ucap Anastasya seraya menandatangani surat itu.
"Hem, saya melihat Ratu berhubungan baik dengan Duke Rachid."
"Ya, memang. Hubungan saya memang baik." jawab Anastasya.
"Saya harap, Ratu menjaga nama baik saya sebagai Kaisar."
"Maksud Yang Mulia," Anastasya mengkerutkan dahinya.
"Bagaimana jika banyak orang mengatakan Ratu sedang berselingkuh,"
"Hahaha,"
Anastasya tertawa, lalu menatap ke arah Kaisar Alex. Terlihat senyum menyeringai di bibirnya.
"Bukankah selama ini Yang Mulia ingin hamba turun dari takhta? Semua orang di istana ini tau, bahkan di semua Kekaisaran juga tau. Bahwa Ratu Anastasya tidak di cintai oleh Kaisar. Dan juga mereka tau, Kaisar menikahi Ratu Anastasya hanya karna ingin pendukung yang kuat. Sekarang, bagaimana jika hamba memberikan sebuah penawaran. Yang Mulia bisa memiliki wilayah barat, asalkan Yang Mulia menurunkan hamba dari takhta, bagaimana?" Anastasya tersenyum.
Kaisar Alex menatap Anastasya dengan tajam, "Jaga bicara mu Ratu, benar saya menikahi mu. Hanya karna ingin pendukung. Jika bukan karna pendukung saya tidak akan menikahi mu,"
"Bagus, jadi bagaimana?"
Siapa yang tidak tau wilayah barat, Wilayah Arnos. Wilayah yang memiliki kesuburan di tingkatan kedua setelah Wilayah Lion (wilayah yang memiliki tingkat kesuburan pertama). Wilayah Arnos, wilayah yang di berikan oleh Kaisar dulu sebagai hadiah penghargaan dari prestasinya Ayah Anastasya (Duke Erland) karna Duke Erland selalu ikut serta dalam berperang bahkan karna idenya pula Kekaisara Matahari mencaapi kejayaan.
Kaisar Alex justru lebih menajamkan tatapannya, "Bermimpilah, sampai kapan pun saya tidak akan pernah mencerai kan Ratu. Benar saya masih membutuhkan dukungan dari keluarga Ratu." tegas Kaisar Alex berlalu pergi.
"Sialan ! "
Ratu Anastasya mengepalkan tangannya. Hingga kukunya menancap di telapak tangannya dan mengeluarkan darah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 202 Episodes
Comments
panty sari
gregetan mau meres kepalanya kaisar bodoh
2024-09-05
0
norliani
jadi pengin nampol kaisar😐
2022-01-29
0
cccc
Kaisar egois....
2021-05-13
3