#selamat malam, semoga masih di paringi kesehatan. Maaf hanya updte satu bab. Authornya masih sibuk😊
Sesampainya di latihan prajurit, Anastasya duduk di bawah pohon yang telah di sediakan oleh para pelayannya. Sementara Enzo dan Enzi mengikuti Duke Rachid menuju ke tengah lapangan yang panas dan di tumbuhi rumput hijau. Para prajurit pun menunduk hormat ke arah Duke Rachid, mereka menghentikan latihannya dan memilih bersantai, berhenti sejenak.
Duke Rachid pun memperlihatkan bagaimana caranya. ilmu berpedang atau belati, pedang panjang dan tonggak. Bahkan di bawah panasnya terik matahari. Tidak membuat ketiganya berhenti, justru mereka semakin giat.
Sementara Anastasya memerhatikan mereka dari jauh. Duduk santai di bawah pohon seraya memakan buah apel yang telah di kupas oleh pelayan Mery.
"Mery aku ingin membuat minuman yang menyegarkan saat panas seperti ini,"
Anastasya melihat ke atas, ia mengintip sinar matahari yang memasuki sela dedaunan itu.
"Hah," Mery terkejut, "Minuman apa itu Ratu?"
"Hais, kamu tidak tau ya .. Ya sudah ikut aku saja."
Anastasya melangkah kan kakinya menuju ke arah dapur di ikuti pelayan Mery. Para pelayan dapur sangat terkejut akan kedatangan Anastasya, mereka pun langsung berbaris dan memberikan hormat.
"Baginda Ratu, ada apa datang kesini?"
"Mau nyanyi," jawab Anastasya datar.
"Hah," para pelayan saling menatap.
"Aku datang kesini mau membuat minuman, kenapa kalian masih tanyak." Anastasya mengucapkannya dengan penuh penekanan. Ia tidak suka para pelayan yang meremehkan pemilik asli tubuh itu. "Kenapa masih bengong, sana pergi ! jangan mengganggu ku."
"Maaf Ratu tapi ..."
"Apa kalian mengira aku akan menghancurkan dapur kalian?" bentak Anastasya. "Cepat pergi atau kalian," Anastasya menajamkan matanya melihat ke arah pelayan itu.
"Ba,, baik Ratu." ucap Mereka menunduk hormat dan berlalu pergi.
"Mery, siapkan teh dan susu murni serta madu."
Mery langsung mengambil teh dan dua botol susu murni serta madu itu. Lalu memberikannya.
Anastasya langsung menyeduh teh dengan air panas. Ia mencampurkan susu murni dan memberikan madu secukupnya.
Setelah itu Anastasya menyaring minuman yang ia buat.
"Mery, ambilkan es."
"Ba, baik Ratu."
Setelah Mery membawa es. Anastasya mencampurkan es itu.
"Bawa Teh ini Mery, aku akan menyajikannya untuk mereka."
Sesampainya di bawah pohon, tempat semula. Anastasya menyuruh Mery untuk memanggil Enzo, Enzi dan Duke Rachid.
"Hormat hamba Baginda Ratu,"
"Duduklah, aku sudah menyiapkan sesuatu untuk kalian."
Anastasya langsung menuangkan teh itu kedalam cangkir. Ia mengambil dulu minuman teh itu lalu meminumnya, "Ah, seger.."
Melihat Anastasya meneguk es teh itu. Tanpa berfikir panjang, Enzo, Enzi dan Duke Rachid langsung meminumnya..
cring
Wajah mereka langsung berbinar. Baru pertama kalinya mereka meminum es teh itu. Lidah dan tenggorokan yang tadinya kering. Kini sirna seketika.
"Ratu, minuman ini terbuat dari apa?" tanya Duke Rachid yang masih menatap cangkirnya.
"Teh yang bercampur susu dan madu. Aku hanya perlu menambahkan esnya saja."
"Wah sungguh hebat Ratu bisa membuat minuman ini, lalu apa nama minuman ini Ratu?" tanya Enzo menatap Anastasya yang menuangkan kembali minuman itu.
"Es killer, karna teh ini bisa buat orang sedih jadi bahagia. Dan orang bahagia bertambah bahagia lalu orang gila tambah gila." ucap Anastasya terkekeh.
Enzo, Enzi dan Duke Rachid seketika tertawa mendengarkan perkataan Anastasya.
"Mery ini untuk mu, minumlah."
Mery menerima cangkir itu dan langsung meminumnya, "Wah Ratu ini sangat enak. Boleh saya meminta lagi."
"Ya tentu boleh,"
Haha tentu saja kalian tidak akan tau, karna setauku di novel atau pun komik hanya menyajikan teh saja atau pun kopi. Ah sebaiknya aku berbisnis, setidaknya aku harus mengubah hidupku batinnya bersorak seperti gendrang.
Merekapun tertawa santai, bahkan para prajurit dan pelayan merasa jika mereka adalah keluarga bahagia.
Kini minuman yang Anastasya buat menjadi pembicaraan hangat di istana. Para pelayan dan prajurit saling membicarakan. Ada yang percaya dan ada yang tidak percaya.
Sementara di sisi lain.
Seorang pria gagah, duduk menopang dagu dengan kedua tangannya. Ketika mendengarkan dari kedua pengawalnya, terbesit di hatinya dengan sejuta penasaran.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 202 Episodes
Comments
aphrodite
Ratu mulai gila😂😂😂😂😂😂
2025-01-30
0
aphrodite
😂😂😂😂😂😂😂
2025-01-30
0
🌸 Airyein 🌸
Sa ae nih baginda ratu 🤣
2024-02-11
1