Bab 20 Terpaku

Jam menunjukan pukul 03.30 dini hari, Ashila menggeliatkan tubuhnya, ia terbangun dari tidurnya karena mendengar sayup-sayup orang mengaji.

"Fa bi ayyi aalaaa`i robbikuma tukadzibaan."

"Muttaki`iina 'alaa rofrofin khudriw wa 'abqoriyyin hisaan."

Ashila mengerjap-ngerjapkan matanya pelan. Setelah kelopak matanya membuka sempurna. Ia terpaku melihat pemandangan di depannya. Seorang laki-laki yang memakai baju koko putih polos, sarung merah maroon dan peci hitam yang sedang duduk bersila sambil membaca Al-qur'an.

"Subhanallah, dia sedang mengaji surah Ar-Rahman, apa ini mimpi? Ya Allah jika aku sedang bermimpi, jangan biarkan aku terbangun dahulu."

"Kamu sudah bangun?"

"Hei!"

"Halo!"

Rayhan mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajah Ashila, tetapi gadis itu hanya diam tak bergeming.

"Shila!" tepukan tangan Rayhan di pundak Ashila sukses membuat lamunan istrinya itu buyar.

"Ah!" Ashila yang tersentak kaget, seketika ia menoleh ke samping dan terkejut, sejak kapan suaminya itu ada di hadapannya? Itulah yang ada di benak Ashila saat ini.

"Kamu kenapa?" tanya Ashila.

Rayhan mengernyitkan dahinya. "Apa sih, kok kamu gak jelas gini. Harusnya saya yang tanya, kenapa kamu saya panggil-panggil diem ajah?"

"Ah! Masa sih?"

"Kamu sakit, ya." Rayhan menempelkan telapak tangannya di kening Ashila. "Gak panas, kok."

"Apasih aku gak sakit, kok."

"Pindah gih sono ke kasur." pinta Rayhan.

Ashila mengernyitkan keningnya, kemudian ia menempelkan punggung tangannya di pipi Rayhan. "Gak panas, kok." ucap Ashila.

"Apasih, Shila."

"Kamu abis kerasukan malaikat, yah. Kok bisa baik sama aku, sampe nyuruh aku tidur di kasur segala, biasanya kan tega sama aku," ucap Ashila. "Atau kamu abis ngaji terus dapet hidayah, yah."

"Saya itu dari dulu emang baik, Shila. Ganteng, pinter, cool.."

"Huuh.. Mulai deh sombongnya keluar." ucap Ashila memotong perkataan Rayhan.

"Saya bukan sombong, Shila. Emang faktanya kayak gitu."

"Udah ah, aku mau tidur lagi." Ashila merebahkan tubuhnya kembali ke sofa lalu memejamkan matanya.

"Gak pindah ke kasur?"

"Gak usah, di sini ajah. Mager!" ucap Ashila memejamkan matanya.

***

Pagi hari Ashila membantu Bi Ida membuat sarapan.

"Shila bantu ya, Bi."

"Gak usah, Non. Biar saya ajah, ini kan tugas saya."

"Gak papa, Bi. Saya kan menantu di rumah ini."

"Yaudah, kalo Non mau. Tidak papa." ucap Bi Ida.

Ashila memotong sayuran yang akan dimasak dengan lihai. Ia juga banyak bertanya makanan yang disukai Rayhan pada Bi Ida.

Setelah beberapa lama kemudian, akhirnya semua masakan sudah selesai. Ashila menyajikan makanan di atas meja dengan rapi.

"Waah.. Kayaknya makanannya enak, nih." ucap seseorang yang mendekat ke meja makan.

Ashila menoleh ke arah sumber suara. "Lho, Papa sama Mama mau kemana? Kok bawa koper segala?" tanya Ashila kaget melihat Mama dan Papa mertuanya itu sudah berpakaian rapi sambil menyeret dua koper besar.

"Papa sama Mama mau ke London, Grandma sakit."

"Apa? Sakit, Kayla ikut ya, Pa, Ma." ucap Kayla yang tiba-tiba datang ke ruang makan.

"Jangan, Kay. Kamu kan harus sekolah." ucap Mama.

"Tapi, Ma. Kalo Mama sama Papa pergi, dan Kak Rayhan sama Kak Shila pulang ke Apartemen, entar Kay di rumah sendirian doang."

"Kan ada Bi Ida sama Mang Ujang, Kay," ucap Rayhan sambil duduk di meja makan.

"Gak mau, Kay pengen ikut, kecuali kalo Kak Rayhan sama Kak Shila tinggal di sini."

"Ray, Shila. Kalian mau kan tinggal di sini dulu sampe Mama sama Papa pulang?" pinta Mama.

Ashila dan Rayhan berpandangan beberapa saat. Ashila memberi isyarat kepada Rayhan untuk mengiyakan permintaan Mertuanya itu.

"Yaudah Mama Sama Papa tenang ajah, kita bakalan di sini, kok," ucap Rayhan.

***

Sesudah makan, Ashila, Rayhan dan Kayla mengantarkan Mama dan Papa ke luar rumah.

"Mama sama Papa pamit, ya.." ucap Mama.

"Pasti Kay bakalan kangen deh sama kalian," ucap Kayla sambil memeluk Mamanya.

"Mama sama Papa hati-hati, ya. Entar kalo udah nyampe sana, kabarin kita. ya.." ucap Rayhan memeluk Mama dan Papanya bergantian.

"Iya. Pasti kita kabarin," ucap Papa.

"Mama sama Papa hati-hati, ya. Salam buat Grandma," ucap Ashila sambil memeluk kedua Mertuanya.

"Iya nanti Mama salamin."

Mama dan Papa pun segera memasuki mobil dan melajukan mobilnya.

Tak terasa cairan bening jatuh membasahi kedua pipi Kayla.

"Jangan nangis dong, Kay. Kan masih ada Kak Shila, di sini," ucap Ashila sambil menghapus air mata Adik iparnya itu.

"Udah gede juga, nangis mulu. Nanti cantiknya ilang, lho. Lagian Mama sama Papa gak bakalan lama kok," ucap Rayhan yang bermaksud menghibur Adik kesayangannya itu.

"Enggak kok, siapa yang nangis," ucap Kayla cemberut.

"Yaudah, yuk berangkat sekolah. Entar kamu kesiangan."

"Iya, Kak."

"Aku juga ikut, ya. Aku mau ke apartemen dulu, mau ngambil beberapa baju ganti buat tinggal di sini."

Mereka pun segera memasuki mobil. Rayhan segera melajukan mobilnya dengan kecepatan standar.

Tiga puluh menit kemudian, Mereka sampai di sekolah Kayla.

"Kak Rayhan, Kak Shila, aku sekolah dulu, ya." Kayla mencium tangan kedua Kakaknya bergantian.

"Sekolah yang bener, ya," ucap Rayhan sambil mengelus puncak kepala Kayla kemudian menciumnya.

"Iya, Kak." Kayla pun keluar dari mobil dan berjalan ke arah gerbang. Di depan gerbang ia berbalik menatap mobil Kakaknya.

"Kak Rayhan bawa mobilnya hati-hati, ya. Dadaah.." teriak Kayla sambil melambai-lambaikan tangannya.

"Daaah.." ucap Rayhan sambil membunyikan klakson mobilnya lalu melajukan mobilnya kembali.

Rayhan melajukan mobilnya kembali untuk mengantarkan Ashila ke apartemen.

Tak butuh waktu lama, akhirnya mereka sampai di depan apartemen.

"Nanti pulang dari kantor saya jemput ke sini."

"Iya." ucap Ashila singkat kemudian keluar dari mobil Rayhan.

Terpopuler

Comments

Sutiah

Sutiah

makin seru ,langsung favorit nih 💜💜💜

2021-07-13

0

Itha Fitra

Itha Fitra

shila manggil suami ny apa y??

2021-03-26

2

Eka Sulistiyowati

Eka Sulistiyowati

next

2020-12-05

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Pertemuan Pertama
2 Bab 2 Tentang Perjodohan
3 Bab 3 Tentang Perjodohan (2)
4 Bab 4 Bertemu Kembali
5 Bab 5 Tentang Perjodohan (3)
6 Bab 6 Kamu??
7 Bab 7 Menerima Atau Tidak?
8 Bab 8 Tentang Perjodohan (4)
9 Bab 9 Fitting Baju
10 Bab 10 Fitting Baju Pengantin (2)
11 Bab 11 Hari Pernikahan
12 Bab 12 Hari Pernikahan (2)
13 Bab 13 Setelah Menikah
14 Bab 14 Setelah Menikah (2)
15 Bab 15 Deg-degan
16 Bab 16 Uang Bulanan
17 Bab 17 Belanja Bareng Adik Ipar
18 Bab 18 Pengen Cucu
19 Bab 19 Kecupan hangat
20 Bab 20 Terpaku
21 Bab 21 Pasar malam (1)
22 Bab 22 pasar malam (2)
23 Bab 23 Seranjang
24 Bab 24 Pikiran Mesum
25 Bab 25 Cemburu
26 Bab 26 Panggilan Baru
27 Bab 27 Awal Baru
28 Bab 28 Masa Lalu (1)
29 Bab 29 Masa Lalu (2)
30 Bab 30 Sakit
31 Bab 31 Sakit (2)
32 Bab 32 Gara-gara Ciuman
33 Bab 33 Perasaan Aneh
34 Bab 34 Cemburu (2)
35 Bab 35 Canggung
36 Bab 36 Seranjang lagi
37 Bab 37 Diturunin Di Jalan
38 Bab 38 Masak Bareng
39 Bab 39 Pergi
40 Bab 40 Rindu
41 Bab 41 Membeli Oleh-oleh
42 Bab 42 Rindu (2)
43 Bab 43 Gagal
44 Bab 44 Apakah ini sandiwara?
45 Bab 45 Dedek Kecil?
46 Bab 46 Modus
47 Bab 47 Hamil?
48 Bab 48 Ngehalu
49 Bab 49 Menahan Diri
50 Bab 50 Ungkapan hati Azmi
51 Bab 51 Kelicikan Renata
52 Bab 52 Acuh
53 Bab 53 Ungkapan Perasaan Ashila
54 Bab 54 Kebahagiaan Yang Hakiki
55 Bab 55 Gara-gara Morning Kiss
56 Bab 56 Ngambek
57 Bab 57 Kejutan
58 Bab 58 Bikin Baby
59 Bab 59 Menggodanya
60 Bab 60 Ketemu Renata
61 Bab 61 Kekesalan Kayla
62 Bab 62 Ketakutan Ashila
63 Bab 63 Gadis Bar-bar
64 Bab 64 Gara-gara Kecap
65 Bab 65 Emang Aku Anak Kecil
66 Bab 66 Cinta Pada Pandangan Pertama
67 Bab 67 Disangka Maling
68 Bab 68 Gara-gara Ngebut
69 Bab 69 Kayla Ngambek
70 Bab 70 Kemunculan Masalah
71 Bab 71 Ngedeketin Calon Mertua
72 Bab 72 Ketakutan Rayhan
73 Bab 73 Ancaman
74 Bab 74 Rencana Licik Renata
75 Bab 75 Kamu ngidam?
76 Bab 76 Rencana Nonton
77 Bab 77 Jadi Kacung?
78 Bab 78 Jadi Kacung 2
79 Bab 79 Dikerjain
80 Bab 80 Cemburukah?
81 Bab 81 Azka sakit
82 Bab 82 Azka Sakit (2)
83 Bab 83 Abdi bogoh ka anjeun
84 Bab 84 Ancaman (2)
85 Bab 85 Kehamilan Renata
86 Bab 86 Khawatir Tapi Gengsi
87 Bab 87 Jalan-jalan
88 Bab 88 Ketemu Mantan
89 Bab 89 Acuh (2)
90 Bab 90 Perasaan Annisa
91 Bab 91 Ditembak?
92 Bab 92 Pacar Pura-pura
93 Bab 93 Perjanjian
94 Bab 94 Mabuk (Lagi)
95 Bab 95 Bertemu Renata
96 Bab 96 Apakah harus berpisah?
97 Bab 97 Apakah harus berpisah (2)
98 Bab 98 Apakah harus berpisah (3)
99 Bab 99 Apakah harus berpisah (4)
100 Bab 100 Perubahan sikap Rayhan
101 Bab 101 Surat Cerai
102 Bab 102 Depresi
103 Bab 103 Memulai rencana
104 Bab 104 Memulai rencana (2)
105 Bab 105 Ingin Rujak
106 Bab 106 Mimpi terburuk
107 Bab 107 Kecelakaan
108 Bab 108 Berita duka dan bahagia
109 Bab 109 Gara-gara Ashila Ngidam
110 Bab 110 Hadiah dari Azka
111 Bab 111 Tentang Renata
112 Bab 112 Tentang Renata (2)
113 Bab 113 Perasaan Azka
114 Bab 114 Putus
115 Bab 115 Meninggal
116 Bab 116 Sadar (1)
117 Bab 117 Sadar (2)
118 Bab 118 Sadar (3)
119 Bab 119 Pelukan Azmi
120 Bab 120 Pergi
121 Bab 121 Kayla Sakit
122 Bab 122 Ngidam Ashila
123 Bab 123 Penculikan Ashila
124 Bab 124 Ternyata..
125 Bab 125 END
126 Thank You So Much For All
127 Harap Dibaca!!
Episodes

Updated 127 Episodes

1
Bab 1 Pertemuan Pertama
2
Bab 2 Tentang Perjodohan
3
Bab 3 Tentang Perjodohan (2)
4
Bab 4 Bertemu Kembali
5
Bab 5 Tentang Perjodohan (3)
6
Bab 6 Kamu??
7
Bab 7 Menerima Atau Tidak?
8
Bab 8 Tentang Perjodohan (4)
9
Bab 9 Fitting Baju
10
Bab 10 Fitting Baju Pengantin (2)
11
Bab 11 Hari Pernikahan
12
Bab 12 Hari Pernikahan (2)
13
Bab 13 Setelah Menikah
14
Bab 14 Setelah Menikah (2)
15
Bab 15 Deg-degan
16
Bab 16 Uang Bulanan
17
Bab 17 Belanja Bareng Adik Ipar
18
Bab 18 Pengen Cucu
19
Bab 19 Kecupan hangat
20
Bab 20 Terpaku
21
Bab 21 Pasar malam (1)
22
Bab 22 pasar malam (2)
23
Bab 23 Seranjang
24
Bab 24 Pikiran Mesum
25
Bab 25 Cemburu
26
Bab 26 Panggilan Baru
27
Bab 27 Awal Baru
28
Bab 28 Masa Lalu (1)
29
Bab 29 Masa Lalu (2)
30
Bab 30 Sakit
31
Bab 31 Sakit (2)
32
Bab 32 Gara-gara Ciuman
33
Bab 33 Perasaan Aneh
34
Bab 34 Cemburu (2)
35
Bab 35 Canggung
36
Bab 36 Seranjang lagi
37
Bab 37 Diturunin Di Jalan
38
Bab 38 Masak Bareng
39
Bab 39 Pergi
40
Bab 40 Rindu
41
Bab 41 Membeli Oleh-oleh
42
Bab 42 Rindu (2)
43
Bab 43 Gagal
44
Bab 44 Apakah ini sandiwara?
45
Bab 45 Dedek Kecil?
46
Bab 46 Modus
47
Bab 47 Hamil?
48
Bab 48 Ngehalu
49
Bab 49 Menahan Diri
50
Bab 50 Ungkapan hati Azmi
51
Bab 51 Kelicikan Renata
52
Bab 52 Acuh
53
Bab 53 Ungkapan Perasaan Ashila
54
Bab 54 Kebahagiaan Yang Hakiki
55
Bab 55 Gara-gara Morning Kiss
56
Bab 56 Ngambek
57
Bab 57 Kejutan
58
Bab 58 Bikin Baby
59
Bab 59 Menggodanya
60
Bab 60 Ketemu Renata
61
Bab 61 Kekesalan Kayla
62
Bab 62 Ketakutan Ashila
63
Bab 63 Gadis Bar-bar
64
Bab 64 Gara-gara Kecap
65
Bab 65 Emang Aku Anak Kecil
66
Bab 66 Cinta Pada Pandangan Pertama
67
Bab 67 Disangka Maling
68
Bab 68 Gara-gara Ngebut
69
Bab 69 Kayla Ngambek
70
Bab 70 Kemunculan Masalah
71
Bab 71 Ngedeketin Calon Mertua
72
Bab 72 Ketakutan Rayhan
73
Bab 73 Ancaman
74
Bab 74 Rencana Licik Renata
75
Bab 75 Kamu ngidam?
76
Bab 76 Rencana Nonton
77
Bab 77 Jadi Kacung?
78
Bab 78 Jadi Kacung 2
79
Bab 79 Dikerjain
80
Bab 80 Cemburukah?
81
Bab 81 Azka sakit
82
Bab 82 Azka Sakit (2)
83
Bab 83 Abdi bogoh ka anjeun
84
Bab 84 Ancaman (2)
85
Bab 85 Kehamilan Renata
86
Bab 86 Khawatir Tapi Gengsi
87
Bab 87 Jalan-jalan
88
Bab 88 Ketemu Mantan
89
Bab 89 Acuh (2)
90
Bab 90 Perasaan Annisa
91
Bab 91 Ditembak?
92
Bab 92 Pacar Pura-pura
93
Bab 93 Perjanjian
94
Bab 94 Mabuk (Lagi)
95
Bab 95 Bertemu Renata
96
Bab 96 Apakah harus berpisah?
97
Bab 97 Apakah harus berpisah (2)
98
Bab 98 Apakah harus berpisah (3)
99
Bab 99 Apakah harus berpisah (4)
100
Bab 100 Perubahan sikap Rayhan
101
Bab 101 Surat Cerai
102
Bab 102 Depresi
103
Bab 103 Memulai rencana
104
Bab 104 Memulai rencana (2)
105
Bab 105 Ingin Rujak
106
Bab 106 Mimpi terburuk
107
Bab 107 Kecelakaan
108
Bab 108 Berita duka dan bahagia
109
Bab 109 Gara-gara Ashila Ngidam
110
Bab 110 Hadiah dari Azka
111
Bab 111 Tentang Renata
112
Bab 112 Tentang Renata (2)
113
Bab 113 Perasaan Azka
114
Bab 114 Putus
115
Bab 115 Meninggal
116
Bab 116 Sadar (1)
117
Bab 117 Sadar (2)
118
Bab 118 Sadar (3)
119
Bab 119 Pelukan Azmi
120
Bab 120 Pergi
121
Bab 121 Kayla Sakit
122
Bab 122 Ngidam Ashila
123
Bab 123 Penculikan Ashila
124
Bab 124 Ternyata..
125
Bab 125 END
126
Thank You So Much For All
127
Harap Dibaca!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!