...[Beri like dan komen]...
Sementara di sebuah rumah besar di kota lain yang cukup maju. Terlihat seorang wanita masih terlihat muda, ia bernama Diana Aldilla Welfin atau kerap dipanggil dengan sebutan Nyonya Dina. Ia adalah Istri dari Tuan Hendra Calfin. Keduanya menikah karena dijodohkan oleh Tuan besar Albarezt Welfin, Kakek dari Raka Alendra Welfin.
Kini Nyonya Dina nampak berdiri mondar-mandir karena memikirkan anak semata wayangnya yang kabur dari rumah. Raka kabur dari rumah itu karena ia tak ingin dijodoh-jodohkan oleh kedua orang tuanya.
Ada sedikit kekuatiran yang amat besar terlihat pada wajahnya. Seketika, Nyonya Dina tersentak akibat seseorang memanggilnya dari belakang. Ia pun segera berbalik melihatnya.
"Papa, bagaimana?" tanya Nyonya Dina berjalan ke arah pria yang tak terlalu tua maupun muda yang tak lain ia adalah Tuan Hendra. Suami Nyonya Dina yang baru saja datang dari pencariannya mencari Raka diseluk beluk kota Byusan.
Tuan Hendra hanya menggelengkan kepala dan itu membuat Nyonya Dina mulai menangis.
"Hiks, Pah. Cari Raka. Cari dia, Pah." ucap Nyonya Dina mengguncang lengan Tuan Hendra. Tuan Hendra pun langsung memeluk istrinya.
"Mama tenang dulu. Raka pasti baik-baik saja di luar sana." ucap Tuan Hendra menenangkan istrinya.
"Mama kuatir banget, Pah. Di luar sana dia pasti sendirian, apalagi dia itu punya kemampuan bisa melihat makhluk astral. Mama takut kalau Raka hilang atau diculik dan disiksa, hiks." isak Nyonya Dina.
"Seharusnya kita tak usah menjodohkan dia," ucap Nyonya Dina kini menatap Suaminya.
"Pah, kita batalkan pertunangan Raka saja. Batalkan pertunangan Raka dengan Lisaya, Pah. Siapa tau, Raka kembali setelah kita batalkan pertunangannya." lanjut Nyonya Dina meminta untuk membatalkan perjodohan anaknya.
Tuan Hendra menghela nafas sebentar lalu melihat Istrinya.
"Baiklah, nanti Papah pergi ke keluarga Erlangga untuk membicarakan ini. Jadi Mama tenang saja." ucap Tuan Hendra mulai mengerti. Ia juga ikut kuatir pada Raka, karena Raka adalah pewaris satu-satunya yang akan melanjutkan perusahaan keluarga Welfin.
Tuan Hendra pun membawa Nyonya Dina ke kamar untuk istirahat agar istrinya itu tak terlalu banyak berfikir. Ia takut hal ini akan membuatnya sakit.
Seketika, seorang gadis muda yang tak sengaja mendengar obrolan mereka. Gadis muda itu nampak mengepal terlihat ia mulai kesal.
"Ck, di mana sih Raka sekarang! Jika seperti ini, aku tak bisa menjadi menantu dikeluarga ini!"
Ia menggertak lalu berbalik pergi dari tempatnya. Ia adalah Lisaya Erlangga. Gadis muda yang dijodohkan oleh Raka. Ia tadi bertujuan untuk mengunjungi Nyonya Dina dan ingin menghiburnya, namun setelah mendengar ucapan kedua orang tua Raka, Lisaya kini pergi dengan kekesalannya.
______
Dilain tempat di kota yang jauh dari kota Byusan dan tentunya di tempat Raka berada. Cowok itu kini sedang menyalakan motornya untuk pulang ke rumah sewa-Nya. Terlihat Mira yang berdiri di dekatnya, ia mulai bicara pada Raka.
"Lebih baik, kau antar aku saja ke rumahku. Aku tak ingin tinggal lama-lama di rumahmu." ucap Mira terdengar santai berdiri sambil melihat Raka.
Tentu kini Raka langsung melihat Mira. Ia pun tersenyum kecil kepada Mira.
"Yakin?" ucap Raka memastikan.
"Yakinlah." ucap Mira pasti lalu mengalihkan pandangannya.
"Hm, meragukan sekali. Bagaimana kau akan memberikan adikmu makan, jika kamu tak tahu memasak." ucap Raka mulai meremehkan Mira.
"Ck, tentu saja aku bisa memberi adikku makan. Aku tinggal beli mie saja di warung." ucap Mira dengan santainya dan yakin.
"Pffft, makan mie saja itu tak cukup mengganjal perut adikmu. Hahaha ...." tawa Raka membayangkan Mira dan Andis makan mie bersama dan masih belum bisa mencukupi isi perutnya.
"Ck, apaan sih!" cetus Mira mulai kesal.
"Sudah--sudah. Lebih baik kamu naik saja sekarang, adikmu pasti menunggu kita di rumah Pak Nung." ucap Raka kini siap dengan motornya.
Mira pun menaiki motor Raka lalu pergi dari sekolah menuju ke rumah Pak Nung.
Sedangkan Roy, cowok itu nampak sedang berjalan ke arah kelas Mira. Roy bertujuan ingin memastikan Mira tak pulang dengan Raka. Namun sesampainya ia di kelas itu. Roy tak menemukan Mira
Roy pun melihat adik kelasnya dan ia segera mendekati Sulis dan teman-temannya itu.
"Sulis!" panggil Roy.
"Eh, ada apa, Kak Roy?" tanya Sulis bersamaan dengan teman-temannya.
"Begini, kalian lihat Mira?" Roy bertanya balik. Sontak Sulis dan teman-temannya menunjuk ke arah gerbang sekolah.
"Baru saja pergi sama Kak Raka." jawab mereka tersenyum bersama. Roy yang mendengarnya, ia pun segera pergi meninggalkan adik kelasnya begitu saja ke arah gerbang sekolah.
"Argh, sial!" umpat Roy tak melihat motor Raka. Ia terlambat menghentikan Mira. Roy pun pergi ke arah mobilnya dengan kekesalan yang amat besar terhadap Raka.
"Lis, sepertinya Kak Roy benar-benar cemburu deh." ucap Arini berjalan ke arah gerbang sekolah diikuti Sulis dan temannya yang lain.
"Sepertinya begitu." ucap Sulis ikut satu pikiran dengan Arini.
"Kak Roy orangnya baik sih, cuma ... kenapa ya Kak Mira selalu menolaknya. Padahal kan Kak Roy anak orang kaya."
"Hm, betul. Kalau aku jadi Kak Mira. Aku bakal pacaran sama Kak Roy, hehehe ...." cengir Cece mulai membayangi dirinya pacaran dengan Roy.
Mendengar ucapan Cece itu. Sulis dan lainnya tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi Cece yang mulai berkahyal.
Seketika, Via tiba-tiba berbicara soal Salsa yang meninggal hari ini dan itu membuat Sulis, Arini dan Cece mulai merinding.
"Guys, lebih baik kita tak usah deh jalan-jalan keluar malam. Aku takut kalau semua ini telah direncanakan oleh seseorang. Mana mungkin kan ada murid meninggal terus menerus dari sekolah kita dan itu pasti sudah direncanakan." ucap Via mulai menakut-nakuti temannya.
"Apa sih, Via. Jangan bicara seperti itu." ucap Cece merasa takut. Via hanya tertawa melihat ekspresi Cece yang ketakutan.
Sulis yang melihat tingkah temannya, ia hanya geleng-geleng kepala. Mereka pun pergi dari sekolah bersama dan menaiki angkot bersama.
_____
Bersambung ...
Mulai update tiap hari sampai tamat.
Terima kasih sudah membaca.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 45 Episodes
Comments
May Maemunah
sesion 1 aja blm tamat. e mlh sesion 2 nya dah tamat. sesion 3 dah up jg. ..hadeh.... .
ini mah namanya ngprank pembaca..
2021-02-19
1
Ie Ca
mana kelanjutanya
2021-02-10
3
Jupmat Ria
lanjut
2021-02-10
3