13. Main Busa Bersama

{Beri like dan komen}

Tak Tak Tak

Suara pisau terdengar memotong daging di atas meja. Tentu kini Raka sedang memotong daging ayam yang dia beli tadi bersama Mira. Andis pun mendekati Raka, sedangkan Mira cuma berdiri tak jauh dari mereka. Pandangannya nampak memperhatikan Raka memotong daging ayam.

"Kak Raka, mau apa dengan daging ini?" Andis bertanya sambil menunjuk sebagian daging ayam yang sudah di potong-potong kecil.

"Bikin sup ayam, dong. Andis bantu aku buat masak ya," ucap Raka mengambil panci lalu memasukkan potongan daging itu ke dalam panci.

"Apa yang ingin kamu lakukan?" Mira bertanya sambil berjalan mendekati adiknya. Sebenarnya Mira ingin ikut membantu, tapi karena ia tidak tahu memasak, ia cuma bisa melihat Raka dan Andis begitu sibuk menyiapkan makan siang.

"Tentu untuk makan siang. Lagian aku sudah terbiasa memasak sendiri, jika menunggu mu memasak, mungkin adikmu akan puasa hari ini," jawab Raka kini telah selesai mencuci daging.

"Ck, ucapannya sunggu tajam juga," batin Mira kesal. Ia merasa jika Raka sudah meremehkannya.

"Kak Mira, ke sini bantu aku," Andis menarik tangan kakaknya itu, lalu memberikan pisau ke Mira.

"Kak Mira potong daging ini, kan bisa di goreng." Lanjutnya lagi sambil menunjuk separuh tubuh ayam yang utuh. Raka yang sibuk menyiapkan bumbu-bumbu, ia sedikit melirih kelakuan Mira. Ia melihat bagaimana Mira memotong daging ayam itu. Sedangkan Andis kini menyiapkan piring serta peralatan di atas meja makan.

"Eee ... ya sudahlah. Potong-potong saja, ini juga cuma di makan doang," Batin Mira kini mulai memotong daging ayam.

TAK!

Seketika Raka dan Andis terkejut mendengar Mira memotong ayam dengan keras, terdengar begitu sadis.

Raka pun berbalik lalu mendekati Mira, ia kembali terkejut melihat daging ayam yang terlihat hancur.

"Astaga! Kamu ini jangan memotong asal-asalan. Teksturnya kan terlihat jelek. Seharusnya kamu memotongnya pelan-pelan," ucap Raka sambil menggelengkan kepala.

"Biarin, lagian cuma daging doang. Kalau dah masak bakal ilang semua," ucap Mira kembali memotong daging itu. Seketika Raka berdiri di belakang Mira lalu meraih tangan serta pisau hingga membuat Mira tersentak.

"Eh, kamu mau apa?" Mira menoleh melihat Raka.

"Diam saja. Aku ini calon koki terkenal, jadi sekarang aku akan mengajari memotong daging yang benar,"

"Tidak usah,"

"Tidak ada penolakan!"

Raka tetap mengajari Mira, sedangkan Mira cuma menggerutu dalam hati.

"Iiih, jika saja tidak ada Andis, aku sudah habisi nih cowok,"

Raka sedikit terkejut mendengarnya, tapi dia abaikan saja. Ia mengira jika Mira kesal dengannya. Keduanya pun sibuk memotong daging ayam.

Sedangkan Andis cuma bengong melihat posisi kakaknya itu dengan Raka.

"Katanya bukan pacar, tapi bisa dekat begitu. Apa kak Mira malu-malu kucing?" Batin Andis tertawa dalam hati.

Tiba-tiba saja, daging yang di masak Raka kini mulai mendidih. Raka pun berbalik lalu melihatnya. Sedangkan Mira cuma terdiam melihat punggung Raka. Seketika di wajahnya terlihat senyuman kecil lalu ia terlihat menggelengkan kepala.

Beberapa saat kemudian, makanan siang sudah siap. Terlihat kini makanan sudah berjajaran di atas meja makan. Ketiganya pun mulai makan siang bersama.

Tak memakan waktu lama, ketiganya telah usai, Andis pun beranjak dari tempat duduknya lalu membawa bekas piringnya ke tempat cucian piring. Raka yang melihat bocah itu merasa kagum. Karena Andis tidak seperti bocah-bocah yang menyebalkan di luar sana. Andis pun berterima kasih pada Raka lalu keluar menuju kamarnya. Mira pun juga ikut berdiri dan melakukan hal seperti Adiknya. Begitu pun Raka, ia juga berdiri lalu membereskan meja makan.

Mira yang melihat begitu banyak tumpukan piring di tempat cuci piring, ia cuma menggaruk tengkuknya, ia juga sebenarnya tidak tahu cara mencuci piring.

Raka yang melihatnya itu cuma terdiam, ia pun mulai membuka kerang air, lalu mulai membersihkan tumpukan piring itu. Tentu ada beberapa alat dapur yang terlihat kotor akibat membuat sup ayam serta makanan lainnya.

"Eee ... itu, aku ..," Mira sedikit gugup ingin mengatakannya.

"Apa? Mau bantu aku?" Raka menoleh melihat Mira.

"Eee .. itu, terima kasih, kalau Ibuku sudah pulang. Aku akan membayar semuanya," ucap Mira melihat ke bawah.

"Tidak perlu," ucap Raka kembali mencuci piring membuat Mira terkejut.

"Loh, kenapa?" Mira bertanya.

"Tidak apa-apa,"

"Tapi, aku tidak ingin berhutang apa-pun padamu," ucap Mira kini melihat Raka.

"Memangnya apa hutang mu padaku?" Raka bertanya masih sibuk mencuci piring.

"Itu, uang sama makanannya," jawab Mira membuat Raka berhenti lalu ia menoleh melihat Mira.

"Oh itu, tidak usah. Aku kasih cuma-cuma."

"Tidak boleh begitu,"

"Lah, kamu kenapa? Kan aku ikhlas,"

"Walau pun begitu, aku tetap saja berhutang,"

"Terus? Kamu mau bayar?"

"Ya,"

"Hm, kalau begitu bayar sekarang," Raka menyodorkan tangannya yang penuh busa ke Mira.

"Eh, aku belum punya uang."

"Ya sudah, tidak usah bayar," ucap Raka kembali melanjutkan cucian piringnya. Itulah Raka, dia berbeda dari cowok lainnya. Ia mencoba menjadi cowok biasa-biasa saja, mencoba merasakan hidup mandiri, melakukan apa yang tidak dilakukan seorang Tuan Muda.

Mira yang mendengarnya sedikit kesal. Ketika ia ingin berbicara, tiba-tiba Raka menoleh melihatnya.

"Em, kalau begitu tolong bantu aku," ucap Raka memberi tempat untuk Mira. Ia menyuruh Mira membantunya mencuci piring. Tapi, Mira cuma berdiri.

"Kenapa berdiri saja di situ, kemari dan bantu aku biar cepat selesai," ucap Raka melihat Mira.

"Ee .. itu, aku tidak tahu cuci piring." ucap Mira melihat ke segelah arah.

"Pfft," Raka cuma menahan tawa, ia tak menyangka dengan Mira yang tidak tahu apa-apa. Raka pun meraih tangan Mira lalu menyuruhnya berdiri, Mira seketika tersentak.

"Sekarang, kamu lihat aku saja. Tinggal kasih busa terus gosok-gosok begini, nah kalau nodanya sudah hilang, bilas pakai air, sudah paham kan?" Raka mencontohkannya pada Mira, Mira cuma menggaruk tengkuknya. Raka yang melihatnya, ia pun menepuk jidatnya, alhasil busa di tangannya menempel di dahi Raka membuat Mira tertawa kecil.

"Pfft, haha ..," Mira tertawa lalu berhenti dalam sekejap. Raka yang melihat Mira tertawa, ia juga ikut tertawa.

"Hahaha ... ternyata kamu bisa tertawa juga," Tawa Raka menunjuk hidung Mira. Sontak busa pun berpindah ke hidung Mira.

"Hachii!"

Mira bersin membuat busa di depannya melayang, sontak Raka kembali tertawa melihat wajah Mira penuh dengan busa.

"Hahaha ... astaga, kamu benar-benar jelek," tawa Raka menunjuk Mira. Mira yang tak terima, ia pun mengambil busa lalu melemparnya ke wajah Raka. Sontak Raka terdiam, lalu Mira pun tertawa melihat ekspresi Raka.

"Hahaha ... lihatlah, ada makhluk astral, haha ..," tawa Mira mengusap wajahnya. Alhasil, busa yang di tangan Mira ikut berpindah ke wajahnya. Raka yang melihat Mira begitu bodoh, ia kembali tertawa. Dan akhirnya keduanya pun tertawa bersama-sama. Raka pun mengajari Mira cuci piring, terlihat dari keduanya kadang tertawa melihat busa begitu banyak di depan mereka.

_____

Maaf kalo ceritanya gaje😂

Terpopuler

Comments

Zamie Assyakur

Zamie Assyakur

yaaaaah namanya ge bocah zaman sekarang ga ngerti cuci piring 😒

2021-05-31

0

Suky Anjalina

Suky Anjalina

mira ternyata anak mami banget

2020-12-16

6

Eli Iman

Eli Iman

seru juga ayo up lagi tiap hari...

2020-12-16

4

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!