Bagh!
Terdengar suara cukup keras, ternyata kini Mira di pojokkan oleh ketiga cewek itu gudang begian belakang sekolah. Ternyata Gabby, Angelin dan Salsa berhasil menarik Mira ke tempat itu.
"Eh, denger ya! Lu itu cuma anak pembawa sial, nggak usah deh lu deketin cowok-cowok di sekolah ini. Penampilan culun kek lu tuh pantasnya di panti asuhan, bantu Ibu-Ibu ngurusin anak yatim, haha ...,"
Gabby tertawa lepas melihat Mira terduduk di lantai sambil menunduk.
Terlihat pakaian Mira sudah basah kuyup karena ketiga cewek itu telah menumpahkan air kotor dari kamar kecil. Mira yang diperlakukan seperti itu cuma diam.
Jika ia melawan sekarang, bisa saja mereka akan sepuasnya menindas dirinya. Belum saatnya ia membalaskan perbuatan mereka, tunggu waktu yang tepat, maka mereka akan lenyap dari dunia ini.
"Nah, benar banget. Penampilannya kek gini tapi sifatnya kek tante-tante, kegatelan sama cowok-cowok di sekolah ini, lu itu sebaiknya minggat aja deh dari sini. Sekalian nggak usah tinggal di kota ini, lu balik gih ke kota angker lu di sono," ucap Salsa mendorong kepala Mira dengan keras.
"Haha ... lu itu cuma beban doang, sekolah di sini aja kaga pinter-pinter, tau-taunya cuma bisa nongkrong di perpus tapi hasil tugasnya sangat memprihatikan. Cih!" Angelin kesal melihat tampang Mira yang biasa-biasa saja.
"Dahlah guys, kita ke kelas. Pelajaran udah di mulai nih." Ucap Gabby melihat jam tangannya. Ketiga cewek itu cuma tertawa lepas melihat Mira yang amat menyedihkan. Ketiganya pergi begitu saja meninggalkan Mira.
"Arg! Akan ku balas kalian satu persatu mulai malam nanti!" Gertak Mira kesal dan kini tampangnya berubah menjadi mengerikan. Terlihat ia mengepal tangan lalu berdiri pergi entah kemana.
Teng Teng Teng
Bel berbunyi menandakan pelajaran pertama kini mulai. Terlihat Raka duduk sambil melihat bangku Mira yang kosong. Cuma ada tas miliknya yang tergantung di kursinya.
"Nih cewek kemana? Kenapa belum nongol juga?" Raka merasa kuatir, ia seharus tadi mengikuti Mira. Namun, karena Mira yang menyuruhnya diam, hingga Raka pun duduk di kursinya dan sekarang kini ia cemas.
Ketiga cewek yang melihat Raka, mereka cuma tertawa kecil. Nampak dari ketiganya sedang membicarakan sesuatu.
"Hahaha ... aku yakin jika dia pasti sedang menangis, dia pasti tidak bisa masuk ke kelas, sangat menyedihkan haha ..," Itulah yang terdengar dari telinga Raka. Membuat cowok bermata biru itu langsung melihat ke arah ketiga cewek itu.
Kini Raka yakin, jika Mira pasti telah dikerjai oleh mereka. Ketika Raka ingin beranjak dari kursinya. Seketika Bu Guru sudah masuk ke kelas mereka. Raka kembali duduk sambil melihat kursi di dekatnya.
Karena kekuatirannya. Raka pun berdiri lalu menuju ke meja Guru. Terlihat Bu Guru menyetujui ucapan Raka. Raka pun keluar dengan langkah cepat mencari di mana Mira berada.
Sedangkan ketiga cewek itu merasa jengkel dengan Raka yang nampak tergila-gila dengan Mira. Padahal mereka lebih unggul dari Mira.
"Kemana dia sekarang? Aku sudah menyusuri lorong-lorong sekolah, tapi aku sama sekali tak melihat bahkan tak merasakan kehadirannya," batin Raka celingak-celinguk mencari Mira. Ia bahkan mencari Mira di perpustakaan, tapi tetap saja Mira tak ada di sana.
Teng Teng Teng
Bel istirahat berbunyi, Raka mulai lelah mencari Mira. Ia bahkan tak mengikuti jam pelajaran pertama demi mencari Mira. Raka seperti telah menempatkan Mira di posisi yang spesial di hatinya. Sangat jelas terlihat dari wajahnya yang sangat cemas dengan Mira. Seketika Raka merasakan ada yang ingin memukulnya dari belakang.
Bagh!
Raka berhasil menahan tinju seseorang. Ternyata itu adalah Roy. Cowok itu nampak kesal sejadi-jadinya melihat dan mendengar jika Mira tak ada di sekolah ini.
"Apa-apaan ini?! Kenapa kamu ingin memukulku?!" Raka menghempaskan tangan Roy.
"Ha, sekarang katakan padaku, apa hubunganmu dengan Mira?!" Roy bertanya seraya menatap benci ke Raka.
"Apa aku harus menjawabnya?" Raka melihat Roy dengan tampang meremehkan.
"Katakan saja, nggak usah banyak bacot!" Tukas Roy menekan perkataannya itu.
"Aku tidak perlu menjawabnya. Lagipula ini tak ada urusannya dengamu, soal perasaan tentu saja dirahasiakan, untuk apa aku harus memberitahumu, buang-buang waktu saja," ucap Raka pergi meninggalkan Roy yang berdiri mengepal tangan.
"Mira, apa bagusnya sih tuh cowok sampai-sampai kamu begitu dekat dengannya. Aku lebih kaya dan keren darinya, ck." Roy berbalik sambil mendecak kesal, ia melangkah pergi menuju ke kelasnya.
Beberapa jam telah berlalu, kini waktunya jam pulang telah tiba. Namun Mira tetap saja tak pernah masuk hari ini membuat Raka semakin kuatir. Pasalnya ia tidak tahu bagaimana ia akan menjelaskan kepada Adiknya Mira.
Raka pun mengambil tas Mira lalu keluar meninggalkan kelasnya dan tak sengaja berpapasan dengan adik kelas mereka. Tentu kini Sulis dan anggotanya berdiri tepat di depannya.
"Loh, itukan tasnya kak Mira. Terus kak Mira kemana?" Cece bertanya sambil menunjuk ke bahu Raka.
"Ah itu, dia .. dia pulang duluan, dan lupa mengambil tasnya. Kalau begitu aku pulang dulu, dah ...," jawab Raka segera berjalan cepat meninggalkan adik kelasnya.
"Lis, lihat tuh tingkah kak Raka. Apa mungkin Kak Mira lupa? Kan kemarin-kemarin kak Mira tak pernah meninggalkan tasnya dan ini baru pertama kalinya," ucap Via menggaruk kepalanya.
"Ya elah, lebih baik kita pulang gih. Ntar juga aku bakal hubungi Mira." Ucap Sulis mulai berjalan di ikuti anggotanya. Para adik kelas itu pulang bersama.
Sedangkan Gabby, Angelin dan Salsa, terlihat mereka senang melihat Mira tak masuk hari ini, ketiganya pun pergi entah kemana. Sedangkan Raka kini mulai berpikir harus membuat alasan palsu untuk Adiknya Mira.
_____
Hello para Readers
Tinggalkan jejak ya
Like✔️
Vote✔️
Komen✔️
Terima Kasih ><
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 45 Episodes
Comments
Haira
bru mampir... ..ceritanya menarik
2021-06-14
1
Zamie Assyakur
karena sering di-bully Mira jdi jahat..
2021-05-31
0
Christina Sibarani
ternyata hidup mira penuh dgn dendam pantas jd jahat
2020-12-16
7