17. Mira Mencium Raka

{Beri like dan vote}

Terlihat kini jam dinding pukul 20.34 malam. Terlihat Raka membuka mata lalu terbangun dari tidurnya. Ia menoleh ke segala arah ruangannya. Lalu ia beranjak berjalan menaiki tangga, ia menuju ke kamar Mira.

Krek!

Pintu terbuka, Raka melihat isi kamar itu tak ada siapa pun. Raka kembali menutup pintu lalu ia ke kamar kecil. Ia membasuh wajahnya lalu kembali menuruni tangga. Ia keluar dari rumahnya dan tak lupa mengunci pintu. Raka berjalan ke arah motornya lalu memakainya dan melaju meninggalkan rumahnya.

Tujuan Raka kini mencari Mira, ia mulai kembali kuatir. Raka menyusuri jalan di kota itu, dan kini ia sudah beberapa kali melewati jalan kota itu.

"Aduh, sebenarnya dia kemana? Seharusnya aku menghubungi polisi," batin Raka masih mencari Mira. Seketika Raka berpikir ke rumah Mira.

Raka pun menuju ke rumah Mira. Dan tanpa memakan waktu banyak ia sudah sampai di depan rumah Mira. Raka segera turun lalu ia mencari Mira di pekarangan rumah. Raka yang tak melihat siapa pun, ia kemudian ingin masuk. Namun, pintu di kunci dari luar.

"Loh, pintunya ke kunci. Artinya itu dia tidak ada di sini, terus di mana tuh cewek?" Batin Raka berjalan ke motornya. Seketika seseorang dengan sweater merah berjalan terhuyung-huyung seperti sedang mabuk.

"Mira?" Raka mengenalinya lalu ia segera menghampiri Mira.

"Mira, kamu dari mana saja?" Raka menyentuh lengan Mira, seketika Mira segera menepisnya.

Plak!

"Minggir!"

Mira nampak tak sadar, ia berjalan ke rumahnya. Tentu saja ia dari tempat bar. Tempat yang sering dia kunjungi setelah melakukan aksinya.

"Mira, kamu mabuk, kita pulang sekarang. Rumah kamu ke kunci," Raka mencoba berbicara pada Mira.

"Ahhhh, minggir!" Bentak Mira dengan wajah sinis lalu berjalan kembali.

"Nih, cewek dari mana saja. Tiba-tiba seperti ini, dan juga dia malah mabuk, hadeh ...," Raka menupuk jidatnya. Lalu seketika Mira terjatuh akibat tak bisa menormalkan dirinya. Raka segera memapahnya. Dan seketika Mira memeluk Raka.

"Paha ayam itu enak ..," lirih Mira, ia mengira jika Raka adalah makanan.

"Astaga, jika Ibumu tahu kamu mabuk. Dia pasti marah besar, sekarang kita ke rumahku, takutnya Andis menangis gara-gara aku tinggalkan," ucap Raka. Namun, Mira tak bergerak sama sekali.

"Hei, masih bisa berjalan kan?" Tanya Raka mencoba melepaskan tangan Mira yang merangkulnya. Raka yang melihat Mira cuma diam, ia pun menuntun Mira menuju ke motornya.

Kini Mira duduk di belakang, bahkan posisinya seperti ingin jatuh. Raka segera naik lalu memegang tangan Mira agar cewek itu tidak jatuh dari motornya. Terlihat Mira bersandar di punggung Raka.

"Eh, dia sudah tidur?" Batin Raka melihat Mira di kaca spion motor. Raka cuma menggelengkan kepala melihatnya.

Raka pun meninggalkan rumah Mira lalu segera membawa Mira pulang. Terlihat Mira menggeliat di belakang Raka bahkan kini Mira memeluk Raka dan membuat cowok itu tersentak.

"Hadeh ... bagaimana dia bisa seperti ini?" batin Raka melihat Mira di kaca spion. Raka heran dengan Mira. Kini ia berpikir jika Mira seperti ini karena teman-temannya hingga ia pergi dan mabuk seperti ini.

Tapi bukan itu yang benar. Mira seperti itu karena depresi, ia merasa tak berguna hidup di dunia ini. Mira seperti cuma main-main dalam hidupnya. Hal itu karena Mira tak tahan apa yang telah terjadi dalam hidupnya, hingga ia cuma menganggap kehidupannya seperti debu yang terbang kemana-mana.

Tak memakan waktu lama, motor merah itu telah sampai di rumah Raka. Raka pun turun duluan lalu menurunkan Mira. Ketika Mira turun, ia malah jatuh ke dekapan Raka dan alhasil keduanya jatuh ke tanah.

Bagh!

"Auw ..," Raka meringis akibat Mira menindihnya. Raka segera mendorong tubuh Mira menjauh dari atasnya. Raka segera berdiri dan ternyata telapak tangannya berdarah akibat terkikis kerikir di bawahnya.

"Aduh Mira, ayo bangun. Jangan tidur di tanah!" Raka menarik tangan Mira untuk berdiri dan akhinya cewek itu berdiri juga. Raka pun memapah Mira masuk ke dalam rumah.

"Nih cewek, kalau sudah begini malah tak sadarkan diri," gumam Raka kini berhasil membuka pintu.

Krek!

Raka pun masuk lalu menutup pintu, ia berjalan perlahan-lahan sambil memapah Mira. Raka takut jika Andis bangun dan melihat kakaknya itu. Setiap langkah Mira cuma menyebut nama ayam. Seketika Mira berhenti membuat Raka ikut berhenti.

"Eh, apa dia sudah sadar?" gumam Raka melihat Mira. Mira mendongak lalu tersenyum, ia pun melepaskan tangannya dari pundak Raka lalu ia berdiri dengan keadaan masih tak sadar alias mabuk.

Pak Pak Pak

Mira mendongak lalu menepuk-nepuk wajah Raka menggunakan kedua tangannya.

"Hehe ... daging yang lembut," ucap Mira merasa Raka adalah daging yang bisa di makan.

"Mira, lebih baik kamu naik terus sadarkan diri," ucap Raka melihat Mira. Sontak Raka tersentak terdiam merasakan dagunya digigit. Ternyata Mira menggingit dagunya itu tanpa di sadari Mira.

"Astaga!" Raka mendoronga tubuh Mira lalu mengusap dagunya.

"Mira, kamu ini sudah mabuk berat, sekarang aku akan membuatkanmu sup penghilang mabuk," Raka berbalik, namun Mira segera menahanya. Raka pun kembali menoleh untuk melihat Mira.

Deg!

Terdengar deguban jantung Raka begitu keras, terlihat matanya membola akibat sesuatu benda lunak bermain di bibirnya. Terlihat Mira mencium bibir Raka. Wajah Raka seketika memerah merasakannya. Lalu Raka pun kembali sadar.

"Astaga! Mira sadarlah!" Raka segera mendorong tubuh Mira.

"Paha ayamku," Mira memeluk Raka dan masih keadaan mabuk. Mira melakukan itu, karena ia pikir Raka adalah makanan untuknya.

Seketika Raka segera menarik Mira dan wajah cowok itu masih memerah seperti kepiting rebus. Hal itu karena ini pertama kalinya ada cewek yang berani menciumnya.

Raka membawa Mira, namun seketika Mira memuntahkan makanan dari mulutnya.

"Hueek ..,"

Raka segera melepaskan genggamannya. Terlihat wajah Raka kembali normal melihat muntahan Mira. Mira pun jatuh ke lantai lalu tertidur setelah muntah.

"Nih cewek, benar-benar dah. Sudah mengambil keuntungan dariku malah membuang sampainya di lantai!" Raka kesal melihatnya. Raka pun kembali memapah Mira dan membawanya ke sofa lalu ia pergi membersihkan lantai yang kotor.

Setelah membersihkannya, Raka pun berjalan ke arah Mira. Ia melihat lekat-lekat wajah gadis itu. Terlihat Raka menyentuh bibirnya, ia memikirkan Mira yang tadi menciumnya.

"Aissh ... dia mengambil ciuman pertamaku!" kesal Raka lalu memapah kembali Mira. Kini cewok itu menaiki tangga lalu masuk ke kamar Mira. Raka membaringkan Mira lalu menyelimuti Mira. Raka duduk sebenatar di depan Mira lalu ia menunjuk-nunjuk pipi gadis muda itu.

"Tadi rasanya seperti ...," lirih Raka menyentuh bibir Mira. Ia masih saja memikirkan kejadian tadi.

"Aish .. nih cewek tidak bisa menjaga dirinya, untuk aku pria yang normal." ucap Raka kini berdiri menuju ke arah pintu lalu keluar kamar. Raka berjalan ke kamarnya dan masih saja menyentuh bibirnya.

"Aaaa ... kenapa aku selalu memikirkannya!" Ketus Raka masuk ke kamarnya lalu membaringkan tubuhnya.

"Sebenarnya dia dari mana saja hingga seperti itu? Apa dia dari sebuah club Bar?" Raka bertanya-tanya pada dirinya, ia penasaran dengan Mira yang tiba-tiba seperti itu. Raka pun memggeleng-gelengkan kepala, lalu ia memejamkan mata agar bisa melupakan kejadian tadi.

Sedangkan di tempat lain, terlihat gadis muda menaiki tangga rumahnya dengan ketakutan amat besar.

"Aku ... aku bukan pembunuh! Aku tidak membunuhnya!"

Gadis muda itu masuk ke kamarnya, terlihat ia seperti dihantui ketakutan yang luar biasa.

_____

Hello para Readers

Tinggalkan jejak ya

Like✔️

Vote✔️

Komen✔️

Terima Kasih ><

Terpopuler

Comments

Atika21

Atika21

kak cerita ini kan sebelum cerita menikahi tuan muda yang dingin tp kenapa yg ini belom selesaiasih lanjut apa kak

2020-12-20

3

nugraha

nugraha

lanjut thor

2020-12-20

1

Riska Febriana

Riska Febriana

cerita nya sampai di sini saja kah

2020-12-19

3

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!