...****...
Keesokan harinya, terlihat Mira sedang sarapan pagi bersama Ibu dan Adiknya. Adiknya bernama Andis Ratmajaya. Umurnya sepuluh tahun, dan sudah duduk di bangku kelas lima sekolah dasar.
Sudah delapan tahun berlalu semenjak kecelakaan Arya, dia adalah Ayah dari Mira dan Andis. Semua dilalui sendiri oleh Bu Ellen, membesarkan kedua anaknya seorang diri.
Tahun ini Mira sudah dekat dengan kelulusannya. Hanya menghitung beberapa bulan saja, dia akan lulus dari sekolah yang menurutnya sungguh menyebalkan.
Mira yang telah kenyang pun berdiri lalu bersiap ke sekolahnya. Seperti biasa, dia mencium tangan Ibunya lalu mengacak-acak rambut Adiknya.
"Mira pergi dulu ya, Bu," ucap Mira pamit pada Ibunya.
"Hati-hati di jalan. Jangan lupa, kalau sudah pulang harus balik ke rumah ya," kata Bu Ellen tersenyum pada putri sulungnya. Mira cuma tersenyum kecil lalu berjalan keluar rumah untuk mencari angkot.
Mira berjalan menyusuri tepi jalan sambil mencari angkot, tiba-tiba saja seseorang memanggilnya dari belakang.
"MIRAAA!" teriak seorang gadis muda yang tak lain dia adalah Sulis, ia adalah teman sekaligus adik kelas Mira. Cuma Sulis yang dekat dengan Mira dan Sulis tak tahu siapa Mira yang sebenarnya. Sulis hanya tahu jika kakak kelasnya itu seorang gadis pendiam dan sangat cuek pada sekitarnya.
"Hai! Pasti lagi nungguin angkot kan?" tanya Sulis merangkul Mira. Mira cuma terdiam tak menjawabnya.
"Yaelah ... cuek banget jadi cewek, dikit-dikit tuh kita harus senyum kayak gini." Sulis tersenyum pada Mira. Namun, Mira cuma menanggapinya dengan tatapan biasa.
Sulis yang melihatnya cuma bisa memutar bola mata malas kemudian ikut mencari angkot. Seketika angkot yang mereka tunggu kini telah tiba. Keduanya pun masuk ke dalam angkot lalu menuju ke sekolah mereka.
****
Sedangkan di sisi lain di waktu yang sama. Terlihat seorang cowok dengan warna mata biru sedang memperbaiki seragam sekolahnya. Dia tersenyum di depan cermin.
"Hehe ... kali ini tak ada lagi yang akan mengatur hidupku. Mulai sekarang aku bebas mencari pacar tanpa harus dijodoh-jodohkan segala. Baiklah Raka! Aku harus terlihat tampan di sekolah nanti," gumamnya seraya meraih kaca mata hitam. Dia pun keluar dari rumah yang dia sewa dan menaiki motor merah kesayangannya itu.
"Oke, mari kita mulai lembaran baru," batinnya lagi menuju ke sekolah di kota ini. Cowok itu bernama Raka Alendra. Dia kabur dari kota Byusan dan bersembunyi di kota ini untuk menghindari perjodohan yang diatur oleh kedua orang tuanya.
Raka adalah Putra tunggal dari keluarga Welfin, yang memiliki kemampuan bisa membaca pikiran serta dapat melihat hal gaib dan itulah kenapa ia memakai kaca mata agar dapat menghindari kontak mata dengan makhlus halus.
Tak memakan waktu lama, angkot yang mengantar Mira dan Sulis telah tiba di sekolah yang kini ada di depan mata mereka. Keduanya masuk ke sekolah itu. Beberapa menit saja, Raka pun juga tiba di sekolah yang sama dengan Mira. Dia pun memarkirkan motornya dan dengan tampan coolnya berjalan di hadapan para siswi-siswi yang saling bebisik-bisik.
Raka yang dapat mendengarnya cuma menahan tawa.
"Ck, baru saja sampai di sekolah ini. Aku sudah menjadi obrolan utama dikalangan siswi-siswi di sekolah ini. Yah walau sekolah ini agak kumuh. Tapi ini bagus untuk tempat persembunyianku, hehe ...." batin Raka masuk ke sekolah mengabaikan percakapan mereka. Maklum, karena Raka memiliki wajah yang tampan serta mata yang sangat menggoda.
Disaat Raka berjalan di koridor sekolah, ia tiba-tiba berhenti.
"Eh ... ruang guru di mana ya? Seharusnya aku ke kelas 12.A, tapi aku nggak tahu kelas itu di mana, lebih baik aku ke ruang guru. Tapi ... aku juga nggak tahu ruang guru di mana," pikir Raka mencari ruang guru.
Akhirnya ia menemukan ruang guru. Raka pun masuk dan menanyakan pada guru-guru di sana di mana kelas 12. A. Raka yang kini tahu di mana kelas itu, ia pun keluar dan tak sengaja menabrak seseorang.
BRAK!
Ternyata ia menabrak seorang gadis yang tak lain adalah Mira. Mira terjatuh ke lantai, ia pun mendongak melihat siapa yang telah menabraknya. Sontak Mira terdiam melihat cowok di depannya. Begitupun Raka yang melihat Mira, ia juga terdiam melihat gadis cantik menatap dirinya.
Tiba-tiba saja ada getaran di dalam hati mereka. Perasaan yang kini tak bisa diartikan. Terasa ada sesuatu yang terbesit di dalam hati mereka. Keduanya pun menunduk tersipu malu . Mungkin ini lah yang di namakan cinta dalam pertemuan yang tak sengaja. Atau bisa dibilang, cinta dalam pandangan pertama.
Raka pun menjongkok dihadapan Mira seraya tersenyum.
"Maaf ya. Tadi aku tak sengaja menabrakmu," ucap Raka mengulurkan tangan.
"Nama ku Raka Alendra, aku murid baru di sini," lanjutnya lagi masih menunggu Mira bersuara. Mira yang melihatnya segera berdiri dan tak membalas jabatan Raka.
"Maaf, aku buru-buru," tepis Mira menunduk lalu melewati Raka. Namun, lengan Mira segera ditahan oleh Raka. Mira pun berbalik melihatnya.
"Tunggu dulu, bisakah kamu mengantarku ke kelas 12,A?"
Raka melepaskan tangannya lalu melihat Mira dengan senyum manis di wajahnya. Mira yang melihatnya memalingkan wajahnya.
"Cowok yang aneh," batin Mira kembali melihat Raka. Raka yang bisa mendengarnya cuma bisa menahan tawa. Mendengar jika dia dikira aneh oleh gadis cantik di depannya.
...****...
...Terima kasih sudah membaca, semoga kalian suka dan terhibur....
...[Beri like dan komen]...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 45 Episodes
Comments
uhuuuyyy
bagus ceritanya aq suka dgn cerita ttg psikopat yg jatuh cinta😍😍
2021-09-08
0
Echa Derasandy
mami mira kok sadisss
2021-07-15
0
Mifta
baru kali ini baca yang psikopat cewe nya biasa nya cowonya psikopat
2021-07-10
1