{Beri like dan komen}📢
Keesokan harinya di pagi hari di sekolah. Terlihat Mira berjalan diikuti Raka di sampingnya. Mira yang dari tadi cuma terdiam. Ia sebanarnya ingin menanyakan sesuatu pada Raka. Seketika Mira berhenti lalu menahan Raka.
"Tunggu," Mira menarik tas Raka. Raka pun berbalik melihatnya.
"Kenapa?" tanya Raka melihat Mira.
"Em, itu ... kemarin apa kamu yang membawaku pulang?" Mira mulai bertanya. Mira sebenarnya takut jika rahasianya diketahui oleh Raka.
"Ya, aku yang membawamu pulang. Aku mencari kemarin malam sampai aku bolak-balik di kota ini cuma mencari mu yang tak kunjung pulang. Aku melakukan itu karena Adikmu selalu menanyakanmu," jawab Raka menjelaskan kejadian kemarin.
"Em, itu ... terus kamu ketemu aku di mana?" tanya Mira lagi.
"Di rumah mu, kamu sepertinya kemarin mabuk. Jadi .. kemarin kamu dari mana saja? Kenapa bisa pulang dengan keadaan mabuk?" tanya Raka bertubi-tubi pada Mira. Kini gadis muda itu terdiam, ia tidak tahu mau menjawabnya apa.
"Aiss ...," desis Mira menunduk dengan raut wajah sebal.
Raka yang melihatnya kini beranggapan jika Mira kemarin pergi karena ia butuh waktu untuk sendiri.
"Maaf, sudah bertanya," ucap Raka menyentuh kepala Mira. Cowok itu merasa kasihan dan tak tega melihat Mira. Sontak Mira mendongak melihat Raka. Seketika ia merasakan sesuatu pada dirinya.
"Ah maaf, aku tidak bermaksud tadi," ucap Raka menarik tangannya dari kepala Mira.
"Tidak usah minta maaf, lagian kamu tidak salah apa-pun," ucap Mira kembali berjalan. Mira beranggapan jika Raka nampaknya tidak tahu apa-apa.
Raka yang mendengarnya cuma cengengesan lalu kembali berjalan di samping Mira. Cowok itu sebenarnya masih teringat kejadian malam.
Seketika seseorang berdiri tepat di hadapan keduanya. Ternyata Roy yang sedang menghalangi langkah mereka.
"Roy, ada apa lagi denganmu?" tanya Mira dengan tampang datarnya menatap Roy. Sontak Mira tersentak akibat Roy menarik tangannya menjauhi Raka.
"Mira, katakan padaku, apa kamu sekarang tinggal di rumah dia?" tunjuk Roy pada Raka sambil melihat Mira.
"Maaf, aku tak bisa menjawabnya," Mira melepaskan tangan Roy pada lengannya.
"Jadi berita itu benar, kamu malah tinggal di rumahnya dari pada di rumah Sulis! Jika Ibumu tahu, dia pasti marah melihatmu tinggal dengan cowok itu!" tunjuk Roy terlihat geram melihat Raka.
"Ini bukan kemauanku, lagi pula aku tidak melakukan apa-pun di rumah Raka. Jadi kamu tak usah mengurusi kehidupanku!" tatapan Mira nampak tak menyukai Roy yang selalu saja mengurusinya.
"Aku kuatir padamu, Mira! Aku tak ingin kamu kenapa-napa, aku kuatir dia melakukan hal aneh padamu," ucap Roy menyentuh kedua bahu Mira. Sontak Mira segera menepisnya.
"Tenang, setelah ini aku akan pindah, kamu tak usah kuatir lagi." ucap Mira pergi begitu saja. Ia merasa risih jika seseorang menyentuh dirinya.
Roy yang melihat Mira pergi begitu saja, ia merasa sebal dengannya apalagi ia lebih sebal dengan Raka.
"Ck, dengar baik-baik, Mira itu milikku! Dan kamu jangan macam-macam padanya!" gertak Roy menunjuk Raka lalu pergi ke kelasnya dengan perasaan kesal.
"Ckck, dia miliku mu? Haha .. aku tidak peduli," gumam Raka mengabaikan ucapan Roy, lalu ia pergi mengejar Mira.
Sesampainya di kelas, Mira berhenti akibat melihat Angelin yang mencoba menenangkan Gabby. Terlihat Gabby duduk nampak ketakutan sambil meremas rambutnya.
"Ck," Mira mendecak dalam hati, lalu ia berjalan ke mejanya. Raka yang juga melihat Gabby seperti itu, tiba-tiba ia nampak terkejut mendengar ungkapan isi hatinya.
"Aku tidak membunuhnya, aku bukan pembunuh!"
Itulah yang didengar oleh Raka. Raka segera berjalan ke arah mejanya. Cowok bermata bola warna biru itu terkejut dan penasaran dengan ungkapan isi hati Gabby.
Kini Mira bisa duduk tenang, karena musuhnya telah berkurang. Mira tidak peduli dengan dua cewek yang nampak berdebat, ia juga tak peduli dengan Raka yang duduk di dekatnya. Cewek bermata warna merah itu cuma memandang luar jendela menunggu jam pelajaran masuk.
Sedangkan Raka yang duduk di sebalah Mira, ia selalu saja melihat Gabby dan Angelin.
"Hm, apa yang telah terjadi?" batin Raka masih penasaran. Kali ini Raka serius memandangi mereka.
"Gabby, kamu kenapa begini?" tanya Angelin merasa heran dengan tingkah Angelin.
"Aku ... aku tidak sengaja, bukan aku pelakunya," racau Gabby menjambak rambutnya berkali-kali.
Gadis muda cantik itu nampak frustasi masih memikirkan kejadian kemarin malam. Angelin yang merasa diabaikan, ia kini mulai sebal.
"Biy, tenang lah. Ceritakan pada ku, apa yang telah terjadi?" Angelin kembali berbicara pada Gabby. Gabby pun menatap Angelin dengan serius.
"Angelin, kamu ... kamu percaya kan padaku? Aku tidak melakukannya," racau Gabby kembali, ia masih menjambak rambut lalu melihat kedua tangannya.
"Percaya apa, Biy? Kamu bicara apa sih?" Angelin kembali bertanya, ia bingung dengan ucapan Gabby.
"Biy! Jawab! Jangan malah kacangin aku!" sesal Angelin.
"Biy!" Angelin mengguncang bahu Gabby sambil menatapnya serius.
"Katakan padaku, apa yang telah terjadi, Biy!"
"Hiks ... hiks ... aku tidak tahu ... aku tidak tahu!" bentak Gabby sambil mendorong Angelin lalu berlari keluar. Angelin terkejut melihat tingkah Gabby yang tak jelas.
"Biy! Tunggu! Kamu kenapa?!" teriak Angelin mengejar Gabby.
Raka yang melihatnya kini semakin penasaran. Cowok itu pun kini mulai berpikir.
"Apa yang telah terjadi? Kenapa tiba-tiba mereka bisa tak akur hari ini?" Raka bertanya-tanya pada dirinya.
"Mira, kamu tahu kenapa ..." Raka menghentikan ucapannya setelah melihat Mira yang tertidur di sampingnya. Terlihat Mira menyandarkan kepalanya di atas meja. Ternyata Mira tadi melihat sebentar kelakuan dua cewek itu dan malah tertidur.
"Hm, baru saja aku ingin bicara dengannya, tapi dia malah tertidur di jam ini. Mungkin dia kemarin kelelahan hingga seperti ini, tapi dia sebenarnya kemarin dia dari mana?" batin Raka menatap wajah Mira.
Terlihat kini Raka ikut menyandarkan kepalanya di atas meja lalu menatap wajah Mira lekat-lekat.
"Dia sangat imut," gumam Raka membuka perlahan-lahan kacamata Mira. Kini Raka bisa sepenuhnya melihat wajah cewek itu.
"Hm, kalau dilihat-lihat sih ... wajar kalau Roy mengejarnya, dia sangat unik, memiliki mata yang cantik dan juga memiliki sifat yang berbeda dari lainnya. Tidak seperti ketiga cewek yang kecentilan," gumam Raka tersenyum sambil menunjuk-nunjuk pelan wajah cewek itu.
Mira yang memang kelelahan, ia tidak menyadari jika hari ini Raka bisa sepuasnya memandang dirinya. Terlihat Raka selalu senyum-senyum dihadapan Mira sambil menunggu jam pelajaran masuk.
Sementara murid yang lain cuma sibuk dengan aktivitas mereka. Mereka tidak terlalu peduli dengan Mira dan Raka.
_____
Halo Reader📢
Tinggalkan jejek
Like✔️
Vote✔️
Komen✔️
Semoga kalian suka cerita ini, kalau gak suka skip aja ya.
Terima kasih💕
[Halo readers ... ini season pertama dari "MENIKAHI TUAN MUDA DINGIN" . Maaf kalau belum tamat, soalnya cerita ini sudah aku tamatkan di fb. Dan sekarang aku mau revisi sampai tamat. Terima kasih buat yang baca dan atas pengertiannya. Author tidak bisa langsung tamat, karena Author juga punya kesibukan sendiri, tapi Author bakal usahain buat tamatin secepatnya]
`(*∩_∩*)′
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 45 Episodes
Comments
🤟Wàhýu🤟
lanjut thor
2021-01-03
1
Nda Lina
lanjut lagi donk kak😁
2021-01-02
1
Indra Roots Apparatus II
udah ??
2020-12-31
1