09. RAKA TEMAN MIRA?

Keesokan harinya di pagi hari, terlihat Mira kini siap untuk memulai aktivitasnya. Ya, tentu saja ia kembali bersekolah, terlihat ia tersenyum kecil memandang dirinya di cermin. Dengan penampilan seperti biasa, dengan kacamata serta mengikat rambut panjangnya.

TAP TAP TAP

Mira menuruni tangga menuju ke ruang tamu. Sontak langkahnya terhenti akibat seorang cowok tak asing sedang duduk berbicara ria bersama Ibunya.

"Arggh! Kenapa tuh cowok datang ke rumahku lagi!" Mira merasa kesal melihat Raka yang datang ke rumahnya.

Raka yang dapat mendengarnya, ia pun menoleh melihat Mira disertai senyuman khasnya yang selalu membuat Mira jengkel.

"Pagi, Mira." Sapa Raka pada Mira. Mira berjalan ke arah Ibunya.

"Pagi," jawab Mira, terdengar datar dan singkat. Raka yang mendengarnya cuma tertawa kecil dalam hatinya.

"Mira pergi dulu ya, Bu," Mira mencium tangan Ibunya. Bu Ellen pun mengambil sebuah kotak bekal untuk Mira.

"Bawa bekal ini, lagian kamu selalu saja tak mau sarapan pagi. Ibu kuatir, nanti kamu kena maag." Ucap Bu Ellen menyodorkan bekal itu. Mira pun mengambilnya lalu memasukkan kotak bekal itu ke dalam tasnya.

"Terima kasih, Bu. Mira pergi dulu ya ..." Ucap Mira berjalan mengabaikan Raka, ia menuju ke arah pintu rumahnya.

"Kalau begitu, aku juga pergi dulu ya, Bi." Ucap Raka pada Bu Ellen lalu berjalan mengejar Mira. Bu Ellen cuma menggelengkan kepala melihat tingkah dua remaja itu.

Brum Brum Brum

Raka dan motornya kini siap melaju ke arah sekolah. Tetapi ia harus meminta Mira untuk ikut dengannya. Tentu saja tujuannya datang ke rumah Mira hanya untuk mengantar Mira atau bisa dibilang, mengajak cewek cuek itu pergi ke sekolah bersama.

"Aku tak mau, kamu duluan saja," Mira tetap menolak sambil berjalan mengabaikan Raka dengan motornya itu.

"Aku tak akan pergi sebelum kau naik ke motorku. Lagian kalau pergi bersama ku pasti akan cepat sampai," tutur Raka kembali membujuk Mira.

Mira berhenti, lalu ia melihat Raka dengan serius. Ia pun juga menggerutu dalam hatinya. Raka yang dapat mendengarnya cuma senyum-senyum menahan ungkapan hati Mira. Sekali lagi Mira berpaling muka dan tetap berjalan.

Baru saja beberapa langkah saja, tangannya telah ditarik oleh Raka. Sontak Mira berhenti.

"Iiih .. kalau mau pergi, pergi saja!" Mira mencoba melepaskan tangannya.

"Baiklah, aku juga tak ingin memaksamu," ungkap Raka mulai menjalankan motornya kembali. Namun, tiba-tiba Mira memanggilnya.

"Tunggu!" Tahan Mira berjalan mendekati Raka.

"Ada apa?" Tanya Raka mencoba menjalankan kembali motornya.

"Aku ikut," lirih Mira menunduk. Entah kenapa tiba-tiba Mira berubah pikiran.

"Kalau begitu naiklah," ucap Raka melihat Mira.

"Iya, terima kasih."

Mira pun naik ke motor Raka. Dan tak lupa ia memegang pinggang Raka. Sontak Raka merasa heran dengan tingkah Mira hari ini.

"Eh, tumben dia nurut hari ini? Apa yang telah terjadi padanya?" Raka bertanya-tanya pada dirinya.

"Ayo, jalan sekarang," pinta Mira melihat Raka.

"Hem," Raka cuma mendehem mengiyakannya. Keduanya pun pergi menuju ke arah sekolah mereka.

_____

"Hiks ... hiks," Terdengar suara tangisan dari seorang gadis muda. Terlihat Salsa menangis akibat mengingat kejadian kemarin malam.

"Sudahlah Sal, lagiankan kamu berhasil kabur dari Bryan," Gabby menenangkan Salsa yang kini terisak-isak.

"Tapi kan, aku masih gak percaya saja sama dia. Dia selalu maksa aku buat ...," Salsa menghentikan ucapannya. Karena ia tak ingin lagi membahasnya. Ternyata Salsa berhasil kabur dari Bryan. Entah bagaimana kabar Bryan kemarin malam.

TAP TAP TAP

Terdengar suara langkah kaki memasuki kelas mereka, ternyata itu Mira dan Raka yang baru saja sampai ke kelas mereka.

Mira berhenti lalu melihat Salsa sebentar dengan wajah biasa-biasa saja. Ia pun kembali berjalan ke arah mejanya. Begitu pun Raka yang dapat mendengar obrolan mereka cuma bisa mengabaikannya. Ia pun juga ikut berjalan menuju ke arah mejanya.

"Hem, oh ya. Kemarin terima kasih sudah mengantarku. Maaf jika aku selalu berbicara kasar padamu," ucap Mira yang tiba-tiba memulai obrolan pagi ini.

Raka spontan menoleh melihat Mira. Ia terlihat mengerutkan dahi merasa ada yang aneh dengan Mira.

"Apa dia baik-baik saja?" Batin Raka melihat Mira.

"Hello, kenapa kamu diam?" Tanya Mira melambai-lambai di depan wajah Raka. Walau pun begitu, Mira tetap saja berwajah datar tanpa ekspresi apa-pun.

"Ah, tidak masalah." Jawab Raka tersenyum. Sontak wajah tampannya itu di dorong oleh tangan Mira.

"Bisakah kamu berhenti memasang wajah seperti itu!" Risih Mira melihat ke depan.

"Ya, ya. Terserah aku sih," ungkap Raka berpaling melihat ketiga cewek yang sedari tadi membicarakan soal Bryan.

Tak menunggu waktu lama, bel pelajaran pertama akhirnya berbunyi. Terlihat para siswa siswi berlarian masuk ke kelas mereka masing-masing. Kini kelas 12,A juga mulai kembali seperti dulu. Di mana Bu Guru memberikan materi pelajaran hari ini.

Mira dan Raka yang duduk bersama, tiba-tiba saja, pandangan Raka menangkap kembali sosok arwah yang kemarin. Spontan Raka menunduk mengelus dadanya. Untung saja ia tak begitu fokus melihat sosok tadi.

Mira yang melihat Raka seperti itu. Ia cuma mengerutkan dahi, ia mengira jika Raka benar-benar memiliki penyakit Asma.

Beberapa jam kemudian, bel istirahat akhirnya berbunyi. Pelajaran pertama pun usai dan sekarang para siswa-siswi kembali berhamburan keluar menuju ke kantin untuk mengisi perut mereka.

Sedangkan ketiga cewek itu, di mana Gabby, Salsa dan Angelin masih saja melihat Mira dan Raka.

Ketiganya merasa jengkel melihat kedekatan keduanya yang semakin baik saja. Kini ketiganya pergi mengabaikan Mira dan Raka. Tujuan mereka untuk mencari cara buat mencelakai Mira lagi.

"Kamu tidak ke kantin?" Tanya Raka kini berdiri di dekat meja.

"Tidak, aku punya bekal," jawab Mira dengan nada biasa-biasa saja.

"Baiklah, tunggu aku di sini." Raka pergi keluar menuju ke arah kantin. Mira yang mendengarnya cuma menanggapinya dengan mengangkat kedua bahunya.

Mira pun mengambil bekal itu, dan tiba-tiba saja seseorang berbicara padanya membuat ia terkejut.

"Roy?"

"Mira, aku datang kemari ingin menanyakan ..,"

"Cukup Roy! Aku tidak ingin membahasnya lagi. Lebih baik kamu mencari yang lain saja," ungkap Mira, ia tahu apa yang ingin dibicarakan Roy padanya. Seketika Roy menarik tangan Mira untuk berdiri.

"Katakan padaku! Apa alasan kamu menolakku?!" Roy nampak ingin tahu alasan Mira yang selalu menolaknya.

"Apa kah aku perlu menjawabnya? Bukan kah kemarin aku sudah katakan pada mu, jadi lepaskan tanganku!" Mira mencoba melepaskan tangannya.

"Tidak sebelum kamu katakan yang sebenarnya. Aku tahu jika kamu juga menyukaiku, Mira," ungkap Roy sekali lagi, ia mencengkram kuat tangan Mira dan bahkan tak ingin melepaskannya.

"Lepaskan! Kamu menyakitiku Roy!" Ronta Mira menepis tangan Roy.

PLAK!

Tangan Roy ditampar oleh seseorang, ternyata itu Raka yang kembali dengan sebuah mangkuk makanan. Raka meletakkan mangkuk itu lalu menatap tajam ke Roy.

"Apa kamu buta? Ha! Kamu menyakitinya barusan!" Bentak Raka geram. Ia begitu marah melihat Roy yang memperlakukan Mira sesuka hatinya.

"Hai! Lu diam saja! Ini bukan urusanmu!" Hardik Roy menunjuk Raka dengan perasaan marah.

"Tentu saja ini urusanku, aku tak bisa membiarkan mu menyakitinya begitu saja, lebih baik kamu keluar dari kelas kami," pinta Raka menunjuk ke arah pintu kelas.

"Ck, kamu pikir kamu ini siapa, ha! Kamu itu cuma anak ingusan yang pindah ke sekolah ini. Jadi jangan sok bagaikan pahlawan di depan, Mira!" Tunjuk Roy pada Mira.

"Aku temannya. Jadi lebih baik kamu keluar saja!" Raka nampak emosi. Tentu saja ia tak menyukai perilaku Roy yang kasar terhadap perempuan.

Tiba-tiba saja ponselnya berdering. Roy mengambil ponselnya dan ternyata itu berasal dari para geng-gengnya.

"Oke. Urusan ku dan kamu akan tetap berlanjut!" Roy menatap tajam ke Raka. Ia juga tak lupa melihat Mira dan ia pun keluar dengan tampang kekesalan.

"Kamu baik-baik saja?" Tanya Raka melihat pergelangan tangan Mira.

"Baik," jawab Mira datar lalu kembali duduk. Ia mengabaikan kejadian tadi dan langsung memakan bekalnya. Begitu pun Raka duduk di samping Mira, ia pun ikut makan bersama Mira.

"Kenapa sih, kamu selalu saja menempel dengan ku," tanya Mira tanpa melihat Raka. Ia tetap fokus memakan makanannya.

"Oh itu, kan kita temenan," jawab Raka santai sambil memakan makanannya. Mira sontak berhenti makan, setelah ia mendengar ucapan Raka.

"Teman? Sejak kapan aku jadi temanmu?" Mira menoleh melihat Raka.

"Hem, sejak kemarin, hehe ...," jawab Raka cengengesan. Mira yang mendengarnya cuma memutar bola mata jengah dengan perilaku Raka. Jelas-jelas ia tak pernah mengajak Raka menjadi temannya.

Keduanya pun berhenti makan, Raka berdiri untuk mengembalikan mangkuk yang ia bawa dari kantin. Ternyata Raka menemani Mira agar gadis muda itu tak merasa kesepian.

Kini tinggal Mira saja yang ada di dalam kelas. Ketika ia ingin memasukkan bekalnya. Tiba-tiba saja seseorang menarik rambutnya.

"Aghh ..," Mira merasa rambutnya dicengkeram kuat. Ternyata itu Gabby yang kini menarik rambut Mira.

"Eh culun! Lu pakai pakai apa sama mereka sampai-sampai mereka deketin lu, ha!" Bentak Gabby masih menarik rambut Mira.

"Lepaskan ..," lirih Mira terlihat kesakitan melihat ketiga cewek yang kini menatapnya tajam.

"Jawab pertanyaan gue! Lu pakai jampi-jampi kan!" Bentak Gabby sekali lagi.

"Ya elah, Biy. Mungkin dia gak mau ngaku, lihat saja tampang jeleknya itu," ungkap Angelin melihat Mira dengan tampang menyebalkan. Mira di sana terlihat mencoba melepaskan genggaman Gabby, namun tiba-tiba saja Salsa malah teriak setelah melihat ponselnya.

"Aaaa ..!" Jerit Salsa membuang ponselnya ke lantai. Ia terlihat terkejut bercampur ketakutan. Angelin dan Gabby menoleh melihat Salsa.

"Ada apa, Sal?" Tanya Angelin, Salsa cuma menunjuk ketakutan pada ponselnya. Angelin yang penasaran pun mengambil ponsel Salsa dan ternyata Angelin pun ikut terkejut melihatnya. Gabby yang melihat kedua temannya terdiam. Ia pun merebut ponsel itu dan seketika matanya membola kaget.

"BRYAN?!"

Mira yang mendengar nama itu disebut, seketika ia tersenyum kecil. Entah apa yang telah terjadi hingga Mira tersenyum melihat ketiga teman kelasnya itu fokus melihat ponsel Salsa.

Terpopuler

Comments

Solaichah Solaichah

Solaichah Solaichah

Bryan pasti nih dibunuh mira and yg dituduh salsa scra mlm itu Bryan sdg bersm salsa

2021-01-03

1

unknown

unknown

gue kira yg narik rambutnya hantu yg dia bunuh, kan tadi katanya tinggal dia sendiri di kelas.

2020-12-31

5

vo

vo

up thorr

2020-12-09

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!