12. Mira Ke Rumah Raka

{Beri like dan komen}

Sebuah motor kini merah kini berhenti di depan rumah yang terlihat sederhana. Mira pun segera turun dan masuk ke halaman rumah.

"Oh jadi ini rumahnya," gumam Raka ikut masuk, ia ingin tahu bagaimana Pak Nung itu.

"Permisi, Pak Nung ...," Mira mulai memanggil pemilik rumah, terlihat pintu rumah tertutup rapat.

"Yakin nih, kalau adikmu ada di sini?" Raka menunjuk rumah Pak Nung.

"Ya," jawab Mira datar.

Raka pun ikut memanggil pemilik rumah, seketika suara orang memanggilnya dari belakang.

"Kak Mira!" Teriak Andis berlari mendekati Mira diikuti Pak Nung yang berjalan di belakangnya. Raka dan Mira berbalik, seketika Andis langsung berdiri di depan Mira. Sedangkan Raka memperhatikan Pak Nung. Terlihat pria itu sudah berusia di atas 40 tahun. Terlihat orangnya ramah.

"Wah, Mira. Itu siapa di dekatmu?" Pak Nung menunjuk Raka sambil melihat Mira. Ketika Mira ingin mejawabnya, Andis langsung menjawab dulu.

"Dia kak Raka, Om. Dia pacarnya kak Mira," sahut Andis polos membuat Mira dan Raka tersentak kaget.

Mira pun menarik adiknya lalu menyangkal ucapan Andis.

"Tidak, Om. Dia teman sekalasku, Andis salah bicara," ucap Mira melihat Andis dengan serius.

"Haha ... tidak apa-apa. Om malah seneng kalau kamu sudah punya pacar, tidak usah menutupinya. Lagi pula itu bagus, ada yang menjagamu," ucap Pak Nung melihat Andis sambil tersenyum. Raka yang melihat Pak Nung nampak ia merasa jika Pak Nung setuju dengan ucapan Andis.

Raka memberi jempol pada Pak Nung sambil tersenyum kecil. Mira yang melihat ekspresi Pak Nung, ia segera berbalik melihat Raka. Sontak Raka memalingkan pandangannya seperti ia tidak mendengar apa-pun.

"Om, itu cuma salah paham. Aku sama dia tak ada hubungan apa-pun," ucap Mira lagi.

"Haha ... ya sudah, apa kalian ingin masuk?"

"Ah itu, kapan-kapan saja, Om. Aku harus bawa Andis pulang, lagian juga pasti Andis sudah merepotkan Om. Terima kasih sudah menjaga Andis tadi," Mira sedikit tersenyum membuat Raka terkejut dalam hati melihatnya.

"Wah, baru kali ini dia tersenyum, ternyata dia ramah pada orang-orang di sekitarnya, aku pikir dia seperti balok es, ternyata bisa meleleh juga rupanya," batin Raka.

"Sama-sama," ucap Pak Nung pada Mira. Mira dan Andis pun berjalan ke depan rumah diikuti Raka di belakangnya. Terlihat Pak Nung cuma menggelengkan kepala melihat ketiganya itu pergi dari rumahnya. Pak Nung pun masuk ke dalam rumahnya.

"Sudah, tidak usah mengantarku lagi, aku dan adikku akan pulang sendiri," ucap Mira pada Raka yang duduk di motornya.

"Loh, bukannya jarak rumah mu dan Pak Nung jauh, lebih baik aku antar saja," Tawar Raka melihat Mira dan Andis.

"Kak Mira, kalau kita pulang, nanti yang masakin kita makanan siapa?" Andis melihat kakaknya itu.

"Tenang, kita ke rumah Sulis,"

"Tidak, ah! Kak Sulis orangnya cerewet, nyerocos mulu, Andis tidak suka padanya," Andis tidak mau tinggal di rumah Sulis. Tentu karena Sulis sering mengoceh jika bertemu Andis. Itulah sifat Sulis yang suka mengoceh-ngoceh tidak jelas.

Raka yang masih duduk di motornya kini menawarkan tempat tinggal untuk mereka.

"Oh ya, gimana kalian tinggal di rumah ku," ucap Raka membuat Mira langsung melihatnya.

"Maksud kamu apa?!"

"Tenang, maksudku baik kok. Lagi pula aku juga tidak akan melakukan hal-hal aneh pada kalian," jawab Raka.

"Wah, Andis mau, pasti rumah Kak Raka besar, apa lagi motor kak Raka bagus, Kak Mira kita ...," Andis menghentikan ucapannya akibat Mira nampak kesal dengan Andis yang begitu mudahnya mau tinggal dengan Raka. Andis segera menjauhi Mira lalu berdiri di dekat Raka.

"Tidak boleh! Kita akan tinggal di rumah Sulis, dan kamu ..," Mira menujuk Raka dengan sorotan tajam. Tetapi, tiba-tiba saja Andis menangis melihat kakaknya itu yang sudah galak kepadanya.

"Huaaa ... Kak Mira jahat, hiks," isak Andis membut Mira tersentak setelah mendengar ucapan Adiknya. Mira merasa bersalah kepada Andis, ia pun terpaksa menyetujuinya.

"Baiklah, tapi jangan merepotkan orang, dan kamu! Awas kalau kamu berani macam-macam!" Gertak Mira memalingan wajahnya. Seketika Andis langsung berhenti menangis, ia pun menaiki motor Raka begitu saja, membuat Mira benar-benar kesal. Ternyata Andis telah berpura-pura menangis.

"Ayo naik, kamu mau berdiri terus di situ?" ucap Raka menyuruh Mira naik ke motornya.

"Ck," Mira cuma mendecak, lalu ia pun dengan kesal menaiki motor Raka. Raka cuma menahan tawa melihat ekspresi Mira, tidak ada rasa takut pun terlihat di wajah Raka. Ketiganya pun menuju ke rumah Raka.

____

Tak menunggu waktu lama, mereka telah tiba di rumah yang lumayan besar. Andis dan Mira pun turun dari motor, begitu pun Raka ikut turun dan berjalan memasuki pekarangan rumah. Andis pun berjalan kegirangan di samping Raka. Sedangkan Mira masih berdiri di tempatnya.

"Hei! Kamu mau berdiri di situ sampai kapan? Sampai malam?" Raka berbalik melihat Mira. Mira tak menjawabnya dan ia cuma berjalan masuk saja.

"Wah, rumah Kak Raka besar banget, kak Raka tinggal sama siapa?" Andis mulai bertanya. Nampaknya Andis mulai akrab dengan Raka. Tentu karena Raka cowok yang yang ramah, jadi Andis merasa senang dapat mengenal Raka. Sedangkan Mira cuma terdiam sambil nyerocos dalam hati.

"Iiih, apaan sih Andis, kenapa dia begitu mudahnya bicara sama Raka. Padahal baru juga beberapa hari dia kenal!" Ketus Mira dalam hati merasa jengkel dengan Raka.

Raka yang dapat mendengarnya, ia mengabaikan ocehan Mira. Raka pun memeberitahukan jika rumah itu bukan miliknya, cuma rumah sewaan dan ia cuma tinggal sendirian di rumah itu. Mira yang mendengarnya sedikit terkejut.

Kini ketiganya telah tiba di depan pintu rumah Raka. Raka pun mengambil kunci rumahnya di dalam tas lalu membuka pintu itu.

"Nah, anggap rumah sendiri. Kalian boleh pilih kamar mana yang mau kalian tempati," ucap Raka berjalan duluan menaiki tangga menuju ke kamarnya. Sedangkan Mira dan Andis ikut berjalan menaiki tangga. Andis pun memilih kamar, begitu pun Mira memilih kamar yang dekat dengan kamar Andis. Mira tidak ingin jauh dari adiknya. Nampaknya Mira mulai waspada dengan Raka.

Seketika Mira dan Andis keluar bersama, terlihat mereka sudah berganti pakaian. Kini keduanya mencari di mana Raka berada.

"Oh ya, di mana Kak Raka?" Andis melihat ke bawah ke ruang tamu, begitu pun Mira ikut melihatnya.

Keduanya pun menuruni tangga. Lalu seketika suara hentakan pisau terdengar dari arah dapur. Mira pun mulai berhati-hati, ia berjalan bersama Andis dengan langkah pelan-pelan.

Deg!

Keduanya terkejut melihat Raka memegang pisau, terlihat ia begitu santai memotong sesuatu di atas meja.

_____

terima kasih, jangan lupa beri like dan komen hehe ...

Terpopuler

Comments

U. Boy

U. Boy

ck ternyata sikopat bisapeduli juga sama keluarga nya
dia bukan sikopat ,lebih tepat nya sosiopat
yg g suka tentang kehidupan sosial lebih parah dari antisosial,namun ke orang² terdekat dia hangat,dan ke orang yg mengganggunya/keluarganya dia gk bakal diam

2022-09-10

0

Anne Pangajow

Anne Pangajow

dari sklah koq bisa lngsng ganti baju..??

2021-07-24

0

Suky Anjalina

Suky Anjalina

raka akrap banget am adis waktu kecil tp pas dewasa dan adis remaja kok jadi cuek sch thor

2020-12-16

3

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!