10. Raka Membela Mira

{Beri Like dan Komen}

Mira yang berdiri melihat ketiga cewek itu cuma menanggapinya dengan tampang biasa-biasa saja. Mira pun beranjak dari tempatnya menuju ke pintu kelas.

Ketiga cewek yang terkejut akan berita Bryan, mereka masih saja menatap ponsel Salsa. Tiba-tiba saja Gabby yang melihat Mira ingin keluar, ia segera mengejar Mira. Ia merasa jika Mira telah berani mengabaikan mereka. Sontak Gabby segera mendorong Mira dan hampir saja ia terbentur pintu kelas karena untung saja Raka segera menahan Mira.

Seketika tiga cewek itu terkejut melihat Raka telah berada di samping Mira.

"Ini ada apa? Kenapa kamu mendorongnya?" Raka nampak kesal dengan Gabby yang seenaknya mendorong orang begitu saja.

Gabby menatap sinis ke Mira lalu melihat ke Raka. Ia menggerutu dalam hati.

"Ck, sial4n!"

Raka yang dapat mendengarnya, ia kini berpikir jika ketiga cewek itu sering menindas Mira. Raka pun keluar sambil menarik Mira meninggalkan ketiga cewek itu. Gabby yang melihat Raka bergandeng tangan dengan Mira, ia semakin marah.

"Lepasin tangan ku!" Pinta Mira yang masih berjalan dan masih ditarik oleh Raka.

"Aku mau ke ruang guru, kamu ikut aku saja," ucap Raka menuju ke ruangan guru. Mira yang mendengarnya, nampak ia terlihat kaget, ia tidak tahu apa tujuan Raka membawanya ke ruang guru.

"Lepasin!" Mira menarik paksa tangannya dan akhirnya tangannya terlepas dari genggaman Raka. Ia pun berhenti dan begitu pun Raka berhenti lalu berbalik melihat Mira.

"Kamu mau apa ke ruang Guru?" Tanya Mira terlihat kesal.

"Aku mau kasih tahu kalau ketiga cewek itu sudah menindasmu, jika dibiarkan mereka akan seenaknya menindasmu," jawab Raka berdiri dengan tampang serius melihat Mira.

"Itu tidak perlu!" Mira menolak ucapan Raka, ia pun berbalik berjalan meninggalkan Raka. Sedangkan Raka kini masih berdiri dan terlihat ia sedang berpikir.

"Hm, dia tidak ingin ke ruang Guru. Apa mungkin dia mengharapkan aku untuk melindunginya?" Pikir Raka menebak-nebak penolakan Mira.

"Hm, bagus juga sih. Kan aku bisa lebih dekat dengannya. Dia terlihat misterius, sangat berbeda dengan cewek-cewek yang lainnya. Apa lagi matanya itu ... cantik," gumam Raka melihat Mira yang nampak kesal. Terlihat cowok itu mulai berjalan mengikuti Mira. Terlihat Raka senyum-senyum berjalan di samping Mira.

"Apaan sih nih cowok! Nempel banget!" Gerutu Mira dalam hati, ia merasa risih dengan Raka yang senyam-senyum tidak jelas.

Kedua remaja itu pun kembali ke kelas dan ternyata bel pelajaran selanjutnya berbunyi. Para siswa siswi kini berlarian masuk ke kelas, begitu pun Mira dan Raka kini terlihat keduanya sudah duduk di bangku masing-masing.

Sedangkan ketiga cewek itu mulai semakin kesal dengan Mira. Tentu saja Mira seperti memiliki magnet yang bisa memikat hati para cowok-cowok tampan di sekolah ini.

Bu Guru pun masuk dan pelajaran pun di mulai. Kelas 12.A kini mulai mengerjakan tugas-tugas di papan tulis. Seketika cowok lain tuba-tiba lewat di depan kelas Mira. Terlihart cowok itu nampak marah melihat Mira dan Raka terlihat beradu mulut.

Cowok tersebut tak lain ia adalah Roy. Tatapannya nampak tertuju pada Raka yang selalu saja mengajak Mira bicara.

"Ck, tidak akan ku biarkan kamu mendapatkan Mira! Cuma aku yang boleh berada di sampingnya!" Gertak Roy dalam hati sambil mengepal tangan lalu ia pun pergi ke kelasnya yang berada di dekat kelas Mira.

Beberapa jam kemudian, bel tanda waktu pulang akhirnya berbunyi juga. Guru pun keluar dari kelas 12.A, di mana para siswa siswi berhamburan keluar untuk segera pulang ke rumah.

Terlihat kini Mira kembali berdiri menunggu angkot, seketika Raka muncul lagi di depan Mira. Cowok itu memang tadi segera mendekati Mira, agar ketiga cewek yang menindas Mira tidak akan mengganggu Mira.

"Mira, naik," ajak Raka. Mira yang melihatnya cuma terdiam mengabaikan ajakan Raka. Raka yang melihat Mira tidak meresponnya, ia cuma menahan kekesalannya.

"Nih cewek cuek amat dah!" ketus Raka dalam hati. Seketika ponsel Mira berdering. Mira pun mengangkatnya. Sedangkan Raka masih setia duduk di atas motornya menunggu Mira naik ke motornya.

"Halo, Bu. Ada apa?" Tanya Mira.

"Mira, Ibu minta tolong sama kamu, nanti pulang ke rumah, kamu beliin Ibu daging Ayam ya, Ibu tunggu ya Nak." Jawab Bu Ellen pada Mira. Ternyata Mira di suruh membeli daging Ayam.

"Baik, Bu." Ucap Mira menyetujuinya. Panggilan itu pun diakhiri. Dan kini Mira pun mulai berjalan. Seketika Raka turun dari motornya lalu menahan tangan Mira. Sontak Mira berbalik karena ia terkejut. Dan seketika kepalanya terbentur pada dada Raka membuat mata Mira membola.

Mira pun mendorong tubuh Raka menjauhi darinya, lalu Mira pun melihat sinis ke mata Raka. Mata biru yang indah membuat Mira terdiam seketika.

"Hei, kamu mau ke mana?"

"Bukan urusanmu,"

"Tadi Ibu kamu suruh beli daging ayam kan? Nah, kebetulan aku pakai motor, lebih baik kamu ikut aku saja ... biar cepat sampai ke supermarket, lagian jaraknya jauh dari sini," Raka menawarkan tumpangan untuk Mira. Mira pun melihat Raka lalu kini ia melihat tangannya yang masih di pegang Raka.

Mira pun menarik tangannya lalu ia mulai berpikir.

"Hm, ucapannya benar juga. Lebih baik aku ikut dia saja," gumam Mira dalam hati. Raka yang dapat mendengarnya seketika ia tersenyum merasa senang. Ketika Mira ingin menjawab Raka. Tiba-tiba saja sebuah mobil berhenti tepat di dekat mereka.

Terlihat cowok dengan bola mata warna hitam turun dari mobil. Ia adalah Roy Anggara. Roy yang melihat keduanya begitu dekat, ia nampak kesal dengan Raka yang selalu saja menempel dengan Mira.

"Roy, kamu mau apa?" Tanya Mira melihat Roy.

"Mira, aku mau mengajakmu ikut pulang bersama," jawab Roy pada Mira namun tatapannya tertuju pada Raka.

"Eh, tidak bisa. Mira sudah setuju ikut denganku, lagian Ibunya memintaku untuk mengantarnya pulang," ucap Raka kepada Roy sambil merangkul pinggang Mira. Sontak Mira terkejut dengan ucapan Raka sekaligus tingkah Raka. Terlihat cewek cantik itu kini benar-benar kesal dengan Raka.

Roy yang juga mendengar ucapan Raka, ia terlihat kesal, apalagi kini ia lebih kesal melihat tangan Raka merangkul tubuh Mira.

"Baiklah, kita lebih baik pergi sekarang, nanti Ibumu kuatir," ucap Raka menarik tangan Mira menuju ke arah motornya.

"Tunggu, aku yang akan mengantarnya," Roy berdiri di depan Raka untuk menahan Raka dan Mira.

"Apa kamu tidak dengar apa yang ku ucapkan? Jelas-jelas tadi aku bilang kalau aku yang akan mengantarnya," ucap Raka menunjuk ke arah Roy. Kini kedua cowok itu terlihat beradu mulut ingin mengantar Mira. Mira yang melihat kedua cowok itu tak henti-hentinya beradu mulut. Ia terlihat geram.

"Stop! Raka, ayok kita pulang sekarang!" Ajak Mira menarik tangan Raka meninggalkan Roy lalu menuju ke motor Raka. Roy yang melihatnya kini bertambah marah, ia beranggapan jika Raka sudah berani merebut Mira darinya.

Raka yang masih ditarik oleh Mira, ia cuma senyum-senyum saja, ia merasa puas karena ia mengalahkan Roy.

Mira pun berhenti lalu menaiki motor dengan muka di tundukkan. Sedangkan Raka kini ikut naik ke motornya lalu melihat Mira sebentar di kaca spion motornya. Terlihat Mira cemberut di belakangnya. Raka yang melihatnya cuma menahan tawa.

"Dia imut juga," Batin Raka kini menyalakan motor lalu pergi meninggalkan Roy yang masih berdiri dengan tampang marahnya. Roy pun berjalan dengan menghentak-hentakkan kaki merasa kesal terhadap Raka. Cowok itu pun masuk ke mobil meninggalkan sekolah.

Sedangkan dari arah kejauhan, di mana adik kelas Mira nampak tertawa melihat Roy tadi.

"Wah, Kak Roy sepertinya cemburu," ucap Cece.

"Hm, dah lah .. lebih baik kita pulang saja. Nanti yang ada si tiga Mak Lampir itu bakal datang ke sini," ucap Sulis mulai berjalan masuk ke sebuah angkot yang ia hentikan. Para adik kelas pun masuk ke angkot lalu pergi meninggalkan sekolah untuk pulang ke rumah mereka masing-masing.

_______

Thank dah baca hehe ...

Terpopuler

Comments

Nurhayati

Nurhayati

aku sebenarnya lagi baca menikahi tuan muda dingin sampai ada kalimat yg mengatakan ingin tau cerita kejadiannya ada di season 1 dgn judul mira toh aku jd penasaran langsung deh aku baca jd nyambung banget menikahi tuan muda yang dingin terpaksa aku tinggal sebentar tar aku lanjut lagi bacanya... semangat thor...

2021-02-26

2

Siska_wulandary💕💞

Siska_wulandary💕💞

up lgi

2020-12-14

3

Suky Anjalina

Suky Anjalina

ternyata roy selalu kalah thor
lama banget upnya thor

2020-12-13

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!