Aleycia sedang bersiap, ditemani oleh beberapa MUA di dalam kamarnya. Greg sengaja menghadirkan MUA untuk mendandani Aleycia sebelum pergi ke acara pernikahan Rendra, mantan kekasih Aleycia.
Gaun berwarna merah maroon dengan model trumpet dan bagian atasnya model off shoulder melekat sempurna di tubuh Aleycia. Semakin terlihat anggun dengan model rambutnya yang di bentuk dengan gaya braided ponytail, perpaduan antara ponytail dan crown sangat elegan, di tambah dengan hiasan kepala yang nampak manis bertahta di rambut Aleycia.
Tidak bohong, Greg bahkan terpesona dengan wanita yang selalu ia sebut dengan ‘budak’.
“Sudah selesai?” Tanya Greg.
“Sudah” Jawab Aleycia, dia merasa makeup-nya sekarang terlalu berlebihan.
“Apa makeup-ku berlebihan? Ini terlihat menor” Gumam Aleycia, sudah berada di mobil berdua dengan Greg, gadis itu malah menyerocos tidak percaya diri, sesekali melihat pada cermin kemudi.
“Tidak menor” Sahut Greg singkat, fokus menyetir mobilnya.
“Aku tidak percaya diri, aku tidak pernah berdandan seumur hidupku. Rasanya sangat tebal riasannya, apalagi lipstiknya. Kenapa lipstiknya terasa berat di bibirku?”
Greg pusing juga mendengar ocehan gadis itu di sampingnya, “Kau mau diam atau aku akan membawamu ke hotel dan menghapus semua riasanmu dengan sentuhanku”
Aleycia langsung kicep, terdiam tanpa suara daripada Greg mengamuk.
Hampir 15 menit menjelajahi daerah perhutanan, mereka akhirnya keluar dari daerah mansion Greg yang menyendiri jauh di dalam hutan sana. Memangnya siapa yang menyangka jika lelaki itu memiliki istana di tengah hutan? Siapa yang akan menemukannya? Jika mbak-mbak salon itu katanya matanya di tutup dengan kain selama perjalanan dan mereka baru membuka penutup kainnya saat sudah tiba di kediaman Greg.
“Seharusnya kita berangkat menggunakan pesawat saja tadi, pasti cepat sampai” Ucap Aleycia asal. Bayangkan saja, keluar dari hutan saja membutuhkan waktu selama itu, belum lagi nanti ke jalan raya-nya juga jauh.
“Tapi, gedung yang di pesan mantan kekasihmu terlalu kecil jika disuruh menyidiakan parkir pesawat” Ucap Greg.
Aleycia tertawa terbahak-bahak, tidak menyangka bahwa candaannya di respon dengan baik.
“Kenapa tertawa?” Tanya Greg.
“Kau bercandanya bisa saja” Sahut Aleycia dengan tawa yang masih sesekali terdengar.
Greg pun hanya sedikit menyimpulkan senyum, dia baru pertama kali itu melihat Aleycia tertawa lepas.
Padahal tadi dia mengatakannya dengan serius tapi, kenapa Aleycia menganggapnya selucu itu?
“Coba kau cerna, di dunia ini jika bukan pemerintah siapa yang mau menghamburkan uangnya demi membeli pesawat atau helikopter?”
“Aku” Sahut Greg singkat. Hal itu lagi-lagi mengundang Aleycia untuk melepaskan tawanya.
Greg menyunggingkan senyumnya tipis.
“Apa kau tersenyum?” Tanya Aleycia menghentikan tawanya, terkejut dengan bibir Greg yang tertarik ke atas tadi.
Dengan segera Greg menetralkan wajahnya, “Tidak” Jawabnya dingin.
“Aku melihatmu tersenyum tadi. Woah, seorang Greg Rangley tersenyum karena aku” Aleycia bertepuk tangan dengan riang, dia seperti melelehkan gunung es yang sangat tinggi.
Greg melirik senyum Aleycia, membiarkan gadis itu tertawa manis dan merekamnya dalam ingatannya.
Lalu tiba-tiba Aleycia terdiam, membuat Greg bingung, “Kenapa?” Tanyanya. Takut jika Aleycia tiba-tiba terjadi sesuatu yang tidak ia ketahui.
“Aku lupa, seharusnya kan aku galau. Aku akan datang ke acara pernikahan mantanku yang kami bahkan belum mengucapkan salam perpisahan sama sekali”
Greg langsung mengusap wajahnya sedikit kasar, antara gemas dan bingung dengan sikap gadis yang duduk di sampingnya itu.
Bisa-bisanya dia tersadar dengan hal sepele begitu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments