Musisi dunia itu masuk ke dalam club miliknya, salah satu club ternama di New York. Seperti biasa, jika ada waktu luang dia akan datang sendiri untuk mengontrol keadaan disana.
Saat itu semua karyawan menunduk hormat padanya, wanita-wanita penggoda berlomba-lomba memperlihatkan kecantikan juga kemolekan tubuh mereka. Namun, mata Greg tertuju pada seorang gadis yang tidak pernah ia lihat sebelumnya. Berada di pantry, menuangkan vodca untuk pelanggan.
Gadis dengan rambut panjang berwarna blonde ia biarkan terurai, mengenakan seragam waiters clubnya.
Pelayan baru, pikir Greg.
Gadis itu hanya melihat sekilas lalu, kembali fokus dengan pekerjaannya. Seperti biasa saja dengan kehadiran Greg yang notabennya adalah atasannya.
Greg mengerutkan kening, menunggu gadis itu menoleh dan kembali menunduk hormat padanya seperti pelayan yang lain. Namun, penilaiannya salah. Gadis itu malah melihatnya kembali dengan berani, tidak ada ketakutan sedikitpun di matanya.
Hmmm, menarik, pikir Greg.
Lelaki itu lalu menghampirinya dengan santai mengambil gelas kosong di pantry, “Aku juga ingin vodca itu” ucap Greg pada gadis itu.
Dengan senyum tipis, gadis itu menuangkan minuman seperti yang diminta Greg.
“Siapa namamu?” Tanya Greg.
“Aleycia” Jawab Aleycia singkat.
Greg mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti, “Aku tidak pernah melihatmu sebelumnya, apa kau karyawan baru?” Tanyanya.
“Ya, aku pekerja part time, tuan” Jawab gadis bernama Aleycia itu.
“Hmm, paginya kerja di tempat lain atau memang ada kesibukan yang lain?” Tanya Greg lagi.
“Aku kuliah” Aleycia terus menjawab pertanyaan Greg dengan singkat, lebih ke arah cuek. Itu pun karena dia tau bahwa Greg adalah pemilik dari club yang saat ini sedang menjadi sumber kehidupannya.
...***...
BRAK
BRAK
BRAK
Greg sedang mengamuk, dia membentur-benturkan kepala lawannya pada sebuah tembok tidak bersalah.
“Berani-beraninya kau menyentuh adikku tanpa izinnya” Ucap Greg dengan gertakan giginya, menandakan bahwa dirinya sedang berada di puncak emosi.
“A-ampuni a-aku” Ucap sang lawan dengan suara lirih, terbata-bata. Kepalanya sudah dipenuhi dengan dar*ah segar, entah kesadarannya sudah berapa persen, intinya dia bahkan sudah tida memiliki tenaga untuk berkata dengan keras, apalagi untuk melawan.
“Bukankah sudah kukatakan, aku mengizinkanmu menjadi kekasih adikku tapi, tidak dengan berbuat hal-hal diluar batasanmu. Jika kau ingin menyentuhnya, SENTUH!!! ASAL DIA BERSEDIA”
Tinggal di kota Barat, sebenarnya bukanlah hal yang tabu jika sepasang kekasih melakukan perset*buhan. Tapi, Greg selalu menjaga adik perempuannya dengan segenap jiwa raganya.
Tidak masalah jika adik kesayangannya itu ingin memiliki kekasih atau bahkan melakukannya dengan sang kekasih tapi, tentu saja dia tidak akan terima jika adiknya malah berakhir di perk*sa oleh seseorang yang ia percaya akan menjaga adiknya dengan baik.
“Bajing*an kau, mat*i saja!” Ucap Greg lalu membent*urkan kepala lelaki itu dengan keras untuk yang terakhir kalinya sampai lelaki itu akhirnya tewas seketika.
Dengan nafas tersengal-sengal, Greg keluar dari ruangan kosong itu, melangkahkan kakinya dengan santai seolah apa yang baru saja terjadi adalah hal yang biasa.
“Urus dia” Ucapnya pada seorang penjaga di luar ruangan sebelum akhirnya ia memasuki mobil.
“Kita kembali ke apartemen Lily” Ucap Greg pada sang supir.
...***...
Jam sudah menunjukkan pukul 04.00, matahari mulai mengintip ramah dari peradabannya. Sudah waktunya Aleycia pulang.
“Aku pamit pulang dulu, ya. Hari ini ada jadwal kuliah pagi, lumayan bisa istirahat sebentar” Pamit Aleycia pada rekan-rekan kerjanya.
“Kau pulang dengan kendaraan umum?” Tanya salah seorang rekannya.
“Tidak, aku dijemput kekasihku” Jawab Aleycia dengan mata berbinar, seolah dia begitu bangga juga mencintai sang kekasih.
“Ya sudah, hati-hati di jalan, Ale” Sahut temannya yang lain.
Sesampainya di depan club, Aleycia belum mendapati kekasihnya disana, “Mungkin masih di perjalanan” gumamnya.
Sambil menunggu, sesekali Aleycia menoleh ke kanan dan ke kiri, siapa tau dia melihat sang kekasih dari jauh.
Tapi, bukannya kekasihnya yang terlihat, Aleycia malah melihat seseorang dengan pakaian serba hitam sejak tadi, entah apa yang di lakukan lelaki itu dengan terus mondar-mandir di seberang jalan sana.
TIN
TIN
Suara klakson mobil membuyarkan lamunan Aleycia.
Gadis itu menoleh, ternyata kekasihnya.
“Sudah menunggu lama?” Tanya lelaki itu.
“Tidak juga” Jawab Aleycia dengan senyumnya yang terlihat begitu bahagia.
“Ayo masuk”
Lelaki itu dengan manisnya, membukakan pintu mobil untuk Aleycia.
Tapi, siapa yang tau jika ternyata laki-laki di seberang jalan sana sibuk memotret kebersamaan keduanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments
nobita
yg pastinya like dan favourite
2023-06-28
0
Ester Nelwan
bgus ni novelnya tp yg like dkit...
2022-01-24
0