“Kau tidak mau tau tentang Dhea?” Tanya Greg pada Aleycia.
Greg lalu memberikan foto-foto yang ternyata itu adalah Dhea dengan salah satu dosen di kampus di sebuah hotel?
“Dia memberikan tubuhnya untuk mendapatkan nilai A tanpa mengerjakan tugas, terlepas dari peran ayahnya di kampus tersebut tapi, itu adalah dosen killer yang tidak mau tau perihal status sosial gadis itu”
“Katanya dosen killer” Gumam Aleycia yang masih terheran-heran.
“Tidak mau tau tentang status sosial tapi, mau jika digoda dengan tubuh seksi?” Lanjut Aleycia.
Cih, menjijikkan sekali ternyata dosen muda itu.
“Pantas saja Dhea selalu menggunakan pakaian seksi di kampus, ternyata di menjadi ayam kampus?” Gumam Aleycia lagi, tidak habis-habisnya bergumam seorang diri sambil melihat foto-foto itu.
Ada juga suatu foto dimana Dhea sedang bersama om-om?
“Dia CEO dari perusahaan tempat Dhea magang” Ucap Greg, memberi tahu siapa seseorang yang ada di foto tersebut.
“Jadi, dia juga menjual tubuhnya untuk nilai magang? Cih, kasian sekali Rendra mendapatkan wanita seperti ini” Ucap Aleycia.
“Kau masih mencintai lelaki itu? Mau menghancurkan Dhea saja?” Tanya Greg.
“Aku masih mencintainya tapi, aku tidak sejahat itu” Gumam Aleycia.
“Lagipula jika Dhea hancur sekalipun, kau tidak diizinkan kembali kepada lelaki itu. Ingat, posisimu di rumah ini” Greg lagi-lagi menegaskan siapa Aleycia di sana. Budak. Itu sudah jelas terpatri di batin Aleycia sekarang, dia bahkan tidak bisa keluar tanpa izin dari Greg, apalagi menjalin kasih dengan orang di luar sana? Mustahil.
“Ya sudah, jangan hancurkan dia kalau begitu. Biarkan saja mereka hidup tenang” Ucap Aleycia.
“Sudah jam makan malam, aku permisi” Lanjut gadis itu lalu pergi keluar dari ruang kerja Greg Rangley.
Greg melihat punggung Aleycia sampai gadis itu menghilang di balik pintu.
“Tapi, aku mau bertindak sesuai keinginanku, Ale” Gumam Greg mengetukkan bulpoinnya di meja kerjanya.
Huh
Greg menghembuskan napasnya pelan, merasa bingung dengan dirinya sendiri, “Seharusnya tidak begini” Gumamnya.
...***...
Minggu depan, tadi Aleycia melihat tanggal pernikahan mantan kekasihnya. Belum selesai dengan kegalauan perihal pertunangan, sekarang malah datang undangannya.
“Aku sepertinya tidak akan menikah seumur hidup jika begini” Gumam Aleycia, mengingat perkataan Greg tadi cukup mengerikan juga.
“Aku galau galau galau” Aleycia beranjak dari kasurnya, bernyanyi sambil membuka lemari pakaian, mencari baju tidur yang cocok untuk sore harinya yang mendung ini.
“Sadarkah kita terlalu haancuuuur, hilang habis tak bersisa” Aleycia terus menyanyikan lagu-lagu galau yang sesekali ia dengar entah dimana.
Huh
Huh
Aleycia menghembuskan napasnya kasar, masuk di kamar mandi, menyiapkan air hangat untuk berendam, agar dirinya tenang batinnya.
“Aku butuh sesuatu yang menenangkan” Gumam Aleycia, menuangkan aroma menenangkan di bathup.
Setelah selesai dengan ritual persiapan, Aleycia langsung menjeburkan dirinya ke dalam bathup. Menghirup aroma menenangkan itu.
15 menit kemudian, Aleycia berhasil ketiduran di dalam bathup.
“Aleee”
Ceklek
Ceklek
Ceklek
Seseorang mencoba membuka pintu kamar gadis itu tapi, nihil pintunya di kunci.
“Ambil kunci cadangan” Ucap Greg pada salah satu pelayannya.
“Si*lan, apa yang dilakukan gadis itu di dalam?” Gumam Greg, mondar-mandir menunggu pelayan mengambil kunci.
“KENAPA LAMA SEKALI” Teriak Greg tidak sabar, menunggu.
“I-Ini tuan” Pelayan itu berlari tunggang langgang dan memberikan kunci cadangan kamar itu
Dengan cekatan Greg membukanya dan tidak menemukan Aleycia di kamarnya. Lelaki itu lari ke dalam, di walk in closet tidak ada tapi, kamar di kamar mandi?
“Yak, gadis bodoh” Greg berlari saat melihat Aleycia sudah tenggalam separuh wajah di dalam bathup.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments
Natasia Wang
yg sudah mule bucin
2025-01-14
0