Lily Rangley

“Kak, aku takut” Ucap Lily pada Greg.

Ya, Lily adalah adik dari Greg Rangley. Gadis itu terus menangis sembari memeluk lengan kakaknya. Dia terbangun dari mimpi buruknya tentang malam itu, untungya Greg masih disana menemaninya. Sudah lewat dari 10 hari pemerk*saan Lily terjadi, gadis itu rutin ke psikolog bersama sang kakak tapi, rupanya masih tidak menghilangkan ketakutannya dengan apa yang sudah di lewati.

“Tidak apa-apa, kau sudah aman” Sahut Greg, mengelus rambut Lily dengan lembut.

Setelah sedikit tenang, Lily menatap kakaknya lama, “Kenapa hm?” Tanya Greg.

“Aku mau masuk kerja part time, di club kakak” Ucap Lily.

Greg langsung memasang wajah datar, “Malah mau bekerja di club? Bukankah akan semakin berbahaya hm?” Jawabnya.

“Hanya ingin menyibukkan diri. Bukankah disana aku bisa dijaga oleh karyawan yang lain?” Jawab Lily.

Huh

Greg tidak bergeming, masih mengelus rambut Lily lembut.

“Fokus saja dengan kuliahmu, yaa” Sahut Greg.

“Kaaaak” Rengek Lily, matanya terlihat berbinar-binar, lucu sekali.

Sedangkan Greg hanya terus memandang adiknya gemas tapi, juga enggan memberikan izin untuk adiknya bekerja.

“Kakak masih mampu mencukupi kehidupanmu hm, kuliah dulu lalu boleh bekerja, oke?” Ucap Greg, mencoba memberikan pengertian kepada Lily.

“Boleh yaaaaa”

Tidak mengindahkan ucapan kakaknya, Lily hanya terus memasang wajah imutnya, dimana dia tau bahwa itu adalah kelemahan kakaknya.

Huh

Greg menarik napasnya dalam, “Baiklah tapi, harus bersama degan bodyguard. Kakak tidak mau mengorbankan keselamatanmu lagi jika harus kemana-kemana sendiri”

Lily langsung terlihat lemas, “Masa kerja harus pake bodyguard?” Rengeknya.

“Tidak sayang, biar dijaga dari jauh ya. Kalau tidak mau, tidak boleh bekerja” Sahut Greg.

Akhirnya, mereka membuat perjanjian itu secara tidak tertulis. Menyisakan senyum merekah dari Lily sebelum akhirnya tidur ditemani Greg sebelum akhirnya lelaki itu pergi ke kamarnya sendiri.

...***...

Aleycia memasuki club dimana ia bekerja, setelah menguras pikiran di kampus, sekarang ia harus menguras tenaga untuk bekerja.

Dia adalah sebatang kara, keluarganya mati terbunuh, meninggalkan dia seorang.

“Selamat malam” Sapa Aleycia pada teman-temannya.

“Selamat malam, Ale” Jawab beberapa di antara mereka.

Rupanya Aleycia sudah mulai akrab dengan orang-orang baru di sekitarnya, gadis itu juga mendapati Lily seorang diri yang sedang berkutat mengelap gelas.

“Hai” Sapa Aleycia.

Sontak Lily menoleh, siapakah yang berani menyapa dirinya?

“Halo” Jawab Lily dengan senyum sumringah.

“Barista baru?” Tanya Aleycia.

Seluruh karyawan yang ada di tempat itu hanya mampu terdiam dengan wajah sedikit takut akan sikap berani Aleycia kepada adik dari tuan mereka, Greg Rangley.

“Ya, aku senang akhirnya ada yang menyapaku dengan ramah disini. Sejak tadi, mereka terus menunduk hormat padaku, padahal aku kan juga sama-sama pelayan seperti mereka disini” Omel Lily pada Aleycia.

Rupanya, sejak tadi tidak ada yang berani mendekati Lily layaknya seorang teman, mereka mungkin merasa segan kepada gadis itu.

Aleycia tersenyum kecil sebagai jawaban, “Ayo aku bantu” Ucap Aleycia sembari mengambil kain lap yang lain.

Mereka bercengkrama, kadang juga bercanda, sama sekali tidak ada kecanggungan di antara keduanya.

Nyatanya, Aleycia tidak tau jika Lily adalah adik dari Greg, dia juga tidak mau tau perihal latar belakang keluarga gadis itu. Menurutnya, ketika Lily berada di sana bersamanya, itu berarti drajat sosial Lily sama dengannya, sama-sama karyawan di club itu.

...***...

Greg terus mengawasi layar komputernya dimana itu tersambung dengan CCTV club sejak Lily menginjakkan kaki di club-nya tadi. Melihat sang adik akhirnya bisa kembali tersenyum dengan cerah setelah kejadian beberapa hari lalu, membuat hatinya merasa menghangat.

Terlihat dua gadis yang bisa saja seusia itu sedang bersiap untuk pulang, sedangkan Greg masih sibuk dengan berkas-berkas di atas mejanya.

“Aleycia…” Gumam Greg, melihat bagaimana gadis itu begitu santai menghadapi Lily tidak urung menarik atensi Greg padanya.

Drrrt

Drrrt

Drrrt

Ponsel Greg berbunyi, lelaki itu pun segera beranjak dan mengangkat panggilan itu menjauh dari meja kerjanya.

Sedang di sisi lain yang masih terlihat dari CCTV di luar club,…

BRAK

Terpopuler

Comments

nobita

nobita

tulisannya rapi... alur ceritanya apik... jadi penasaran pengen lanjut baca...

2023-06-28

0

Ester Nelwan

Ester Nelwan

lnjuut

2022-01-24

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!