“Apa pelakunya sudah tertangkap?” Tanya Abey.
Gadis itu melirik sebentar, terlihat bagaimana Aleycia disampingnya menahan tangis menceritakan tragedi mengerikan yang terjadi di keluarganya.
“Tidak. Daddy digorok hingga kepalanya hampir putus, mommy diamputasi, sedangkan Edrick ditusuk tepat di dadanya. Seharusnya pelakunya mudah ditemukan tapi, tidak ditemukan sidik jari siapapun, CCTV pun hari itu mati semua. Tidak ada saksi mata juga disana, saat kejadian itu semua masih dalam jam operasional kerja dan jam operasional sekolah. Rumah itu jua dibangun kedap suara di seluruh ruangannya”
“Apa polisi tidak mencurigai siapapun?” Tanya Abey.
“Kelompok dengan logo kupu-kupu, polisi menemukan logo itu di lengan mommyku” Jawab Aleycia.
Gadis itu mengepalkan tangannya, “Katanya itu adalah sekelompok grup yang memang kejam. Bahkan polisi sering menemukan logo itu pada kasus pembunuhan mengerikan lainnya dan berakhir kasus tersebut di tutup karena bahkan polisi tidak memiliki kebaranian melawan mereka”
Saat itu juga Aleycia meluncurkan air matanya, “Aku bersumpah akan menemukan siapa pembunuh keluargaku, bahkan jika aku harus mempertaruhkan nyawaku”
Ditengah isak tangisnya, Aleycia bisa merasakan punggungnya diusap halus oleh Abey.
“Semoga kau bisa keluar dari sini agar kau bisa menemukan pelakunya” Ucap Abey sambil tersenyum.
Sebenarnya gadis itu pun tidak yakin jika Aleycia bisa keluar dengan selamat dari mansion mewah yang menurut Abey adalah penjara neraka.
“Terimakasih Abey” Ucap Aleycia.
“Hari mulai petang, kembalilah ke tempatmu. Jangan sampai saat tuan Greg datang kau masih belum ada di sana”
Aleycia menganguk, mereka akhirnya berpisah pada persimpangan, dimana Aleycia berada di masion utama sedangkan Abey berada di bangunan yang berbeda.
...***...
Saat memasuki mansion utama, Aleycia melihat sebuah pemandangan dimana Greg sedang menghajar seorang wanita?
“Hey, aku mengandung anakmu hiks hiks” Wanita itu berteriak histeris, tidak lama kemudian Greg menjambak rambut wanita tersebut lalu sengaja melemparnya lagi hingga kepalanya mungkin terbentur lantai? Terlihat darah segar mengalir di dahi wanita tersebut.
“Hiks Hiks”
Mungkin sudah tidak memiliki tenaga, wanita itu hanya bisa menangis memegang perutnya yang sedikit membuncit.
“Kau itu seorang jal*ng aku meragukan janin siapa yang kau kandung itu. Hey, sudah berapa lelaki yang sudah menjamah tubuhmu? Kenapa kau lari padaku?”
“Nyatanya memang begitu Greg hiks. Terakhir kali aku bersamamu” Ucapnya lemah.
Greg saat itu langsung menyerang wanita itu lagi, mencekik leher wanitanya hingga wanita itu tertidur di lantai.
“Apa menurutmu aku percaya? Apa kau pikir aku tidak tau semuanya?” Ucap Greg semakin mencengkram leher wanita dibawahnya.
“Apa kau ingin lehermu ini patah di mansion ini hm?”
Tapi sepertinya wanita itu tidak memiliki rasa takut.
“T-tapi,…”
Plak
Sebuah tamparan keras terdengar di penjuru mansion. “TUTUP MULUT BUSUKMU ITU SAMPAH”
Aleycia tidak tahan, bagaimana mungkin seorang lelaki berlaku begitu kasarnya pada wanita? Wanita hamil pula. Apa greg benar-benar tidak memiliki hati?
Gadis itu melihat darah merembes dari paha wanita yang sedang dihajar oleh Greg.
Gila
Pikir Aleycia, gadis itu segera lari. Tidak peduli dengan konsekuensi yang mungkin didapat jika mencampuri urusan Greg Rangley.
“Hey, kaparat sekali kau sebagai lelaki” Ucap Aleycia dengan angkuh.
“Minggir” Ucap Greg dengan nada rendah. Menandakan dirinya mungkin masih bisa mengendalikan diri untuk Aleycia.
“Tidak mau, apa kau tidak lihat dia mengalami pendarahan. Aku mau menolongnya” Ucap Aleycia dengan nada tingginya.
“MINGGIR ALEYCIA DELWYN” Teriak Greg saat itu juga.
Tapi, Aleycia tetaplah Aleycia. Wanita itu bisa mati jika tidak segera di tolong. Gadis itu tetap melangkah mendekati wanita tersebut.
Plak
Sebuah tamparan berhasil melayang di pipi Aleycia tapi, gadis itu tidak peduli dan malah mengatakan, “Nanti saja menghukumku, biarkan aku membawanya ke rumah sakit dulu” Ucapnya keras.
Sedangkan Greg berhenti dengan aksinya, menyeringai pelan “Baiklah jika itu maumu” Sahut Greg.
“Antarkan mereka” Lanjutnya pada seseorang di belakangnya lalu pergi berjalan ke lantai dua.
Tap
Tap
Tap
Suara langkah kakinya terdengar merdu dan berirama.
Sesaat masih hening hingga Aleycia berkata, “Apa yang kalian tunggu? Ayo bantu aku mengangkatnya”
Saat berada di mobil Aleycia terus mengajak wanita itu berbicara.
“Hey, katakan siapa namamu” Ucap Aleycia.
“Perutku sakit sekali” Jawabnya.
“Baiklah, jangan memejamkan matamu okey, kau tidak boleh memejamkan matamu sebelum sampai di rumah sakit. Mengerti?” Ucap Aleycia lagi.
“Tapi aku tidak tahan”
“Tidak boleh, kau harus kuat. Tolong dengarkan saja aku berceloteh tapi jangan tertidur. Sebentar lagi kita akan sampai” Aleycia terlihat begitu panik disana.
Akhirnya gadis itu terus berceloteh sampai tiba di rumah sakit. Dia berhasil membuat wanita itu terus tersadar.
Sesaat setelah wanita itu diturunkan para bodyguard menghentikan Aleycia untuk ikut ke dalam.
“Anda harus segera pulang nona. Tuan Greg tidak mengizinkannya”
“Tapi dia di dalam dengan siapa?” Sanggah Aleycia.
“Dia akan diatasi dengan baik, sebaiknya anda mempersiapkan diri anda sendiri sekarang” Ucap sang bodyguard lalu mengunci pintu mobil, berputar arah kembali ke mansion Greg Rangley.
Ditengah perjalanan, hanya ada keheningan.
Aleycia sibuk dengan pikirannya sendiri, dia mana menyadari ucapannya tadi.
Hukuman apa yang akan dia terima setelah ini?
Bagaimana jika nyawanya melayang di tangan Greg Rangley sebelum dirinya menemukan pelaku pembantaian keluarganya?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments
nobita
Alycia gadis yg pemberani.. aku jd salut...
2023-06-28
0