Tidak ada yang terjadi malam itu, Greg langsung keluar dari kamar Aleycia daripada memunculkan amarahnya pada bocah tengil itu.
“Huh, kemarin aku masih selamat. Entah apa yang akan terjadi jika dia mengikuti naluri iblisnya” Gumam Aleycia sambil mengepel lantai.
Hari ini dia tidak ada kelas jadi, gadis itu menuntaskan tugasnya tanpa terburu-buru. Ingat, Riana datang sebagai seorang budak di sana, nasib baik Greg memberikannya uang saku selama dia kuliah.
“Kau sedang membicarakan siapa?” Tanya seseorang dari belakangnya.
“Tuan muda Greg Rangley. Aku sangat bersyukur semalam tidak di terkam oleh singa jantan itu, aku mungkin benar-benar akan kehilangan jiwaku jika sampai dia menyerangku tadi malam” Racau Aleycia tanpa melihat siapa pemilik suara itu.
“Oh, jadi seperti ini jika kau berada di belakangku? Menggerutuiku sambil bekerja gini?”
Glup
Sepertinya Aleycia akan kenyang hanya dengan menelan salivanya sendiri setiap hari. Gadis itu langsung membalikkan tubuhnya, tersenyum tanpa dosa, menunjukkan deretan gigi rapinya.
“A-Anu tuan, a-aku tidak sengaja. Tadi itu hanya asal ceplos, memang mulutku ini sedikit kurang ajar, maafkan aku” Ucap Aleycia sambil menepuk-nepuk mulutnya, memberikan hukuman untuk bibir mengilnya itu.
Tanpa aba-aba, Greg tiba-tiba menyeret Aleycia mendekat dan ******* bibir Aleycia pelan.
“Pasti bibirmu kesakitan jika di tampar-tampar begitu, aku hanya mencoba mengobatinya” Ucap Greg setelah ci*man mereka terlepas.
Si*lan, dia terus mencari kesempatan dalam kesempitan. Batin Aleycia, menatap Greg kesal.
“Apa sarapanku sudah siap?” Tanya Greg.
“Sudah. Aku sudah menyiapkannya di meja makan, tuan. Selamat menikmati” Ucap Aleycia, menundukkan badanyya hormat, tidak mau lagi membuat kesalahan ceroboh.
“Ya sudah, lanjutkan pekerjaanmu” Sahut Greg, lalu meninggalkan Aleycia yang masih mematung di tempatnya.
“Huh, aku selamat” Gumam Aleycia, mengelus dadanya lega.
...***...
Sore itu Aleycia terlihat merenung di bangku taman, sejak masuk kuliah gadis itu jarang melihat Abey.
“Pak, aku jarang sekali melihat Abey. Dia kemana?” Tanya Aleycia pada salah satu tukang kebun yang sedang merapikan bunga di dekatnya.
“Oh, dia di pindahkan di mansion bawah tanah, nona” Jawab bapak tukang kebun.
“Yah, padahal aku ingin sekali bercerita dengannya. Jika kata anak jaman sekarang, aku sedang galau. Di kampus aku tidak memiliki teman, satu-satunya yang menjadi temanku hanya Abey tapi, dia juga do jauhkan denganku” Gumam Aleycia, menatap hamparan bunga di depannya dengan sendu.
Sedangkan bapak tukang kebun, mana tau harus merespon apa. Tentu saja dia tidak mau banyak berurusan dengan nona muda di hadapannya, siapa yang mau di tindas Greg Rangley hanya karena terlihat mengobrol dengan gadis pilihannya.
“Aku ingin teman cerita” Gumam Aleycia lagi, kali ini dia membuka ponselnya untuk mengusir rasa bosan.
Dimana-mana sedang hangat berita tentang pertunangan Dhea dengan Rendra. Aleycia langsung menyesal melihat ponselnya, dengan cepat dia menutup ponselnya lagi.
“Pak, aku masuk dulu ya” Pamit Aleycia. Gadis itu melangkahkan kakinya gontai menuju rumah mewah yang bisa di bilang sepi itu.
“Tidak usah memasak makan malam, ikut aku ke ruanganku”
Suara berat itu berhasil membuat Aleycia terlonjak kaget, tentu saja Aleycia melihat pemilik suara itu dengan tatapan melototnya. Ingat! Itu karena kaget, bukan sengaja.
“Kau mengagetkanku” Ucap Aleycia.
“Aku tidak mengagetkanmu, nada bicaraku biasa, kau saja yang banyak melamun” Ucap Greg.
Dia melihat raut wajah Aleycia yang kusut, seperti baju yang belum di setrika.
“Ikut aku ke atas” Ucap Greg lalu membalikkan tubuh, mendahului Aleycia ke ruangannya.
Kali ini Aleycia lebih fokus, tidak ingin menabrak dada bidang itu lagi seperti yang pernah terjadi kapan hari.
“Kenapa?” Tanya Greg to the point, bahkan saat Aleycia masih berjalan setelah menutup pintu ruangan.
“Apanya?” Tanya Aleycia bingung.
“Wajahmu seperti baju kotor yang di tumpuk di keranjang, kusut” Ucap Greg sarkas.
Cih, baju kotor kusut katanya?
“Tidak apa-apa” Jawab Aleycia.
“Kau sudah melihat berita tentang kekasihmu?” Tanya Greg.
Nah, Aleycia langsung mengangkat wajahnya, melihat lelaki di depannya dengan tatapan sendu.
Ya itu yang membuat wajahku kusut seperti cucian kotor di keranjang tuan, aku kesal dengan lelaki yang sempat menjadi kekasihku itu, apa aku harus membiarkanmu memenggal kepalanya? Batin Aleycia sambil menatap Greg.
“Jangan menatapku begitu” Ucap Greg menyadari tatapan Aleycia adalah tatapan kesedihan dan kemarahan tapi, itu kan bukan dirinya objeknya.
“Aku sudah melihatnya” Ucap Aleycia lemah.
Greg lalu menghempaskan sebuah undangan di meja. Terlihat jelas disana nama Dhea Harley dan juga Rendra Gideon. Aleycia langsung menyambar undangan itu, memastikan matanya tidak rabun dengan nama yang tertera di sana.
“Mau datang bersamaku? Atau mau menghancurkan mantan kekasih dan juga pembully-mu itu?” Tanya Greg pada Aleycia, membuat sebuah penawaran yang cukup menarik, bukan?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments
Natasia Wang
ikutlah biar melongo n iri si pecun dhea k elu, lu bs dtg sma musisi yg lbh terkenal drpd rendra biar rendra juga mupeng wkwkwwk pembalasan bgs. Paling dhea beralih ngejar² Greg nti trs si rendra nyesel pas lu dtg tu brubah jd lbh cantik n elegan n glamor donk
2025-01-14
0
nobita
penawaran yg bagus Alecya... pilih yg kedua duanya
2023-06-28
1