Kami saling bertatapan. Suasana hening sejenak.
"Ada apa?" tanyaku ragu-ragu.
"Jangan menertawakanku kalau aku bertanya oke..." kata Shin sambil menggaruk kepalanya.
Aku mengangguk. Apa yang ingin ditanyakan oleh orang ini?
Wajah Shin langsung berubah serius. "Apa aku tidak menarik?"
Uhuk! Aku langsung tersedak!
Bagaimana....bagaimana mungkin Shin menanyakan pertanyaan aneh seperti itu? Apakah otaknya rusak?
"Apa maksudmu....?"
"Aku serius. Bagaimana pendapatmu tentangku? Apakah aku sangat buruk?" kata Shin serius.
Kelihatannya orang ini serius. Kenapa dia bertanya hal seperti ini?
"Emmm...Kau bukan orang yang buruk"
"Lalu masalah menarik atau tidak, kau pasti menyadarinya bukan? Para gadis menempel padamu seperti lebah yang menginginkan madu..."
"Lalu, kenapa kau bersikap acuh padaku?"
Uhuk! Aku tersedak lagi....
Dia benar-benar mengajukan pertanyaan yang bisa membuat orang salah paham! Aku benar-benar malu....
Apa dia mulai menyukaiku, yeah ~
"Tunggu dulu, jangan salah paham" sela Shin saat melihat wajah Nana memerah.
"Maksudku menanyakan hal ini padamu, karena kau adalah subjek khusus. Kau dan gadis miskin itu berbeda dari yang lainnya. jadi aku benar-benar ingin tahu pendapat kalian tentangku"
"....."
haa~ aku menghela napas.
"Pertama, aku tidak suka sikapmu yang sok dingin itu" kataku sambil melipat lenganku.
"Kedua, aku tidak suka sikapmu yang datar, tidak antusias dan cuek. Benar-benar tidak menghargai orang lain"
"Ketiga, kau sering mengangguku bersama Darwin, aku tidak suka itu!"
"Aku tidak pernah menganggumu!" bantah Shin langsung.
"Nah, lihat kan! Aku tidak suka sikapmu yang seperti ini, hmph!" kataku sambil membalikkan wajahku menghadap keluar jendela.
"...." suasana menjadi hening.
Pak sopir di depan sesekali menggerakkan bola matanya ke arah kaca mobil untuk melihat keadaan dua orang itu.
'Mereka itu saling menggoda atau saling menganggu?' pikir pak sopir itu.
'Tuan muda benar-benar tidak bisa menggoda wanita' pikirnya sambil menggelengkan kepala, kecewa.
"Apakah aku memang seburuk itu?" Shin bertanya lagi dengan nada lirih.
Aku melihatnya. Wajah Shin menunduk sedih dan matanya berkaca-kaca. Eh? Apa perkataanku sekejam itu sampai membuatnya sesedih ini?
"Kau...tidak buruk" kataku menatapnya serius. "Hanya sikapmu saja yang bermasalah"
Aku mencoba menghiburnya. "Kau punya banyak kelebihan kau tahu. Kau tampan, kaya, pintar, dikagumi, punya jiwa kepemimpinan" kataku menyebutkannya satu per satu sambil menggerakan jari-jariku.
Shin langsung menoleh.
"Benarkah?"
Aku melihatnya. Matanya berbinar seperti anak kecil saat menatapku.
'Ada apa ini??' pekikku dalam hati, syok. Ada apa dengan tokoh utama yang dingin dan tampan ini? Kenapa dia membuat wajah menyedihkan seperti itu? Kenapa dia terlihat seperti bocah kecil?
"Ada apa denganmu?" tanyaku sambil mengernyitkan kening. "Kenapa kau tiba-tiba ingin bertanya pendapatku?"
"...." Dia tidak menjawab.
Tapi secara perlahan dia membuka mulutnya. "Aku...Aku ingin memperbaiki diriku sendiri. Aku tidak tahu apa yang salah. Tapi yang pasti, semua yang kulakukan selalu salah. Ibuku selalu menganggapku tidak mampu, meremehkanku. Dia bahkan bilang bahwa aku anak yang buruk. Tidak bisa dibandingkan dengan kakakku. Kakakku lebih baik dalam segala hal. Padahal aku selalu berusaha untuk membuatnya bangga. Aku berusaha belajar agar memperoleh peringkat tinggi, walaupun aku tidak bisa menyaingi kakakku. Aku selalu bersikap dewasa, tidak menunjukkan sikap manjaku, agar aku bisa bangga menghadapi orang lain. Membanggakan ibuku. Tapi...semua yang kulakukan selalu salah. Apakah aku seburuk itu? Aku benar-benar tidak tahu. Di luar mansion, semua orang bersikap baik dan memujiku. Semua anak perempuan mengejarku. Tapi saat di dalam mansion, aku benar-benar dianggap...sampah..." jelas Shin panjang lebar. Dia tidak tahu mengapa dia bisa menceritakan seluruh isi hatinya pada gadis di sampingnya. Ada apa dengan dirinya?
Ah! Aku tahu ini! Di dalam komik, hubungan Shin dengan ibunya memang tidak baik. Mereka selalu berselisih. Dan perselisihan semakin memuncak saat ibunya tahu bahwa dia menyukai gadis biasa. Dia benar-benar dimarahi bahkan diusir. Ibunya juga beberapa kali menghampiri Rin untuk menjauhi Shin. Bahkan menyewa beberapa orang untuk mencelakai Rin. Dia benar-benar ciri-ciri seorang ibu yang jahat!
Tapi, ada alasan dibalik semua itu...
Aku juga baru tahu, saat aku selesai membaca komiknya. Ibunya bersikap ketat seperti itu terhadap anak-anaknya, karena dia ingin anak-anaknya mandiri.
Dia pernah ditinggal oleh suaminya, saat masih muda. Suaminya pergi dengan selingkuhan lainnya. Dalam keadaan terpuruk seperti itu, terjadi bencana lainnya. Perusahaannya terancam bangkrut karena penggelapan dana yang dilakukan oleh suaminya. Akhirnya, dengan berbagai macam usaha, dia berhasil menyelamatkan usahanya. Bahkan membuat perusahaannya semakin kaya dan berkembang. Dan semenjak itu dia benci orang miskin. Suaminya yang tidak punya apa-apa itu mengambil uangnya demi lari dengan wanita lain. Meninggalkan dia dan anak-anaknya.
Ada rahasia yang tidak pernah Shin ketahui. Shin selama ini merasa bahwa dia dibandingkan dengan kakaknya. Bahwa kakaknya lebih baik. Tapi dia tidak tahu bahwa ibu mereka memperlakukan mereka dengan adil!
Saat bersama Shin, Ibunya akan memuji kakaknya. Dan saat bersama sang kakak, sang Ibu akan memuji Shin. Sang ibu melakukan itu demi memperkuat mental anaknya untuk terus bekerja keras.
Intinya, semua ini akan terungkap di akhir cerita. Dan itu adalah momen yang menyedihkan....
'Apakah aku sudah gila? Menceritakan rahasia terdalamku pada orang baru dikenal?' pikir Shin sambil memperhatikan wajah Nana.
"Yah...aku tidak tahu bagaimana menaggapinya. Tapi kau bukan orang yang buruk kok" kataku serius.
"Jangan memikirkan hal yang buruk. Teruslah bekerja keras"
"..."
Mobil yang kami kendarai berhenti. Aku langsung membuka pintu mobil. "Sampai nanti" Dan melangkah keluar.
Tapi, tiba-tiba Shin memegang tanganku. "Jangan beritahu siapa-siapa tentang hari ini..." sahutnya lirih dengan wajah malu-malu.
'Kyaaa!' dalam hati aku menjerit.
Dia benar-benar imut! Sudah kuduga dari pria tampan ah~
"Tentu saja" jawabku sambil mengangguk. Lalu keluar dari mobil dan mulai masuk ke dalam mansion.
***
Mobil Shin masih tertinggal di depan mansion Nana. Dia terus menatap punggung gadis kecil itu sampai perlahan bayangan gadis itu menghilang dari penglihatannya.
'Kelihatannya aku harus intropeksi diri....Aku harus memperbaiki tindakanku' pikir Shin serius.
"Pak, jalan"
Sopir itu langsung menggoyangkan setir mobil
BRUM! Mobil itu melaju pergi, meninggalkan mansion di belakangnya
****
Bantu up ratinggg T.T
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments
꧁◇࿌ེེྂ_Pasulow_࿌ེེྂ◇꧂
Cowo kawaii aadalah tipe ku, bukan berarti cilos ya atau apalah itu nama nya lupa
2021-01-02
0
Nayyara
kak up lagi dong ?
kok lama banget up nya....
kak 🆙🆙🆙🆙🆙🆙🆙🆙🆙....
semangat ....
km nunggu kakak up....
2020-03-14
2
Riri~
kpn up lgi sii kakk??
2020-03-12
3