"Halo, cowok tampan" sapaku dengan nada menggoda sambil melambaikan tangan.
Ben melihat adiknya yang berdiri di dekatnya. raut wajah berubah kesal.
"Kenapa kau kemari?" tanyanya dengan nada tidak peduli. Kemudian, kembali menyesap anggur di tangannya.
"Tidak asik!" Aku merenggut kesal. "Kenapa aku harus punya kakak yang tidak bisa diajak bercanda sih"
"...."
Ben tidak mempedulikan adiknya. Dia terus menyesap anggur sambil menatap ke depan.
Aku langsung maju ke depan, menghalangi pandangannya. Aku kesal karena dia terus mengabaikanku. Kenapa pria tampan di komik ini sangat tidak normal?
"Hei kak, kau sudah punya pacar?" tanyaku mengubah topik pembicaraan.
Gulp! Uhuk! Ben batuk kecil.
Dia hampir tersedak karena pertanyaan adik kecilnya.
"Kenapa kau menanyakan itu?"
"Ayolah kakak~ kau sudah tidak muda lagi" kataku dengan nada menggoda. "Apa kau mau bernasib sama dengan paman Andrian?"
"......" kakakku tidak menjawab.
Dia mendekatiku, dan langsung menjitak kepalaku.
"Ouch!" aku meringis kesakitan sambil memegang keningku. "Apa-apaan sih..." rengutkku kesal dengan wajah cemberut.
"Sebelum kau bertanya padaku, kau harus bertanya pada dirimu sendiri" kata kakakku sambil melihatku dengan mata meremehkan.
"Apa maksudmu!" kataku tidak terima.
Aku membusungkan dadaku tinggi-tinggi dan berkata dengan percaya diri " Aku ini cantik, aku bisa mendapatkan banyak pacar"
Ben tersenyum sinis "Siapa yang mau dengan gadis bodoh sepertimu" ejeknya.
Urat-urat kekesalan muncul di kepalaku. Tapi aku menahan amarahku.
"Aku benar-benar bertanya loh kak, apa kau punya pacar?" tanyaku lagi dengan wajah serius.
"...." kakakku tidak menjawab. Sampai akhirnya dia menggeleng pelan.
"Ahhh...tidak mungkin! Kakakku tidak laku!" kataku kaget.
Ben kesal dengan perkataan adiknya. Dia ingin mengusir gadis berisik di depannya. Tapi dia sangat menyanyangi adiknya, tidak mungkin dia berani mengusirnya.
Dia selalu bersikap dingin di depan Nana karena dia sangat risih dengan suara Nana yang terus menerus ada di pikirannya.
'Aku perlu merekatkan mulutnya" pikir Ben sambil mengamati Nana yang masih mengoceh.
"Bukan urusanmu" katanya kemudian.
"Kak, apa kau suka gadis berkacamata mata? Tipe gadis kesukaanmu seperti apa?"
"Aku tidak menyukai tipe apa pun" jawab Ben datar.
Setelah mendengar jawaban kakakku, aku yakin bahwa dia tidak dekat dengan gadis mana pun. Lagipula dengan sikapnya yang dingin itu, sangat sulit untuk mendapatkan pacar. Walaupun aku yakin ada beberapa wanita yang mendekatinya karena tertarik dengan uangnya.
Aku sesekali melirik ke belakang, memperhatikan gadis lugu yang sedari tadi melirik kakakku. Saat aku memperhatikannya, gadis itu juga menatapku. Kami bertatapan selama tiga detik. Kemudian, gadis itu mengalihkan tatapannya dan kepalanya menunduk.
Hmmm, gadis itu tidak buruk. Wajahnya cukup imutt. Apa aku harus menjadi perantara jodoh agar kakakku bisa mendapatkan pacar?
"Kakak, kalau aku memilihkanmu wanita bagaimana?"
Tangan Ben bergerak cepat, lalu menjitak kepala Nana untuk kedua kalinya. "Jangan bicara sembarangan."
"Au" aku menjerit lagi sambil memegang keningku.
Kenapa kakakku sangat suka menyentil keningku?
"Aku tidak mau gadis yang kau pilihkan bodoh sepertimu" katanya lagi.
"Cih! Aku mendoakanmu agar kau mendapat jodoh sepertiku" bentakku kesal sambil menghentakkan kaki.
Saat kami asik berdebat dan saling mengejek, tiba-tiba sebuah suara lirih menghentikan perdebatan kami.
"Ma...maaf..."
Gadis berkacamata yang kelihatan mencolok itu menghampiri kami sambil menundukkan kepalanya.
"Ada apa?" tanyaku.
"Tuan itu....menjatuhkan ini" kata wanita itu sambil menunjukkan sebuah bros.
Ben langsung melirik dadanya. Bros yang sering dikaitkannya di kerah jas telah menghilang.
"Terima kasih" kata Ben sambil menerima bros itu lalu mengaitkannya ke tempat asalnya.
"Oh?" aku menaikkan alisku.
Apa aku salah paham? Gadis itu terus melirik kakakku karena ingin mengembalikan barang yang jatuh? Bukan karena dia tertarik?
Cih, gagal sudah rencanaku untuk menjadi perantara jodoh.
Tapi aku tidak akan menyerah!
Saat gadis lugu itu akan berbalik pergi aku langsung menghentikannya.
"kakak" seruku sambil menarik tangannya. "Sebagai rasa terima kasih, bagaimana kalau minum bersama kami" aku menawarkannya untuk mengobrol bersama.
Ben melirik adiknya.
'Sangat jarang dia bersikap seperti ini'
Dia merasa adiknya merencanakan sesuatu yang aneh.
Gadis berkacamata itu agak ragu, sebelum menganggukkan kepalanya dengan pelan.
Aku langsung menariknya duduk berdampingan dengan kakakku. Sementara aku duduk di depan, berhadapan dengan mereka.
"Kakak cantik siapa namamu?" tanyaku memulai topik pembicaraan.
Gadis itu menunduk malu dan menjawab dengan terbata-bata "Namaku...Gi...na"
"Oh? Kak Gina. Perkenalkan, aku Nana, lalu orang dingin disampingmu itu kakakku, Ben"
Gadis bernama Gina itu mengangguk lalu menatap kakakku diam-diam. Aku sangat bersemangat. Apakah Gina tertarik pada kakakku? Tapi harapanku pupus....
Aku memperhatikan tubuh Gina itu sesekali bergetar saat dia melihat kakakku?
'Jangan-jangan dia...ketakutan' aku melonggo tak percaya.
Gina tampaknya ketakutan dan panik saat duduk berdampingan dengan kakakku. Yah, itu wajar saja. Selama ini kakakku selalu mengeluarkan aura dingin yang memberi isyarat 'jangan dekati aku'. Sehingga orang yang baru melihatnya pasti merasa waspada. Apalagi gadis yang tampak lemah sepertinya.
"Haa~" aku hanya bisa menghela napas. Aku gagal menjadi malaikat cinta karena tidak ada satu pun dari kedua belah pihak yang tertarik.
"Kak Gina, boleh aku minta nomormu?" tanyaku langsung.
Gina mengangguk dan memberitahu nomor ponselnya. Aku segera menyimpannya di ponselku.
"Kak Ben, kau harus menyimpan nomornya juga. Ingat hutangmu, dia sudah membantumu"
Gina langsung tersentak mendengar perkataan Nana. "Ti...tidak perlu"
"Baiklah" kata Ben tidak peduli. Dia langsung mengeluarkan ponselnya dan menyimpan nomor gadis itu.
Setelah itu aku terus menanyai gadis itu. Aku menanyakan berapa umurnya. Apa hobinya. Dimana dia bekerja. Apa yang dia sukai. Makanan apa yang dia minati. Aku bertanya berbagai macam hal. Sementara kakakku hanya mengamati dari samping.
Gina adalah gadis berumur 20 tahun, lebih muda 4 tahun dari kakakku. Dia lulusan Universitas di desa kecil. Dia datang ke pesta ini karena ajakan temannya. Kasusnya mirip dengan Rin. Hobinya memasak. Dia suka kucing. Dia suka makan apa pun, tidak pemilih. Saat ini sedang mencari pekerjaan di ibukota. Tapi dia belum menemukannya.
"Ah, kebetulan sekali. Kakakku sedang mencari sekretaris di perusahaannya" kataku langsung.
Mata Ben membelalak kaget.
Kapan dia mencari sekretaris? Dia tidak membuka lowongan apa pun di perusahaannya. Dan juga dia sudah punya sekretaris. Apa-apaan adiknya ini? Dia benar-benar ingin sekali memukul bokong gadis ini sebagai hukumannya.
"Benarkah?" tanya Gina lirih.
"Aku tidak...." Ben tidak jadi menyelesaikan perkataannya setelah melihat wajah gadis di sampingnya. Wajah gadis itu penuh harapan, dia tidak tega mengatakan yang sebenarnya.
"Yah, aku butuh sekretaris tambahan..." kata Ben lirih.
Gina menundukkan kepalanya "Terima kasih".
Ben mengangguk. Lalu menoleh dan menatap Nana dengan tajam.
'Tunggu saja kau saat di rumah. Aku tidak akan memberimu uang saku lagi' pikir Ben benci saat melihat adiknya yang sedang cengengesan.
Saat bertemu mata dengan kakakku, aku bergidik ngeri karena tatapan tajamnya.
Apa aku berbuat kesalahan? Tidak mungkin!
'Aku sedang membantu kakakku' pikirku yakin. 'Aku membantu kakakku untuk menikah dan mencarikan calon ipar yang baik. Dia pasti akan memberiku imbalan setelah ini' pikirku percaya diri.
***
Bagi para pembaca tolong bantu up ratingnya dong 😭😭
klik aja tanda bintang, lalu klik bintang 5 biar ratingnya cepat ke up 😁
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments
meihan
cerewet. suka
2023-05-12
0
Ida Blado
gk suka dg sigat nana yg terlalu mencampuri urusan org lain,tnp tahi atau tanya kondisi org tersebut seperti apa
2022-01-31
0
Dorkas
sumpah Thor aku suka banget sama sifat Nana. kayak beda dari yg lain. ini novel yg aku suka. semangattt Thor..
masing-masing viewer memang punya favorit masing-masing. dan aku suka sifat nana dan kekonyolan nya
2021-10-14
0