Bintang

"Aku akan menggantinya. Jangan memikirkan apa pun lagi. Selesaikan peekerjaanmu" kataku berusaha meyakinkan Rin.

Rin menatapku sebentar dengan mata ragunya, lalu perlahan mengangguk kecil.

Aku hanya membalasnya dengan senyum kecil lalu pergi meninggalkan tempat itu.

Sesekali aku menoleh untuk melihat makanan di belakangku. Aku menyesal, hanya karena semua godaan ini aku jatuh dalam kemalangan. Aku melihat semua makanan itu dengan prihatin dan membuat janji untuk diriku sendiri, bahwa tidak akan mengulangi hal seperti ini lagi.

Aku berjalan kembali sambil sesekali menghela napas.

Di depan, aku melihat balkon terbuka yang lumayan besar, cukup untuk memuat belasan orang. Aku ingin menenangkan pikiran. Aku kira udara luar juga tidak buruk. Setidaknya bisa meredakan sesak yang kurasakan karena keramaian pesta.

Saat kakiku melangkah di balkon, angin sepoi-sepoi langsung menerpa wajahku. Angin lembut itu melewatiku dan membuat rambutku melambai kebelkang. Hmmm, ini nyaman. Tanpa sadar aku menutup mataku, menikmati setiap angin yang lewat. Dengan kaki yang perlahan melangkah maju ke tengah balkon.

Aku perlahan membuka mataku. Lalu pandanganku mulai mengamati sekitar. Dan aku menemukan sesuatu yang tidak terduga di sudut balkon. Ada seorang pria yang menyandarkan dirinya di balkon sambil memejamkan matanya dengan nyaman.

Eh? Aku kelihatannya mengenali orang itu? Bukankah itu Feno? ML keempat?

Apa yang dilakukan orang itu disini? Hmm... aku pernah mendengar bahwa Feno tidak suka keramaian, jadi dia juga suka menghindari pesta dan pergi ke tempat seperti ini.

'Dia benar-benar tampan' pikirku dengan mata berbinar.

Di dalam komik, Feno digambarkan sebagai karakter yang protektif dan kasar. Tapi, sosok yang kulihat hari ini sangat jauh dari karakter itu. Rambut hitamnya tertiup angin dan melambai kecil. Matanya tertutup dan bulu mata lentiknya bergetar sesekali.

'Sungguh indah~' aku hanya bisa menganguminya. Ini benar-benar dunia fantasi karena visual mereka benar-benar tidak nyata.

Heee....tidak apa-apakah aku melihat pemandangan ini gratis? Ini keberuntunganku bukan? Akhirnya dewi keberuntungan itu menganugerahkan berkatnya padaku!

Tapi pemandangan itu hanya berlangsung sebentar!

Tiba-tiba Feno langsung membuka matanya, mengalihkan pandangannya dan menatapku!

Kami saling bertatapan. Ini terjadi hanya dalam beberapa detik!

Tungguuu....aku benar-benar tidak siap. Aku dengan cepat mengalihkan pandanganku.  Cepat, cepat, ayo cepat, aku harus cepat-cepat pergi dari sini. Kaki kecilku sudah melangkah perlahan. Tapi....

"Tunggu" suara dingin Feno bergema di seluruh balkon. "Kau, berhenti"

Aku menghentikan kakiku. Aku masih menundukkan kepalaku karena aku tidak berani melihat ekspresinya. Aku tahu bagaimana karakter Feno dalam komik itu. Dia adalah perwujudan kaisar iblis, karakternya sangat kejam. Dan dia sangat suka berkelahi. Dia tidak membeda-bedakan musuhnya, baik itu laki-laki atau pun perempuan. Dia akan menghancurkannya sampai ke akar. Hanya pemeran utama wanita yang menjadi pengecualian!

"Mendekat" perintahnya.

Aku melangkahkan kakiku pelan-pelan mendekatinya.

Setelah kami hanya terpisah jarak beberapa sentimeter, suasana menjadi hening sebentar.

"Kenapa kau mengamatiku?" suara itu memecah keheningan.

"Apa?" kataku kaget, refleks langsung mengangkat kepalaku.

Mata kami saling bertatapan lagi.

Uaah...lebih tampan saat dilihat dari dekat.

"Tidak...aku tidak mengamatimu..." kataku tergagap. "Aku hanya tidak sengaja memandangmu...karena tidak ada orang lain disini"

Feno menyipitkan matanya. Wajahnya berubah dingin.

Eh? Apa aku salah bicara? Kenapa situasinya semakin tidak baik?

"Kenapa kau kemari?" tanyanya sinis.

"Apa? Kenapa aku kemari? Aku hanya jalan-jalan dan menemukan tempat ini"

"Tidak masuk akal! Kenapa kau mengamatiku?" bantahnya.

'Kau yang tidak masuk akal, dasar cowok dingin!!' bentakku dalam hati.

"Aku tidak mengamatimu, aku, aku....aku mengamati bintang.." jawabku bodoh. "Aku sedang ingin jalan-jalan mencari angin dan aku ingin mengamati bintang, bukan melihatmu" jelasku mencampur fakta dan kebohongan.

Feno mengangkat alisnya. "Oh? Bintang?" serunya mengejek.

"Ya, bintang"

"Aku ingin melihat bintang yang indah..."

Belum sempat aku menyelesaikan perkataanku, Feno tiba-tiba mengangkat tangannya dan menunjuk ke atas langit. "Lihat, kalau kau tidak buta" sahutnya dingin.

Aku mengadahkan kepalaku ke atas, dan yang kulihat adalah langit gelap gulita. Aku ketahuan kalau berbohong! Bagaimana aku bisa bodoh seperti ini? DI perkotaan sangat jarang bisa melihat bintang, kau hanya bisa melihat bintang di daerah pegunungan, desa atau pun hutan karena belum terpengaruh modernisasi dan polusi.

"Tidak ada satu pun bintang. Sekarang kau harus jujur padaku" kata Feno semakin dingin. Dia mengeluarkan aura menyeramkan dan perlahan semakin dekat padaku.

Tiba-tiba dia meraih daguku "Aku menemukan ada banyak gadis sepertimu disekelilingku. Apa tujuanmu? Kau ingin mematai-mataiku? Kau ingin menggodaku? Apa yang kau rencanakan?" katanya perlahan sambil tersenyum sinis.

"Aku tidak merencanakan apa pun!" bentakku sambil menepis tangannya dari daguku. "Jangan salah paham, aku tidak bermaksud mematai-mataimu dan menggodamu"

"Lalu, kenapa kau berbohong? Kenapa kau berbohong ingin melihat bintang dan mengamatiku?"

"Aku tidak berbohong" aku menunjuknya. "Kau adalah bintang itu wahai pria tidak dikenal. Aku terpikat sejenak dengan pesonamu karena itu aku memandangmu" kataku bodoh dengan nada puitis.

"Tapi jangan salah paham ya, aku tidak bermaksud untuk menggodamu. Aku bahkan tidak mengenalmu"

Aku sudah jujur sekarang. Bukankah sudah beres.

Tapi kenapa aku merasa suasana semakin menyeramkan?

Kenapa aura Feno semakin dingin?

Ohhh, tuhan apa aku membuat kesalahan lagi? Bukan maksudku kali ini mulutku yang membuat kesalahan.

Mulut bodoh ini, aku benar-benar ingin menghancurkan kebodohannya, hiks.

Aku hanya bisa menatap langit dengan mata sendu. 'Halo dewa yang sudah memindahkanku. Aku mohon beri aku keselamatan kali ini. Dan beri keberuntungan lebih banyak.' aku berdoa dalam hati.

Kali ini aku hanya bisa pasrah dan berharap, semoga tidak terjadi sesuatu yang mengenaskan...

****

Haloo, para readerss, tolong dibantu up ratingnya yaa...tinggal tekan ikon bintang aja, lalu beri bintang 5 biar ratingnya cepat ke up, cmiw~

Terpopuler

Comments

meihan

meihan

kocak

2023-05-12

0

Nayyara Sofia

Nayyara Sofia

aku sukaa 😍😁😁

2022-05-03

0

Angga

Angga

wkwkkwk.. terhibur..

2021-06-02

0

lihat semua
Episodes
1 Ritual yang Salah
2 Saint Love
3 Adegan Pertama
4 Penyambutan Siswa Baru
5 Kelas
6 Undangan
7 Pesta
8 Keberuntungan Buruk
9 Tabunganku
10 Bintang
11 Feno
12 Calon Kakak Ipar?
13 Terlambat
14 Sopir 1
15 Sopir 2
16 Pertemuan
17 Siapa yang mengantarku?
18 Intropeksi Diri
19 Teman
20 Tugas Kelompok (1)
21 Tugas Kelompok (2)
22 Acara dimulai
23 Akhir Tugas Kelompok
24 Event Lagi
25 Feno dan Shin (1)
26 Feno dan Shin (2)
27 Aku Harap Ada Event Untukku T.T
28 Keseharian Shin: Masalah
29 Keseharian Shin: Sepeda
30 Belajar
31 Belajar Bersama
32 Rin dan Ken
33 Grup Chat
34 Gara-gara Rumus
35 Rencana ke Rumah Shin
36 Di dalam Mobil
37 Rumah Shin
38 Shin
39 Shin (2)
40 Tidak Terduga
41 Mengumumkan Pertunangan
42 Mengumumkan Pertunangan (2)
43 Menguping
44 Karakter Utama Wanita Lainnya
45 POV Rin
46 POV Rin (2)
47 Rin dan Ken (2)
48 Berita Pertunangan
49 Berita Pertunangan (2)
50 Kunjungan Shin
51 Kunjungan Shin (2)
52 Ujian
53 Terjebak
54 Pengumuman Update
55 Kepala Sekolah
56 Rencana yang Gagal
57 Menghabiskan Waktu Bersama
58 Menghabiskan Waktu Bersama (2)
59 Menghabiskan Waktu Bersama (3)
60 Menghabiskan Waktu Bersama (4)
61 Hasil Ujian
62 Rencana Liburan
63 Kapal Pesiar
64 Kamar
65 Perkelahian di Meja Makan
66 Pura-pura Sakit
67 Apa yang terjadi Malam itu?
68 Pulau Kirin
69 Rencana Lista
70 Pesta Barbeque
71 Pesta Barbeque 2
72 Shin dan Darwin
73 Pantai
74 Voli Pantai
75 Kemalangan
76 Suapan dan Foto
77 Aku Tidak Membencimu
78 Bimbang
79 Surfing
80 Uji Keberanian
81 Hasil Undian yang Buruk
82 Kita Tidak Baik-baik Saja
83 Apa Aku akan Mati?
84 Menghilang
85 Pelukan
86 Pelaku
87 Kembali
88 Hukuman
89 Liburan Rin
90 Quality Time with Friend
91 Quality Time with Friend (2)
92 Kenapa Bertemu Dia dari Sekian Banyak Orang?
93 Rencana Feno
94 Uang yang Hilang
95 Shin Menginap
96 Kamera Pengintai
97 Accidentaly Kiss
98 Rencana Pertunangan
99 Pertemuan Tak Terduga saat Jalan-jalan
100 Wajah Bodoh
101 Cincin Pertunangan
102 Rencana Jahat
103 Gaun Pertunangan
104 Gaun Pertunangan (2)
Episodes

Updated 104 Episodes

1
Ritual yang Salah
2
Saint Love
3
Adegan Pertama
4
Penyambutan Siswa Baru
5
Kelas
6
Undangan
7
Pesta
8
Keberuntungan Buruk
9
Tabunganku
10
Bintang
11
Feno
12
Calon Kakak Ipar?
13
Terlambat
14
Sopir 1
15
Sopir 2
16
Pertemuan
17
Siapa yang mengantarku?
18
Intropeksi Diri
19
Teman
20
Tugas Kelompok (1)
21
Tugas Kelompok (2)
22
Acara dimulai
23
Akhir Tugas Kelompok
24
Event Lagi
25
Feno dan Shin (1)
26
Feno dan Shin (2)
27
Aku Harap Ada Event Untukku T.T
28
Keseharian Shin: Masalah
29
Keseharian Shin: Sepeda
30
Belajar
31
Belajar Bersama
32
Rin dan Ken
33
Grup Chat
34
Gara-gara Rumus
35
Rencana ke Rumah Shin
36
Di dalam Mobil
37
Rumah Shin
38
Shin
39
Shin (2)
40
Tidak Terduga
41
Mengumumkan Pertunangan
42
Mengumumkan Pertunangan (2)
43
Menguping
44
Karakter Utama Wanita Lainnya
45
POV Rin
46
POV Rin (2)
47
Rin dan Ken (2)
48
Berita Pertunangan
49
Berita Pertunangan (2)
50
Kunjungan Shin
51
Kunjungan Shin (2)
52
Ujian
53
Terjebak
54
Pengumuman Update
55
Kepala Sekolah
56
Rencana yang Gagal
57
Menghabiskan Waktu Bersama
58
Menghabiskan Waktu Bersama (2)
59
Menghabiskan Waktu Bersama (3)
60
Menghabiskan Waktu Bersama (4)
61
Hasil Ujian
62
Rencana Liburan
63
Kapal Pesiar
64
Kamar
65
Perkelahian di Meja Makan
66
Pura-pura Sakit
67
Apa yang terjadi Malam itu?
68
Pulau Kirin
69
Rencana Lista
70
Pesta Barbeque
71
Pesta Barbeque 2
72
Shin dan Darwin
73
Pantai
74
Voli Pantai
75
Kemalangan
76
Suapan dan Foto
77
Aku Tidak Membencimu
78
Bimbang
79
Surfing
80
Uji Keberanian
81
Hasil Undian yang Buruk
82
Kita Tidak Baik-baik Saja
83
Apa Aku akan Mati?
84
Menghilang
85
Pelukan
86
Pelaku
87
Kembali
88
Hukuman
89
Liburan Rin
90
Quality Time with Friend
91
Quality Time with Friend (2)
92
Kenapa Bertemu Dia dari Sekian Banyak Orang?
93
Rencana Feno
94
Uang yang Hilang
95
Shin Menginap
96
Kamera Pengintai
97
Accidentaly Kiss
98
Rencana Pertunangan
99
Pertemuan Tak Terduga saat Jalan-jalan
100
Wajah Bodoh
101
Cincin Pertunangan
102
Rencana Jahat
103
Gaun Pertunangan
104
Gaun Pertunangan (2)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!