Aku segera menuju gedung aula.
Kenapa?
Tentu saja acara penyambutan untuk siswa baru.
Setiap sekolah melakukan nya saat awal tahun pertama, biasa dibilang itu tradisi.
Saat itu kalau aku tidak salah, Rin, sebagai perwakilan siswa baru, ( karena nilainya tertinggi ) akan memberikan kata sambutan.
Aku sudah sampai di dalam gedung. Gedung itu sangat penuh. Lalu aku menjulurkan kepalaku, mencari tempat kosong.
Ah!
Aku melihat satu bangku kosong di barisan tengah.
Aku cepat-cepat melewati kerumunan, dan duduk di bangku itu.
"Haaah, akhirnya duduk" kataku sambil bersandar malas. Posisiku saat ini memalukan. Bersandar nyaman dengan kaki sedikit mengangkang. Tapi tenang saja, tidak ada yang mengenaliku, jadi aku bertingkah sangat santai disini.
Acara nya baru dimulai. Kepala sekolah yang pertama kali memberikan sambutan. Lalu berganti dengan orang lainnya yang tidak kukenal.
"Uwahhh membosankann~ hoam" gumamku sambil menguap. Aku jadi mengantuk.
Jujur saja aku kurang suka acara utama yang banyak pidato seperti ini. Aku lebih suka kalau mereka memberi beberapa pertunjukan komedi, tapi itu tidak mungkin.
Rasa kantuk makin lama makin berat. Aku perlahan menutup mataku dan kehilangan kesadaranku. Yah, aku ketiduran.
***.
"Sambutan perwakilan dari siwa baru, Rin Illia " suara Mc itu bergema di telinga ku.
Aku Dengan cepat membuka mata.
Yeah, sambutan tokoh utama.
Aku berpikir acaranya sebentar lagi selesai karena ini sudah acara terakhir.
Aku tidak sadar kalau aku menarik kepalaku dari Sebuah sandaran di sampingku.
Siapa?
Wuahh gawattt!!!
Aku ketiduran, lalu kepalaku kesamping dan mengenai seseorang.
Aku yakin dia pasti terganggu karena kepalaku bersandar padanya. Jadi aku menoleh ke samping dan melihat seseorang. wajahnya tertutup topi yang dikenakan nya.
"Aku minta maaaf..." kataku gugup. "Maaf...aku ketiduran, benar-benar tidak sengaja mengarahkan kepalaku padamu" kataku dengan kepala menunduk.
Tapi pihak lain tetap diam.
"Wah, kau sungguh berani nona" suara yang agak imut tiba-tiba berbunyi.
Aku menoleh dan melihat pria berambut pirang di samping pria bertopi itu. Pria itu sangat tampan
Eh? Tidak asing?
Darwin? ML ketiga?
Kalau itu Darwin berarti pria bertopi ini....Shin?
"Temanku ini fobia kebersihan. Dan kau mengotori nya. Walaupun tidak lama, tapi kepalamu menyentuhnya selama beberapa menit"
"Darwin, sapu tangan" kata suara disamping nya dengan dingin sambil membuka topinya. Menampakkan sesosok pria tampan berambut hitam.
Itu benar-benar Shinnn!!
Aku benar-benar tidak tahu, aku duduk disamping Shin dan Darwin!
Aku tidak tahu ini hal yang baik atau buruk. Tapi untuk sekarang, ini hal yang burukk!!
"Aku minta maaf" kataku lagi sambil menundukkan kepala. "Maaf..."
Tapi, Shin tetap diam tak mempedulikan ku.
Darwin langsung memberikannya sapu tangan, Shin langsung mengambilnya dan menggunakan nya untuk mengelap bahunya.
Aku benar-benar bingung. Dia mengelap seperti itu, memangnya bisa bersih ya?
"Disinfektan" kata Shin tiba-tiba .
Buh! Aku tersedak.
Sampai memakai disinfektan, aku tidak sekotor itu tau. Walaupun aku jarang mandi. Tapi tadi pagi aku mandi dan tubuhku masih wangi!
Dia bahkan tidak bertindak seperti ini di depan Rin (tokoh utama) dan Lista (Tokoh antagonis).
Darwin mengeluarkan botol kecil disinfektan dan memberikan nya pada Shin sambil bertanya dengan bingung "Apa perlu ini segala bro?" tanyanya bingung.
Shin menyemprotkan disinfektan pada bahunya. "Air liurnya mengotori bajuku" jawab Shin langsung.
Duar! Aku merasa petir langsung menyambar pikiran ku.
Air liur?
Aku benar-benar mengeluarkan air liur dan itu mengenainya.
Oh tuhan, aku kenapa? Aku ingin menangis.
Ini hari pertama, tapi aku sudah membuat masalah. Kenapaaa???
"Aku benar-benar minta...maaf..." kataku kagi dengan suara semakin mengecil.
"Bro, kasihan kelinci kecil itu. Maafkan saja. Lagipula dia tidak sengaja" bujuk Darwin.
Shin melirikku dengan mata dinginnya. "Huh" dengusnya.
"Oke, nona. Dia sudah memaafkanmu" kata Darwin langsung.
Bagaimana mungkin sebuah dengusan itu artinya dia memaafkan ku??
Apa itu bahasa isyarat, yang hanya diketahui mereka saja?
Uh, ya sudahlah, yang penting dia memaafkan ku kan??
"terima kasih..." kataku pelan.
Prok Prok Prok
suara tepuk tangan berbunyi tiba-tiba.
Eh? Acaranya sudah selesai?
Hah... akhirnya aku bisa pergi dari sini.
Saat aku akan bangkit berdiri...
"Pria brengsek!!!" suara teriakan Rin menggelegar. Dia menghampiri kami dengan marah. "Pria brengsek!! Ambil cekmu kembali dan minta maaf padaku!!"
Uh, masalah lain. Aku harus pergi dan mengamatinya dari jauh.
Tapi tiba-tiba seseorang memegang lenganku. Aku menoleh dan ternyata itu Shin! Kenapa?
"Urus gadis itu, maka aku akan memaafkan mu" kata Shin dingin.
Uwahhh....aku dalam masalah lainnya...Rin semakin mendekat. Dia membawa cek itu di tangannya. "****!!! Brengsek!! Karena kau kaya kau seenaknya merendahkan ku hah!" teriak Rin.
Shin tetap diam. Darwin mengamati sambil sesekali tersenyum.
" Sepeda itu sangat berharga tahu!! Sebanyak apa pun uangmu, tidak akan bisa menggantinya!!!" teriak Rin lagi.
Shin tetap diam.
"Anuu...nona..." kataku dengan terbata-bata.
Rin menoleh padaku "Uh, maaf aku berteriak di dekat mu..." kata Rin merasa bersalah saat melihatku.
"Uh... tidak nona...tdak apa-apa" kataku. Aku masih berusaha untuk berpikir. Berpikir bagaimana menyelesaikan masalah ini!
Lalu aku mendekat kan kepalaku pada Rin dan berbisik "Maaf nona. Orang ini ada sedikit kelainan mental. Jadi percuma saja kau bertingkah seperti itu. Aku tadi tidak sengaja menyentuhnya, dan dia langsung menyemprotkan disinfektan" kataku sambil sesekali melirik Shin.
Rin terdiam. Dia melirik botol disinfektan kecil ditangan Shin "Benarkah...?" gumam nya.
"Iya nona. Kau menghabiskan suaramu kalau berteriak terus padanya. Lebih baik cari cara lain untuk balas dendam" kataku "Dia itu sudah menyebalkan dari sananya"
"Uhmmm" Rin berpikir sebentar sambil menatap tajam Shin. Lalu dia meletakkan cek itu ditanganku. "Ya sudah, aku pergi. Berikan ini kepadanya!!" katanya. "Dasar tidak waras" gerutunya sambil menatap Shin dengan jijik. Lalu melangkah pergi.
Aku menatap cek itu.
Ada nominal sepuluh juta tertulis di atasnya. Wow lumayan banyak.
Aku berusaha menyerahkan nya pada Shin "Ini punyamu. Aku sudah menyelesaikan tugasku" kataku.
Tapi Shin tak peduli. Dia bangkit berdiri dan meninggalkanku langsung dari tempat itu. Kenapa??
Kalau bukan pria tampan, aku pasti sudah menginjak-injaknya!
"Kau bisa menyimpannya nona" jawab Darwin dan ikut menyusul Shin.
Eh? Maksudnya cek ini untukku?
Hari pertama dan aku langsung dapat sepuluh juta?
Aku cengengesan melihat cek itu.
Aku tidak akan menolaknya. Ini awal mula dari tujuanku untuk mengumpulkan uang!
Nampaknya hari ini tidak sepenuhnya buruk hehehe.
***
Darwin melihat Nana dikejauhan. "Kelihatannya dia sangat senang dengan ceknya" kata Darwin.
Shin juga melihatnya. Dia melihat wajah bodohnya yang cengengesan sambil memegang cek itu "Dia tidak semiskin itu" kata Shin.
Ya, Shin tahu Nana tidak miskin.
Lihat saja barang dan tas yang dipakainya. Itu dari brand terkenal. Nominalnya bisa mencapai belasan juta. Berbeda dengan Rin. Tapi kenapa dia sangat senang hanya dengan uang sepuluh juta?
"Hahaha nona itu menarik" kata Darwin sambil tertawa. "Semoga saja kita bertemu lagi dengannya"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments
meihan
yg karakter nana lucu
2023-05-12
0
Dorkas
suka Nana gak keras kepala orangnya. aku suka kayak gini. yg gak bikin masalah tapi santai ae
2021-10-14
0
kambing terbang
kamu kasih aku uang 10 rb aku aja udah heppy
bisa beli batagor, beli es, beli gorengan
2021-02-23
6