Bel pulang berbunyi.
Aku segera mengambil tasku, dan menuju ke gerbang sekolah. Di depan gerbang, kakakku yang tampan sudah menunggu di dalam mobil.
"Bagaimana sekolahmu?" tanya kakakku saat melihatku duduk di kursi belakang.
"Tidak buruk" jawabku sambil merebahkan diri di kursi mobil.
"Sangat melelahkan" keluhku.
Kakakku mulai mengemudikan mobilnya menuju ke rumah. "Apakah tidak menyenangkan?" tanya kakakku, saat melihat adik satu-satunya tampak bad mood.
"Hmm...biasa saja, bukannya tidak menyenangkan" jawabku ambigu. "Hanya saja aku membuat kesalahan. Aku hanpir saja dihukum di hari pertama sekolah" jelasku
"Bagaimana kau bisa dihukum?"
"Aku lupa membawa buku hehehe..." kataku cengengesan. "Dan tidak ada yang mau meminjamkan buku padaku ..."kataku muram.
"....."
Suasana dalam mobil hening sesaat.
"Kau tidak perlu memikirkannya. Abaikan saja orang-orang yang mengabaikanmu" kata kakakku. Kata-katanya mengandung sedikit memotivasi.
"Aku memang tidak mau memikirkannya" jawabku langsung
Mereka hanya salah paham. Karena beberapa kesalahan sistem, aku jadi terlibat terlalu jauh. Tapi kesalahan sistem itu terjadi karena kesalahanku sendiri. Benar-benar bodoh!
Lain kali aku tidak akan ceroboh seperti itu. Aku akan memperhatikan cerita dari jauh. Aku berpikir tidak apa-apa menjadi pendukung. Aku bisa menjadi karakter aman yang melihat dari pojokan. Membuat cerita berjalan sesuai dengan alurnya. Aku tidak boleh melakukan hal menyimpang. Kecuali menjadi bawahan Lista. Aku tetap tidak akan melakukannya!
Beberapa menit kemudian, aku sudah tiba di rumahku. Rumahku ada di sebuah perumahan mewah yang penuh dengan villa-villa tingkat tiga. Bisa dibilang ini perumahan khusus orang kaya. Tapi perlu dicatat, walaupun keluargaku kaya, masih tidak sekaya para tokoh utama. Keluargaku termasuk dalam keluarga kaya biasa-biasa saja.
Saat aku menginjakkan kaki di dalam rumah, aku melihat pasangan wanita cantik dan pria tampan. Sayangnya mereka sudah paruh baya, jadi sedikit menurunkan aura mereka. Tapi tetap tidak bisa mengubah pandangan orang bahwa saat mereka muda, mereka adalah wanita cantik dan pria tampan.
Wanita itu mulai menghampiriku, saat dia melihatku. "Sudah pulang sayang" katanya sambil memelukku.
oh? Dia ibuku. Berarti yang itu ayahku.
Tn dan Ny Rent.
"Bagaimana sekolahmu?" tanya Ny. Rent penuh kasih.
"Hmmm...baik" jawabku datar.
"Maaf, kami tidak bisa pulang kemarin" kata Ny. Rent merasa bersalah.
"Tidak apa-apa Ma" kataku sambil memeluknya. "Aku sudah senang kalian pulang"
"Pasti kau senang karena ingin uang saku bukan" Tn. Rent langsung menimpali.
"Papa memang yang terbaik. Selalu tahu apa yang kuinginkan hehehe..." kataku sambil tersenyum licik. Aku memang membutuhkan uang saat ini. Aku ingin menabung. Kalau bisa aku juga ingin membuka usaha atau investasi, sehingga kedepannya aku bisa menggunakan uang itu untuk jalan-jalan keliling dunia ini. Aku benar-benar penasaran, kondisi di dunia novel ini benar-benar seperti di bumi. Hanya saja nama negaranya berbeda dan tidak jelas.
Kakakku langsung mengetuk kepalaku "Dasar kau ini! Berhentilah berbelanja dan menghabiskan uang. Bukannya kemarin sudah kuberi uang saku"
"Hee...Itukan dari kakak. Dari papa beda lagi. Kalau dapat dari mama hitungan nya juga beda" kataku tidak tahu malu. "Aku berhak menerima dari ketiga pihak kapan pun aku mau, aku kan belum berpenghasilan" kataku bangga.
"Dasar tak tahu malu. Mulai sekarang aku tidak mau memberimu uang saku lagi huh" kakak ku mendengus kesal
Aku langsung memeluknya. "Kakakku yang tampan. Aku minta maaf ~ Jangan terlantarkan aku oke~" kataku manja. Lalu aku melihat ibuku "Mama, kakak sudah mulai sombong sejak dia sudah jadi direktur ~"kataku lagi dengan wajah sedih.
"Kau benar-benar...."
"Sudah, sudah kalian berdua" ibuku langsung melerai.
"Mau kembali ke kantor lagi Ben?" tanya ibuku sambil menatap kakakku. "Jangan bekerja terlalu keras hingga lupa waktu. Kita ada undangan malam ini. Kau harus hadir juga. Jadi jangan lembur"
"Oke Bu. Aku akan pulang lebih awal" jawab kakak Ben. Lalu mulai kembali ke mobilnya dan melenggang pergi.
Aku langsung berdiri di samping ibuku. "Undangan apa Ma?"
"Salah satu rekan bisnis ayahmu mengadakan pesta penyambutan. Putranya akan membuka perusahaan baru. Jadi mereka mengadakan pesta untuk mengumpulkan rekan bisnis" jelas Ibuku.
Ohhh, aku tahu adegan ini.
Di dalam komik memang ada adegan ini di volume-volume awal.
Keempat tokoh utama pria akan ada di pesta. Karena Shin, Darwin dan Feno (ML keempat) memang anak orang kaya. Lalu Ken hadir di pesta karena dia merupakan salah satu investor terbesar perusahaan baru ini. Lalu tokoh antagonis Lista juga hadir, beserta Wina dan Yuna. Bahkan Rin juga hadir. Rin hadir karena dia mendapat undangan dari temannya untuk bekerja sebagai pelayan di pesta itu.
Eventnya dimulai saat Rin bertemu Shin lagi. Mereka saling berbincang, ditambah mulut Darwin yang agak melenceng, Rin menjadi bahan gosip lagi. Tapi semakin menjadi bahan gosip, Rin dan Shin semakin dekat. Shin tidak lagi memperlakukan Rin dengan acuh tak acuh, dia mulai memperlakukannya dengan normal.
Lista yang melihat adegan itu kembali cemburu. Cemburunya semakin menumpuk. Sehingga dia mulai menjebak Rin. Rin tertuduh mengacaukan pesta, karena merusak barang-barang. Padahal itu bukanlah ulahnya. Rin tidak akan mampu menggantinya dan Lista mulai mempermalukan nya. Hanya saja disitu Shin Langsung membantunya. Dia membayar semua ganti ruginya
Saat itu jugalah ML keempat (Feno) mulai tertarik pada Rin. Dia tertarik pada gadis yang menjadi perhatian saingannya, Shin. Saat itulah dia mulai mencoba mendekati Rin, tapi tidak serius hanya main-main. Sampai akhirnya, event pertukaran pelajar itu menjadi pemicunya, dia benar-benar menyukai Rin.
Huaa, saat aku kembali mengingat adegan di dalam komik, aku benar-benar tidak sabar. Aku benar-benar ingin melihat adegannya. Pasti sangat seru ~
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments
meihan
suka, nana yerlalu brsemangat
2023-05-12
0
🦆 Wega kwek kwek 🦆
𝒂𝒍𝒖𝒓𝒏𝒚𝒂 𝒌𝒆𝒕𝒆𝒃𝒂𝒌 𝒌𝒂𝒖 𝒏𝒂𝒏𝒂 𝒚𝒈 𝒂𝒌𝒂𝒏 𝒎𝒆𝒏𝒈𝒈𝒂𝒏𝒕𝒊𝒌𝒂𝒏 𝒓𝒊𝒏 𝒅𝒊 𝒃𝒖𝒍𝒍𝒚
2021-05-26
1
kambing terbang
memang menonton live action itu menyenangkan
apalagi yang di penuhi drama dan pertengkaran
hehe:)
2021-02-23
1