Tabunganku

"Baiklah, maaf atas gangguannya" sebuah suara tiba-tiba memecah keheningan yang terjadi. Itu suara Paman Andrian yang sedang berada di tengah aula.

Sang tuan rumah langsung menunduk meminta maaf "Para tamu sekalian silahkan lanjutkan pestanya"

Dia mengangkat tangannya sebagai aba-aba. Lalu belasan pelayan mulai muncul dari pintu belakang.

Para pelayan itu menghampiri kami. Dan langsung dengan cepat mengerjakan tugas mereka. Membersihkan serpihan kaca, minuman, dan merapikan meja makanan. Aku benar-benar kagum dengan para pelayan ini, yang sangat cepat dan cekatan dengan tugas mereka. Mereka benar-benar seperti robot pelayan.

Rin berdiri di samping, wajahnya tampak cemas. Aku langsung menghampirinya. Aku tahu hal yang menganggu pikirannya. "Tidak apa-apa" sahutku.

Rin langsung mengarahkan matanya padaku.

"Aku akan membayar ganti ruginya" kataku agak percaya diri. 'Serahkan saja pada kakakku dan ayahku hahaha.' aku tertawa dalam hati.

Walaupun aku tahu barang-barang ini mahal, aku tahu keluargaku juga mampu membayarnya.

"Siapa yang akan membayar ganti rugi?" suara dengan nada dingin menghapus angan-anganku.

Aku melihat kakakku berdiri di belakangku dengan tatapan sinisnya.

"Hahaha" aku tertawa cengengesan. "Kakak...ini tidak sengaja..." jawabku lirih.

Lalu aku melihat Tn. Rent dan Ny. Rent mendekat ke arahku dari kejauhan.

"Kau!" kata Tn. Rent geram. "Kalau ingin buat masalah, kenapa harus membuat masalah disini?" tanyanya menahan marah.

"Maaf... pa..." kataku takut. "Aku benar-benar tidak tahu. Itu kecelakaan. Aku sedang fokus menatap makanan itu jadi..."

"Bukan berarti kau tidak pernah makan itu sebelumnya kan?" potong ayahku langsung. "Aku bisa membelikanmu, jangan bertingkah seperti anak rakus"

Uuh, aku terdiam. Aku yang dulu belum pernah melihat makanan seperti ini. Aku berasal dari kalangan rakyat biasa oke, bukan dari kalangan orang kaya. Tapi aku tidak bisa menjawabnya, karena aku tahu, Nana yang asli, pasti menganggap semua ini biasa.

Aku bisa pura-pura menganggap semua barang mewah ini adalah hal yang biasa, tidak bersikap seperti orang udik. Tapi, aku benar-benar tidak tahan dengan makanan. Aku benar-benar tidak bisa menahan semua makanan yang terpampang di depanku dan bersikap bodoh. Maafkan aku~

Prinsip perut harus menjadi nomor satu ini benar-benar sudah mendarah daging, dan membawaku dalam kemalangan.

Tn. Rent memegang kepalanya frustasi. "Sudahlah. Aku akan meminta maaf pada Tn. Jen" Lalu membalikkan tubuhnya, menghampiri Pak tua Jen yang ada di tengah aula.

Ny. Rent melirik putrinya dengan mata menyipit, sebelum ikut menyusul suaminya.

"Tidakkk, pa...ma... maafkan aku.." aku berkata dengan nada lirih.

Lalu saat aku melihat kakakku akan pergi meninggalkanku juga aku langsung menegurnya. "Kak Ben, mau kemana?"

Kakakku hanya menatapku dengan serius. "Bukan urusanku" katanya singkat.

"Apa?" teriakku kaget. "Bagaimana dengan ganti ruginya?"

"Ganti sendiri" jawab kakakku ketus, lalu pergi meninggalkanku.

"Tidakk!!" aku meratap. "Bagaimana ini? Bagaimana membayarnya? Tabunganku....Tabunganku yang menyedihkan...tabunganku...hiks,hiks,hiks" aku terisak sambil berjongkok di sudut ruangan.

"No...nona.." tegur Rin khawatir. "Tidak apa-apa, aku akan membantumu membayar sebagian" katanya tidak yakin.

"Tidak perlu. Aku akan membayarnya, itu tidak seberapa. Hanya saja tabunganku yang malang, dia memang bernasib tragis, belum tumbuh dewasa sudah kembali menjadi bocah lagi hiks"

Entah kenapa Rin merasa dia ingin memukul kepala gadis di depannya. Gadis di depannya entah kenapa sangat menyebalkan saat dia berbicara.

"Halo, apa kabar gadis kecil?" sebuah suara ramah terngiang di telingaku. Aku melihat Ken berdiri di depanku.

Sontak, aku langsung melupakan keluhanku dan dengan antusias berdiri. "Baik-baik saja senior" jawabku sambil memberikan senyum terbaiku. Sambil berangan-angan bahwa itu akan memikat tokoh pria kedua. tapi itu hanya angan-angan oke. Tidak ada salahnya juga kan bermimpi, siapa tahu jadi kenyataan.

"Kenapa kau mengajak orang bodoh ini?" suara yang dingin tiba-tiba menimpali. Aku tahu itu milik siapa, aku melirik Shin dikejauhan mendekat kemari.

'Mengajak apa? Senior tampan ini belum mengajakku melakukan apapun?' pikirku. 'Apa jangan-jangan mengajak kencan? hehehe' aku sontak berkhayal lagi.

"Aku belum mengajaknya" jawab Ken. "Dan dia belum tentu mau. Tapi..." dia menatapku lekat-lekat. "Dari keluhannya tadi, nampaknya dia memerlukan ini. Bukankah tabunganmu tidak tumbuh?"

Aku menggaruk kepalaku malu. Kelihatannya Ken mendengar keluhanku tadi. "I..iya hehehe. Aku terlalu boros" jawabku kecewa.

"Aku ingin mengajakmu berinvestasi" kata Ken sambil tersenyum.

Oh? Aku ingat! Di dalam komik dijelaskan bahwa ken adalah investor utama dalam pembukaan perusahaan baru paman Andrian. Ternyata Ken sangat kaya. Tapi, di dalam komik dijelaskan bahwa pakaiannya tidak bermerek. Dan dia tinggal di apartemen yang besar tapi sederhana. Hmm, dia pria yang menyukai kesederhaan rupaya.

"Aku ikut. Bagaimana rencana investasinya?"

"Aku dan Shin ingin membuka perusahaan software baru" jelas Ken. "Kami membutuhkan beberapa investor. Aku sudah mengajak beberapa orang untuk menjadi investor" sahut Ken.

"Baiklah, aku ikut" kataku sambil mengangguk kecil.

"Oke, kami akan memberikan informasi lanjutannya nanti. Sampai bertemu lagi gadis kecil" ken tersenyum padaku sebelum membalikan badan pergi. Seketika, aku sedikit terkesima dengan senyum jantannya.

Haa~ aku menghela napas.

Andai saja aku bisa membuat pria tampan menjadi pacarku, itu pasti indah. Aku ingin harem yang penuh dengan pria tampan hehehe

Shin sedikit mengernyitkan keningnya saat dia melihat ekspresi gadis di depannya. "Benar-benar orang bodoh" sahutnya sarkatis, lalu pergi.

Cih, yang bodoh kan aku, jadi terserah. Aku tidak bermasalah juga dicap sebagai bodoh. Tapi kenapa dia yang sibuk? Padahal bukan urusannya juga kan hmph! Aku lebih suka senior Ken yang ramah. Apa-apaan bocah sarkatik itu, benar-benar tidak keren.

Aku melihat Rin yang dari tadi berdiri mematung di dekatku. Bagaimana bisa tokoh wanita yang baik dan polos ini bisa jatuh cinta pada pria sarkatik seperti itu?

Tanpa sadar, aku menggelengkan kepalaku. Benar-benar sangat disayangkan..sangat disayangkan....membuat stok wanita cantik yang baik menjadi cepat habis.

Aku kembali menatap Shin di kejauhan.

Pria sepertinya lebih cocok untuk Lista. Mereka sejalur, sangat berapi-api.

Eh? Tunggu! kelihatannya ada yang kelupaan?

Uwahh, aku ingat, even komik saat di pesta ini tidak terjadi bukan? gara-gara aku membuat kekacauan dengan menabrak Rin?

Hmmm, adegannya melenceng lagi?

***

Para readers tercinta, tolong dibantu up ratingnya ya. Tinggal tekan tanda bintang lalu berikan bintang 5 or 4, cmiw~

Terpopuler

Comments

meihan

meihan

geleng2 aku

2023-05-12

0

Ida Blado

Ida Blado

orang udik kalau punya ^tika pasti gk akan mempermalukan diri sendiri,apalagi org lain,,,, nah ini kelihatan bgt udah udik gk ada etika

2022-08-29

0

Zulvianti

Zulvianti

satu kata untukmu, 'menyedihkan, hahahahHahaha

2022-03-24

1

lihat semua
Episodes
1 Ritual yang Salah
2 Saint Love
3 Adegan Pertama
4 Penyambutan Siswa Baru
5 Kelas
6 Undangan
7 Pesta
8 Keberuntungan Buruk
9 Tabunganku
10 Bintang
11 Feno
12 Calon Kakak Ipar?
13 Terlambat
14 Sopir 1
15 Sopir 2
16 Pertemuan
17 Siapa yang mengantarku?
18 Intropeksi Diri
19 Teman
20 Tugas Kelompok (1)
21 Tugas Kelompok (2)
22 Acara dimulai
23 Akhir Tugas Kelompok
24 Event Lagi
25 Feno dan Shin (1)
26 Feno dan Shin (2)
27 Aku Harap Ada Event Untukku T.T
28 Keseharian Shin: Masalah
29 Keseharian Shin: Sepeda
30 Belajar
31 Belajar Bersama
32 Rin dan Ken
33 Grup Chat
34 Gara-gara Rumus
35 Rencana ke Rumah Shin
36 Di dalam Mobil
37 Rumah Shin
38 Shin
39 Shin (2)
40 Tidak Terduga
41 Mengumumkan Pertunangan
42 Mengumumkan Pertunangan (2)
43 Menguping
44 Karakter Utama Wanita Lainnya
45 POV Rin
46 POV Rin (2)
47 Rin dan Ken (2)
48 Berita Pertunangan
49 Berita Pertunangan (2)
50 Kunjungan Shin
51 Kunjungan Shin (2)
52 Ujian
53 Terjebak
54 Pengumuman Update
55 Kepala Sekolah
56 Rencana yang Gagal
57 Menghabiskan Waktu Bersama
58 Menghabiskan Waktu Bersama (2)
59 Menghabiskan Waktu Bersama (3)
60 Menghabiskan Waktu Bersama (4)
61 Hasil Ujian
62 Rencana Liburan
63 Kapal Pesiar
64 Kamar
65 Perkelahian di Meja Makan
66 Pura-pura Sakit
67 Apa yang terjadi Malam itu?
68 Pulau Kirin
69 Rencana Lista
70 Pesta Barbeque
71 Pesta Barbeque 2
72 Shin dan Darwin
73 Pantai
74 Voli Pantai
75 Kemalangan
76 Suapan dan Foto
77 Aku Tidak Membencimu
78 Bimbang
79 Surfing
80 Uji Keberanian
81 Hasil Undian yang Buruk
82 Kita Tidak Baik-baik Saja
83 Apa Aku akan Mati?
84 Menghilang
85 Pelukan
86 Pelaku
87 Kembali
88 Hukuman
89 Liburan Rin
90 Quality Time with Friend
91 Quality Time with Friend (2)
92 Kenapa Bertemu Dia dari Sekian Banyak Orang?
93 Rencana Feno
94 Uang yang Hilang
95 Shin Menginap
96 Kamera Pengintai
97 Accidentaly Kiss
98 Rencana Pertunangan
99 Pertemuan Tak Terduga saat Jalan-jalan
100 Wajah Bodoh
101 Cincin Pertunangan
102 Rencana Jahat
103 Gaun Pertunangan
104 Gaun Pertunangan (2)
Episodes

Updated 104 Episodes

1
Ritual yang Salah
2
Saint Love
3
Adegan Pertama
4
Penyambutan Siswa Baru
5
Kelas
6
Undangan
7
Pesta
8
Keberuntungan Buruk
9
Tabunganku
10
Bintang
11
Feno
12
Calon Kakak Ipar?
13
Terlambat
14
Sopir 1
15
Sopir 2
16
Pertemuan
17
Siapa yang mengantarku?
18
Intropeksi Diri
19
Teman
20
Tugas Kelompok (1)
21
Tugas Kelompok (2)
22
Acara dimulai
23
Akhir Tugas Kelompok
24
Event Lagi
25
Feno dan Shin (1)
26
Feno dan Shin (2)
27
Aku Harap Ada Event Untukku T.T
28
Keseharian Shin: Masalah
29
Keseharian Shin: Sepeda
30
Belajar
31
Belajar Bersama
32
Rin dan Ken
33
Grup Chat
34
Gara-gara Rumus
35
Rencana ke Rumah Shin
36
Di dalam Mobil
37
Rumah Shin
38
Shin
39
Shin (2)
40
Tidak Terduga
41
Mengumumkan Pertunangan
42
Mengumumkan Pertunangan (2)
43
Menguping
44
Karakter Utama Wanita Lainnya
45
POV Rin
46
POV Rin (2)
47
Rin dan Ken (2)
48
Berita Pertunangan
49
Berita Pertunangan (2)
50
Kunjungan Shin
51
Kunjungan Shin (2)
52
Ujian
53
Terjebak
54
Pengumuman Update
55
Kepala Sekolah
56
Rencana yang Gagal
57
Menghabiskan Waktu Bersama
58
Menghabiskan Waktu Bersama (2)
59
Menghabiskan Waktu Bersama (3)
60
Menghabiskan Waktu Bersama (4)
61
Hasil Ujian
62
Rencana Liburan
63
Kapal Pesiar
64
Kamar
65
Perkelahian di Meja Makan
66
Pura-pura Sakit
67
Apa yang terjadi Malam itu?
68
Pulau Kirin
69
Rencana Lista
70
Pesta Barbeque
71
Pesta Barbeque 2
72
Shin dan Darwin
73
Pantai
74
Voli Pantai
75
Kemalangan
76
Suapan dan Foto
77
Aku Tidak Membencimu
78
Bimbang
79
Surfing
80
Uji Keberanian
81
Hasil Undian yang Buruk
82
Kita Tidak Baik-baik Saja
83
Apa Aku akan Mati?
84
Menghilang
85
Pelukan
86
Pelaku
87
Kembali
88
Hukuman
89
Liburan Rin
90
Quality Time with Friend
91
Quality Time with Friend (2)
92
Kenapa Bertemu Dia dari Sekian Banyak Orang?
93
Rencana Feno
94
Uang yang Hilang
95
Shin Menginap
96
Kamera Pengintai
97
Accidentaly Kiss
98
Rencana Pertunangan
99
Pertemuan Tak Terduga saat Jalan-jalan
100
Wajah Bodoh
101
Cincin Pertunangan
102
Rencana Jahat
103
Gaun Pertunangan
104
Gaun Pertunangan (2)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!