Pesta

Pesta itu diadakan di salah satu gedung yang ada di pusat kota. Gedung itu sangat mewah dan penuh dengan berbagai macam barang-barang yang mengkilap. Nampak sekali bahwa segala hiasan dinding, perabotan dan alat-alat makannya berharga jutaan perbuahnya. Aku lumayan kaget saat memasuki tempat ini. Ini benar-benar dunia yang berbeda dari kehidupanku yang dulu. AKu sangat senang melihat seluruh tempat ini, tapi aku mengernyit ngeri ketika memikirkan berapa banyak biaya yang dikeluarkan.

Kalau ini adalah diriku yang dulu, aku pasti akan berlarian dan berteriak kagum. Tapi, aku yang sekarang memiliki latar belakang orang kaya, jadi walaupun aku terkejut, aku tetap memasang wajah poker, berusaha bersikap biasa saja. Padahal hatiku menjerit saat melihat semuanya. Aku takut aku tidak sengaja merusak barang, hiks...

Saat kami berempat memasuki gedung pesta, kami langsung menuju ke arah tuan rumah. Saat ini, tuan rumah sedang dikerumuni banyak orang.  Tuan rumah ini adalah seorang pria tua dengan rambut memutih dan wajah yang bijaksana serta putranya, seorang pemuda yang berummur tiga puluhan.

"Selamat, pak tua Jen" Ayahku memberikan senyum terbaiknya dan bersalaman dengan pria tua itu.

"Selamat juga Andrian" katanya kepada pemuda yang berdiri di samping pak tua Jen.

"Hahaha...terima kasih Tn. Rent" pak tua Jen menimpali sambil tersenyum ringan. Pak tua Jen sontak menggoyang tangan ayahku dengan antusias. Tampaknya dia tipe pria tua yang ramah dan konyol. Sangat berbeda dengan penampilannya yang cool dan bijaksana.

"Terima kasih Gerd, mohon bantuan untuk kedepannya" kata Andrian sambil memberi hormat pada ayahku.

"Hahaha...kami sangat menyambut kerja sama kita di masa depan" jawab ayahku sambil tersenyum ramah.

Pak tua Jen tiba-tiba mengalihkan pandangannya dari ayahku, dan mulai menatap kakakku dan aku.

"Hoo...anak-anakmu sudah besar rupanya. Benar-benar cantik dan tampan" katanya memuji.

"Terima kasih Tn. Jen" jawab Ben sambil memebri hormat.

Uwaahh, dia orang pertama yang memujiku setelah aku datang ke dunia ini. Tanpa sadar wajahku memerah malu.

Walaupun aku cukup percaya diri dan tak tahu malu menganggap diriku sendiri cantik. Tapi, kalau mendengarnya dari orang lain membuatkan merasa malu dan salah tingkah. Sayangnya, yang memuji hanyalah kakek-kakaek, bukan pria tampan T.T

"Terima...kasih Tn. Jen"

"Ha... sayangnya" pak tua Jen menghela napas.

"Anak ini sebentar lagi kepala empat, tapi tidak memiliki kekasih. Dia benar-benar tidak memberiku kesempatan untuk menggendong cucu" kata pak tua Jen sambil menatap Andrian benci.

"Hahaha..." Andrian hanya cengengesan sambil menggaruk kepalanya salah tingkah.

Ayahku pun ikut tertawa kecil dan ibuku tersenyum.

"Pa, aku mau kesana oke" suaraku memecah suasana. "Oke, oke?" aku merengek sambil menunjuk meja yang penuh dengan kue.

"Iya, iya" jawab ayahku. Kemudian, dia melanjutkan perbincangannya.

Saat aku menoleh ke belakang, aku juga melihat kakakku beralih ke tempat lain. Dan orang-orang tua kya lainnya mulai berdatangan untuk berbincang dengan ayahku dan pak tua Jen. Mereka mulai membentuk kelompok. Tampaknya pesta ini akan menjadi pertemuan bisnis.

***

Aku melihat kue-kue di depannku. Meja itu penuh dengan berbagai macam kue. Semua kelihatan enak dan menggiurkan. Benar-benar memanjakan mata. Aku berjalan pelan di sepanjang meja sambil mengamati kue-kue itu. Aku bingung mau memakan yang mana.

Walaupun aku bisa memakan semua kue yang aku inginkan, tapi aku harus menjaga imageku tahu. Jadi aku akan makan satu-satu secara perlahan, tapi tetap saja aku akan makan yang banyak. Aku hanya mencoba makan sedikit-sedikit agar terlihat elegan dan tidak terlihat seperti monster lapar. Aku harus fokus menjada image ku di depan pulik, agar pria tampan tertarik padaku hehehe...

Aku terus menyusuri meja dan tertarik saat melihat kue tart coklat kecil. Kue itu kelihatan sangat enak dengan panduan anggur dan jelly sebagai topingnya. Aku mencoba meraih kue itu tapi tiba-tiba bahuku menyentuh sesuatu dan...

TRANG!

Terdengar suara kaca pecah.

Aku menoleh kesamping dengan panik. Aku melihat Rin memasang wajah panik dengan nampan di atas tangannya. Lalu aku melihat ke lantai dan tampak gelas pecah berserakan menjadi serpihan-serpihan kecil.

Gawat! Aku benar-benar tidak sengaja menabrak Rin yang saat itu sedang bertugas sehingga barang yang dibawanya terjatuh.  Feeling tidak enakku tentang merusak barang benar-benar terjadi.

Bagaimana ini??

Karena suara kaca pecah itu, perhatian semua orang teralih ke arah kami. Aku takut-takut melirik kedepan, lalu melihat orang tuaku menatapku skeptis, kakakku menatapku dengan ekspresi datar, lalu aku juga bertatapan dengan Shin dan Darwin, dan tak terduga Lista menatap kami dengan senyum sinis.

Uwahhh!! Aku tamat. Aku benar-benar tamat. Aku ingin berteriak, melompat dan menjerit frustasi. Uarghh!!

Terpopuler

Comments

meihan

meihan

oh

2023-05-12

0

Ida Blado

Ida Blado

wong ndeso melu pesta yo kalap gk hati2,,,, ibaratnya org kampung kondanga dn jamuannya prasmanan,,, wow aji mumpunglah

2022-08-29

0

Ritasilviya

Ritasilviya

lanjut Thor

2020-11-12

0

lihat semua
Episodes
1 Ritual yang Salah
2 Saint Love
3 Adegan Pertama
4 Penyambutan Siswa Baru
5 Kelas
6 Undangan
7 Pesta
8 Keberuntungan Buruk
9 Tabunganku
10 Bintang
11 Feno
12 Calon Kakak Ipar?
13 Terlambat
14 Sopir 1
15 Sopir 2
16 Pertemuan
17 Siapa yang mengantarku?
18 Intropeksi Diri
19 Teman
20 Tugas Kelompok (1)
21 Tugas Kelompok (2)
22 Acara dimulai
23 Akhir Tugas Kelompok
24 Event Lagi
25 Feno dan Shin (1)
26 Feno dan Shin (2)
27 Aku Harap Ada Event Untukku T.T
28 Keseharian Shin: Masalah
29 Keseharian Shin: Sepeda
30 Belajar
31 Belajar Bersama
32 Rin dan Ken
33 Grup Chat
34 Gara-gara Rumus
35 Rencana ke Rumah Shin
36 Di dalam Mobil
37 Rumah Shin
38 Shin
39 Shin (2)
40 Tidak Terduga
41 Mengumumkan Pertunangan
42 Mengumumkan Pertunangan (2)
43 Menguping
44 Karakter Utama Wanita Lainnya
45 POV Rin
46 POV Rin (2)
47 Rin dan Ken (2)
48 Berita Pertunangan
49 Berita Pertunangan (2)
50 Kunjungan Shin
51 Kunjungan Shin (2)
52 Ujian
53 Terjebak
54 Pengumuman Update
55 Kepala Sekolah
56 Rencana yang Gagal
57 Menghabiskan Waktu Bersama
58 Menghabiskan Waktu Bersama (2)
59 Menghabiskan Waktu Bersama (3)
60 Menghabiskan Waktu Bersama (4)
61 Hasil Ujian
62 Rencana Liburan
63 Kapal Pesiar
64 Kamar
65 Perkelahian di Meja Makan
66 Pura-pura Sakit
67 Apa yang terjadi Malam itu?
68 Pulau Kirin
69 Rencana Lista
70 Pesta Barbeque
71 Pesta Barbeque 2
72 Shin dan Darwin
73 Pantai
74 Voli Pantai
75 Kemalangan
76 Suapan dan Foto
77 Aku Tidak Membencimu
78 Bimbang
79 Surfing
80 Uji Keberanian
81 Hasil Undian yang Buruk
82 Kita Tidak Baik-baik Saja
83 Apa Aku akan Mati?
84 Menghilang
85 Pelukan
86 Pelaku
87 Kembali
88 Hukuman
89 Liburan Rin
90 Quality Time with Friend
91 Quality Time with Friend (2)
92 Kenapa Bertemu Dia dari Sekian Banyak Orang?
93 Rencana Feno
94 Uang yang Hilang
95 Shin Menginap
96 Kamera Pengintai
97 Accidentaly Kiss
98 Rencana Pertunangan
99 Pertemuan Tak Terduga saat Jalan-jalan
100 Wajah Bodoh
101 Cincin Pertunangan
102 Rencana Jahat
103 Gaun Pertunangan
104 Gaun Pertunangan (2)
Episodes

Updated 104 Episodes

1
Ritual yang Salah
2
Saint Love
3
Adegan Pertama
4
Penyambutan Siswa Baru
5
Kelas
6
Undangan
7
Pesta
8
Keberuntungan Buruk
9
Tabunganku
10
Bintang
11
Feno
12
Calon Kakak Ipar?
13
Terlambat
14
Sopir 1
15
Sopir 2
16
Pertemuan
17
Siapa yang mengantarku?
18
Intropeksi Diri
19
Teman
20
Tugas Kelompok (1)
21
Tugas Kelompok (2)
22
Acara dimulai
23
Akhir Tugas Kelompok
24
Event Lagi
25
Feno dan Shin (1)
26
Feno dan Shin (2)
27
Aku Harap Ada Event Untukku T.T
28
Keseharian Shin: Masalah
29
Keseharian Shin: Sepeda
30
Belajar
31
Belajar Bersama
32
Rin dan Ken
33
Grup Chat
34
Gara-gara Rumus
35
Rencana ke Rumah Shin
36
Di dalam Mobil
37
Rumah Shin
38
Shin
39
Shin (2)
40
Tidak Terduga
41
Mengumumkan Pertunangan
42
Mengumumkan Pertunangan (2)
43
Menguping
44
Karakter Utama Wanita Lainnya
45
POV Rin
46
POV Rin (2)
47
Rin dan Ken (2)
48
Berita Pertunangan
49
Berita Pertunangan (2)
50
Kunjungan Shin
51
Kunjungan Shin (2)
52
Ujian
53
Terjebak
54
Pengumuman Update
55
Kepala Sekolah
56
Rencana yang Gagal
57
Menghabiskan Waktu Bersama
58
Menghabiskan Waktu Bersama (2)
59
Menghabiskan Waktu Bersama (3)
60
Menghabiskan Waktu Bersama (4)
61
Hasil Ujian
62
Rencana Liburan
63
Kapal Pesiar
64
Kamar
65
Perkelahian di Meja Makan
66
Pura-pura Sakit
67
Apa yang terjadi Malam itu?
68
Pulau Kirin
69
Rencana Lista
70
Pesta Barbeque
71
Pesta Barbeque 2
72
Shin dan Darwin
73
Pantai
74
Voli Pantai
75
Kemalangan
76
Suapan dan Foto
77
Aku Tidak Membencimu
78
Bimbang
79
Surfing
80
Uji Keberanian
81
Hasil Undian yang Buruk
82
Kita Tidak Baik-baik Saja
83
Apa Aku akan Mati?
84
Menghilang
85
Pelukan
86
Pelaku
87
Kembali
88
Hukuman
89
Liburan Rin
90
Quality Time with Friend
91
Quality Time with Friend (2)
92
Kenapa Bertemu Dia dari Sekian Banyak Orang?
93
Rencana Feno
94
Uang yang Hilang
95
Shin Menginap
96
Kamera Pengintai
97
Accidentaly Kiss
98
Rencana Pertunangan
99
Pertemuan Tak Terduga saat Jalan-jalan
100
Wajah Bodoh
101
Cincin Pertunangan
102
Rencana Jahat
103
Gaun Pertunangan
104
Gaun Pertunangan (2)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!