Setelah acara penyambutan, semua siswa berhamburan ke luar gedung. Mereka semua mengerumuni papan pengumuman untuk mengetahui kelas mereka. Termasuk aku. Karena daerah ini terlalu ramai, aku mencoba maju ke depan untuk melihat namaku. Setelah perjuangan yang cukup sulit, aku mendapatkan tempat yang cukup dekat agar bisa melihat nomorku sendiri.
Semua siswa dikelompokkan ke dalam kelas berdasarkan nomor absensi mereka. Saat mereka dinyatakan lulus seleksi, maka mereka akan diberikan sebuah nomor. Nomor ini digunakan untuk mengetahui keberadaan kelas mereka.
Aku melihat nomorku '025' dan dengan cepat memindai papan pengumuman. Aku menemukan nomorku '025' dikelompokkan dalam kelas 1 A.
Aku sebenarnya sudah tahu, kalau aku akan sekelas dengan para tokoh utama, tapi aku tidak tahu kelas spesifiknya. Ternyata kelas 1 A.
Setelah mengetahui kelasku sendiri, aku segera keluar dari kerumunan orang. Lalu menuju ke kelas 1 A. Kelas itu berada di gedung lantai satu.
Aku sudah tiba di depan kelas dan membuka pintu. Kelasnya sudah terisi penuh, tampaknya aku siswa terakhir. Aku memperhatikan dan menemukan para tokoh komik itu. Darwin dan Shin duduk bersama di barisan tengah. Lista duduk di barisan depan. Sementara Rin duduk di barisan belakang.
Hmm...kalau aku tidak salah, posisiku juga di barisan tengah. Berdekatan dengan Darwin dan Shin.
Teman sebangkuku adalah Wina, anak buah nomor dua Lista. Sementara anak buah nomor satu, Yuna, duduk dengan Lista di barisan depan. Begitulah pengaturan dalam novel, aku sudah tahu ini.
Aku melangkahkan kaki ke kursi kosong. Meletakkan tas dan duduk. Darwin secara tiba-tiba menoleh dan menatapku "Halo nona, kita bertemu lagi" sapanya dengan senyum yang manis.
"...." aku tidak membalas sapaannya.
"Kali ini kau tidak bisa tertidur di bahu Shin lagi nona. Jarak kita lumayan jauh" katanya kemudian.
Satu perkataan itu membuat perhatian seluruh kelas ke arahku.
'Gawattt!!' Aku mulai keringatan. Aku tahu ini buruk.
Mereka semua salah paham!
Aku mulai memperhatikan seluruh kelas, mereka semua menatapku dengan benci. Lista menebarkan aura kebencian paling besar. Hanya tiga orang yang tidak peduli. Darwin yang sedang cengengesan, Shin yang sedang menatap ke arah luar jendela, dan Rin yang sibuk dengan ponselnya.
'Rin, anak itu pasti sibuk mencari lowongan pekerjaan' pikirku.
Saat aku melirik Rin, aku juga melihat Shin menatap Rin. Kelihatannya sesuai dengan deskripsi komiknya, Shin mulai tertarik pada Rin. Ini bisa jadi tontonan yang bagus hehehe
BRAK! Pintu kelas terbuka. Seorang guru masuk.
Perhatian seluruh kelas teralihkan, tidak kepadaku lagi.
Guru itu akan menjadi wali kelas kami. Panggilannya adalah Bu Pin, dia memiliki sosok cantik dan ramah. Jadi semua muridnya menyukainya hanya dalam pandangan pertama.
Kelas dimulai. Mata pelajaran pertama kami adalah sastra. Bu Pin adalah guru sastra.
Saat ini, di kondisi ini, aku teringat salah satu adegan dalam komik. Saat itu Rin lupa bukunya. Teman sebangkunya tidak mau meminjamkannya. Dan seluruh kelas tidak mau meminjamkannya. Saat itu Bu pin memanggil namanya, menyuruhnya membaca, tapi dia tidak mempunyai bukunya. Dia panik. Tapi, penyelamatnya datang. Shin meminjamkan bukunya. Rin akan berterima kasih pada Shin dan meminta maaf atas perkataan kasarnya. Dari kejadian itulah mereka akan semakin dekat.
Aku melirik Rin, dia tampak panik mencari-cari buku di ranselnya.
Aku juga merogoh tasku, tapi aku tidak menemukan apa pun.
Apa???
Aku juga lupa membawa buku! Aku benar-benar lupa menyiapkannya tadi pagi! yang kupikirkan hanyalah berdandan.
Argggh! Aku hanya bisa meraung kesal dalam hati.
Tiba-tiba Bu Pin memanggil Rin. Aku meliriknya lagi. Kali ini dia sedang berbicara dengan teman sebangkunya. Dan Rin berdiri dengan sebuah buku ditangannya. Temannya meminjamkannya buku? Kenapa? Ini tidak sesuai dengan komiknya!
"Nana Rent" panggilan Bu Pin membuyarkan lamunanku. "Baca paragraf kedelapan"
Apaa??
Aku panik dan menatap Wina di sebelahku "Bolehkah aku meminjam bukumu sebentar"
dan...
tidak ada tanggapan!
Aku melihat siswa yang duduk di sisi lain "Anu...aku boleh meminjam sebentar"
Siswa itu hanya memberiku tatapan kesal.
Aku menoleh ke belakang, siswa yang duduk di belakang dengan cepat menoleh ke arah lain, menghindariku.
Kenapa mereka seperti ini? Aku hanya meminjam buku. Kenapa mereka tidak menyukainya?
Uwaahhh, ini adalah hari pertama sekolah dan aku sudah dihukum gara-gara lupa
Menyedihkan~
BUK! Tiba-tiba sebuah buku terlempar dimejaku.
Aku melirik sumbernya, itu Shin.
Jarak kursiku dengan Shin memang tidak terlalu jauh.
"Halaman 18" gumam Shin.
"Nana Rent" Bu Pin menekankan suaranya.
"I...iya" Aku segera berdiri. Aku mengambil bukunya dan mulai membaca. Paragraf itu sudah ditandai, jadi aku dengan mudah menemukannya.
Setelah saat-saat kritis selesai, aku kembali duduk.
Aku mengembalikan buku itu pada Shin "Terima kasih"
"Sekarang kita impas, karena aku sudah menolongmu" ucap Shin.
Kelihatannya alur cerita berubah karena Darwin!
Karena perkataan Darwin yang tadi, membuat seluruh kelas salah paham terhadapkku. Jadi mereka membenciku.
Ini seharusnya adegan untuk Rin, bukan untukku.
Di komiknya, Darwin menyapa Rin. sehingga Rin menjadi objek kecemburuan.
Tapi nyatanya Darwin menyapaku dan menyemburkan omong kosong. Kejadian yang seharusnya menimpa Rin, jadi menimpaku.
Tanpa Nana sadari, di barisan depan, aura kebencian Lista semakin melebar saat melihat Nana dan Shin saling berbisik.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments
meihan
nana belum sadar dia jadi tokoh utama
2023-05-12
0
𝓓𝓲𝓼𝓼𝓪𝓪𝓪_𝓭𝔀𝓼
Thorr kyk nya tokoh utama nya jdi balik ke nana deh😂 yg diperebutin jdi nana uwuuw
2021-04-17
4
𝓓𝓲𝓼𝓼𝓪𝓪𝓪_𝓭𝔀𝓼
Wah thor seru bgt ceritanya beda dari cerita yg lain_^
2021-04-17
2