“Jadi senior adalah Fan Yuzhen sang Pertapa Pedang!” Li Fang merasa tidak percaya bisa bertemu dengan salah satu dari Empat Pendekar Pertapa.
Fan Yuzhen memang salah satu dari empat Pendekar Pertapa. Semua para pendekar yang ada di keempat kerajaan mengetahui masing-masing nama mereka berempat, namun tidak ada yang mengetahui dimana mereka tinggal, karena mereka memang jarang sekali terlihat.
“Aku datang kesini karena merasakan aura yang aneh keluar dari dalam rumah itu!” kata Fan Yuzhen sambil menunjuk ke arah rumah kecil di hadapannya.
Li Fang heran setelah Fan Yuzhen menunjuk rumah kediamannya, “Senior maaf, tapi di dalam rumah saya tidak ada siapa-siapa lagi selain saya dan keponakan saya yang tinggal di rumah itu!” kata Li Fang.
“Jadi itu rumahmu?”
“Benar senior, Ketua Ji yang menyuruh kami untuk menempati rumah itu,”
Fan Yuzhen terdiam, kemudian dia menatap rumah tersebut kemudian berpindah menatap Li Fang dengan tajam.
“Apa aku bisa ikut masuk kedalam?” tanya Fan Yuzhen, dia hanya ingin memastikannya terlebih dahulu akan kebenarannya.
“Tentu saja senior, mari silahklan masuk!” ajak Li Fang.
Mereka berdua bersama-sama memasuki rumah tersebut. Sesampainya di dalam, mereka melihat Chinmi sedang berjalan mendekat kearah mereka berdua.
“Kenapa Bibi tidak ikut paman? Biasanya paman selalu datang dengan Bibi Rong, tapi sekarang kenapa paman datang bersama Kakek-ka..!”
Chinmi yang merasa heran melihat pamannya yang datang bedua dengan orang yang tidak dikenal, dia ingin melanjutkan perkataannya, namun Li Fang buru-buru menutup mulut Chinmi, “kamu jangan bicara sembarangan!” kata Li Fang membuat Chinmi hanya bisa mengangguk.
Fan Yuzhen memperhatikan Chinmi dari atas sampai bawah, dia merasa heran, sebelumnya dia merasakan aura tersebut datang dari dalam rumah tersebut, namun begitu dia memasuki pintu rumah, aura tersebut justru menghilang.
“Apa kamu yakin jika yang tinggal di sini cuma kalian berdua saja?” tanya Fam Yuzhen sambil memperhatikan keseluruh ruangan dan mencoba menditeksi kembali keberadaan aura aneh yang sudah menghilang itu.
“Benar senior, selain kami berdua saja, tidak ada orang lain lagi yang tinggal di rumah ini!” jawab Li Fang.
“Sekarang jawab pertanyaanku, apakah kalian pernah mendengar nama Li Yao? Dia sudah meninggal sekitar 20 tahun yang lalu,” tanya Fan Yuzhen.
“Senior mengenal Kakek saya?” tanya Li Fang.
“Hem..! jadi kalian berasal dari keluarga Li?” tanya Fan Yuzhen.
“Benar, kami berasal dari keluarga Li, nama saya Li Fang, dan ini keponakan saya, namanya Li Chinmi,”
Fan Yuzhen memperhatikan wajah Li Fang dan juga Chinmi lebih teliti kemudian mengangguk, “Wajah keponakanmu memang mirip dengan Li Yao! Kenapa kalian berada di sini?”
Li Fang merasa ragu untuk menjelaskan alasan dirinya dan Chinmi berada di sekte Pedang Suci, Fan Yuzhen bisa merasakan keraguan Li Fang kemudian berkata, “Ceritakan saja padaku, kamu tidak perlu ragu!” kata Fan Yuzhen.
Dengan sedikit pertimbangan, akhirnya Li Fang mau menceritakan akan semua yang dialaminya. Harapannya hanya satu, yaitu agar dia dan juga Chinmi bisa diijinkan untuk tinggal di sekte Pedang Suci.
Kisah Fan Yuzhen berawal saat dirinya adalah anak yatim piatu, saat itu Fan Yuzhin sudah berumur 10 tahun, dan dia sedang dikejar-kejar oleh orang karena Fan Yuzhen ketahuan mencuri makanan, namun dia ditolong oleh salah satu keluarga bangsawan dari keluarga Li, Namanya adalah Li Xi Han ayah Li Yao yang saat itu masih berumur Lima tahun.
Fan Yuzhen tinggal bersama dengan mereka selama 7 tahun. selama dia berada di sana, setiap harinya dia selalu ikut berlatih di sekolahan akademi, sedangkan Li Yao baru masuk akademi ketika sudah berumur 10 tahun. Fan Yuzhen dan Li Yao sangat akrab, walau bukan saudara, namun Fan Yuzhen sudah menganggap Li Yao seperti Adik kandungnya, begitu juga dengan Li Yao.
Ketika Fan Yuzhen sudah berumur 17 tahun, dia sudah menjadi seorang Pendekar Menengah tingkat 2. Fan Yuzhen sangat pandai menggunakan ilmu pedang, bahkan Raja dari Kerajaan Bumi Barat menginginkan Fan Yuzhen untuk segera ikut bergabung dengan para prajuritnya setelah mengetahui betapa berbakatnya Fan Yuzhen.
Hari itu perang pertama antar Kerajaan pecah, dan pertempuran besar antara Kerajaan Bumi Barat berperang melawan Kerajaan Angin Selatan pun terjadi, Fan Yuzhen saat itu ingin ikut berperang, namun Li Xi Han melarangnya karena dia masih belum cukup umur untuk ikut terjun ke medan pertempuran.
Fan Yuzhen akhirnya menurut untuk sementara saja, namun setelah Li Xi Han pergi untuk berperang, Fan Yuzhen diam-diam juga ikut dengan mengenakan pakaian tempur milik salah satu prajurit yang dia curi ketika parajurit tersebut sedang mandi.
Fan Yuzhen melakukan semua itu agar dirinya bisa melindungi Li Xi Han, kareana pria itulah yang telah menyelamatkan hidupnya dari jalanan. Memang Fan Yuzhen adalah anak yang berbakat dan memiliki potensi untuk menjadi seorang pendekar hebat.
Itu terbukti ketika pertempuran sudah dimulai, Li Xi Han sampai heran melihat salah satu prajuritnya bertarung dengan sangat hebat, bahkan anak panah yang hampir mengenainya selalu ditahan oleh prajurit tersebut dengan menggunakan pedannya, padahal dia tidak perlu menahan anak panah tersebut karena Li Xi Han tidak akan bisa terluka oleh anak panah tersebut.
Ketika sedang bertarung dengan sangat sengit, Li Xi Han pun berhadapan dengan salah satu jendral lawan, kekuatan jendral tersebut sama dengan kekuatan Li Xi Han, yaitu Pendekar Puncak tingkat 2.
Fan YUzhan yang tidak mau melihat dulu siapa lawannya dan sekuat apa musuh yang akan dihadapinya langsung melompat dan berdiri di depan Li Xi Han, Li Xi Han memerintahkannya untuk menyingkir, karena lawan yang ada dihadapannya bukan tandingannya, namun Fan Yuzhen tidak mau tahu, dia berniat menyerang jendral tersebut, namun dengan sekali ayunan golok jendral tersebut, energi angin yang cukup besar menghantam tubuhnya membuatnya terhempas cukup jauh, baju serta topi prajurit yang ia pakai terlepas sehinnga Li Xi Han langsung mengenalinya.
Jendral dari pihak lawan langsung memberikan serangan susulan untuk membunuh Fan Yuzhen yang berusaha untuk bangkit, namun setelah dia berhasil berdiri, dia terlambat untuk menghindar dari serangan tersebut, sehinnga hanya bisa memejamkan mata menunngu dirinya terpotong oleh energi angin yang tercipta dari golok sang jendral lawan.
Setalah dia berpikir bahwa dirinya akan tewas, ternyata Li Xi Han sudah berada dihadapannya dan menahan energi angin tersebut dengan ilmu Sihir Bumi yang ia kuasai sehinnga Fan Yuzhen selamat, namun tidak dengan Li Xi Han, walau dia berhasil menahan serangan tersebut, Li Xi Han tetap terkena oleh sabetan tersebut sehinnga lengan kanannya terpotong.
Fan Yuzhen melihat itu terkejut karena lagi-lagi Li Xi Han kembali menyelematkannya, bahkan kali ini Li Xi Han harus kehilangan satu lengannya demi menyelamatkan dirinya sehinnga Fan Yuzhen sangat merasa bersalah, namun saat itu juga kekuatan Fan Yuzhen meningkat secara tiba-tiba, tanpa dia sadari akan kekuatannya yang meningkat, Fan Yuzhen menyerang jendral karena telah memotong lengan kanan Li Xi Han.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 361 Episodes
Comments
DediKarismatikCharlieWade84
Dimana Sang Pendekar Dewa Abadi Ho Chen ..
2024-06-26
0
herry bjb
kemunduran konsep utk author
2022-05-12
1
Harman LokeST
menceritakan masa lalu
2022-03-03
0