Kedelapan pendekar tidak bisa keluar dari kurungan dinding tanah tersebut, mereka berulang-ulang kali menebas dengan golok mereka untuk menghancurkan dinding tersebut namun tidak berhasil.
"Keluarkan kami..!" terdengar seruan salah satu dari mereka dari dalam kurungan dinding tersebut, namun Li Fang mengacuhkannya.
Dua pendekar yang gagal menangkap Chinmi ketakutan setelah melihat kedelapan rekannya terkurung didalam dinding tersebut, mereka ingin lari namun Li Fang tidak membiarkan mereka berdua lolos begitu saja.
"Sihir Bumi, Hisapan Bumi,"
Kaki kedua pendekar yang ingin kabur terbenam ke tanah, sedikit demi sedikit mereka mulai ditarik kebawah seolah-olah seperti lumpur hisap namun tanah itu kering.
"Pendekar, tolong lepaskan kami! Kami berjanji tidak akan mengganggu pendekar lagi," kata salah satu dari mereka berdua mencoba memelas kepada Li Fang, sedangkan tubuhnya terbenam hingga mencapai perut.
"Jawab pertanyaanku! Selain sekte Golok Setan, sekte siapa lagi yang juga memburu kami? dan atas perintah siapa kalian memburu kami?" tanya Li Fang.
Karena tidak punya pilihan, salah satu dari mereka terpaksa memberitahukan semuanya kepada Li Fang.
Selain sekte Golok Setan, masih ada beberapa sekte aliran hitam lainnya yang juga ikut memburu Li Fang dan juga Li Chinmi.
Sekte-sekte tersebut bergerak atas perintah jendral Fu Shen, mereka menuruti perintah Fu Shen bukan karena dia seorang Jendral, melainkan karena hadiah yang Fu Shen janjikan kepada para sekte-sekte tersebut.
Masalahnya sekte Golok Setan bukan berasal dari Kerajaan Bumi Barat, melainkan berasal dari Kerajaan Api Timur.
Hal ini semakin membuat Li Fang bingung, kemana mereka bisa menghindar dan bersembunyi dari kejaran para sekte yang tergiur dengan hadiah tersebut.
Hanya orang gila saja yang tidak tertarik dengan hadiah sebanyak 100 juta keping emas, bahkan penghasilan setiap sekte besar saja setiap tahun paling banyak 500 sampai Satu juta keping emas setiap tahunnya, dengan menangkap Li Fang dan Chinmi saja.
Seratus juta keping emas yang seharusnya mereka kumpulkan selama seratus tahun, akan didapatkan hanya dengan menangkap dua orang saja, hal yang jarang sekali terjadi.
"Terimakasih atas informasinya, sekarang istirahatlah kalian di alam baka dengan tenang!" kata Li Fang kemudian menggabungkan kedua kepalan tangganya dengan menggenggam erat.
"Apa maksudmu, bukankah aku sudah memberikan semua informasi padamu? Kenapa kamu masih ingin membunuh kami?" teriak salah satu dari mereka.
Li Fang tidak menjawab, dia hanya menatap mereka sesaat sebelum akhirnya menenggelamkan mereka berdua kedalam tanah.
"Dasar penipu, akan ku tunggu kamu di nera..!" suara mereka menghilang setelah tenggelam kedalam tanah.
Li Fang menoleh kearah dinding tanah yang masih mengurung kedelapan pendekar sisanya yang masih berteriak-teriak meminta untuk dilepaskan.
Dengan cepat Li Fang menenggelamkan mereka semua kedalam tanah tanpa berkata sepatah katapun, dan mereka yang berteriak-teriak akhirnya menghilang dan mati dengan cara yang tidak terpikirkan oleh mereka.
Chinmi melihat hal tersebut merasa kasihan kepada mereka yang tenggelam, namun Chinmi juga merasa takjub dengan ilmu sihir yang dimiliki oleh pamannya.
"Ayo kita bergegas meninggalkan tempat ini, aku khawatir akan ada kelompok lainnya yang akan menemukan kita," kata Li Fang.
Mereka berdua kembali melanjutkan perjalanan, namun Li Fang tetap waspada khawatir jika ada kelompok atau sekte lainnya yang melihat mereka disana, terutama mereka yang ingin menangkap mereka berdua.
"Chinmi, siapa Guru Liang yang telah mengajarimu ilmu bodoh itu di Akademi?" dalam perjalanan Li Fang bertanya kepada Chinmi, dia tidak akan lupa dengan teriakan minta tolong Chinmi lalu menyebutnya ilmu Teriakan Elang.
"Dia Guru Liang Wu, Guru tua dengan jenggot putih panjang, dan dia mengajar di kelas baca tulis," kata Chinmi.
Li Fang menepuk jidatnya, Liang Wu adalah seorang penyair dan pembuat puisi, dia tiba di Kerajaan Bumi Barat sekitar 12 tahun yang lalu tepat ketika Chinmi baru dilahirkan.
Latar belakang Liang Wu masih sangat misterius, ada yang beranggapan dia adalah seorang buronan dari kerajaan lain.
Liang Wu sangat hebat dalam membuat Puisi. Karena kehebatannya itu, Raja Tao menjadikannya seorang guru di sekolahan Akademi dan menjadikannya seorang guru baca tulis bagi siswa baru.
Jika seorang siswa berhasil di kelas baca tulis, dia bisa naik ke kelas dua, siswa baru akan belajar ilmu dasar beladiri, setelah dia mahir maka akan naik ke kelas berikutnya yaitu mempelajari cara mengumpulkan Qi sekaligus akan diajarkan menggunakan berbagai senjata yang cocok untuk masing-masing siswa.
Sekolahan Akademi sendiri memiliki 5 tingkatan atau lima kelas. Kelas pertama adalah kelas belajar baca dan tulis dan pengajarnya adalah Liang Wu, pria sepuh yang masih misterius.
Fungsi belajar baca dan tulis agar para siswa yang baru belajar bisa membaca dan menulis, karena di Akademi tidak semua siswa akan menjadi prajurit atau pendekar hebat saja, melainkan mereka diberi kesempatan untuk memilih cita-cita mereka sendiri, apakah ingin menjadi pendekar, atau ingin menjadi seorang sarjana yang mengerti akan masalah hukum dan politik.
Kelas kedua terbagi menjadi dua, yang petama kelas untuk menempa tubuh dan menempa otot sekaligus memperkuat jiwa. Di sini para siswa akan disuruh membawa air dari bawah gunung hingga puncak gunung tanpa bantuan alat apapun.
Ujian ini berfungsi untuk menempa tubuh dan otot mereka agar bisa lebih kuat, dan jika mereka berhasil, mereka akan lanjut ke latihan berikutnya seperti Push up berlari dan berbagai olah raga lainnya.
Jika mereka berhasil mereka akan naik ketingkat dua di kelas dua. Disini mereka akan dilatih cara berlatih ilmu dasar bela diri.
Mulai belajar jurus tendangan dan pukulan, cara memasang kuda-kuda yang benar menurut guru yang melatih mereka. jika mereka bisa mempejari ilmu-ilmu dasar beladiri mereka akan disebut sebagai Pendekar Awal 1.
Pendekar Awal 1 bukanlah disebut sebagai Pendekar karena ilmu mereka masih mentah. Gelar pendekar memiliki beberapa tingkatan.
Pendekar Awal 1.
Pendekar Awal 2.
Pendekar Awal 3.
Kemudian akan naik ke Tingkat berikutnya yaitu Pendekar Tahap pemula.
Pendekar Tahap pemula adalah seorang pendekar yang sudah mahir dalam menguasai ilmu bela diri, dan tingkatannya terbagi menjadi tiga tingkatan.
Pendekar Pemula 1, 2, dan 3 kemudian akan naik ke tahap berikutnya yaitu Pendekar Menengah.
Pendekar Menengah biasanya sudah bisa menggunakan Qi mereka dan sekaligus jika mencapai tingkatan tinggi akan bisa mempelajari Ilmu Sihir seperti Li Fang.
Pendekar Menengah dibagi tiga tingkatan juga sama seperti Pendekar Pemula. sedangkan Li Fang adalah Pendekar Menengah tingkat 3.
Selanjutnya adalah Pendekar Puncak.
Pendekar Puncak adalah yang terhebat dari semua pendekar, mereka sudah mahir dalam menggunakan berbagai limu tingkat tinggi jika sudah sampai di Tingkat 3. Bahkan mereka juga menguasai beberapa ilmu sihir, sama seperti Pemula dan menengah, Pendekar Puncak juga memiliki tiga tingkatan.
Selain pendekar tersebut ada lagi yang lain Yaitu Pendekar Sihir Elemen yang memiliki tiga gelar yaitu Pendekar Sihir Elemen dasar, Pendekar Sihir Elemen Langit, dan yang terakhir adalah Pendekar Sihir Elemen Alam.
Jika sudah mencapai itu semua maka Pendekar Sihir Elemen bisa naik ke tahap terakhir yaitu Pertapa.
Pendekar Sihir Elemen biasanya akan mampu terbang jika sudah berada di Tingkat Pendekar Sihir Elemen Langit.
Namun semua itu butuh proses yang tidak sebentar, bahkan seorang Pertapa membutuhkan waktu 300 tahun untuk mencapai tingkat tersebut, namun kadang juga gagal mencapai tingkat Pertapa, semua itu tergantung Praktik yang mereka jalani, jika gagal akan berakibat fatal bahkan bisa berujung kematian seperti yang di alami oleh Kakek Li Xiang yaitu Li Yao.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 361 Episodes
Comments
S P Lani
tuh kan jauh banget dari pendekar sampe udahan pasti masih bego si MC nya
2024-11-04
0
Imam Sutoto
lanjut top markotop story
2024-07-19
0
Alprabu Prabu
judul nya sama hocen nya gak ada ya..padahal seru kisah hocen thorr
2024-02-11
4