"Bagaimana kalau mereka mengirim penyusup untuk membunuh mereka berdua?" tanya Shan Lin.
"Itulah sebabnya kita berkumpul untuk membahas masalah ini!" kata Ji Long.
"Lalu apa rencana kita?" seorang pria sepuh lainnya juga ikut bertanya.
"Jika saudara Huang ada solusi, katakan saja! Kami butuh banyak pendapat dan masukan yang terbaik!" kata Ji Long kepada Huang Yibin.
Huang Yibin adalah salah satu pendekar Puncak, dia salah satu pendekar Pilar pertahanan sekte Pedang Suci.
"Solusi? Tentu saja ada! Kita tinggal menyerahkan orang yang bernama Li itu kepada kerajaan Bumi Barat, kita akan mendapatkan hadiahnya dan kita tidak perlu melakuakan pertarungan sehingga tidak perlu terjadi pertumpahan darah dari anggota kita! Masalah selesai, bagaimana?" semua menatap Huang Yibin dengan tatapan tidak percaya.
"Itu tidak ada bedanya kita dengan sekte Hitam itu! Bukan itu solusi yang kami mau, namun bagaimana cara kita agar bisa membuat junior Li bersama keponakannya bisa tinggal di sini dengan aman," kata Ji Long.
Huang Yibin hanya menunudukkan kepala, dia sadar jika perkataannya memang sangat terdengar tidak pantas, walau terkesan memberi solusi, namun caranya sama saja dengan cara sekte aliran hitam, yaitu ingin mendapatakan hadiah tersebut tanpa peduli jika orang yang akan diserahkan sudah memberikan kepercayaan penuhnya akan keselamatan dirinya kepada sekte Pedang Suci.
"Jika mereka ingin menyerang sekte kita, maka aku siap untuk menyambut kedatangan mereka dengan pedangku," kata Yong Chun.
"Kakek Guru adalah teman dari salah satu keluarga Li, jadi kita tidak boleh menghianati kepercayaan junior Li kepada kita hanya karena uang! Jika sampai Kakek guru mengetahui jika kita mencelakai salah satu keluarga Li, dia pasti akan sangat besar," kata Ji Long.
"Sudah diputuskan, kita akan melindungi mereka berdua apapun masalah yang akan terjadi, jadi siapa yang tidak setuju katakan saja sekarang!" Yong Chun bangkit dan berbicara dengan suara keras sehingga terdengar keseluruh ruangan.
Tidak ada satu pun yang berani berbicara, mereka semua hanya menurut dan setuju akan keputusan Ji Long dan Yong Chun tanpa ada satupun yang merasa keberatan.
"Baiklah karean sudah sudah diputuskan, maka pertemuan ini sudah selesai," kata Ji Long.
Ji Sang dan Shan Lin hanya menghela nafas pelan, mereka berdua sebenarnya tidak setuju dengan keputusan Ji Sang, namun mereka tidak berani meyatakannya.
"Kenapa ayahmu sangat bersikeras melindungi buronan negara sampai sejauh ini?" gerutu Shan Lin kepada Ji Sang.
"Ayah melakukan semua itu agar Eyang guru tidak marah, jadi mengertilah," kata Ji Sang.
"Semoga tidak ada hal buruk terjadi atas keputusan mereka berdua!" Shan Lin adalah orang yang penuh pertimbangan sehinnga dia sangat khawatir jika keputusan Ji Long dan Yong Chun akan membuat sekte Pedang Suci dalam masalah besar.
"Apa yang kamu khawatirkan, jika mereka berani menyerang sekte kita dengan kekuatan besar, aku yakin Eyang guru akan datang," kata Ji Sang dengan penuh keyakinan.
"Semoga saja!" kata Shan Lin.
Mereka berdua pergi menuju ketempat Yue Yin berlatiah, karena sejak pulang menyelesaikan misi, mereka belum sempat bertemu dengan putri tunggal mereka itu.
Setelah mereka tiba di sana, ternyata di sana sudah ada Ji Long yang sedang berbicara dengan Mang Xin. Ji Sang dan Shan Lin mendekati mereka berdua sambil menyapa keduanya.
"Saudara Xin, Ayah!" Ji Sang menyapa keduanya.
"Saudara Sang, Saudari Lin!" Mang Xin juga menyapa mereka berdua.
"Kebetulan kalian datang, aku ingin kalian melihat anak yang berasal dari keluarga Li itu, itu dia anaknya!" Ji Long menunjuk kearah Chinmi yang sedang berlatih mengangkat air di ember dan berjalan di atas kayu balok yang sudah berdiri dan berjejer.
"Jadi itu anaknya? Sepertimya dia kesulitan untuk berlatih dasar fisik!" kata Shan Lin, dia meraskan jika Chinmi sangat kesulitan untuk berjalan di atas kayu dengan dua ember yang berada di kedua tangannya.
Ji Long mulai menjelaskan kepada mereka berdua akan kondisi tubuh yang dimliki oleh Chinmi, mulai dari kecilnya Dantian dan juga Pusat Roh yang tidak menentu.
"Ayah masih mau menerimanya walau anak itu sudah tidak memliki bakat apa-apa?" gerutu Shan Lin.
"Aku mengerti akan apa yang ada di pikiran kalian berdua, aku tetap menerimanya sebagai murid sekte agar dia bisa mempelajari satu atau dua ilmu pedang yang tidak menggunakan energi untuk menggunakannya, aku rasa hanya ilmu pedang itu saja yang cocok untuknya," kata Ji Long menjelaskan alasannya.
"Terserah Ayah saja!" Ji Sang sudah tidak mau mengambil pusing lagi dan menyerahkan semua urusan tersebut kepada ayahnya.
Mereka berempat kembali menyaksikan murid-murid yang sedang berlatih, sedangkan Ji Sang dan Shan Lin hanya memperhatikan Yue Yin yang juga masih ikut berlatih.
****
Saat hari sudah malam, di dalam sebuah Goa tidak jauh dari sekte Pedang Suci, ada seorang pria sepuh sedang duduk meditasi dengan memancarkan aura putih yang menyelimuti seluruh tubuhnya.
Secara perlahan-lahan, pria sepuh tersebut membuka matanya dan kemudian menghembuskan nafas pelan. Hembusan nafasnya membuat angin kencang berhembus keluar Goa dengan kencang.
"Kenapa aku merasa ada aura yang begitu aneh terpancar dari sekte Pedang Suci? Siapa yang memiliki aura aneh ini?" gumamnya.
Pria sepuh tersebut bangkit dan berjalan keluar dari Goa kemudian menatap kearah bangunan sekte Pedang Suci yang dapat dilihat dari tempatnya. Goa tersebut berada di tebing gunung, sedangakan bangunan sekte Pedang Suci berada sekitar seribu meter letaknya dan dapat dilihat dengan jelas dari depan Goa yang berada di pinngir tebing gunung tersebut.
"Seprtinya aku mengetahui pemilik aura ini, tapi itu mustahil! Bukankah pemilik aura ini sudah lama tiada! Kenapa aku masih bisa merasakannya lagi?" setelah bergumam seperti itu, Pria sepuh tersebut melompat ke udara kemudian terbang dengan kecepatan tinggi menuju kearah sekte Pedang Suci.
Dalam waktu singkat, pria sepuh tersebut sudah berada tepat diatas bangunan sekte dan dia menatap kesuluruh sekte Pedang Suci tanpa ada yang mengetahuinya.
"Berasal dari bangunan itu ya?" pria sepuh tersebut menatap kesebuah bangunan kecil tampat tinngal Li Fang dan Chinmi. Secara perlahan-lahan, pria sepuh tersebut mulai turun dan mendaratkan kakinya di depan tempat tinggal Chinmi berada.
Pria sepuh tersebut kemudian ingin menghampiri bangunan tersebut sebelum langkahnya terhenti oleh sebuah suara yang berseru padanya. "Siapa kamu?" suara tersebut adalah suara Li Fang yang baru pulang dari rumah Ji Long.
Pria sepuh tersebut menoleh dan menatap Li Fang dengan tatapan dingin membuat Li Fang menelan ludahnya karena tatapan dingin pria sepuh tersebut mengandung aura yang mmbuat Li Fang hampir tidak bisa bergerak sama sekali.
Pria sepuh tersebut menghela nafas panjang kemudian memperkenalkan dirinya kepada Li Fang sehinnga membuat Li Fang terkejut, "Namaku adalah Fan Yuzhen!" kata pria sepuh tersebut.
"Jadi anda adalah Fan.. Fan Yuzhen sang Pertapa Pedang....!" kaki serta lutut Li Fang bergetar, dia hampir tidak mampu berdiri sangking kagetnya setelah mengetahui Sosok yang berdiri di hadapannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 361 Episodes
Comments
Imam Sutoto
semangat thor lanjut
2024-07-24
0
Dzikir Ari
laaanjuuuutkan Tor......
2023-04-20
2
Harman LokeST
lanjutin
2022-03-03
1