***
"Maafkan saya ketua Tong, saya tidak bisa menemukan keberadaan Lan Kwe!" pagi hari, seorang pria paruh baya berdiri sambil membungkuk di depan seorang Pria sepuh dengan kepala gundul ditengah dan hanya menyisakan rambu putih di atas telinga kiri dan kanan saja.
Orang tersebut bernama Tong Liung, ketua Sekte Golok Setan yang berada di kerajaan Api Timur.
"Kemana perginya mereka? Sudah hampir dua bulan mereka pergi meninggalkan sekte, namun hingga saat ini mereka menghilang tanpa ada kabar!" Tong Liung memijat keningnya.
Lan Kwe adalah muridnya pertamanya, dia pergi keluar untuk mencari buronan yang dikejar-kejar oleh Jendral Fu Shen.
Tong Liung sebenarnya tidak mengijinkannya, namun mendengar hadiah yang akan didapatkan sangat besar jika berhasil menangkap kedua buronan tersebut, Lan Kwe membulatkan tekadnya untuk tetap keluar mencari dua buronan tersebut.
Yang memberitahu informasi tersebut adalah anggota Sekte Kalajengking Merah. Lan Kwe berangkat membawa 9 orang Pendekar Pemula tingkat 3, sedangkan Lan Kwe adalah seorang Pendekar Menengah Tingkat 1.
"Apa kalian sudah mendapatkan informasi akan keberadaan kedua buronan tersebut?" Tong Liung bertanya akan Dua buronan yang mereka ketahui bernama Li Fang dan Li Chinmi.
"Kami belum menemukan informasi itu ketua, namun semua sekte aliran hitam sudah bergerak untuk mencari mereka, dan mereka menyebar di empat kerajaan berbeda!" jawab pria paruh baya tersebut.
"Kalau begitu pastikan kita yang menemukan mereka terlebih dahulu! Jika tidak, kita akan kehilangan hadiah uang tersebut," kata Tong Liung sambil berjalan mengambil kendi arak diatas mejanya.
"Saya sudah menyebarkan anggota kita juga ketua, dan bahkan ada beberapa pendekar kita yang mengikuti sekte lain dari belakang,"
"Kalau begitu aku serahkan semua urusan itu padamu Pendekar Bao! Urusan pencaharian Lan Kwe aku serahkan kepada Pendekar yang lain saja," kata Tong Liung.
"Ketua tenang saja, saya sudah tahu seberapa besar kekuatan orang yang berbama Li Fang itu, dia bukanlah tandingan saya. Sedangkan Li Chinmi, dia masih anak-anak berumur 12 tahun, dan anak itu belum menjadi pendekar," ucapnya, Pendekar tersebut yang bernama Bao Liu Sang, dia salah satu Pendekar Puncak tingkat 2 dan dia adalah salah satu pilar pertahanan yang dimiliki oleh sekte Golok Setan.
"Jangan pernah meremehkan atau memandang rendah lawanmu, walau kamu kuat sedangkan musuhmu lemah, bukan berarti dia tidak bisa mengalahkanmu," kata Tong Liung memberi nasehat kepada Bao Liu Sang.
Tong Liung sudah lama menjalani hidup sebagai seorang pendekar sehingga pengalamannya didunia sangat banyak.
Tong Liung adalah seorang Pendekar Sihir Elemen Alam, dan saat ini dia sudah berumur 150 tahun, namun terlihat seperti berumur 50 tahun. Dan Tong Liung adalah ahli dalam menggunakan Sihir Api.
"Saya akan mendengarkan nasehat ketua!" kata Bao Liu Sang.
"Pergilah! Aku masih harus pergi ke kerajaan Es Utara untuk bertemu dengan ketua Sekte Kelelawar Hitam," Tong Liung berniat meninggalkan tempat tersebut.
Bao Liu Sang tidak mau bertanya akan urusan ketua sektenya, dia tahu pasti ada hal penting yang akan dibicarakan dengan ketua Sekte Kelelawar Hitam, jika tidak manamungkin Tong Liung akan pergi sendiri kesana.
"Saya pergi dulu ketua!" Bao Liu Sang pergi kemudian Tong Liung juga pergi kedalam untuk mengganti pakaiannya.
"Guru mau pergi ke Sekte Kelelawar Hitam? Ada urusan penting apa guru ingin pergi sendiri kesana?" seorang anak muda berumur 16 tahun bertanya kepada Tong Liung ketika baru selesai mengganti pakaiannya.
"Tidak ada urusan yang penting. Ketika aku pergi nanti, berlatihlah dengan saudara seperguruanmu yang lain! Ingat jangan pergi keluar sekte sendirian?" kata Tong Liung berpesan kepada murid terkhirnya yang bernama Zang Gang.
"Murid mengerti guru," kata Zang Gang.
"Bagus, guru pergi dulu!" setelah Tong Liung berkata demikian, dia melompat ke udara kemudian terbang dengan kecepatan tinggi menuju ke kerajaan Es Utara.
"Akhirnya bisa bebas!" kata Zang Gang kemudian berlari ketempat para saudara seperguruannya yang lagi berkumpul.
"Bagaimana adik?" tanya salah satu saudara seperguruannya.
"Guru sudah pergi, saatnya kita mencari mangsa diberbagai desa untuk dijadikan percobaan latihan kita," kata Zang Gang dengan semangat.
"Oke, nanti malam kita pergi, sekarang kita berlatih disini dulu!" kata saudara seperguananya yang terlihat berumur 20 tahun.
Semuanya mengangguk setelah mendengar perkataan saudara mereka yang lain. Mereka semua ada 5 orang, Tong Liung memiliki 8 murid, dan murid pertamanya adalah Lan Kwe yang sudah menghilang lebih dari dua bulan.
Murid kedua dan ketiga sedang menjalankan misi dengan ketua sekelompok yang lain, sehingga hanya tersisa lima murid yang masih berada di sekte.
Mereka tidak menjalankan misi karena mereka masih seorang Pendekar Tahap Pemula Tingkat 1 dan 2, sehingga belum bisa pergi menjalankan misi.
Namun mereka secara diam-diam sering keluar dari sekte untuk bersenang-senang dengan cara membunuh orang-orang dari berbagai desa, dan mereka menyebutnya latihan.
Mereka akan pergi ke desa-desa yang telah ditargetkan, dan ketika malam mereka akan menculik korban dan membawanya ke tengah hutan untuk dihajar rame-rame hingga tidak berdaya sebelum akhirnya dibunuh juga.
Setelah selesai, mereka akan pergi ke desa lainnya untuk mencari korban berikutnya, baik itu korbannya seorang Pria atau wanita, baik yang masih gadis ataupun yang lagi hamil mereka tidak peduli.
Mereka lebih senang membunuh korban dengan cara disiksa, kadang para korban yang sudah tidak berdaya dipotong kedua tangan dan kakinya kemudian tubuhnya digantung hingga mati.
Terkadang mereka mengiris-iris mengeluarkan daging korban hidup-hidup, mulai dari paha, lengan, bokong, dan terus hingga yang tersisa hanya tulang-tulangnya saja dan pastinya lama-kelamaan akan mati juga.
Mereka tidak akan memperdulikan tangisan dan ratapan pilu para korban, semakin mereka menangis pilu, maka mereka akan semakin senang dan bahkan terlihat lebih bersemangat. Mereka tertawa terbahak-bahak ketika mendengar tangisan pilu para korban-korbannya.
Tong Liung sebenarnya sudah lama mengetahui akan kebiasaan kelima murid-muridnya itu dan berpura-pura tidak tahu. Dia sengaja membiarkannya agar mereka bisa belajar lebih kejam lagi seiring bertambahnya dan meningkatnya kekuatan mereka.
Bagi Tong Liung, semakin kejam seseorang, maka akan semakin terasah kemampuannya, kerena dulu Tong Liung juga melakukan Hal yang sama ketika masih baru jadi seorang Pendekar Tahap pemula.
Kelima murid Tong Liung berlatih dibawah bimbingan guru yang lain sebagai pengganti Tong Liung, mereka berlatih hingga sore hari.
Mereka beristirahat kerena hari sudah malam, dan setelah selesai makan malam, secara diam-diam mereka pergi keluar dengan cara mengendap-endap dan kemudian pergi ke berbagai desa untuk melancarkan aksi jahat mereka.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 361 Episodes
Comments
Roni Sakroni
blm ketemu pendekar yg lebih kuat sih....nyuliknya yg manusia biasa.
2024-12-19
0
Imam Sutoto
gile keren
2024-07-19
0
Yan Sofian
binatang buas aja gak kayak mereka
2024-06-17
1