Chinmi tidak menduga akan kedatangan Leluhurnya, namun yang membuatnya bingung adalah akan keberadaan dirinya saat ini.
"Kamu berada di dunia para Roh, jika kamu ingin mengetahui akan apa yang aku inginkan darimu? Aku masih belum bisa menjawabnya,"
Chinmi terkejut setelah mengetahui jika dirinya berada di dunia para Roh, dia bingung sejak kapan dirinya pergi ke dunia para Roh, karena dia sama sekali tidak pergi kemana-mana.
"Aku hanyalah sebuah Roh, dan aku hanya bisa menemui mu tiga kali saja, sekarang prioritas ku adalah membantumu membuka dan memperbesar Dantian yang kamu miliki, sekaligus aku akan memberikan sedikit Energi Qi untuk bekalmu,"
Chinmi hanya bisa mendengarkan saja tanpa berbicara apapun. Sedangkan Li Wiefu masih menjelaskan akan prioritas utamanya akan dirinya menemui Chinmi.
"Kamu pasti sudah tahu jika Dantian mu sangat kecil, karena itu aku akan membuka dan memperbesar sehingga kamu akan mampu menyerap Energi Qi yang ada di sekitarmu tanpa ada batas, jadi bersiaplah!" kata Li Wiefu kemudian menyentuh perut Chinmi, lebih tepatnya sedikit dibawah pusar.
Chinmi merasakan panas di dalam perutnya, dia merasakan sesuatu mengalir dan berkumpul di satu titik, panas yang sebelumnya ia rasakan berubah menjadi hangat.
"Apa sebenarnya ini?" Chinmi merasakan ada yang aneh pada tubuhnya.
"Setelah ini kamu akan bisa merasakan akan keberadaan Energi Qi Alam di sekitarmu, kamu bisa menyerapnya dengan cara duduk meditasi, aku akan memberikan beberapa petunjuk cara menyerap Qi dan juga ilmu yang lain,"
Li Wiefu menyentuh kening Chinmi dengan jarinya, dia mengirimkan bagaimana cara menyerap Qi dan juga dikirimkan cara menggunakannya.
Chinmi merasakan sesuatu masuk kepikiran nya dan merasa mengetahui berbagai banyak hal akan informasi dan juga cara-cara untuk menjadi seorang Pendekar.
"Gunakanlah metode yang sudah aku kirimkan padamu, dan sebagai tambahan, aku akan mengirimkan beberapa ilmu sihir Bumi, pelajarilah jika kamu sudah mencapai Tingkat Pendekar Menengah," kata Li Wiefu kemudian menyentuh kembali kening Chinmi.
Chinmi langsung mengingat semua cara penggunaan Sihir Elemen Bumi, walau hanya dasar namun Chinmi merasa sangat antusias.
"Sekarang kamu bisa kembali ke duniamu, ingat sekarang Dantian dan Pusat Roh mu sudah ku perbaiki jadi untuk saat ini jangan dulu menunjukkan kepada mereka akan kekuatan di juga semua yang kamu ketahui," kata Li Wiefu.
"Kakek, kenapa kakek memberikan aku semua ini?" tanya Chinmi.
"Aku belum bisa menjelaskan padamu, namun nanti aku akan memberitahukan mu saat kita bertemu kembali," kata Li Wiefu.
Chinmi terdiam dan hanya bisa menggaruk kepalanya, walau bingung dia hanya bisa mengangguk dan akan menunggu sampai mereka akan bertemu kembali.
Li Wiefu juga tidak menjelaskan kapan mereka bisa bertemu kembali, sedangkan Chinmi sendiri lupa untuk menanyakannya.
"Pergilah, aku akan kembali ketempat dimana seharusnya aku berada!" kata Li Wiefu kemudian dia menghilang dari pandangan Chinmi.
"Kakek tunggu dulu bagaimana..!" Chinmi mencari dan memanggil Li Wiefu, dia ingin bertanya bagaimana caranya dia bisa keluar dari tempat itu.
Chinmi berjalan terus sambil mencari cara untuk kembali, namun kakinya tergelincir di tepi dan terjatuh kedalam jurang.
BRUUUK!!!
"Aduh..!" Chinmi terjatuh dari tempat tidurnya dengan wajah menghantam tanah terlebih dahulu.
"Aww..! Ssakiit..!" Chinmi mengusap-usap wajahnya, dia melihat ke sekelilingnya dan ternyata dirinya berada di dalam kamarnya.
"Jadi hanya mimpi ya?" batin Chinmi.
Chinmi sedikit bingung, walau hanya mimpi namun semuanya terasa begitu nyata, dan ternyata tubuhnya juga terasa sangat ringan, bahkan rasa sakit akibat latihan juga sudah tidak ada.
"Apa benar yang aku alami tadi hanyalah mimpi?" Chinmi masih sulit menerimanya, itu karena dia masih dapat mengingat dengan jelas akan semua yang telah diberikan oleh Li Wiefu lewat mimpinya.
"Aku harus menceritakan pada paman! Ah tidak, kakek itu bilang jangan dulu memberitahukan kepada siapa-siapa!" Chinmi merasa bingung harus berbuat apa, dia ingin sekali menceritakan akan semua yang ia alami di dalam mimpinya kepada Li Fang, namun disisi lain dia juga teringat akan pesan dari Li Wiefu.
"Sudahlah, sebaiknya aku mengikuti pesan dari kakek mimpi itu!" Chinmi memilih untuk merahasiakannya, dia pergi keluar karena matahari memang sudah menampakkan dirinya.
Dengan tubuh yang ia miliki sekarang serta dengan kondisi barunya, Chinmi sudah sangat siap untuk melakukan latihannya kembali.
***
"Kenapa dia bisa melakukannya hanya dua hari latihan saja?"
Yue Yin, Lian Mei, Lian Cao, dan semua murid melongo melihat Chinmi berhasil mengangkat satu kakinya lurus keatas dengan sempurna.
jangankan mereka saja, bahkan Mang Xin pun juga ikut terkejut, dia sudah melihat perkembangan dari latihan Chinmi yang pertama, dengan latihan fisik yang cepat, menurut Mang Xin, setidak Chinmi akan dengan cepat menyelesaikan latihannya hanya dalam waktu 2 tahun, namun Mang Xin mulai ragu akan penilaiannya kepada Chinmi.
"Cukup sekarang coba kamu berlari memutari lapangan ini!" kata Mang Xin.
Chinmi segera menurut, dia pun mulai berlari mengelilingi lapangan. Satu putaran sudah selesai dan kedua putaran juga sudah berhasil dia selesaikan.
Namun tidak seperti sebelumnya, Chinmi sama sekali tidak terlihat sangat lelah, bahkan nafasnya masih terlihat stabil.
"Apa yang terjadi sama anak ini?" Mang Xin benar-benar kebingungan, dia tidak percaya akan apa yang dilihatnya.
Chinmi sudah memutari lapangan 5 kali, dia melihat tatapan semua murid dan juga Mang Xin mengarah padanya, Chinmi baru sadar jika apa yang ia lakukan telah menarik perhatian mereka semua.
Chinmi berpura-pura kelelahan sambil membungkukkan badan, dia melakukan expresi yang sama seperti pertama latihan.
"Kau hebat, bisa berlari mengelilingi lapangan sebanyak Lima kali adalah prestasi yang luar biasa untuk murid baru," Lian Cao menghampiri Chinmi yang sedang berpura-pura kelelahan.
"Mungkin aku hanya bersemangat saja. Owh iya kemana senior Mang Xin, kenapa dia tidak terlihat?" Chinmi melihat kearah Mang Xin berada, dan ternyata dia sudah tidak lagi berada di sana.
"Entahlah, barusan dia masih ada di sana!" jawab Lian Cao yang juga ikut mencari keberadaan Mang Xin.
"Hai murid baru, hebat juga kamu! Siapa nama kamu?" salah satu murid yang terlihat berumur 16 tahun datang menghampiri Chinmi.
"Senior Fai, namanya adalah Li Chinmi!" jawab Lian Cao.
"Siapa yang bertanya padamu? Aku bertanya pada anak ini," katanya dengan suara membentak kepada Lian Cao.
"Yang dikatakan oleh saudara Cao benar senior, namaku adalah Li Chinmi," jawab Chinmi karena tidak ingin Lian Cao dibentak lagi.
"Chinmi, sepertinya kamu cukup berbahaya jika masih menjadi murid di Sekte ini, jadi sebaiknya kamu pergi dan keluar dari Sekte Pedang Suci ini!" ucapnya.
"Senior Xian Fai, apa maksud perkataan mu? Kakek sudah menerimanya untuk menjadi murid dan menjadi bagian dari sekte, atas dasar apa kamu menyuruh Saudara Chinmi pergi dari Sekte?" Yue Yin datang dan bertanya lantang kepada Xian Fai.
"Nona Yin, aku tidak punya maksud apa-apa!" Xian Fai menunduk, dia tidak berani jika harus berhadapan dengan Yue Yin, bukan karena kekuatan Yue Yin, melainkan karena Yue Yin adalah Cucu Ji Long.
Alasan Xian Fai berkata demikian, karena dia merasa iri, dia tidak mau ada murid berbakat selain dirinya di Sekte Pedang Suci. Xian Fai sang murid berbakat, dia bisa mencapai Pendekar Tahap Pemula 3 di usianya yang baru 16 tahun sehingga dia akan menjadi Pendekar berbakat yang dimiliki oleh Sekte.
Melihat keberhasilan Chinmi yang baru berlatih latihan dasar fisik hanya dalam waktu dua hari saja, dia takut jika Chinmi akan menggantikan posisinya, itulah yang dipikirkan oleh Xian Fei.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 361 Episodes
Comments
Roni Sakroni
xian fai sang pengecut nda berani bersaing secara sehat.
2024-12-19
0
Imam Sutoto
woow amazing story lanjut thor
2024-07-24
0
Yan Sofian
ada ada aja orang sirik
2024-06-17
0