***
"Apa paman tahu siapa orang yang kemarin berada didalam Goa?"
Li Fang dan Chinmi keluar dari dalam Goa saat hari sudah pagi, badai sudah tidak ada lagi sehingga mereka kembali melanjutkan perjalan.
"Aku tidak tahu? Mungkin saja dia salah satu dari empat Pertapa," kata Li Fang.
"Empat Pertapa?" Chinmi terlihat bingung karena dia tidak tahu sama sekali.
Dalam perjalanan Li Fang menjelaskan kepada Chinmi akan keberadaan Pendekar yang sudah mencapai tingkat Pertapa.
Hanya ada empat Pertapa yang ada diseluruh Negara yaitu Pertapa Pedang, Pertapa Matahari , Pertapa Bulandan Pertapa Langit.
Tempat keberadaan ke empat Pertapa tersebut masih belum diketahui. Seorang Pertapa jarang menampakkan diri, mereka tidak pernah ikut campur akan urusan duniawi kecuali dunia memang benar-benar sangat membutuhkan mereka barulah mereka akan menampakkan diri tanpa perlu diminta.
Andai dulu Li Yao tidak melakukan kesalahan dalam praktiknya, mungkin dia bisa menjadi Pertapa yang kelima, namun sayang takdir berkata lain.
Semua Pendekar mengetahui akan kehebatan masing-masing dari para Pertapa itu, kekuatan mereka sungguh besar, bahkan mereka mampu memanggil hujan dan petir.
Jika dua sekte menggabungkan kekuatannya untuk menyerang seorang Pertapa, itu tidak cukup mampu untuk mengalahkannya, bahkan mungkin kedua sekte yang telah bersatu akan binasa jika Pertapa itu menginginkannya.
"Paman, bisakah paman mengajarkan aku satu atau dua ilmu beladiri? Aku ingin menjadi seorang pendekar dan juga ingin menjadi seorang Pertapa nantinya!"
Li Fang menatap Chinmi, dia ingin mengatakan tidak bisa, namun dia tidak tega karena sudah mengetahui jika Chinmi tidak memiliki bakat untuk menjadi seorang Pendekar.
"Kalau kamu ingin berlatih ilmu beladiri, kamu harus melakukan latihan yang keras dulu agar tubuhmu menjadi kuat, nanti setelah kita sampai aku akan memberitahukan cara-cara melatih tubuh dan otot-ototmu!" kata Li Fang mencoba menyemangati Chinmi.
"Terimakasih paman, nanti jika aku sudah hebat, aku akan pergi menyelamatkan Ayah serta ibuku!" kata Chinmi dengan semangat yang berkobar-kobar.
Li Fang ternyum mendengar tekad Chinmi yang begitu besar, walau kecil kemungkinan bagi Chinmi untuk menjadi seorang Pendekar, namun Li Fang yakin, jika Chinmi bersungguh-sungguh dalam berlatih, mungkin cita-citanya akan terwujud walau mungkin membutuhkan waktu yang sangat lama.
Mereka terus melanjutkan perjalanan hingga sore hari. Dari jauh Li Fang bisa melihat banyak bangunan berbentuk runcing. Bangunan tersebut terbuat dari batu yang disusun rapi sehingga membentuk berbagai macam bangunan, ada yang runcing dan datar, tidak ada atap seperti Genteng atau Ilalang diatasnya sehingga terlihat seprti bangunan tak ber atap.
"Kita sudah tiba di Desa Jieshi!" kata Li Fang. Chinmi terlihat senang setelah melihat dengan jelas desa tersebut.
"Jangan lupa kenakan topengmu!" kata Li Fang mengingatkan Chinmi.
Chinmi segera memakai topengnya begitu juga dengan Li Fang kemudian mereka berdua pergi memasuki Desa Jieshi.
Desa Jieshi dikelilingi tembok batu yang sangat tinggi, namun desa tersebut tidak besar, jumlah bangunan yang ada disana dapat dihitung dengan jari, namun di desa Jieshi hampir semua penghuninya adalah seorang pendekar.
"Di sini kita harus lebih waspada, jika sampai mereka mengenali kita, maka kita akan berakhir di sini!" kata Li Fang kepada Chinmi sambil berdiri di depan tembok yang ada gambar wajah mereka berdua terpajang di tembok sekaligus dengan pengumumannya.
"Bukankah di sini adalah wilayah Negara Angin Selatan? Kenapa Negara Bumi Barat dan Angin Selatan yang sedang bermusuhan, masih bisa menaruh pengumuman ini di sini paman?"
"Mereka memang bermusuhan, namun jika menyangkut masalah buronan, maka mereka tetap akan mencarinya walau itu berada di wilayah musuh, karena buronan yang dicari berasal dari negara lain," jawab Li Fang, walau sebenarnya masih ada alasan lain dibalik semua itu yang tidak diketahui oleh Li Fang.
"Apakah kalian berdua pernah melihat orang yang yang ada digambar itu?" tiba-tiba suara wanita tua bertanya dari arah belakang mereka berdua membuat Li Fang dan Chinmi sama-sama menoleh kebelakang.
Li Fang terkejut setelah mengetahui sosok wanita tua yang berdiri membawa tongkat yang ujung atas tongkat tersebut berbentuk wajah manusia dengan berwajah seram.
"Meng Yi? Ketua Sekte Lembah Hantu juga berada di sini?" kata Li Fang sampai didengar oleh Meng Yi.
"Hohoho..! Ternyata aku masih cukup terkenal juga rupanya!" kata Meng Yi dengan tertawa.
Semua Pendekar diseluruh kerajaan akan mengenali Meng Yi, ciri-ciri cukup mudah untuk dikenali. Meng Yi adalah salah satu Pendekar Sihir Elemen Alam, sedangkan dia sudah berumur 200 tahun.
Sudah lama Meng Yi tidak pernah keluar dari Lembah Hantu, namun kali ini dia tiba-tiba kembali muncul membuat Li Fang mulai merasa cemas.
"Aku tanya sekali lagi! Apakah kalian berdua pernah melihat orang yang yang ada digambar itu?" Meng Yi kembali bertanya.
"I-iya, kami pernah bertemu dengan mereka di Gurun pasir sekitar dua hari yang lalu," jawab Li Fang dengan sedikit gugup.
"Owh, jadi kalian sempat bertemu ya! Lalu mereka menuju kemana?" tanya lagi Meng Yi.
"Mereka berjalan ke arah timur senior Meng," Li Fang sengaja mengarahkan ketempat yang lain.
"Aku harap kalian berkata jujur, jika sampai kalian berbohong dan mempermainkanku, aku akan mencari kalian dan akan membunuh kalian berdua," kata Meng Yi.
Li Fang menelan ludahnya, sedangkan Chinmi diam tidak bersuara, namun sebenarnya dia juga takut karena wajah Meng Yi terlihat sangat menyeramkan seperti orang yang tidak pernah mandi selama berbulan-bulan.
"Mana berani kami membohongi senior Meng!" kata Li Fang sambil membungkuk.
Meng Yi berbalik tanpa berbicara dan berniat meninggalkan Li Fang dan Chinmi membuat Li Fang bernafas lega. Dia ingin beranjak pergi juga namun langkah mereka terhenti setelah Meng Yi kembali memanggil mereka.
"Berhenti kalian..!" Seru Ming Yi membuat Li Fang mulai khawatir, dia khawatir jika Meng Yi mencurigai dirinya dan juga Chinmi.
"Jika kalian sudah bertemu dengan mereka berdua, kenapa kalian tidak menangkapnya? Apa kalian tidak tahu jika mereka berdua adalah buronan?" tanya Meng Yi yang terlihat mulai mencurigai Li Fang.
"Kami tidak tahu, justru setelah tiba di sini kami baru tahu setelah membaca pengumuman ini!" kata Li Fang sambil menunjuk kearah gambar dirinya.
Meng Yi diam sambil memperhatikan Li Fang dan Chinmi secara bergantian, membuat punggung Li Fang mulai berkeringat dingin.
"Kalian terlihat masih sangat muda, dan ciri-ciri tubuh kalian berdua sangat mirip dengan ciri-ciri kedua buronan itu," Meng Yi berjalan mendekati mereka berdua, sedangkan tangan Li Fang secara perlahan-lahan menggenggam erat gagang pedangnya.
Chinmi sendiri mulai menggeser kakinya sedikit demi sedikit kebelakang karena dia juga mulai khawatir.
"Aku ingin melihat wajah kalian berdua, sekarang cepat buka topeng kalian?" kata Meng Yi sambil menatap tajam kearah Li Fang.
"Sial..!" Li Fang berdecak kesal setelah mendengar permintaan Meng Yi, dia bingung harus melakukan apa, jika dia harus bertarung dengan Meng Yi, maka sudah sangat jelas siapa yang akan keluar jadi pemenangnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 361 Episodes
Comments
Imam Sutoto
gile keren
2024-07-24
0
Baim
yah
2022-05-12
3
Harman LokeST
next
2022-03-03
1