***
"Bagaimana keadaanmu?" Raja Tao datang menemui Li Xiang dan Zhinie yang terlihat mulai sehat walau belum sepenuhnya sehat.
"Kami sedikit baikan Yang Mulia! Terimakasih karena Yang Mulia sudah menolong kami," Li Xiang ingin bangkit namun kaisar segera menyuruhnya untuk berbaring.
"Aku melakukan semua ini karena masih mengingat akan jasa-jasamu kepada Negara ini. Walau demikian aku masih belum bisa membebaskanmu, karena kamu masih menjadi tersangka utama," kata Raja Tao dengan wajah terlihat menyesal.
Sudah lebih satu bulan semenjak Li Xiang dan Zhinie tiba-tiba sekarat tanpa sebab, dan hingga saat ini tenaga Li Xiang masih sangatlah lemah.
"Li Xiang, aku percaya padamu! Aku sudah memerintahkan orang-orang terbaikku untuk memeriksa semua ini, berdoalah agar semua bisa terungkap dan namamu bisa bersih dari tuduhan, sehingga kamu bisa kembali bebas," kata Raja Tao.
Li Xiang hanya bisa berterima kasih, dia sendiri tidak terlalu berharap banyak, hanya satu yang ia inginkan, yaitu keselamatan putranya yang saat ini entah berada dimana.
"Kalian berdua istirahatlah agar cepat pulih, aku akan menempatkan dua Pendekar Puncak untuk menjaga disini, agar tidak ada yang mencelakai ku!" kata Raja Tao kemudian meninggalkan Li Xiang dan Zhinie yang masih terlihat lemas.
"Sepertinya Raja masih berusaha mencari dalang akan semua ini!" Zhinie bersuara setelah Raja Tao sudah tidak ada.
"Sebenarnya siapa orang yang berusaha ingin menjatuhkan mu? Apakah dia musuh, atau musuh dalam selimut?" Zhinie kembali berkomentar.
"Entahlah, yang jelas saat ini, kita harus lebih banyak berkonsentrasi untuk pemulihan," kata Li Xiang yang tidak mau perduli akan siapa penyebab dirinya dipenjara bahkan hingga sakit seperti ini.
"Aku sangat merindukan Chinmi, apakah dia baik-baik saja?" mata Zhinie berair, dia sangat mengkhawatirkan Chinmi.
Li Xiang merangkul istrinya sembari berkata, "Dia pasti akan baik-baik saja, aku yakin Li Fang tidak akan membiarkan sesuatu yang buruk terjadi padanya," kata Li Xiang.
"Tapi bagaimana jika mereka bertemu musuh yang kuat? Apakah Li Fang akan sanggup melawannya?" tanya Zhinie.
"Ke khawatiran mu sangat berlebihan sayang, lagi pula jika memang Li Fang bertemu dengan orang kuat yang ingin mencelakai mereka, aku yakin Li Fang akan mampu mengalahkannya," kata Li Xiang meyakinkan istrinya sekaligus menghiburnya agar tidak terus-terusan bersedih.
"Bagaimana keadaan mu saudaraku?" ketika mereka masih saling berbincang-bincang, Jendral Fu Shen datang dan menyapanya.
"Saudara Fu! Kami sudah sedikit baikan," jawab Li Xiang dengan tersenyum hangat menyambut teman sekaligus sahabat akrabnya itu.
"Sebenarnya apa yang terjadi kepada kalian berdua? Kenapa kalian tiba-tiba saja tidak sadarkan diri di penjara?" Fu Shen bertanya dengan wajah terlihat serius.
"Aku juga tidak mengerti, sepertinya ada yang menaruh racun di makanan kami," kata Li Xiang.
"Racun? Siapa yang berani menaruh racun di makanan Saudaraku? Apa kamu mengetahui pelakunya?" Fu Shen bertanya sekaligus bersuara dengan nada geram.
Li Xiang menggelengkan kepalanya, dia juga tidak tahu siapa yang telah memberinya racun melewati makanan.
"Jika dilihat dari racunnya, sepertinya ini racun hebat yang dibuat oleh ahli racun, dan hanya ada satu yang ahli dengan racun yaitu sekte Kalajengking Merah," kata Li Xiang.
"Apa kamu yakin?" tanya lagi Fu Shen.
"Aku sangat yakin, hanya sekte Kalajengking Merah yang bisa membuat racun yang tidak bisa terdeteksi aroma ataupun rasanya," kata Li Xiang.
Wajah Fu Shen terlihat sedikit panik, namun dia berusaha agar tidak terlihat oleh Li Xiang. Racun yang dicampur dengan makanan Li Xiang bernama Racun Bubuk Nirwana.
Racun Bubuk Nirwana sangat kuat, bahkan aroma dan rasanya pun tidak akan diketahui oleh siapapun kecuali sesama ahli racun tingkat tinggi.
Siapapun yang terkena racun tersebut biasanya akan mati, namun jika sudah menyadari dan mereka sudah menelan racun maka harus cepat-cepat menetralkan dengan Qi murni agar tidak cepat menyebar.
Li Xiang menyadari ketika dirinya merasakan suhu panas dari perutnya, dia segera bertanya kepada istrinya apakah dia juga merasakan hal yang sama.
Ketika Zhinie juga mengatakan merasakan hal yang sama, Li Xiang segera mengalirkan Qi murninya kepada Zhinie agar bisa sedikit menetralkan racun tersebut, namun Zhinie tidak sadarkan diri terlebih dahulu sebelum menerima banyak Qi murni dari Li Xiang, namun setidaknya Racun didalam tubuh Zhinie sedikit tertahan oleh Qi murni milik Li Xiang.
Li Xiang segera menetralkan racun di dalam tubuhnya sendiri, namun karena sedikit terlambat dia hampir saja gagal, beruntungnya disaat-saat hampir tidak sadarkan diri, Li Xiang segera memukul jeruji besi agar penjaga dapat mendengarnya, dan setelah itu Li Xiang tidak sadarkan diri.
Li Xiang tersadar setelah dua hari pingsan, dan dia melihat istrinya yang masih belum sadar berbaring di tempat tidur sebelahnya.
Li Xiang merasa masih ada racun didalam tubuhnya dan segera menggunakan sisa Qi murni yang dimilikinya untuk mengeluarkan racun tersebut.
Saat Li Xiang mencoba mengeluarkan racun di dalam tubuhnya dengan Qi nya, dia merasakan rasa panas di perutnya, karena racun tersebut tidak menyebar akibat Qi murni yang sebelumnya Li Xiang gunakan.
Keringat mulai membasahi keningnya, sisa Qi yang ia miliki tidak cukup mampu untuk mendorong semua racun tersebut. Li Xiang memuntahkan sedikit darah hitam yang kental namun berbau busuk.
Setelah berhasil mengeluarkan sedikit racun dalam tubuhnya, Li Xiang beristirahat sambil mengumpulkan Qi nya kembali untuk membantu istrinya jika sudah sadar nantinya.
Hal tersebut terus dilakukan oleh Li Xiang hingga sekarang ini, dan sekarang racun di dalam tubuhnya dan Zhinie sudah tinggal sedikit.
"Kalian tenang saja, aku akan mencari tahu siapa orang yang telah bekerja sama dengan sekte Kalajengking Merah itu, jika aku menemukannya, aku akan langsung membunuhnya!" kata Fu Shen sambil mengepalkan kedua tangannya.
"Terimakasih saudara Fu, aku tidak akan melupakan kebaikanmu Ini," kata Li Xiang.
"Ini tidak seberapa jika dibandingkan dengan pertolonganmu kepadaku, jika bukan karena dirimu saat itu, mungkin aku tidak akan ada lagi di dunia ini," kata Fu Shen namun dia sedikit tersenyum sinis.
Li Xiang sudah menganggap Fu Shen sebagai sahabat terbaiknya, dulu saat sedang berperang melawan pasukan dari Negara Angin Selatan, Fu Shen terluka parah saat berhadapan dengan dua jendral dari Negara Angin Selatan, dia hampir mati terbunuh saat itu, beruntungnya Li Xiang segera menolongnya dan bertarung melawan kedua jendral tersebut dan melindungi Fu Shen yang sedang terluka parah.
Fu Shen berhasil selamat namun Li Xiang juga mengalami luka tusukan tombak di samping perut bagian kirinya.
Sejak saat itu Li Xiang dan Fu Shen menjadi teman akrab, dan jika berada di satu medan perang yang sama, mereka akan bekerja sama dan saling melindungi.
Namun Fu Shen tidak benar-benar menganggap Li Xiang sebagai sahabatnya, karena dia merasa tersaingi untuk mendekati dan mencari muka kepada Raja Tao.
Fu Shen sangat ingin membunuh Li Xiang, namun dia sadar jika dirinya bukanlah tandingan Li Xiang jika harus bertarung satu lawan satu.
Saat ini andai tidak ada dua Pendekar Puncak yang menjaganya, mungkin dia sudah membunuh Li Xiang dan Zhinie yang saat ini masih belum pulih, sehingga Fu Shen hanya bisa menahan semua keinginannya dan berpura-pura masih menjadi Teman dan Sahabat dihadapan Li Xiang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 361 Episodes
Comments
Roni Sakroni
masa nda tahu gelagat yg jahat dari temennya itu.
2024-12-19
0
S P Lani
biasa penulisnya bego nya di piara
2025-01-02
0
Mas Uan
hambar kaka
2024-10-13
0