"Yang Mulia! Yang Mulia!" seorang penjaga datang dengan tergesa-gesa sehingga dia lupa untuk memberi hormat kepada Raja Tao.
Namun Raja Tao tidak marah, dia mengerti jika prajuritnya bersikap seperti itu, artinya ada masalah serius yang ingin dilaporkannya.
"Ada apa penjaga! Apa yang membuatmu begitu panik?" tanya Raja Tao.
"Maafkan atas kelancangan hamba Yang Mulia, saya ingin memberi laporan bahwa Jendral Li Xiang dan istrinya sedang kritis di dalam penjara!" kata penjaga tersebut.
"Apa..! Kenapa bisa?" kata Raja Tao seraya bangkit dari kursinya.
"Kami juga tidak tahu pasti Yang Mulia!" kata penjaga tersebut dengan sedikit takut.
Seluruh ruangan menjadi riuh membicarakan Li Xiang, namun hanya satu orang yang hanya tersenyum mendengar kabar tersebut, dia adalah Jendral Fu Shen.
Fu Shen tersenyum tipis mendengar kabar akan Li Xiang yang sedang kritis. Walau Li Xiang adalah seorang Jendral yang hebat, namun dia tidak akan mampu menahan racun yang ia dapatkan dari sekte aliran hitam yaitu "Sekte Kalajengking Merah" dan sekte tersebut adalah salah satu sekte kuat aliran hitam.
Bukan hanya terkenal racunnya yang hebat, namun mereka juga memiliki kekuatan yang besar, bahkan mereka memiliki dua pendekar yang ahli dalam menggunakan ilmu sihir Elemen.
Raja Tao segera pergi untuk melihat Li Xiang dan juga istrinya Ma Zhinie. Setelah sampai didekat mereka berdua, Raja Tao meminta penjelasan akan penyebabnya.
"Bagaimana? Apa kalian menemukan sesuatu?" tanya Raja Tao.
"Maaf Yang Mulia, kami benar-benar tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan, kami mengira Jendral dan istrinya terkena racun," kata salah seorang yang memeriksa tubuh Li Xiang dan istrinya yang tidak sadarkan diri, orang tersebut adalah seorang tabib.
Wajah Raja Tao terlihat masam, dia sungguh tidak menduga jika akan ada yang berani meracuni Li Xiang, ditambah lagi ini sangat misterius.
"Li Xiang, maafkan aku, aku tidak tahu kalau kejadiannya akan seperti ini!" kata Raja Tao sambil menatap wajah Li Xiang yang masih tidak sadarkan diri.
Raja Tao sangat mengagumi Li Xiang, karena itu dia tidak tega jika harus memberikan hukuman mati padanya, walau dihasut sekalipun oleh Fu Shen, Raja Tao tetap berpikir ulang ketika melihat wajah Li Xiang, walau bagaimanapun Li Xiang adalah seorang pahlawan kerajaan.
Selain Li Xiang, tidak akan ada lagi seorang jenderal yang hebat seperti Li Xiang, karena Li Xiang bukan hanya hebat dalam ilmu beladiri saja, namun dia juga menguasai ilmu sihir Bumi yang cukup kuat.
Dia dijuluki Jendral Bumi Li Xiang, karena ilmu andalan terkuatnya adalah Sihir Bumi. Seluruh keluarga bermaga Li menguasai sihir Bumi, sedangkan pemilik sihir Bumi terkuat sudah lama meninggal, dia adalah Li Yao, dia adalah Kakek Li Xiang.
Li Yao sebenarnya adalah seorang ahli dalam menggunakan ilmu sihir Bumi, dia termasuk salah satu dari 25 ahli sihir Bumi terkuat yang ada di wilayah Kerajaan Bumi Barat.
Li Yao hampir menjadi seorang pertapa, namun karena kesalahan praktik dia mengalami luka dalam yang sangat parah sehingga meninggal ketika Li Xiang sudah berumur 17 tahun, dan ilmu kitab sihir Bumi diwariskan kepada Li Xiang, dan Li Xiang juga mengajari adiknya yaitu Li Fang.
"Li Xiang cepatlah sadar, aku akan meringankan hukumanmu, itu sebagai balasan atas semua jasa-jasa yang telah engkau berikan kepada kerajaan," kata Raja Tao.
Batin Fu Shen bergumam kesal, dia berdiri dibelakang para petinggi kerajaan lainnya.
Walau dicap sebagai penghianat, Li Xiang tetap diberi hukuman ringan sehingga membuat Fu Shen semakin kesal. Fu Shen berjanji akan mencari Li Fang dan Li Chinmi, dia akan membunuh keduanya agar hidup Li Xiang semakin menderita.
***
"Paman, aku ingin kembali pulang, aku tidak mau meninggalkan Ayah dan Ibu!"
Chinmi sedang duduk diatas seekor kuda bersama dengan Li Fang, disepanjang perjalanan, Chinmi tidak henti-hentinya berkata ingin kembali pulang.
"Chinmi, kamu tidak perlu mengkhawatirkan mereka berdua, Paman yakin mereka akan baik-baik saja," kata Li Fang.
Li Fang yakin jika Raja Tao tidak mungkin mau menghukum mati kakaknya, karena kakaknya adalah salah satu orang terdekat dengan Raja Tao.
Berbeda dengan Chinmi, dia merasa hal yang buruk sedang dialami oleh kedua orang tuanya.
Sudah hampir seminggu semenjak mereka berdua keluar dari kerajaan Bumi Barat, Walau sudah keluar, mereka masih berada di wilayah Bumi Barat sehingga Li Fang sangat khawatir jika bertemu dengan para prajurit kerajaan.
Li Fang tidak berani menginap di perkampungan ataupun kota dan desa, karena bisa saja para anggota prajurit kerajaan sudah memasang gambar mereka di setiap kota dan desa, kerena mereka berdua sekarang adalah buronan kerajaan.
"Paman aku mau kencing dulu," kata Chinmi.
"Kalau kamu mau kencing di sini saja, tidak perlu jauh-jauh lagi!" kata Li Fang.
"Aku tidak bisa kencing jika paman melihatku!" kata Chinmi dengan wajah polos.
"Aku tidak peduli, kalau kamu mau kencing di depan itu, jika tidak maka kita lanjutkan saja perjalanan ini!" kata Li Fang, dia tidak peduli dengan wajah Chinmi yang mulai terlihat kesal.
Li Fang tidak mau kecolongan untuk yang kedua kalinya, Chinmi pernah berkata ingin kencing dan Li Fang membiarkannya, namun tidak Li Fang duga jika Chinmi ternyata menipunya.
Setelah merasa Li Fang tidak melihatnya, Chinmi pun lari dan arah larinya menuju kearah kerajaan Bumi Barat yaitu kerumahnya.
Untungnya Li Fang cepat menyadarinya dan segera mengejarnya kembali, sejak saat itu Li Fang tidak mau lagi tertipu dengan wajah polos keponakannya itu.
Dengan wajah kesal, Chinmi pun akhirnya kencing dengan memunggungi Li Fang, setelah selesai mereka berdua kembali melanjutkan perjalanannya.
"Hahaha..! Lihat siapa yang datang kepada kita?"
Saat sedang melanjutkan perjalanan, mereka dihadang oleh 10 orang yang tidak dikenal, mereka semua membawa golok dengan menggunakan topi yang dibuat dari jerami.
"Benar Kakak, sepertinya wajah mereka sama dengan wajah digambar ini!" kata salah seorang dari mereka lalu membuka gulungan kertas.
"Siapa kalian, dan mau apa kalian menghalangi jalan kami?" tanya Li Fang, dia sangat waspada sekali.
"Kami adalah orang yang akan menangkap kalian berdua, harga kalian berdua sangatlah mahal, Jendral Fu Shen akan membayar 50 juta keping emas untuk salah satu dari kalian, dan kalian berdua bernilai 100 juta keping emas hidup atau mati!" kata Pria yang berdiri paling depan.
Li Fang menelan ludah mendengar hadiah yang disebutkan oleh mereka, benar-benar hadiah yang fantastis hanya untuk menangkap mereka berdua saja.
Li Fang mulai mencari cara agar bisa lolos, andai dia cuma sendiri mungkin tidak masalah, namun saat ini dia bersama Chinmi yang belum bisa apa-apa sehingga Li Fang merasa khawatir akan keselamatan Chinmi.
Chinmi ternyata mengerti akan apa yang dipikirkan oleh Li Fang kemudian berkata, "Paman tidak perlu mengkhawatirkan aku, aku bisa menjaga diri, karena disekolahan akademi, aku sudah mempelajari satu dua ilmu," kata Chinmi.
Li Fang terlihat ragu, kerena bagaimanapun satu atau dua ilmu saja tidak akan cukup mampu untuk melawan musuh yang banyak, apalagi yang dipelajari hanya ilmu dasar.
"Memangnya ilmu apa yang sudah kamu pelajari di sekolahan Akademi?" tanya Li Fang penasaran sekaligus memastikan jika ilmu yang dipejari oleh Chinmi benar-benar bisa berguna.
"Kata Guru Liang, ilmu ini diberi nama Teriakan Elang, dan yang kedua adalah ilmu Kera Melompati pohon," kata Chinmi dengan serius.
"Ilmu jenis apalagi itu, aku baru mendengarnya?" batin Li Fang.
"Cepat tangkap mereka hidup atau mati!" seru Pria yang berdiri paling depan.
Li Fang berdecak kesal, dia melirik kembali Chinmi sekaligus berkata, "Jika kamu terdesak segera gunakan ilmumu itu dan lekas pergi dari sini!" kata Li Fang kemudian bergerak maju untuk menghadang kesepuluh orang yang menyerang ke arahnya.
"Tolooong...!!"
Li Fang dan ke sepuluh lawannya langsung berhenti bergerak, mereka belum sempat beradu jurus namun kaget setelah mendengar teriakan Chinmi.
Li Fang yang panik segera menoleh dan melihat Chinmi masih duduk diatas kuda dalam kondisi baik-baik saja.
"Ada apa denganmu..?" teriak Li Fang sambil bertanya heran.
"Paman tadi yang menyuruhku menggunakan ilmu itu jika terdesak, jadi aku menggunakan Ilmu Teriakan Elang ajaran Guru Liang!" kata Chinmi.
"Itu bukan Ilmu Teriakan Elang! Tapi itu adalah teriakan minta tolong namanya, dasar bodoh!" kata Li Fang yang semakin kesal, dalam kondisi terdesak bisa-bisanya Chinmi berteriak, lalu memberi sebutan ilmu Teriakan Elang, padahal hanya teriakan minta tolong.
Semua lawannya tertawa terbahak-bahak ketika mendengar maksud teriakan Chinmi, ditambah lagi menyebutkan teriakan minta tolong tersebut dengan sebutan Ilmu Teriakan Elang.
"Ayo tangkap bocah bodoh itu!" kata pria yang sebelumnya memberi perintah untuk menyerang.
"Selama ada aku, jangan harap kalian bisa menyentuhnya!" Li Fang membalikkan ujung pedangnya kebelakang dan bersiap untuk bertarung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 361 Episodes
Comments
S P Lani
ini mah dari ketololan jadi pendekar pasti lama banget jadibpendekat nya
2024-11-04
0
Imam Sutoto
good job Thor lanjut
2024-07-19
0
Ani Sumarni
Semoga Paman Li Fang dn keponakanya Chimin selamat Dari
Kekejaman pembunuh bayaran
Sang Pencipta Penguasa a'lam
Semesta melindnginya Aamiin
2023-12-08
3