"Fang, apa kamu tidak apa-apa?" Yue Rong bertanya kepada Li Fang, dia khawatir jika pikiran Li Fang sedang tertekan karena masalah yang menimpa keluarganya.
"Aku baik-baik saja!" jawab Li Fang.
Mereka berdua berbicara di depan kamar setelah melihat Chinmi yang sudah istirahat. Yue Rong memegang tangan Li Fang sambil berkata, "Jika nanti kamu butuh bantuan dariku, katakan saja! Aku akan senang hati membantumu,"
"Terimakasih!" Li Fang hanya menjawab singkat sambil tersenyum, namun Yue Rong melihat ada kesedihan dibalik senyuman Li Fang.
Yue Rong mengerti, sebagai sesama anggota dari keluarga yang memiliki kedudukan penting di kerajaan, tentu Li Fang merasa tertekan dengan masalah yang menimpa dirinya dan seluruh anggota keluarganya, terlebih lagi dia masih harus berusaha menghindar dari kejaran para sekte-sekte yang ingin memburu dirinya serta keponakannya membuat Li Fang pasti tidak akan pernah merasa tenang.
"Aku pergi dulu! Ingat jika kamu butuh sesuatu katakan saja padaku!" kata Yue Rong kemudian melangkah pergi meninggalkan Li Fang walau terkadang dia menoleh kebelakang.
Li Fang hanya menatap Yue Rong yang sudah hampir tidak terlihat, dia hanya menghela nafas panjang dan sambil bergumam, "Maafkan aku Rong'er!"
Sebenarnya dia sangat merindukan Yue Rong, namun rasa rindunya ditekan oleh masalah yang ia hadapi saat ini.
Li Fang masuk kedalam dan melihat Chinmi yang ternyata masih belum tertidur.
"Kenapa belum istirahat, apa kamu tidak lelah setelah berjalan seharian?" tanya Li Fang.
"Aku lelah tapi belum bisa tidur!" jawab Chinmi.
"Jadi apa kamu hanya mau menatap langit-langit kamar ini saja?"
Chinmi menggelengkan kepala kemudian menjawab, "Aku mau jalan-jalan diluar dulu paman, lagi pula ini terlalu sore untuk tidur," kata Chinmi.
"Baiklah, Tapi ingat jangan pergi terlalu jauh!" kata Li Fang.
"Terimakasih paman!" Chinmi segera keluar dan pergi jalan-jalan sendirian.
"Anak ini..!" Li Fang hanya menggelengkan kepala saat melihat Chinmi yang sudah pergi untuk berkeliling, Li Fang mengerti jika yang dibutuhkan oleh Chinmi saat ini hanyalah teman, andai dia sudah memiliki teman yang sebaya dengan dirinya, mungkin Chinmi bisa meringankan masalah akan kedua orang tuanya.
"Besok aku harus melatih kembali ilmu Sihir Elemen Bumi ku," batin Li Fang, semenjak dia keluar dari Kerajaan Bumi Barat, dia sama sekali tidak berlatih, Li Fang berencana berlatih kembali di sekte Pedang Suci.
***
Chinmi duduk di bawah pohon besar, dia tidak mau berkeliling terlalu jauh karena takut nantinya kesasar karena dirinya masih baru berada di sana.
Matahari sudah sangat condong kebarat, dia menatap kearah barat dengan mata mata mulai berair.
terbayang wajah Li Xiang dan Zhinie di pikirannya, Chinmi ingin pulang dan ingin kembali berkumpul dengan kedua orang tuanya, namun dia tahu saat ini dirinya sungguh sangat jauh dari rumah.
"Ayah, Ibu! Aku sangat merindukan kalian," gumam Chinmi dengan air mata yang mulai mengalir di pipinya.
"Kamu siapa, dan sedang apa kamu duduk sendirian di sini?"
Ketika Chinmi masih melamun dan membayangkan kedua orang tuanya, tiba-tiba suara anak perempuan memecah lamuanannya.
Chinmi segera menghapus air matanya yang membasahi pipinya dan segera menoleh kearah suara tersebut, dan ternyata ada tiga orang anak yang sedang berdiri menatap dirinya, satu anak laki-laki seumuran dengan Chinmi dan dua anak perempuan berumur 10 tahun.
"Hai, dia habis menangis?" seru salah satu anak perempuan tersebut.
"Benarkah?" Anak laki-laki yang bersama mereka menatap wajah Chinmi dan terlihat mata Chinmi yang memerah dan masih ada bekas air mata yang masih tersisa.
Chinmi merasa malu mendengarnya dia buru-buru mencari alasan kepada mereka, "Aku tidak menangis, saat aku kesini tiba-tiba angin berhembus kencang dan banyak sekali debu yang beterbangan dan mengenai kedua mataku," kata Chinmi berusaha mencari alasan.
Mereka bertiga saling berpandangan kemudian hanya bisa mempercayai perkataan Chinmi.
"Aku tidak pernah melihatmu sebelumnya, apakah kamu anak baru disini?" tanya anak laki-laki tersebut.
Chinmi menjawab dengan anggukan sambil memperhatikan mereka bertiga.
"Dari mana kamu berasal?" tanya anak perempuan yang memakai baju putih.
"Aku berasal dari Kerajaan Bumi Barat!" jawab Chinmi tanpa menutupi akan dirinya.
"Owh, kamu anak yang baru tiba itu ya?" anak perempuan yang memakai baju biru juga ikut bersuara.
"Aku dan pamanku baru tiba setelah habis siang tadi," jawab Chinmi.
"Apakah kamu akan tinggal disini atau akan pergi lagi?"
"Aku tidak tahu, aku hanya mengikuti pamanku saja namun rencananya aku akan belajar disini, itulah yang dikatakan oleh ketua Ji pada pamanku," jawab Chinmi.
"Kakek mengijinkanmu untuk berlatih disini?" tanya anak perempuan yang memakai baju putih.
"Kakek!?" Chinmi bingung karena tidak tahu Kakek mana yang anak itu maksud.
"Ketua Sekte Pedang Suci adalah kakeknya," kata Anak temannya yang laki-laki.
"Ah maaf aku tidak tahu! Benar kakekmu sudah mengijinkanku untuk belajar dan berlatih disini," jawab Chinmi.
"Siapa namamu?" anak perempuan yang memakai baju biru bertanya.
"Namaku Li Chinmi," kata Chinmi yang memperkenalkan dirinya.
"Namaku Lian Mei, dan ini adalah Ji Yue Yin, dan yang ini adalah kakakku Lian Cao," kata Lian Mei.
"Chinmi, maukah kamu berteman dengan kami?" tanya Lian Cao.
"Aku! Eh tentu saja," kata Chinmi dia memang membutuhkan teman disini baik itu untuk bermain atau hanya sekedar bercerita.
"Chinmi ceritakan pada kami akan pengalamanmu saat kamu masih tinggal di Kerajaan Bumi Barat," kata Yue Yin.
"Kalian ingin aku bercerita soal apa?" tanya Chinmi karena dia juga tidak tahu harus memulainya dari mana.
"Apa saja yang kamu ketahui!" kata Lian Mei.
"Baiklah aku akan menceritakan akan pengalamanku saat masih berada di sana," kata Chinmi kemudian mulai bercerita akan kehidupan disana, mulai dari cara bermain, belajar, dan juga keramaian dan kepadatan penduduk disana.
Lian Cao, Lian Mei dan Yue Yin sangat antusias mendengarkan cerita Chinmi, selama ini mereka tidak pernah keluar dari wilayah Sekte sehingga mereka belum mengetahui akan kehidupan yang berada di luar sekte.
Mereka akan diijinkan keluar jika mereka sudah beranjak dewasa dan sudah menjadi seorang Pendekar, setidaknya mereka sudah menjadi seorang Pendekar Tahap Pemula Tingkat 2, dan jika mereka sudah sampai di tahap itu, mereka akan diijinkan untuk pergi keluar mengikuti para seniornya untuk menjalankan misi.
Chinmi dan ketiga teman barunya bercerita hingga matahari tenggelam, dan setelah itu mereka berhenti karena hari sudah sangat sore, mereka berencana kembali melanjutkan cerita mereka di lain waktu saja.
Chinmi pulang dengan hati senang karena sudah mendapatkan teman baru, walau hanya tiga anak saja, itu sudah cukup banginya, setidaknya dia sudah memiliki teman yang seumuran dengan dirinya.
Chinmi sampai dirumah namun dia sama sekali tidak melihat keberadaan Li Fang, namun Chinmi melihat ada hidangan makanan di meja nasi dengan lauk sederhana.
Chinmi pergi mandi, setelah selesai mandi dia makan malam sendirian karena Li Fang masih belum datang, setelah makan batulah Chinmi berbaring di tempat tidur kemudian dia tertidur tanpa menunggu Li Fang pulang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 361 Episodes
Comments
S P Lani
goblog penulisnya mau di bilang bego ya di bilang ceritanya sampah iya juga mau di bilang ga bermanfaat memang .apa dong novel ini yg bisa di kategorikan berharga?
2025-01-02
0
Imam Sutoto
good luck thor lanjut
2024-07-24
0
Mas Bos
awal jalani penderitaan
tuk jadi pendekar hebat
mantul thor
2023-01-25
2