Air teh hangat dan kopi panas, telah memmbasahi tenggorokan mereka masing-masing.
Di hari pertama mereka mengadakan latihan ilmu bela diri silat, khususnya pada para pemuda-pemuda desa halimun, semua merasa senang sekali, dengan kehadirannya wira jaya dan darma, seta serta dewi harum.
Karena pemuda-pemuda desa halimun kini sudah bisa menguasai ilmu bela diri dari jurus-jurus elang sakti, meskipun baru tahap permula'an tapi mereka sangat senang dan bersemangat sekali.
Kepulangannya dari tempat berlatih jurus-jurus, salah satu pemuda yang bernama seno, sepertinya pemuda itu sangat tertarik ingin menjadi seorang pendekar, ia lalu duduk bersila, dengan kedua tangan tertumpu berada di atas paha, lalu seno melakukan pernapasan, seperti yang telah diajarkan oleh darma seta.
''Kata kakang darma seta, untuk menguasai jurus-jurus elang sakti secara sempurna, terlebih dahulu harus menguasai tenaga dalam secara sempurna pula.'' Ucap seno berkata sendiri.
Seno dengan gigihnya berlatih tenaga dalam, karena ambisinya yang ingin menjadi pendekar seperti darma seta.
Haripun terus berlalu seiring dengan perputaran waktu yang tidak terasa, karena roda jaman yang kian hari kian cepat berlalu, sehingga haripun tidak terasa sudah gelap.
Desa Halimun kini sudah diselimuti dengan kegelapan malam, ditambah pohon-pohon yang besar dan tinggi menjulang masih banyak tumbuh dan berjejer disepanjang jalanan setapak.
Seno pun sudah mengakhiri latihannya, kini ia memasuki kedalam rumahnya.
................
Sementara, wira jaya, darma seta dan dewi harum masih duduk-duduk bareng yang ditemani jala darma, dan giri darma.
Sambil menikmati sejuknya suasana dimalam itu.
Dari kejauhan dibalik pepohonan yang begitu rapat dan menjulang tinggi, sosok empat bola mata lagi mengawasi keberada'annya isi dari rumahnya giri darma.
Dua bayangan hitam, terus memperhatikan tempat kediamannya giri darma.
Kini dua bayangan itu pergi meninggalkan tempat itu, hanya dalam sekejap mata kedua bayangan itu sudah hilang ditelan kegelapan malam.
Malam pun terus semakin larut, udarapun nampak sudah terasa dingin menusuk tulang tulang sumsum.
Giri darma dan istrinya sudah mulai memasuki kamarnya sedangkan wira jaya dan dewi harum tidur dikamar depan.
Hanya nyi anyelir yang tidur sendirian, dikamar yang paling ujung.
Darma seta nampak masih belum tertidur, entah apa yang akan dilakukan oleh darma seta, tubuhnya kini melesat ke atas pohon-pohon yang sangat tinggi menjulang, dengan sorot mata elangnya yang tajam, sepertinya darma seta sudah mengetahuinya akan ada gelagat yang tidak beres mengintai rumahnya giri darma.
Dengan entengnya tubuh darma bertengker diatas dahan, matanya yang tajam terus mengincar kesana kemari laksana burung elang yang lagi mengincar mangsanya.
Tiba tiba darma seta melihat puluhan anak panah api yang meluncur dengan cepat kearah rumahnya giri darma.
Dengan cepat darma seta melesat menerjang kearah puluhan anak panah api itu, dengan jurus elang menembus sukma.
''Jagat dewa batara, benar apa yang kurasakan akan ada bahaya.'' Ucap darma seta sambil berteriak.
''Ciaaaaaatttttt.
wes ees wes wes wes, puluhan anak panah api berhasil dipatahkan oleh darma seta.
''Ibuuuu, Paman, Banguuuun, ada bahaya datng.'' teriak darma seta.
Tapi anak panah itu, terus terusan malahan semakin banyak meluncur kearah rumahnya giri darma, sehingga darma seta merasa kewalahan mematahkan puluhan anak panah yang semakin banyak.
Hingga tidak bisa dihindari lagi kini anak panah menghujani rumahnya giri darma, api yang menyala dari ujung anak panah itu, perlahan-lahan mulai membakar kayu-kayu penyangga rumahnya giri darma.
Darma seta berteriak-teriak memanggil seisi rumah itu.
Wira jaya dan dewi harum sangat kaget dan terus melompat keluar yang di ikuti oleh giri darma dan istinya.
Disaat mereka lagi panik ada bayangan merah masuk menembus kobaran api itu, menuju keruang kamarnya nyi anyelir.
''Wah putriku.'' Teriak giri darma.
''Tahaaan kakang, seta tolong teteh anyelir keluarkan dati kobaran api itu.'' Perintah wira jaya pada darma seta.
''Baik Paman.'' Jawab darma seta sambil melompat masuk kedalam kobaran api itu.
Bersama'an dengan darma seta masuk kedalam rumah yang sudah dipenuhi oleh kobaran api.
Bayangan merah kini melesat secepat kilat keluar dari kobaran api itu.
setelah darma seta berada didalam kamar nyi anyelir yang sudah dilalap oleh api, sepintas mata darma seta melihat kelebatan bayangan keluar dari kamarnya nyi anyelir, tanpa mikir panjang lagi darma seta terus mengejarnya.
''Kurang ajar, jangan kau bawa teteh anyelir bangsat, ciaaaaatttttt.'' Teriak darma seta sambil mengejar bayangan merah itu.
Wira jaya dan dewi harum yang melihat itu semua, langsung melesat mengikuti anaknya darma seta.
''Jangan kabuur kurang ajar.'' Teriak wira jaya.
Dimalam itu saling kejar-kejaran antara bayangan merah, darma seta, wira jaya dan dewi harum.
Kelebatan bayangan merah sangat cepat sekali, sehingga darma seta kehilangan jejak, pas disebuah hutan darma seta menghentikan pengejarannya, setelah itu datang wira jaya dan dewi harum.
''Kemana arah larinya bayangan itu Seta?'' Tanya wira jaya.
''Entahlah paman, ku kehilangan jejak, ilmu lari cepat benar-benar sempurna.'' Jawab darma seta.
''Iya benar, sungguh luar biasa perpaduan ilmu lari cepat dan ilmu meringankan tubuhnya.'' Ucap dewi harum.
''Kira-kira siapa dia ya.'' Ucap darma seta.
....................
Sementara dirumahnya giri darma, semua warga sudah pada berdatangan memenuhi halaman rumahnya giri darma, untuk membantu memadamkan api yang terus berkobar, dengan segala cara dilakukan oleh warga desa halimun untuk memadamkan api.
Mereka sibuk ambil air kesumur dibawah sana, dan ada pula yang memakai cara dengan karung goni yang dibasahin.
Tidak lama kemudian.
Apipun sudah mulai bisa dipadamkan, tapi rumah sebagian sudah banyak yang hangus terbakar.
Disa'at itu pula munculah darma seta, wira jaya dan dewi harum, dengan sangat terburu-buru sekali, giri darma beserta istrinya langsung menyambut kedatangan wira jaya dan darma seta serta dewi harum.
''Mana nyi Anyelir putriku rayi?'' Tanya giri darma bernada sedih.
''Ma'apkan kami kakang, kami semua kehilangan jejak.'' Jawab wira jaya.
''Iya benar uwa, bayangan merah itu sangat cepat larinya, pas disebuah hutan kami kehilangan jejak.'' Ucap darma seta.
''Aduuuh putriku krmanakah dirimu, ooh dewa berilah perlindungan pada putri hamba.'' Ucap ibu Padma sari.
''Sekarang kakang dan teteh padma sari, tenangkan dulu janganlah berpikir yang tidak-tidak dulu, besok kita bertiga akan cari nyi Anyelir.'' Ucap wira jaya.
''Lalu siapakah kiranya, orang yang sudah melepaskan panah-panah api itu kearah rumahku ini, oooh sang murbeng alam, apa salah hamba sehingga bencana terus-terusan datang pada keluarga hamba.'' Ucap giri darma.
''Tadi sehabis mengejar bayangaan merah kami memburu kearah panah-panah itu, tapi kami tidak menemukan hal-hal yang mencurigakan, dan tidak ada bekas jejak sama sekali.'' Ucap darma seta.
Disa'at giri darma dan istrinya lagi bersedih dengan apa yang sudah menimpanya dimalam itu.
Kuwu Kandi datang bersama jala darma, yang waktu kejadian kebakaran itu, jala darma langsung pergi memberi tau warga dan langsung kerumahnya kuwu Kandi.
''Sampuu rasuun.'' Ucap kuwu kandi.
''Rammpeess.'' Jawab semua yang ada disitu.
''Pak kuwu, ayo duduk, maap duduknya cuma pake alas daun pisang, karena barang-barang banyak yang terbakar.'' Ucap wira jaya.
''Ya tidak apa-apa, saya turut prihatin dengan kejadian ini, dan untuk Sementara waktu, giri darma sekeluarga bisa bermalam dirumah saya, kebetulan disamping rumah, ada tempat yang kosong.'' Ucap kuwu kandi
''Terima kasih pak kuwu, dan terima kasih pula pada seluruh warga halimun, yang sudah rela menyumbangkan tenaganya didalam memadamkan api, sekarang semua warga harus waspada dan tingkatkan perjaga'an disetiap batas kampung dan disetiap pos ronda, karena takut kejadian yang menimpa sekarang, bermula dari pertempuran di padang rumput gembala.'' Ucap jala darma.
''Iya benar saya setuju, dengan kakang jala darma, dan kami semua juga yakin bahwa kejadian ini, ada kemungkinan dari masalah waktu purnama kemarin.'' Ucap pemuda yang bernama seno.
''Betul, betul, betul, betul.'' Teriak warga kompak.
''Ya kita harus tetap waspada, dan malam ini bagaimana kalau latihannya kita lanjutkan lagi.'' Ucap wira jaya.
''Setuju, setuju,setuju.'' Ucap warga kompak.
''Kepada warga-wargaku, sebelum kita latihan, bagaimana kalau kita bantu dulu Pak giri darma memabawakan barang-barang yang masih tersisa, ketempatku.'' Ucap kuwu kandi.
''Baik pak Kuwu, ayo teman-teman kita bantu angkut barang-barang paman giri darma.'' Ucap sara yuda.
Dimalam itu semua warga halimun, bahu membahu untuk membantu pak giri darma membawakan barang-barang yang masih tersisa dari sijago merah.
Persatuan masyarakat desa halimun, sangat kuat dengan adat dan tradisi kebudaya'annya,
tidak lama kemudian semua barang-barang yang tersisa dari lalapan sojago merah, sudah beres semua di angkutin.
..................................
Sementara ditempat lain.
Keadaan nyi anyelir yang waktu itu dibawa oleh sosok bayang merah, kini nyi anyelir masih terlihat berbaring disebuah tempat tidur, sepertinya nyi anyelir berada disebuah rumah orang kaya, karena terlihat dari tempat tidurnya saja yang model dan coraknya yang banyak ukiran -ukiran.
Diruangan lain, Ada empat orang lelaki lagi pada kumpul dan ngobrol, sepertinya mereka lagi membicarakan sesuatu yang sangat rahasia, karena pembicara'annya yang tidak terbuka, melainkan secara bisik-bisik.
''Sekarang wanita itu sudah berada ditangan kita, bagaimana ki aki membawa wanita itu apa ada yang mengejar aki?.'' Tanya seorang lelaki pada kake tua berjubah merah.
''Aki dikejar oleh seorang pemuda yang pandangan matanya bersinar dan tajam seperti mata elang, dan aki sudah menduga pemuda itu sangat didjaya.'' Ucap Kake berjubah merah.
''Kenapa aki bisa menduga, kalau pemuda itu sangat didjaya.'' Bertanya seorang lelaki pada kake berjubah merah.
''Dari cara dia menghadang ratusan anak panah itu, Kala muksa.'' Jawab Kake berjibah merah.
''Iya benar, Ki Layung, pemuda itu emang sangatlah sakti, Semua muridku dan murid kakang Kala ireng Banyak yang gugur waktu itu, oleh Pasukan burung elang.'' Ucap lelaki yang bernama Kala durga.
''Apa? pasukan Burung elang.'' Tanya Kilayung.
''Iya Benar ki layung, Puluhan burung elang itu juga sangat sakti.'' Jawab Kala durga.
''Setau aki, yang mempunyai pasukan burung elang itu, Hanyalah ki Raga nata, yang sudah meninggal dua puluh tahun Silam, dan Dia punya jukukan tiga serangkai elang sakti, pendekar dari aliran putih.'' Ucap Kilayung.
''Kalau tiga serangkai, berarti tiga orang ki?.'' Tanya Kala muksa.
''Iya benar, dia tiga bersaudara, ki raganata, ki ragantala dan nini ragan tiri, malahan ragan tala dan ragan tiri sampai sekarang masih hidup, tapi keduanya sekarang sudah lama meninggalkan dunia persilatan, dan tidak ada seorangpun yang tau kedua pendekar itu sekarang tinggal dimana.'' Ucap Kilayung.
''Dan mereka juga sama ki bertiga, dua lelaki tapi yang satu sudah berumur, dan satunya lagi perempuan sama dia juga sudah berumur kira-kira 40 tahunan usianya.'' Ucap Kala durga.
''Terus maksud kalian menculik wanita itu, untuk apa?.'' Tanya Kilayung.
''Untuk diserahkan pada arya dulaksa, yang sekarang masih ditahan diruang bawah tanah keraja'an.
''Aki belum mengerti maksud dari kalian berdua.'' Ucap Kilayung.
''Y ini bentuk pengabdian kami pada arya dulaksa, yang sebentar lagi katanya akan segera terbebas dari hukumannya, dan untuk memancing ketiga pendekar itu keluar dari desa Halimun, ada kemungkinan pendekar itu pasti akan mencari putrinya giri darma.'' Ucap Kala muksa.
''Ternyata taktik kalian itu masih cetek, ahahaha.'' Ucap Kilayung sambil tertawa lebar.
''Maksud kilayung, kenapa aki mentertawakan kita.'' Ucap Kala durga.
''Iya, kalian itu ternyata masih bodoh, asal kalian tau, kalau emang ketiga pendekar itu keturunan dari tiga serangkai elang sakti, dia punya daya jelajah cukup cerdik, dan bisa mencium keberada'an kita.'' Ucap Kilayung.
''Bagaimana bisa, kalaupun itu terjadi mungkin harus dengan waktu yang cukup lama, Karena tempat kita dan desa halimun jaraknya sangat jauh, bisa seharian kalau ditempuh dengan berkuda.'' Ucap Kala muksa.
''Dia bisa lebih cepat dengan lari seekor kuda yang paling kencang sekalipun.'' Ucap Kilayung.
Disa'at mereka lagi asik memperbincangkan masalah penculikannya nyi anyelir, dari dalam ruangan yang tidak terlalu jauh dari tempat mereka berada, tiba-tiba mereka dikagetkan dengan suara orang berteriak teriak.
''Ayaaaahhh, Ibuuuuu, kakang, dimana aku.'' Begitu suara yang terdengar oleh mereka.
''Ternyata putrinya giri darma baru sadar, Kilayung hebat, membawa orang lagi tidur sampai tidak bangun sedikitpun.'' Ucap Kala durga.
''Coba kau tengok rumpang, mau apa wanita itu, berisik.'' Ucap Kala Muksa pada anak buahnya.
Sirumpang anak buah dari Kala muksa, langsung beranjak menuju arah suara dimana nyi anyelir ditahan.
Nyi anyelir menangis dan sedih bercampur kaget pas begitu bangun ternyata ia tidak mengenali tempat yang ditidurinnya itu.
Nyi anyrlir langsung bangun dari tempat tidurnya, terus ia berdiri dan meraba-raba bilik dinding ruangannya itu dan terus ia memutari ruangan yang ada disitu.
''Ada dimana aku, kenapa ayah dan ibu tidak ada, Apakah aku sedang bermimpi.... Tapi... Aaaawww.'' Ucap nyi anyelir sambil mencubit pipinya.
''Tapi ku tidak sedang bermimpi, kenapa aku berada disini, apa yang sudah terjadi padaku, ayaaahh... ibuuuu.. kakang jala darma tolong aku.'' Ucap nyi anyelir sambil terisak-isak menangis.
Diwaktu nyi anyelir sedang menangis, tiba-tiba pintu kamar terbuka, yang ternyata sirumpang yang disuruh oleh Kala muksa untuk melihat keada'annya nyi anyelir.
****************************
Lanjut eps 21
SELAMAT MEMBACA
semoga bisa terhibur dengan cerita yang ku buat.
Dukung terus ya, jangan pelit-pelit untuk berbagi
. 👍 like
. Comentar
. ⭐⭐⭐⭐⭐ Ranting
. ❤ favorit dan vote nya juga.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 93 Episodes
Comments
Rahma AR
sukses selalu..😊
2022-10-16
0
🤍
Semangat
2022-03-08
2
Little Peony
Semangat selalu Thor ✨✨✨
2021-07-16
2