Setelah itu darma seta mohon pamit pada kedua orang tuanya, untuk minta doa restunya, dengan kepergian kedesa halimun, untuk menyelesaikan masalah yang sedang menimpa saudaranya, seperti yang telah dibisikan oleh kake dan lelaki yang mirip dengan ayahhandanya itu bisa cepat selasai.
Baru saja semalaman darma seta menginap dikampung batu gambir, sudah pergi lagi karena ada tugas penting yang telah di amanatkan oleh leluhurnya dan mendiang ayahandanya.
Darma seta mulai menaiki punggung kuda hitam yang gagah berani, dengan langkah kuda yang pelan, sambil menoleh pada kedua orang tuanya, dengan lambaian tangan dan doa restu dari dewi harum dan wira jaya, mengiringi disetiap langkah darma seta didalam perjalanannya menuju desa halimun.
Kini tubuh dewi harum dan wira jaya yang lagi berdiri memandang kepergiannya, perlahan-lahan menghilang ditelan langkah kuda yang semakin menjauh dari kampung batu gambir.
Kini kuda mulai dipecut, kuda hitam melaju dengan kencangnya.
Hea hea hea hea.
Darma seta terus memacu kudanya.
Debu-debu dari tanah kering yang tersapu oleh langkah kuda yang begitu kencang mengepul terbang ditiup angin didataran tanah merah.
Tubuh tegap berotot kekar dengan dada yang bidang.
Mata tajam dengan pakaian berwarna perah corak bulu raja wali, rambut panjang yang di ikat dengan warna yang serupa dengan baju yang dipakainya, meluncur diatas punggung kuda jantan warna hitam.
''Hea hea hea heaaa.''
Darma seta terus memacu kudanya dengan kencang, kuda jantan warna hitam, seperti tau apa yang di emban oleh darma seta, ia berlari begitu semangatnya seperti pingin cepat-cepat samapai ketujuan, tapi tidak semua perjalanannya harus mulus, begitulah kehidupan setiap kebenaran pasti akan ada kejahatan, ada positip dan negatipnya, karena itu selalu berdampingan didalam kehidupan manusia selama bumi masih dihuni oleh manusia.
Setibanya darma seta dibukit lame, ada enam buah mata lagi mengawasi dan mengikutinya, dengan ilmu meringankan tubuh yang begitu sempurna, ke enam mata itu mengikuti disetiap langkahnya darma seta, dengan mengintai dari poho yang sangat tinggi, terus melompat kepohon yang lainnya, begitu dan begitu cara ketiga orang itu mengikuti darma seta.
Tapi darma seta yang sudah di godok dalam segala ilmu dari sejak bayi, ia pun merasakan ada yang mengikutinya, dengan rasa ketenangannya dan hatinya yang selalu baik pada orang, darma seta tidak menghiraukan orang yang lagi mengintainya, selagi orang itu tidak berbuat jahat kepadanya.
''Hea hea hea.
Darma seta malah semakin memacu kudanya lebih kencang lagi.
Ketiga orang itu malah semakin berani mengikuti darma seta.
Kini ketiganya melesat bagaikan alap-alap mau menyambar mangsa, tiga kelebatan bayangan hitam melesat menghadang perjalanannya darma seta.
Kudanya pun langsung meringkik dengan mengangkatnya kedua kaki depan ke atas.
Darma seta sudah mengetahui dari sebelumnya, tidaklah begitu kaget dengan kehadiran ketiga orang tersebut.
''Ma'ap kisanak ada apa? menghadang perjalananku.'' Ucap darma seta.
''Tenang dulu anak muda, kami tidak bermaksud jahat kepadamu.'' Ucap salah satu dari ketiga orang itu yang lebih tua.
''Terus apa maksud kisanak menghadangku?.'' Tanya darma seta.
''Kami tidak bermaksud apa-apa, cuma kami pingin tau, maksud perjalananmu hendak kemana?.'' Tanya orang itu
''Ma'ap kisanak, kemanapun saya berjalan, itu semua tidak ada hubungannya dengan kalian.'' Jawab darma seta.
''Oooww tentu ada anak muda, karena bukit lame ini daerah kekuasa'an kami.'' Ucap orang itu.
''Waah waah, rupanya kalian sudah punya aturan sendiri, tanah dan bukit ini, berada dalam pengawasan dan kekuasa'an keraja'an pajajaran, dengan raja kita yang arip dan bijaksana, apa kalian tidak tau, jadi semua orangpun bebas melintas kesini.'' Jawab darma seta.
''Rupanya kamu sudah bosan hidup, ditanya malah berkhotbah dhadapan kami.'' Ucap mereka.
''Ma'ap kisanak, saya lagi tidak ada urusan dengan kalian.'' Ucap darma seta, sambil menarik tali kekang kudanya.
Kudapun berlari, tapi ketiga orang itu serasa ditantang dengan tingkahnya darma seta.
''Bedebah, rupanya anak muda itu pingin cari mati.'' Ucap salah satu dari mereka sambil melesat mengejar darma seta.
Tubuh orang itu melayang di udara begitu ringannya, sambil melakukan serangannya kearah darma seta.
Darma seta menangkisnya, yang dilapisi oleh tenaga dalam yang sangat tinggi.
Duuuuuuukkkkk.
Kedua pukulan beradu, dan orang itu sampai kaget, disaat pukulannya ditahan oleh darma seta.
''Geloo, tenaga dalam anak muda itu begitu sempurna, sampai tanganku seperti kesemutan.'' Orang itu berkata.
Dan darma setapun turun dari kudanya.
''Rupanya kalian itu suka mencari ribut.'' Ucap darma seta.
''Hahaha, anak muda, yang mencari ribut itu siapa, kami bertanya baik-baik, ya gak kawan.'' Ucap Salah satu dari mereka.
''Iya benar.'' Jawab mereka.
''Sebenarnya apa sih maunya kalian?.'' Tanya darma seta.
''Rupanya kamu belum peka juga dengan maksud kami, kami menginginkan kepalamu lepas dari ragamu, hahaha.'' Ucap mereka sambil tertawa.
...''Oowhh, begitu mudahnya cakap kalian, jangan banyak omong terus bila kalian lelaki sejati majulah dan serang aku.'' Teriak darma seta....
''Jumawa kau anak muda, heeaaaaa.'' Ucap Mereka sambil melancarkan serangannya.
Pertempuran dibukit lame kini berlangsung sengit, ketiga pendekar itu terus menggempur darma seta.
Darma setapun langsung membangun sebuah jurus elang sakti.
''Ketiga orang ini, tidak bisa diajak berdamai, apa sih maunya mereka.'' Ucap darma seta dalam hatinya.
''Kamu belum tau siapa kami, anak muda.'' Ucap mereka.
''Didalam pertarungan itu, tidak perlu tau siapa lawannya, dan saya tidak perlu tau siapa kalian.'' Jawab darma seta.
''Bedebah kau anak muda, ciaaaatttt.'' Ucap mereka langsung menyerang darma seta secara bersama'an.
''Ini orang, benar-benar bikin hilang kesabaranku.'' Ucap Darma seta dalam hatinya.
Darma seta langsung membangun jurus-jurus elang sakti.
Serangan demi serangan ketiga pendekar itu berhasil darma seta gagalkan hanya dalam delapan jurus.
Ketiga pendekar itu lalu merubah jurusnya dengan jurus-jurus andalannya.
Ketiga serangkai pendekar itu menyerang lagi dengan jurus yang berbeda, kelebatan-kelebatan pukulan dan tendangan dari jurus-jurus mereka membuat suasana dibukit lame jadi menegang,
daun-daun berhamburan terkena dari hempasan-hempasan dari kedua kekuatan yang saling berbenturan.
Kini ketiga pendekar itu, harus mengakui keunggulannya darma seta, karena hingga saat ini darma seta belum terlihat kecapean, berbeda dengan ketiga pendekar itu, seperti sudah merasa kelelahan.
''Hebat pemuda itu, terlihat masih segar bugar, dan tenaga dalamnya sangatlah sempurna, saya akui di usia yang masih muda belia, tapi dia sudah menguasai ilmu yang sangat tinggi.'' Ucap mereka.
''Hai kisanak, pertarungan ini mau dilanjut, apa kalian mau nyerah.'' Teriak darma seta.
''Oooww, berlaga benar kau anak muda, jangan dulu jumawa kamu, kami belum keluarkan ajian kami.'' Jawab mereka.
Ketiga pendekar itu lalu membangun sebuah ajian andalannya , ketiga orang itu bersatu, yang disisi kiri kanan saling menempelkan tangan kepundaknya orang yang ditengah, kini ketiga tubuh pendekar itu bergetar.
sementara darma seta pas melihat lawannya, seperti mau membunuhnya, ia pun langsung mengambil kuda-kuda dengan kedua kaki terbuka melebar dengan tangan kanan di acungkan di atas kepala, dan tangan kiri di depan dada menyilang.
Sinar putih perak agak kemerahan bersinar diujung telapak tangan kanan darma seta, yang siap untuk dilepaskan
Kini kedua kekuatan sudah siap untuk saling melepaskannya.
Ketiga pendekar itu berteriak sambil melepaskan pukulan kekuatan jarak jauhnya.
Dan darma seta pun tidak mau mati konyol, darma seta menghempaskan pukulannya.
Heeeaaaaaaa
Ajian elaaang cakra dewaaa
Sinar putih perak kemerahan yang menyala ditelapak tangan kanan darma seta, sudah dilepaskannya.
Gguuuuuurrrrrrr, dua kekuatan itu saling berbenturan, hingga menimbulkan suara ledakan yang sangat kencang.
Aaaauuuuuuuuuuuu
Suara terdengar dari ketiga
pendekar itu, dan tubuhnya terpental membentur pohon-pohon dan jatuh dirimbunnya semak-semak belukar.
''Ma'apkan saya kisanak, terpaksa saya harus melumpuhkan kalian, karena kalian semua mau membinasakan saya.'' Ucap darma seta sambil melompat lagi keatas punggung kuda.
Kini darma seta, memacu lagi kudanya meninggalkan bukit lame.
''Hea hea hea''.
Teriak darma seta memcut kudanya.
Ditempat lain.
Di sebuah pedesa'an dibawah kaki gunung sereh, tepatnya di desa halimun kini warga penduduk lagi berada dalam ancaman, arya dulaksa yang banyak membayar para jago-jago bayaran untuk menghabisi penduduk desa halimun, terutama pada keluarga giri darma, dan anaknya jala darma.
Buntut permasalahannya di awali dari arya dulaksa yang melamar pada putrinya giri darma yaitu nyi anyelir yang ditolak mentah-mentah, diwaktu itu arya dulaksa marah, dan kemarahannya itu sampai membangkitkan amarahnya jala darma, kaka dari nyi anyelir, sampai terjadi pertarungan, dan arya dulaksa kalah.
Kekalahannya arya dulaksa membuahkan dendam yang berkepanjangan.
Kini hari sudah mulai senja, mataharipun sudah mau tenggelam disebelah barat, dengan langit memerah dan lapisan-lapisan awan putih berjalan di angkasa.
Sementara para penduduk yang bisa olah kanuragan sudah mulai berkumpul ditempatnya g
iri darma, untuk melawan orang-orang suruhan arya dulaksa, yaitu para jago-jago yang sudah malang melintang di dunia persilatan.
''Pokonya kita jangan mau di injak-injak oleh dulaksa keparat itu.'' Ucap jala darma.
''Tapi kalau bisa kita selesaikan dengan secara damai, kita jangan dulu bertindak, saya juga heran masalah sepele, kenapa jadi panjang urusannya.'' Ucap giri darma.
''Ya begitulah arya dulaksa, kejadian ini bukan sekali saja, di tempat lain juga begitu, arya dulaksa selalu bertindak pada siapa saja yang menolak keinginannya, mentang-mentang kaya dan punya jabatan demang, kalau kita laporkan pada baginda raja pasti akan dipecat.'' Ucap jala darma.
''Iya iya iya betul itu.'' Ucap para pemuda yang lagi berkumpul.
''Makanya kita lawan semua kejahatan, jangan sampai dia menginjak-nginjak harga diri kita.'' Ucap Jala darma.
''Iya benar, apa kata kakang Jala darma, penduduk desa halimun harus bangkit, memberantas angkara murka.'' Ucap sara yuda sambil berdiri memberi semangat pada semuanya.
''Betul apa kata kakang sara yuda.'' Ucap jala darma.
Disaat mereka lagi asik ngobrol, tiba-tiba suara kentongan berbunyi cepat sekali.
Tong tong tong tong tong.
''Nah itu, suara kentongan sudah bunyi di perbatasan desa kita, ayo kita siap-siap dan siapkan mental, nyali dan keberanian kita.'' Ucap giri darma.
Mereka pun siap siaga, dan berangkat kesuatu tempat yang jauh dari rumah para penduduk, untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan.
''Ayo kita berjuang, demi tanah kelahiran kita.'' Ucap sara yuda.
''Ayo, hidup desa halimun
hidup desa halimmun.
''Hidup, hidup, hidup.'' Ucap para warga desa halimun.
Setibanya disebuah tempat.
Sebuah padang rumput yang luas, ditempat ini, biasa kalau disiang hari temapatnya orang mengembala hewan ternaknya, tidak heran kalau banyak ditemui kotoran-kotoran binatang.
Mereka berkumpul dipinggiran padang rumput itu, menunggu utusan untuk memancing para jago-jago bayaran untuk di bawa ketempat itu.
Angin malam yang dingin, diterangi cahaya bulan purnama, memancarkan cahayanya, seperti menyaksikan para mahluk dimuka bumi, yang mau menaruhkan jiwa raganya hanya demi sebuah harga diri.
***************
Lanjut Eps 17
Demi kelangsungan karya ini tinggalkan jejaknya dengan.
. 👍 like
. Comentar
. ⭐⭐⭐⭐⭐ Ranting
. ❤ Favorit dan 💓 votenya.
Selamat menbaca semoga bisa terhibur.
Terima kasih pada semua atas dukungannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 93 Episodes
Comments
KANG SALMAN
mantab kang.....
2022-10-29
0
Rahma AR
siaap tempur
2022-10-15
1
@M⃠ⁿꫝieʸᵃɴᵉᵉʰʜɪᴀᴛ𓆊🎯™☂⃝⃞⃟ᶜᶠ
yuhuuu..
asisten dadakan hadir lagi.😉
mampir yuk
semangat💪
2021-03-22
1