Tidak terasa waktupun terus bergulir, seiring dengan roda kehidupan berputar, siangpun kini sudah berganti dengan malam.
Desa Halimun kini nampak sepi dan sunyi, hanya binatang malam yang terdengar nyaring ditelinga, dari suara jangkrik dan kodok yang saling berbunyi bersautan menyambut datangnya sang malam.
Darma seta dan wira jaya kini berada dibelakang rumah panggung miliknya giri darma, yang di ikuti oleh jala darma yang miminta untuk di ajarkan jurus" elang sakti.
Dan latihan pun segera dimulai yang di awali dengan melatih tenaga dalam.
Jala darma duduk bersila dengan kedua tangan ditumpu diatas paha.
''Tarik napasnya melalui hidung terus keluarkan pelan-pelan melalui hidung, lakukan terus sampai berulang-ulang.'' Ucap darma seta
''karena untuk menguasai juru-jurus elang kamu terlebih dulu harus menguasai dulu tenaga dalam secara sempurna, setelah nak jala darma merasakan hawa murni masuk dan bersatu dengan aliran darah, kamu berhenti dulu berlatih, karena kalau dipaksakan maka akibatnya akan meruksak organ tubuh kamu jala darma.'' Ucap Wira jaya.
Setelah melakukan pernapasan secara ber ulang-ulang, jala darma juga terlihat sudah berkeringat.
''Sementara latihan tenaga dalamnya untuk malam ini dihentikan dulu.'' Ucap darma seta.
''Coba sekarang kakang gerakan tanganmu dengan jurus yang kakang kuasai saat ini.'' Ucap darma seta.
Jala darma langsung menggerak gerakan badan dan tangannya dalam satu jurus.
''Bagaimana kakang ada peningkatan tidak.'' Ucap darma seta.
''Gerakanku sekarang agak enteng, seperti ada dorongan kekuatan.'' Jawab jala darma.
''Berarti tenaga dalamnya sekarang sudah ada peningkatan, latih terus sampai menuju kepuncak paling sempurna.'' Kata wira jaya.
''Sementara latihan kita malam ini ditunda dulu, besok malam disambung lagi.'' Ucap darma seta.
''Baik rayi, Paman, terima kasih sudah mau melatihku, dan ku pingin seperti paman wirajaya dan rayi darma seta menjadi pendekar yang mumpuni, dan bisa membela orang" lemah.'' Ucap jala darma.
''Tapi kamu harus ingat, apabila kamu sudah menjadi pendekar yang linihung, janganlah sombong, tolonglah orang-orang yang membutuhkanmu.'' Kata darma seta.
''Setiap sabda rayi dan paman akan selalu aku ingat.'' Jawab jala darma.
Setelah malam itu mereka selesai latihan tenaga dalam, lalu wira jaya dan darma seta duduk dibale-bale rumah sambil memandang keluar depan rumah yang gelap gulita, karena banyak pohon pohon yang besar tumbuh di depan rumahnya giri darma.
Malam pun kini semakin larut udarapun sudah terasa dingin menusuk tulang-tulang sumsum, wira jaya dan darma seta sudah mulai merebahkan tubuhnya dan rasa kantukpun sudah mulai menyerang mereka, ahirnya semua penghuni isi rumahnya giri darma nampak sudah tertidur dengan pulasnya.
Sementara sara yuda dan pemuda-pemuda yang ikut dalam pertempuran di padang rumput gembala lagi kumpul, membicarakan masalah yang terluka parah itu, di rumahnya kuwu kandi.
''Sara yuda gimana, giri darma sudah memberi bekal buat yang terluka, khususnya bagi yang sudah berkeluarga?'' Tanya kuwu kandi.
''Sudah pak kuwu, dan paman giri darma mohon ma'ap malam ini belum bisa kesini, karena ada saudaranya, yang mengalahkan antek"nya arya dulaksa itu.'' Jawab sara yuda.
''Ooh jadi mereka semua itu, masih saudaranya giri darma.'' Ucap kuwu kandi.
''Iya pak kuwu.'' Kata sara yuda.
''Bagus itu, Nanti kita bicarakan dengan giri darma, kesedia'an saudarnya itu, untuk melatik para pemuda di desa halimun ini.'' Ucap kuwu kandi.
''Iya pak kuwu, saya sangat setuju, supaya para pemuda-pemuda disini bisa menjadi benteng dan pelindung warga desa halimun.'' Ucap pemuda yang bernama seno.
''Iya benar pak kuwu, kami semua setuju dengan seno.'' Ucap sara yuda.
Ahirnya para warga khususnya para pemuda desa halimun, bubar berhubung malam sudah larut mau menjelang subuh, mereka semua meninggalkan rumahnya kuwu kandi.
Sehingga tidak terasa malam pun sudah berganti pagi, para warga desa halimun pun sudah nampak terlihat lalu lalang untuk bekerja lagi di ladang dan disawahnya masing-masing.
Dengan perkakas pertanian dibawanya, tergantung dari pekerja'an yang akan digarapnya.
Darma seta nampak sudah terlihat menggerak gerakan badannya, pertanda baru bangun dari tidurnya.
Ibu padma sari dan nyi anyelir terlihat dari kejauhan lagi berjalan mendekati rumahnya, ternyata mereka baru pulang dari sumur yaitu tempat penampungan air bersih, yang keluar dari akar-akar pepohonan dibawah sana.
''Uwa padma, dan teteh anyelir baru pulang dari sumur ya.'' Ucap darma seta.
''Iya nak darma, ayo cepet bersihkan badanmu sana.'' Ucap ibuk padma sari.
''Iya rayi badanmu baunya sampai tercium kesini.'' Kata nyi anyelir.
''Iiih sembarangan teteh Anyelir, biarpun aku tidak mandi dua hari badanku tetap wangi hehee.'' Jawab darma seta sambil tersenyum.
''Iya sih wangi, cuma tidak sedap aja kerasanya.'' Kata nyi anyelir.
Setelah itu darma seta langsung bergegas pergi kebawah sana untuk membersihkan badannya disumur.
...............
Kini waktupun tidak terasa, matahari sudah memancarkan cahayanya dari sebellah timur, untuk menyinari jagat raya ini.
Dewi harum nampak sibuk didapur bersama nyi padma sari istri dari giri darma, mereka menyiapkan masakannya untuk sarapan dipagi hari.
Sementara wira jaya dan giri darma yang ditemani oleh darma seta dan jala darma, lagi menikmati minuman teh dan kopi panas.
''Rayi wira jaya dan nak darma seta, pak kuwu kandi meminta pada kakang, sudikah kiranya rayi dan nak darma mengajarkan ilmu silat pada pemuda-pemuda desa halimun.'' Ucap giri darma.
''Dengan senang hati, rayi dan nak darma seta mau mengajarkan mereka semua.'' Jawab wira jaya.
''Kalau bisa hari ini juga, aku dan paman mau mengjarkan ilmu silat, supaya pemuda-pemuda disini bisa menjadi tameng, kalau ada mara bahaya yang mengancam warga disini.'' Saut darma seta.
''Bagus kalau begitu, sekarang kau jala darma pergi kerumahnya pak kuwu kandi, hari ini mulai latihan gitu.'' Kata giri darma.
''Baik ayah, saya akan segera menberitahu pak kuwu, sekarang juga.'' Jawab jala darma sambil melangkahkan kakinya menuju rumahnya pak kuwu kandi.
''Saya menyesal rayi, dulu tidak belajar sungguh-sungguh ilmu bela diri dan ilmu kanuragan pada kake raga nata.'' Ucap giri darma.
''Tidak apa" kakang sekarang juga masih ada kesempatan, malahan kakang giri nata juga belajar baru kemarin-kemarin dan sekarang dia sudah bisa menguasai ilmu silat dari jurus-jurus elang sakti.'' Jawab wira jaya.
''Ya kalau kakang giri nata kan dia sodagar suka berniaga keluar daerah setidak nya akan banyak halangan dalam perjalanannya, rayi juga tau sendiri jalan menuju kota raja selalu banyak begal menghadang.'' Kata giri darma.
''Ooh iya saya serasa di ingetin, sebelum ku memasuki desa halimun ini, dibukit lame pernah aku dicegat tiga serangkai alap-alap.'' Kata darma seta.
''Waaah waah terus bagaiman nak darma seta, sampai bertarung dengan mereka?.'' Tanya giri darma.
''Tadinya, ku tidak meladeni mereka, karena ku pingin cepat sampai kesini, tapi ketiga orang itu malah mengejarku dan membuat kesabaranku hilang, ya akhirnya ku ladeni mereka semua.'' Jawab darma seta.
''Terus kelanjutannya, bagaimana seta?.'' Tanya wira jaya.
''Karena mereka mau membunuhku, ya aku dengan sangat terpaksa ku lumpuhkan mereka bertiga.'' Kata darma seta.
''Mereka mati tidak?'' Tanya giri darma.
''Ya ku juga tidak tau pasti mereka hidup atau mati, karena disa'at mereka roboh ku pergi meninggalkan mereka, karena ada yang lebih penting dari pada mengurus mereka, yaitu menjalankan amanat dari eyang buyut dan ayahanda.'' Jawab darma seta.
''Iya ada benar juga, apa yang telah kau lakukan nak seta.'' Ucap giri darma.
Disaat mereka sedang membicarakan masalah latihan ilmu bela diri silat, dari kejauhan nampak terlihat rombongannya sara yuda dan kuwu kandi sedang menuju kerumahnya giri darma, yang dipimpin oleh jala darma berjalan paling depan.
Tidak lama kemudian rombongannya sara yuda sudah sampai didepan rumahnya giri darma.
''Hebat, namapaknya kalian sangat bersungguh-sungguh ingin belajar ilmu kanuragan.'' Ucap giri darma.
''Iya benar, giri darma mereka bersungguh-sungguh ingin belajar ilmu silat.'' Jawab kuwu kandi.
''Baguslah kalau kalian ada kemauan, setidaknya kan Kalian bisa mempertahankan kampung kalian dari rongrongan orang jahat, yang mau menghancurkan tanah kelahiran kalian.'' Ucap wira jaya.
''Iya benar paman.'' Ucap sara yuda.
''Ya sudah sekarang kalian pergi kebelakang tunggu disana, kakang jala darma pandu dulu mereka, kasih dulu latihan pernapasan sebagai pelemasan organ tubuh dari dalam.'' Ucap darma seta.
''Baik rayi seta.'' Kata jala darma.
Lalu rombongannya sara yuda yang dipimpin oleh jala darma pergi ke area belakang rumah yang cukup luas untuk berlatih ilmu bela diri silat.
''Sekarang kalian semua duduk berbaris, kasih jarak satu sama lain kira-kira satu langkah, terus kalian lakukan seperti bersemedi, pusatkan pikiran kalian, lalu tarik napas sedalam-dalamnya melalui hidung kalian dan keluarkan pelan-pelan melalui mulut, lakukan sampai berulang-ulang.'' Ucap jala darma.
Merekapun menuruti apa yang diperintahkan oleh jala darma, semua duduk berbaris, dengan pikiran dipusatkan pada sebuah kekuatan alam semesta.
Setelah itu munculah darma seta dan wira jaya beserta dewi harum.
Darma seta memerintahkan pada semua pemuda untuk berdiri.
''Saudara-saudara semua sekarang kalian berdiri semuanya, lalu siapkan kuda-kuda, dan nanti ikuti saya, kita akan berawal dari pelatihan jurus-jurus dasar dulu, apakah kalian sudah siap.'' Ucap darma seta.
''Siaaap guruuu.'' Jawab semua.
''Jangn bilang guru, karena saya belum pantas untuk menjadi seorang guru, bilang aja sesuka kalian asalkan jangan bilng guru, semua mengerti.'' Kata darma seta.
''Mengerti kakang.'' Semua menjawab.
''Sekarang sipkan kuda-kuda, ikuti saya.'' Ucap darma seta sambil mengambil langkah kuda-kuda jurus-jurus dasar elang sakti.
Singkat cerita.
Jurus-jurus dasar elang sakti sudah di ajarkan pada pemuda-pemuda desa halimun, karena ke inginannya yang begitu kuat untuk bisa belajar ilmu bela diri, sehingga darma seta dan wira jaya tidak begitu sulit mengajarkannya.
Pemuda-pemuda desa halimun semua bisa menguasai tujuh jurus dasar elang sakti dengan cepat tanggap.
Pemuda-pemuda desa halimun sangat giat terus berlatih jurus elang sakti, darma seta dan wira jaya hanya berdiri sambil memperhatikan setiap gerakan-gerakannya.
Apabila ada kesalahan didalam posisi kuda-kudanya darma seta langsung memberi ulasan dan tata cara dalam membangun sebuah serangan atau didalam sebuah pertahanan.
''Kakang siapa namamu?.'' Darma seta bertanya.
''Namaku darta kang.'' Jawab darta.
''Kuda-kuda kakang kurang kuat, kakinya agak dibuka sedikit dan badan kakang harus tegak lurus, mata menatap kedepan seolah-olah lagi berhadapan dengan lawan.'' Ucap darma seta.
''Iya kakang terima kasih.'' Jawab darta.
''Sekarang ayo dilanjut lagi.
Hea, hea, hea, hea, dan apabila kalian sudah merasa lelah, jangan dipaksakan, karena didalam melatih jurus harus secara bertahap, untuk bisa naik ketingkat berikutnya, apa kalian mengerti apa yang saya bilang.'' Ucap darma seta bernada lantang.
''Mengerti kakang.'' Jawab semuanya.
Para pemuda yang lagi berlatih jurus bela diri, kini sudah terlihat letih sekali, keringat yang mengalir dari tubuh mereka, terlihat membasahi pakaiannya, dan darma setapun menghentikan latihan untuk sementara.
''Latihan untuk hari ini, kita tunda dulu, karena ku lihat dari kalian sudah pada kelelahan, kalau dipaksakan hasilnya akan memperburuk didalam gerakan-gerakan kalian, kita sambung lagi besok, pahaam.'' Ucap darma seta.
''Pahaaamm kakang.'' Jawabnya serentak.
''Baguuuss.'' Wira jaya ikut bicara.
Sementara latihan dihari itupun diberhentikan dulu, karena semua untuk mengumpulkan lagi tenaga untuk besok pagi.
Semua pemuda-pemuda desa halimun yang ikut berlatih jurus" bela diri pada bubar, ada yang terus pulang dan ada juga yang beristirahat dibale-bale rumahnya giri darma.
Wira jaya dan darma seta beserta jala darma dan sara yuda duduk sambil meminum air teh hangat yang telah disediakan oleh istrinya giri darma.
Kuwu kandi merasa lega, karena pemuda-pemuda desa halimun kini sudah tidak lembek lagi seperti sebelumnya, cuma mengandalkan keberaniannya saja, itupun tidak cukup didalam mempertahankan sebuah kampung bila ada serangan dari orang" jahat.
Air teh hangat dan kopi panas yang ditambahkan gula aren sebagai pemanisnya, telah membasahi tenggorokan mereka masing-masing.
*****************
Lanjut eps 20.
selamat membaca semoga bisa menghibur.
Barang kali ada yang mau mensuport karya pendekar elang sakti.
jangn lupa tinggalkan jejakny dengan
. 👍like
. Comentar
. ⭐⭐⭐⭐⭐ Ranting
. ❤ favorit dan vote nya
TERIMA KASIH
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 93 Episodes
Comments
zien
Semoga sukses selalu 💐💐🌹🌹
2021-05-21
1
@M⃠ⁿꫝieʸᵃɴᵉᵉʰʜɪᴀᴛ𓆊🎯™☂⃝⃞⃟ᶜᶠ
hadir.. hadir..
2021-03-22
1
anggita
jurus elang sakti👍
2021-03-15
1