PENDEKAR ELANG SAKTI EPS 13

Dua minggu kemudian.

Wira jaya dan dewi harum, mau pamit dulu pada kakenya aji santang, mau menengok kebatu gambir dulu sekalian mau membawa sulastri gadis sebatang kara karena diusir oleh orang tuanya, yang waktu itu dititpkan pada pak kepala kampung batu gambir.

Setelah wira jaya dan dewi harum mempersiapkan semua bekalnya untuk diperjalanannya, merekapun berangkat dengan menunggangi kuda masing-masing.

Dewi harum dan wira jaya kini sudah keluar dari kampung benda.

Sementara darma seta yang lagi ditempat kake buyutnya aji santang, begitu melihat ibunya dan Wira jaya yang sekarang menjadi ayah sambungnya yang sekaligus pamannya, jadi pingin menyusul kedua orang tuanya, sekaligus pingin tau tempat tinggalnya waktu dilahirkan.

''Kake buyut, aku pingin menyusul bunda dan ayahandaku, ku juga belum tau tempat pertamaku dilahirkan.'' Ucap darma seta.

''Kenapa tadi kamu tidak bilang kalau mau ikut.'' Jawab Aji santang.

''Setelah ku pikir-pikir, ku jadi pingin tau, bagaimana keadaan kampung batu gambir itu, sekalian sambil memperdalam pengalaman hidup, ki buyut.'' Kata Darma seta.

''Ya sudah, mungpung belum jauh, sekarang keluarkan kudamu itu.'' Kata aji santang.

Setelah mendapat ijin dari kake buyutnya, darma setapun segera mengeluarkan kudanya.

Dan aji santang memberikan sesuatu pada darma seta.

''Apa ini ke buyut.'' Tanya darma seta, sambil menerima sebuah kantong kecil terbuat dari kain, yang namanya kanyut kunang.

''Ini buat bekal nanti kamu dalam perjalanan.'' Jawab Aji santang.

''Ooh terima kasih ki buyut.'' Ucap darma seta sambil menyelipkan kantong kecil itu yang berisi uang, dalam ikat pinggangnya.

Tidak mikir panjang lagi darma seta terus memecut kudanya, hingga kuda terus berlari kencang keluar dari kampung benda.

Darma seta terus mengejar ibundanya dan ayahandanya, darma seta kini sudah mulai memasuki hutan aren, kuda terus berlari dengan kencang dan gagah berani, jalanan yang berliku dan terjal tidak menjadi hambatn bagi sang kuda, karena kuda yang dipake kali ini, bukan kuda yang biasa darma seta tunggangi, tapi kuda itu kuda kake buyutnya aji santang, kuda ini sangat terlatih karena kuda ini dulu pernah dipake oleh pasukan bala tentara kerajaan pakuan galuh, yaitu aji santang bekas prajurit pakuan galuh konon katanya.

Darma seta terus berpacu dengan kudanya disepanjang hutan aren.

Hutan aren yang dulu paling ditakuti oleh sebagian orang yang datang dan melewati hutan ini, karena kalau manusia yang sudah masuk dan melewati hutan ini, jarang untuk bisa kemabali lagi, tapi sekarang hutan aren sudah aman, karena sudah ditumpas oleh ketiga pendekar elang sakti, dan kabar ini terus dari orang ke orang dan pada akhirnya hampir semua tau kalau hutan aren kini sudah tidak memakan korban lagi, paling kalau malam hari suka ada suara-suara aneh, kemungkinan itu para arwah yang gentayangan, dari orang-orang yang terbunuh.

Tidak lama kemudian darma seta telah keluar dari hutan aren itu, kuda terus memacu dengan kencangnya menaiki sebuah bukit, sikuda seperti tidak merasakan lelah terlihat dari berlarinya yang tidak kendor-kendor.

''Hai kawan kamu lelah tidak?.'' Darma seta bertanya pada kudanya.

Tapi sang kuda tidak menjawab, dia terus aja berlari, kini bukan kuda yang lelah, tapi d

arama seta yang merasa kelelahan, tali kudapun ditariknya kebelakang, sehingga kuda pun meringkik dan sedikit demi sedikit menghentikan langkahnya.

''Kita berhenti dulu kawan, hebat kamu itu kuda, seperti tidak merasa lelah, malah aku yang lelah.'' Ucap darma seta bicara pada kudanya sambil mengusap-ngusap pipinya kuda itu.

Darma seta lalu turun dari punggung kudanya, terus dia bersandar pada sebuah batu hitam, dan sang kudapun memakan rumput-rumput disekitar situ, untuk memulihkan tenaganya kembali.

Darma seta kini mulai memejamkan matanya, dengan diterpa angin sepoi-sepoi meniup sejuk diwajahnya darma seta.

Sementara wira jaya dan dewi harum, yang lagi melakukan perjalanannya ke batu gambir.

Mendadak menghentikan laju kudanya, karena wirajaya mendengar seseorang yang minta tolong.

''Ada apa kakang.'' Tanya Dewi harum pada wira jaya suaminya itu.

''Ku mendengar orang yang menjeri-jerit minta tolong nyai.'' Jawab wira jaya.

Tooooloooong tolooooong.

''Ooh iya benar kakang, suaranya seperti dari bawah kali sana.'' Ucap ewi harum.

''Ayo nyai kita tolong, mungkin orang itu butuh bantuan.'' Ucap wira jaya.

Wira jaya dan Dewi harum melompat kebawah sana, kearah suara yang minta tolong.

sementara dibawah dekat kali seorang wanita lagi dipaksa-pakasa sama empat orang lelaki yang berpakaian serba merah, nampaknya ke empat lelaki utu mau memperkosa wanita tersebut, Salah satu dari empat orang lagi menghimpit tubuh wanita tersebut, dan wanita itu menjerit-jerit sambil berontak

ketika pakaian wanita itu dilocoti dengan paksa, dan disaat salah satu dari mereka yang lagi menghimpit mau memperkosa, dengan celana lelaki itu sudah diturunin sepaha.

Dua bayangan melesat menhajar orang-orang tersebut.

Ciiiiaaaaaaaattttttttt.

Tendangan dari dua bayangn itu membabat mereka semua.

Aaaaaauuuuuuuuu.

Teriak dari ke empat orang itu.

''Kutu busuk, dasar kalian lelaki hidung belang, sudah bejat ahlak kalian semua.'' Ucap dewi harum.

Tiba-tiba dewi harum memorinya teringat kejadian yang menimpa dirinya dua puluh lima tahun silam, dan disaat melihat lelaki itu, spontan amarah dan dendamnya bangkit , dan ke empat orang itu menjadi pelampiasan emosinya yang sudah tidak bisa dibendung lagi.

Dengan cepat dewi harum mencabut pedang merahnya, dan melesat membabat ke empat lelaki itu dengan jurus elang menembus sukma.

''Ciiiiaaaaaattt, mampuslah kalian laki-laki bejad.'' Ucap dewi harum.

Tapi ke empat orang lelaki itu lumayan juga bisa menghindari serangan dewi harum, ahirnya pertempuran terjadi, suara-suara senjata yang berbenturan sampai nyaring terdengar.

Tapi hanya sampai beberapa jurus saja, ke empat orang bisa bertahan.

''Hati-hati nyai.'' Teriak wira jaya.

''Iya kakang, kakang jangan ikut campur, biar ke empat lelaki brengsek ini saya habisin kakang.'' Jawab dewi harum.

Disaat itu pula dewi harum melompat ke atas, dengan kedua tangan membentang membentuk sayap elang, setelah itu tubuh dewi harum melesat secepat kilat, dan akhirnya pedang merah dewi harum membabat ke empat lelaki itu, hingga luka merobek tubuh dari ke empat orang lelaki itu.

Aaaaaaauuuuuuuuu

Addaaaaaawwwwww

Begitu suara yang terdengar dari ke empat orang lelaki itu, dengan tubuh bersimpuh darah dan tubuh mereka semua roboh dpinggir kali tidak sadarkan diri.

Dewi harumpun kini telah menyarungkan kembali pedang merahnya, sambil memburu pada wanita tersebut yang lagi menangis dengan menutupi tubuhnya dengan sisa-sisa sobekan bajunya.

''Kamu tidak apa?.'' Tanya Dewi harum.

''Terima kasih bibi pendekar, sudah menolongku, kalau tidak ada bibi pendekar, entah apa nanti jadinya saya.'' Ucap wanita itu

''Iya sama-sama, terus kamu sendiri lagi ngapain ditempat sepi seperti ini.'' Ucap dewi harum.

''Saya sudah biasa disini bibi, ku lagi nyuci pakaian, biasa nya juga tidak pernah terjadi kejadian kaya tadi.'' Jawab wanita itu.

''Terus kampung mu dimana, dan cucianmu mana.'' Tanya dewi harum.

''Semua cucianku hanyut bibi, saat para lelaki biadab itu memaksaku membawa kedarat.'' Jawab Wanita itu.

''Kakang, lemparkan kain punyaku.'' Teriak dewi harum pada suaminya.

Dan wira jaya pun melemparkan kain putih kepada istrinya, karena wira jaya tidak bisa mendekati wanita tersebut, karena wanita itu tidak ada sehelai kainpun pada tubuhnya, karena sudah dirobek-robek oleh para lelaki berahlak bejat itu.

Setelah wanita itu ditutupi sama kain putih. kepunyaannya dewi harum, kini wira jaya memanggil kudanya, dengan suitan.

Wiiit wiit wiitt

Kedua kuda langsung berlari menuruni jalanan setapak menuju arah kali setelah mendengar suitan dari tuannya.

Setelah kuda berada ditempat dewi harum dan wira jaya, wanita itupun di naikan keatas punggung kuda, guna di antarkan kerumahnya.

Sesudah semua berada diatas punggung kuda, kudapun mulai dipecut, untuk mengantarkan wanita itu, jalanan yang cukup rumit ditambah harus menyebrang kali dengan jembatan yang terbuat dari bambu yang menyulitkan sang kuda untuk berlari, terpaksa kudapun berjalan pelan, setelah jembatan berhasil dilaluinya, kuda kini mulai melangkahkan kakinya agak kencang mebelusuru lereng-lereng pinggiran sungai dan terus menaiki jalan yang berbatu setibanya diatas nampak terlihat sebuah perkampungan, dewi harum dan wira jaya pun langsung menuju kampung itu yang ditunjukin oleh gadis tersebut.

Tidak lama kemudian dewi harum dan wira jaya telah tiba didepan rumah gadis itu, terus mereka semua segera turun dari punggung kudanya.

''Sammpuu rasuun.'' Ucap Dewi harum.

''Rampeesss.'' Terdengar suara lelaki menjawab terus pintu rumahpun mulai terbuka, Pas melihat pada gadis yang ditutupin kain putih itu, serentak lelaki itu kaget

''Romlah, kenapa kamu nak.'' Ucap ayahnya romlah.

Sedangkan Romlah ditanya ayahnya bukan menjawab tapi malah menangis, terus lelaki itu bertanya pada dewi harum bernada sedih.

''Apa yang terjadi pada romlah anakku?.'' Tanya ayahnya romlah.

Dewi harum menjawab, dan menjelaskan perihal kejadian yang menimpa pada romlah, dari pertama dewi harum dan suaminya berjalan sampai bertempur untuk menolong romlah dari perlakuan para lelaki hidung belang.

''Nah begitu pak kejadiannya.'' Ucap dewi harum.

''Terima kasih banyak tua-tuan, sudah menolong anak hamba, andaikan tidak ada tuan-tuan mungkin kesucian anak hamba sudah berhasil direnggut oleh para bajingan itu.'' Ucap ayahnya romlah.

''Iya sama-sama pak, sudah kewajiban kami menolong sesama yang lagi membutuhkan pertolongan.'' Jawab dewi harum.

''Saya buatkan minum dulu ya tuan, pasti tuan-tuan sangat haus.'' Kata ayahnya romlah.

''Tidak usah repot-repot pak, terima kasih, kami pun tidak bisa berlama lama disini, karena saya dan suami saya harus melanjutkan lagi perjalanan yang masih jauh.'' Kata dewi harum.

''Ooh, terima kasih ya tuan, saya tidak bisa membalas budi baik tuan-tuan, ya semoga aja perjalanan tuan lancar tidak ada halangan apapun.'' Kata ayahnya romlah.

''Iya pak, terima kasih, ayo romlah kami pamit dulu, ingat pesan dari kami jaga diri baik-baik, bila perlu belajarlah bela diri, setidaknya kamu bisa melawan dari perlakuan laki-laki hidung belang.'' Kata Wira jaya.

''Iya tuan terima kasih.'' Jawab romlah.

Setelah semua selasai, dewi harum dan wira jaya melanjutkan lagi perjalanannya.

Kudapun mulai lagi dipacu menuju kampung batu gambir yang masih sangat jauh.

Ditempat lain.

Darma seta yang lagi terlelap tidur dibawah pohon yang besar, perlahan kini sudah mulai membukakan matanya.

''Enak benar tidurku, sampai tidak terasa banyak daun-daun berjatuhan dikepalaku.'' Darma seta berkata sendiri.

Sedangkan kuda hitam tunggangan darma setapun masih tertidur.

''Waah kamu pun ternyata ikut tidur juga, hebat, kamu adalah kuda terlatih dan setia pada majikan.'' Ucap darma seta.

Kuda terlihat masih memejamkan matanya, darma setapun tidak berani mengganggunya, karena merasa kasihan pada kuda yang sudah jauh melakukan perjalanan, yang cukup melelahkan.

******************

Bersambung.

Eps 14

Selamat membaca, semoga bisa terhibur, dan jangan lupa untuk dikungannya, dengan.

. 👍like

. Comentar

. ⭐⭐⭐⭐⭐ Rate

. ❤ Favorit

. 💓 Vote

Terima kasih atas dukungannya dari kalian semua, semoga bisa bermanpaat.

Terpopuler

Comments

KANG SALMAN

KANG SALMAN

kalo gak ada bibi pendekar ua sudaaah....nikmati aja....🤭🤭🤭🤭

2022-10-27

1

Rahma AR

Rahma AR

😍

2022-10-11

1

Dewi Masitoh

Dewi Masitoh

keren om

2021-11-05

2

lihat semua
Episodes
1 Pendekar elang sakti eps 1
2 PENDEKAR ELANG SAKTI Eps 2
3 PENDEKAR ELANG SAKTI EPS 3
4 PENDEKAR ELANG SAKTI EPS 4
5 PENDEKAR ELANG SAKTI EPS 5
6 PENDEKAR ELANG SAKTI EPS 6
7 PENDEKAR ELANG SAKTI EPS 7
8 PENDEKAR ELLANG SAKTI EPS 8
9 PENDEKAR ELANG SAKTI EPS 9
10 PENDEKAR ELANG SAKTI EPS 10
11 PENDEKAR ELANG SAKTI EPS 11
12 PENDEKAR ELANG SAKTI EPS 12
13 PENDEKAR ELANG SAKTI EPS 13
14 PENDEKAR ELANG SAKTI EPS 14
15 PENDEKAR ELANG SAKTI EPS 15
16 PENDEKAR ELANG SAKTI EPS 16
17 PENDEKAR ELANG SAKTI EPS 17
18 PENDEKAR ELANG SAKTI EPS 18
19 PENDEKAR ELANG SAKTI EPS 19
20 PENDEKAR ELANG SAKTI EPS 20
21 PENDEKAR ELANG SAKTI EPS 21
22 PENDEKAR ELANG SAKTI EPS 22
23 PENDEKAR ELANG SAKTI EPS 23
24 PENDEKAR ELANG SAKTI EPS 24
25 PENDEKAR ELANG SAKTI Eps 25
26 PENDEKAR ELANG SAKTI EPS 26
27 PENDEKAR ELANG SAKTI EPS 27
28 PENDEKAR ELANG SAKTI EPS 28
29 PENDEKAR ELANG SAKTI EPS 29
30 PENDEKAR ELANG SAKTI EPS 30
31 PENDEKAR ELANG SAKTI EPS 31
32 PENDEKAR ELANG SAKTI EPS 32
33 PENDEKAR ELANG SAKT Eps 33
34 PENDEKAR ELANG SAKTI EPS 34
35 Pendekar elang sakti eps 35
36 Pendekar elang sakti Eps 36
37 Pendekar elang sakti Eps 37
38 Pendekar elang sakti Eps 38
39 Penfekar elang sakti Eps 39
40 Pendekar elang sakti Eps 40
41 Pendekar elang sakti Eps 41
42 Pendekar elang sakti Eps 42
43 Pendekar elang sakti Eps 43
44 Pendekar elang sakti eps 44
45 Pendekar elang sakti eps 45
46 Pendekar elang sakti eps 46
47 Pendekar elang sakti eps 47
48 Pendekar elang sakti Eps 48
49 Pendekar elang sakti eps 49
50 Pendekar elang sakti eps 50
51 Pendekar elang sakti eps 51
52 Pendekar elang sakti eps 52
53 Pendekar elang sakti eps 53
54 Pendekar elang sakti Eps 54
55 Pendekar elang sakti eps 55
56 Pendekar elang sakti eps 56
57 Pendekar elang sakti eps 57
58 Pendekar Elang Sakti Eps 58
59 Pendekar Elang Sakti Eps 59
60 Pendekar Elang Sakti eps 60
61 Pendekar Elang Sakti Eps 61
62 Pendekar Elang Sakti eps 62
63 Pendekar Elang Sakti eps 63
64 Pendekar Elang Sakti. eps 64
65 Pendekar Elang Sakti eps 65
66 Pendekar Elang Sakti Eps 66
67 Pendekar Elang Sakti eps 67
68 Pendekar Elang Sakti eps 68
69 Pendekar Elang Sakti. eps 69
70 Pendekar elang sakti . eps 70
71 Pendekar elang sakti. eps 71
72 Pendekar elan sakti eps 72
73 Pendekar elang sakti eps 73
74 Pendekqr elang sakti eps 74
75 Prndekar elang sakti eps 75
76 Pendekar elang sakti eps 76
77 Pendekar elang Sakti eps 77
78 Pendekar elang sakti eps 78
79 Pendekar Elang Sakti Eps 79
80 Pendekar elang sakti eps 80
81 Pendekar elang sakti eps 81
82 Pendekar elang sakti. eps 82
83 Pendekar Elang Sakti eps 83
84 Pendekar elang Sakti eps 84
85 Pendekar elang sakti eps 85
86 Pendekar elang Sakti eps 86
87 Pendekar elang sakti eps 87
88 Pendekar Elang Sakti eps 88
89 Eps 89
90 Pendekar Elang Sakti Eps 90
91 Eps 91 Sayembara di Kawali.
92 Eps 92 Rajapati
93 Eps 93 Pertarungan berdarah.
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Pendekar elang sakti eps 1
2
PENDEKAR ELANG SAKTI Eps 2
3
PENDEKAR ELANG SAKTI EPS 3
4
PENDEKAR ELANG SAKTI EPS 4
5
PENDEKAR ELANG SAKTI EPS 5
6
PENDEKAR ELANG SAKTI EPS 6
7
PENDEKAR ELANG SAKTI EPS 7
8
PENDEKAR ELLANG SAKTI EPS 8
9
PENDEKAR ELANG SAKTI EPS 9
10
PENDEKAR ELANG SAKTI EPS 10
11
PENDEKAR ELANG SAKTI EPS 11
12
PENDEKAR ELANG SAKTI EPS 12
13
PENDEKAR ELANG SAKTI EPS 13
14
PENDEKAR ELANG SAKTI EPS 14
15
PENDEKAR ELANG SAKTI EPS 15
16
PENDEKAR ELANG SAKTI EPS 16
17
PENDEKAR ELANG SAKTI EPS 17
18
PENDEKAR ELANG SAKTI EPS 18
19
PENDEKAR ELANG SAKTI EPS 19
20
PENDEKAR ELANG SAKTI EPS 20
21
PENDEKAR ELANG SAKTI EPS 21
22
PENDEKAR ELANG SAKTI EPS 22
23
PENDEKAR ELANG SAKTI EPS 23
24
PENDEKAR ELANG SAKTI EPS 24
25
PENDEKAR ELANG SAKTI Eps 25
26
PENDEKAR ELANG SAKTI EPS 26
27
PENDEKAR ELANG SAKTI EPS 27
28
PENDEKAR ELANG SAKTI EPS 28
29
PENDEKAR ELANG SAKTI EPS 29
30
PENDEKAR ELANG SAKTI EPS 30
31
PENDEKAR ELANG SAKTI EPS 31
32
PENDEKAR ELANG SAKTI EPS 32
33
PENDEKAR ELANG SAKT Eps 33
34
PENDEKAR ELANG SAKTI EPS 34
35
Pendekar elang sakti eps 35
36
Pendekar elang sakti Eps 36
37
Pendekar elang sakti Eps 37
38
Pendekar elang sakti Eps 38
39
Penfekar elang sakti Eps 39
40
Pendekar elang sakti Eps 40
41
Pendekar elang sakti Eps 41
42
Pendekar elang sakti Eps 42
43
Pendekar elang sakti Eps 43
44
Pendekar elang sakti eps 44
45
Pendekar elang sakti eps 45
46
Pendekar elang sakti eps 46
47
Pendekar elang sakti eps 47
48
Pendekar elang sakti Eps 48
49
Pendekar elang sakti eps 49
50
Pendekar elang sakti eps 50
51
Pendekar elang sakti eps 51
52
Pendekar elang sakti eps 52
53
Pendekar elang sakti eps 53
54
Pendekar elang sakti Eps 54
55
Pendekar elang sakti eps 55
56
Pendekar elang sakti eps 56
57
Pendekar elang sakti eps 57
58
Pendekar Elang Sakti Eps 58
59
Pendekar Elang Sakti Eps 59
60
Pendekar Elang Sakti eps 60
61
Pendekar Elang Sakti Eps 61
62
Pendekar Elang Sakti eps 62
63
Pendekar Elang Sakti eps 63
64
Pendekar Elang Sakti. eps 64
65
Pendekar Elang Sakti eps 65
66
Pendekar Elang Sakti Eps 66
67
Pendekar Elang Sakti eps 67
68
Pendekar Elang Sakti eps 68
69
Pendekar Elang Sakti. eps 69
70
Pendekar elang sakti . eps 70
71
Pendekar elang sakti. eps 71
72
Pendekar elan sakti eps 72
73
Pendekar elang sakti eps 73
74
Pendekqr elang sakti eps 74
75
Prndekar elang sakti eps 75
76
Pendekar elang sakti eps 76
77
Pendekar elang Sakti eps 77
78
Pendekar elang sakti eps 78
79
Pendekar Elang Sakti Eps 79
80
Pendekar elang sakti eps 80
81
Pendekar elang sakti eps 81
82
Pendekar elang sakti. eps 82
83
Pendekar Elang Sakti eps 83
84
Pendekar elang Sakti eps 84
85
Pendekar elang sakti eps 85
86
Pendekar elang Sakti eps 86
87
Pendekar elang sakti eps 87
88
Pendekar Elang Sakti eps 88
89
Eps 89
90
Pendekar Elang Sakti Eps 90
91
Eps 91 Sayembara di Kawali.
92
Eps 92 Rajapati
93
Eps 93 Pertarungan berdarah.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!