Tak terasa sudah dua bulan aku menikah dengan Zean, yah dengan rutinitas kami sebagai pekerja yang beda shift dan departemen membuat kami jarang untuk bertemu. Contohnya saja dua bulan terakhir ini kami hanya bertemu saat weekend. Ini lah alasan ku tidak menyambung kontrak kerja ku.
"Bii aku dengar kamu gak memperpanjang kontrak kerja mu ya " ucap Zean yg sedang tidur di atas pangkuan ku
"yep,,, sepertinya aku lelah yank" tawa ku
" ... aku nggak mau kita berantem terus gara-gara hal sepele. Telepon gak di angkat lah, WA gak di read lah. Aku mau cari kerja yang shift nya sama kayak kamu, jadi kalau pergi bareng dan pulang bareng. Nggak kayak sekarang aku pergi, kamu pulang. Kamu pulang aku pergi. Kita ketemu cuma dua hari dalam satu minggu loh yank, kita kan bukan pacaran lagi " tambah ku kesal
"Ok Bii memang betul adanya, wajar kamu marah. Tapi menurut ku sebelum kita punya baby, dari pada kamu bosan di rumah kamu kan bisa kerja dulu."
...deg aku terkejut akan jawaban nya zean, baru kali ini dia tidak sependapat dengan ku. Dan entah setan apa yang mempengaruhiku saat itu aku pun marah besar
"Kamu kok maksa aku kerja sih yank? Yg wajib kerja itu kamu bukan aku. Kamu takut aku ngehabisin gaji kamu? Aku punya tabungan kok. Gak butuh juga uang dari gaji mu itu " ujar ku dengan emosi
Aku pun meninggalkan zean di ruang tv sendirian, tanpa mendengarkan alasannya ataupun penjelasannya.
"Apa dia bodoh? Masa dia gak peka. Kalau aku dan dia kerja terus aku kapan hamil? Sedangkan teman ku yang pernikahannya lewat seminggu dari pernikahan ku sudah hamil. Aku iri karena belum di beri titipan terindah itu" batin ku, dan tanpa sadar bulir-bulir bening membasahi pipi ku dan membuat ku terpejam.
2:36 WIB
Aku merasakan tenggorokan ku kering, mungkin karena aku menangis sebelum tidur tadi. Akupun bangun dari tempat tidur, ku pandangi kasur di sebelah ku. "apa zean gak tidur di kamar ya? Atau dia ngambek gara-gara aku marahin tadi?" pikir ku.
Ahh aku segera ke dapur untuk mengambil minum, karena haus ini menyiksa ku. Aku pun bangkit dengan malasnya. Aku melewati ruang tv sambil menatap seluruh sudut ruangan tersebut tapi tak ku lihat sosok imam ku di sana dan ku langkahkan kaki sedikit cepat menuju dapur, ada gemericik air kamar mandi. "Owh mungkin dia kebelet pipis" prasangka ku. Dan aku pun menuang air ke gelas ku, sesaat aku mendengar Zean berbicara dari balik kamar mandi akupun heran.
"Telepon? Siapa yg dia telepon malam-malam begini? Ada hal penting apa sampai suami ku mengangkat telepon semalam ini? Sampai-sampai jam seginipun dia belum tertidur?"
hufft,,, aku yg sangat mengantuk melangkahkan kaki menuju kamar tanpa peduli siapa yg Zean telepon selarut ini. Besok pagi saja ku tanya siapa yg menelepon fikir ku. Mata ini memaksa untuk terpejam, dan akupun melanjutkan tidur ku yang terputus tadi. Semoga besok aku sempat menanyakan hal tersebut kepada Zean dan semoga pula esok pagi amarah ku akan mereda. Karena aku tidak bisa untuk berlama-lama bertengkar seperti ini.
Aku merasa ada yang memeluk ku dari belakang, ku genggam tangan itu agar memeluk ku lebih erat lagi dan aku malas bangun pagi ini manja ku masih menggantung di sekujur tubuh ku.
"Bii,,, morning sayang. Ada rencana apa kita hari ini ?" bisik Zean dari belakang
"aku malas bangun yank, untuk pagi ini aku mau bermalas-malasan dulu" ucap ku manja
Tiba-tiba zean mencium leher ku, dan mengerat kan pelukan nya,
"Hmm yaank ini masih pagi, tenaga ku pun masih belum terkumpul"
"Akan ku bantu membangunkan tenaga mu itu Bii,"
Seketika bibirnya ******* bibir ku dan menyita setiap sudut ruang di bibir ku, tangan nya pun semakin erat memeluk ku seolah-olah dia akan memakan ku. Ciumannya beralih ke leher ku dan terus turun ke tempat sensitif, seketika dia melepaskan baju yg ku pakai satu persatu, tanpa ragu dia menyerang ku hingga aku berada di puncak surga duniawi,
"Ahh kau memang pandai membangkitkan tenaga ku Zean " batin ku
"Bii,, aku keluar bentar ya, aku mau nemanin Edo beli alat proyek ok. " ucapnya sambil mengeringkan rambut nya yang basah sehabis mandi
"memangnya Edo gak bisa beli sendiri ya yank?" tanya ku yg masih d atas kasur
"honey,,, bukan begitu, dia juga butuh masukan untuk membeli suatu barang itu. Karena dia juga butuh teman, aku gak bakalan lama ok."
Aku pun mengiyakan dengan cara mengagguk, dan di balas nya dengan kecupan di kening ku.
Percaya?, jelas aku mempercayai suami ku tanpa sedikit pun ada rasa curiga ku.
Aku bangkit dari kasur ku dan bersiap mandi, ku lihat jendela. Zean melambaikan tangan nya sebelum masuk ke dalam mobil dan berangkat pergi, "hmm minggu yang membosankan" batin ku.
Setelah membersihkan rumah dan mandi aku pun berencana untuk menyaksikan drakor di tv. Tapi entah kenapa di tngah film, rasa bosan ku muncul. Sesaat aku melihat laptop yg terletak di atas rak lemari tv akupun membukanya. Ku lihat lagi foto-foto saat kami masih pacaran, lamaran dan menikah. Sungguh luar biasa nikmat Tuhan untuk hambanya. Dan tanpa sengaja aku menyambungkan wifi ke laptop ku. Karena sudah lama tidak membuka facebook ku ada rasa rindu. Dimana dulu sebelum menikah aku adalah seorang komikus yang tidak bisa lepas dari sosial media. Ku amati beranda satu persatu, status yg ku tulis membuat ku tertawa geli. Dengan ke alasan masa lalu.
Tiba-tiba aku di kaget kan dengan satu saran pertemanan, yang wajah laki-laki yg tak asing bagi ku. Deg... cepat ku buka profil sosmednya. jantungku berdetak sangat kuat bagai mau keluar dari rongga dada ku, ku lihat foto profil sosmed itu adalah foto suami ku dengan wanita lain seketika air mata ku membanjiri pipi yg memerah menahan amarah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 161 Episodes
Comments
Tina
sedih
2023-04-08
0
Rostina
Sedih😥😥😥
2022-01-03
0
naila
lnjt
2022-01-03
0