Kriiing.....kriiingg....kriiiinnnggggg
“haloo... siapa sih ribut banget” ucap Dita mengangkat teleponnya
“ini aku Jian. Kamu di mana? Ayok nongkrong” ucap Jian di seberang telepon
“ini baru mau keluar kantor. Mau nongkrong di mana? Kamu bayarin ya aku belom gajian hahaha”
“gini kalau ngajak preman pasti kena pajak. Ya udah buruan sini, aku di cafe louish”
“otw” ucap Dita singkat
Jian adalah teman Dita sewaktu SMA, mereka cukup dekat. Mereka kadang hang out bareng dengan ku juga. Namun karena pergaulan Jian yang cukup tinggi dan gak se level dengan ku. Aku jadi kurang dekat dengannya. Bukan karena minder atau gimana, Cuma dulu aku merasa aneh dengan kehidupan anak remaja di kota. Yang mengharuskan mereka berpakaian modis agar di akui dari kalangan atas.
“hay Taa,,, kok kamu sendirian? Mana Tiara?” tanya Jian
“owh dia lagi ke rumah ayahnya liburan” jawab Dita sambil mengambil minuman Jian
“emang gak kerja lagi? Atau lagi cuti?”
“gak. Dia finish kontrak dia gak mau lanjutin kerjanya. Jadi dia pulang dulu ke rumah ayahnya”
“owwhh gitu, iya juga sih. Kalau udah menikah ngapain lagi kerja ya kan? Mending di rumah santai-santai, shopping. Urusan kerja serahin aja ke suami”
“ehhhmm... ada kabar apa kamu ngajak aku ke sini?”
“gak ada sih, Cuma lagi bad mood aja. Habis semua orang sibuk.”
“jadi karena teman-teman mu sibuk, kamu nyuruh aku ke sini?”
“hahahaha gak juga sih” elak Jian sambil tertawa
Jian dan Dita menghabiskan waktu yang lama untuk mengobrol hal-hal yang menurut mereka menarik. Cukup lama mereka berada di cafe tersebut. Di saat mereka lagi berbincang, pandangan Jian menatap ke arah sosok laki-laki yang cukup ia kenali.
“Taa.... eehhmm si Tiara pulang ke rumah ayahnya sama suaminya ya?” tanya Jian
“nggak... kenapa emang?” Dita berbalik menanyakan
“itu di sana... suaminya Tiara kan ya?” sambil menunjuk ke seberang jalan
“di mana?....” Dita melihat ke arah yang di tunjuk Jian
Ya benar saja itu adalah Zean, “sedang nungguin siapa dia di sana?”pikir Dita
“jian kamu mau ikut aku?” tanya Dita
“kemana?”
“udah ayok, aku mau ngajak berantem anak orang” ucap Dita sambil menarik tangan Jian
Jian yang bingung akan kata-kata Dita hanya bisa mengikutinya. Langkah kaki Dita sangat cepat. Dia sangat penasaran siapa yang di tunggu Zean. “apa dia menunggu wanita itu?” pikir Dita. Emosi Dita pun membuncah setelah melihat sosok wanita yang dia tidak kenali mencium pipi suami temannya. Dengan perasaan yang penuh dengan amarah Dita pun menjambak rambut wanita itu.
“ Plaaaakkk.....” tampar dita
“jadi kau ya, pel**ur yang ngegoda laki orang? Memang wanita murahan kau” ucap Dita yang masih menarik rambut Melati
“awhh sakiit sakiit, lepas gak? Dasar wanita gila” ucap Melati
“aku gila? Kalau pun aku gila setidaknya aku gak pernah ngerebut laki orang. Najis... cewek kayak kau ini harusnya di club-club malam. Dasar sampah” Dita yang tersulut emosi menampar lagi Melati.
Semua orang melihat perkelahian mereka, Jian yang baru sadar bahwa wanita yang di serang temannya itu adalah pelakor ikut memaki-maki Melati. dan dia pun menahan Zean untuk melerai mereka.
“eh kau cewek murahan, yang Cuma modal dempulan doang emang gak ada kerjaan lain ya selain gangguin rumah tangga orang? Bikin dia malu Taa” ucap Jian sambil teriak
“stop stop kalian ngapain sih ribut di depan umum gini? Gak malu apa?” ucap Zean mencoba melerai
“malu? Emang kau masih punya malu Zean? Jadi kau malu ya? Sini ku ajarin kau arti malu” jawab Dita emosi
“.....ibukk-ibuukkk,,, bapak-bapaakk... yang punya anak tolong di jagain, jangan sampai seperti mereka, laki-laki udah punya istri masih kegatelan sama cewek lain. Dan yang ceweknya udah tau suami orang masih mau jual diri.” Teriakan Dita membuat semua orang berkerumun melihat kegaduhan mereka.
“....yang parahnya lagi, mereka bisa satu rumah padahal laki-laki ini belum cerai” tambah Dita.
Semua orang meneriaki Zean dan melati. sumpah serapah mengalir dari mulut mereka. Melati menangis di belakang punggung Zean. Keadaannya yang kacau membuat semua rang sangat ingin menaparnya. Dan Zean pun menarik Melati untuk masuk ke dalam mobil. Mereka pun berlalu, Dita melihat kepergian mereka dengan penuh kekesalan yang luar biasa. Namun hatinya sedikit senang karena telah mempermalukan mereka berdua.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 161 Episodes
Comments
Anissa Ibrahim Movic
good job Dita I like you 😘😘😘
2022-01-06
0
Milaronirobyladam91
kapok
2022-01-06
0
Rostina
Sahabat sejati😊😊😊
2022-01-03
0