Bag 12

Aku memutuskan untuk pulang ketempat ayah ku, karena Zean tidak juga mengambil keputusan untuk memilih satu di antar kami. Keputusanku meninggalkannnya bukan karena aku mengalah melainkan membantu Zean berfikir, apakah tanpa ku sekanrang dia baik-baik saja atau malah sebaliknya. Aku hanya memastikan posisiku di hubungan ini. Ku kemasi barang-barang ku sedangkan barang-barang yang di belikan Zean sengaja ku tinngal di rumah itu. Aku benar-benar lelah akan kisah yang tak berujung. Setelah selesai berkemas aku membawa koperku dan mobil menuju rumah ayah.

"tiiiinnn.....tiiinnnnn.....”

Aku tiba di rumah ayah sore hari,

“lha... nduk, sampean kok pulang sendiri? Mana suami mu?”tanya ayah meyambut kepulangan ku

“Tiara bakalan nginep di sini dulu yah buat sementara waktu” ucap ku sambil mencium ayah ku

“kamu pulang ke sini, ono opo? Suami mu tau?” ayah pun mulai bingung saat melihat ku mengeluarkan koper.

“setiap rumah tangga ya pasti ada masalahnya loh nduk, kamu jangan main minggat wae. Meski di selesaikan dengan cara dingin. Kamu kan anak cewek, kudu meski banyak-banyak sabar karo suami loh nduk” nasehat ayah sambil menuntun ku masuk ke dalam rumah

“....yo wes, kamu mandi dulu. Capek dari kota ke sini kan jauh. Istirahat, nanti tak suruh bi Sumi siapin makan trus tak panggil yo nduk” sambung ayah

Aku hanya mengangguk mengiyakan perkataan ayah ku. Nampak jelas dari matanya akan kekhawatiran seorang ayah kepada putrinya. Aku menuju kamar ku dulu sewaktu sebelum menikah. Keadaanya masih sama dengan terakhir kali ku tingali, ingin rasanya kembali kemasa di mana aku hanya memikirkan tugas sekolah tanpa memikirkan masalah yang sangat rumit ini. Tak terasa mataku mengeluarkan bulir-bulir air yang membasahi pipi.

 Zean mencari Tiara di kantor dari kemarin dia tidak menemui keberadaan Tiara. Semalam pun dia tidak pulang kerumah. Ada rasa khawatir teramat dalam di dalam hatinya. Mengingat Tiara masih lah istri sah nya. Dia pun pergi menemui Dita.

“hay Taa...” sapa Zean, tapi tidak di gubris oleh Dita yang masih menatap layar komputernya

“... Taa semalam sama Tiara ya? Kamu tau gak kira-kira dia kemana ya? Tadi aku tengok meja kerjanya juga kosong” sambung Zean

“kamu kan suaminya. Masak istri sendiri gak tau pergi kemana” ucap Dita ketus

“iya aku udah telepon dan Wa dia, tapi gak ada yang di balas satu pun. Aku khawatir sama dia”

“khawatir? Aku gak salah dengar? Bukannya kamu senang ya kalau Tiara gak balik-balik lagi sama kamu" Dita pun mulai emosi

“... seharusnya kamu itu bersyukur, Tiara nggak mengganggu hubungan mu dengan pel***r itu. Itu membuktikan bahwa dia wanita baik-baik bukan kayak simpanan mu” oceh Dita yang masih terus menatap layar komputernya

“aku Cuma mau tau keberadaan dia di mana Taa, bukan dengar ocehan mu yang nggak jelas kyak gini, kamu gak tau masalahnya jadi gak usah ikut komentar tentang Melati” Zean memberi alasan

“owh, iya kah? Aku gak boleh berkomentar tentang cinta pertama mu itu? Heyyy.... Zean kau harus sadar siapa istri mu. Dulu siapa yang ninggalin kamu, yang buat kau bangkit dari masa lalu mu itu siapa? Apa lagi dengan kehidupan dan status sosial hidup mu. Kalau bukan Tiara yang ngebantu keluarga mu, mungkin kamu Cuma gembel di luar sana lagian.....”

“... CUKUP Dita, aku kesini Cuma mau tanya keberadaan Tiara bukan mau dengar omongan mu yang merendahkan keluarga aku” bentak Zean

“Tiara udah mengajukan cutinya, dia gak bakalan masuk kerja lagi sampai habis kontrak. Kemana dia pergi itu urusan dia bukan urusan mu. Kau urus aja simpanan mu itu” ujar Dita sembari meninggalkan Zean

Zean terkejut mendengar ucapan Dita. Dia bingung akan mencari Tiara kemana dia berharap nanti malam Tiara pulang ke rumah. Dia pun memutuskan untuk pulang lebih cepat. Dia mampir ke toko kue untuk membeli cake kesukaan Tiara. Tak lupa juga dia membeli sebuket bunga mawar dan di selipkannya memo “maafkan aku bii, bantu aku memperbaiki semua ini”. Zean melajukan mobilnya menuju rumah. Dengan senyum yang terkembang ia masuk. “Sepertinya Tiara sudah pulang” pikirnya karena mendapati mobil yang di belikannya untuk Tiara ada terparkir di depan rumah. Zean pun masuk ke dalam rumah dan mendapati pintu rumah yang tak terkunci. Saat masuk ke ruang tengah Zean melihat sesuatu. Sepucuk surat, kunci mobil dan kunci rumah “to: Zean, maaf karena aku belum menjadi istri yang baik. Semoga kalian bahagia. Aku pergi”. Zean pun terkejut dia berlari ke atas untuk mencari sosok istrinya yang mungkin di dalam kamar. Ternyata kosong di bukanya lemari pakaian, betul saja ia tidak mendapati pakain Tiara lagi, hanya tertinggal pakaian yang ia belikan. Tiba-tiba matanya menatap sayu ke arah meja rias istrinya. Ada sebuah cincin yang sangat ia kenali. Iyaa,,, itu adalah cincin pernikahan yang Zean belikan untuk Tiara dulu. Dan zean pun terduduk lemas di atas kasur. Bingung dan sesal pun bercampur menjadi satu.

 

Terpopuler

Comments

Rostina

Rostina

Rasain lu😡

2022-01-03

0

Wiwin Winarsih

Wiwin Winarsih

nyeseeek akuuu akhh

2021-12-18

0

Siti Maryati

Siti Maryati

rasakno

2021-12-11

0

lihat semua
Episodes
1 Bag 1
2 Bag 2
3 Bag3
4 Bag 4
5 Bag 5
6 Bag 6
7 Bag 7
8 Bag 8
9 Bag 9
10 Bag 10
11 Bag 11
12 Bag 12
13 Bag 13
14 Bag 14
15 Bag 15
16 Bag 16
17 Bag 17
18 Bag 18
19 Bag 19
20 Bag 20
21 Bag 21
22 Bag 22
23 Bag 23
24 Bag 24
25 Bag 25
26 Bag 26
27 Bag 27
28 Bag 28
29 Bag 29
30 Bag 30
31 Bag 31
32 Bag 32
33 Bag 33
34 Bag 34
35 Bag 35
36 Bag 36
37 Bag 37
38 Bag 38
39 Bag 39
40 Bag 40
41 Bag 41
42 Bag 42
43 Bag 43
44 Bag 44
45 Bag 45
46 Bag 46
47 Bag 47
48 Bag 48
49 Bag 49
50 Bag 50
51 Bag 51
52 Bag 52
53 Bag 53
54 Bag 54
55 Bag 55
56 Bag 56
57 Bag 57
58 Bag 58
59 Bag 59
60 Bag 60
61 Bag 61
62 Bag 62
63 Bag 63
64 Bag 64
65 Bag 65
66 Bag 66
67 Bag 67
68 Bag 68
69 Bag 69
70 Bag 70
71 Bag 71
72 Bag 72
73 Bag 73
74 Bag 74
75 Bag 75
76 Bag 76
77 Bag 77
78 Bag 78
79 Bag 79
80 Bag 80
81 Bag 81
82 Bag 82
83 Bag 83
84 Bag 84
85 Bag 86
86 Bag 85
87 Bag 87
88 Bag 88
89 Bag 89
90 Bag 90
91 Bag 91
92 Bag 92
93 Bag 93
94 Bag 94
95 Bag 95
96 Bag 96
97 Bag 97
98 Bag 98
99 Bag 99
100 Bag 100
101 Bag 101
102 Bag 102
103 Bag 103
104 Bag 104
105 Bag 105
106 Bag 106
107 Bag 107
108 Bag 108
109 Bag 109
110 Bag 110
111 Bag 111
112 Bag 112
113 Bag 113
114 Bag 114
115 Bag 115
116 Bag 116
117 Bag 117
118 Bag 118
119 Bag 119
120 Bag 120
121 Bag 121
122 Bag 122
123 Bag 123
124 Bag 124
125 Bag 125
126 Bag 126
127 Bag 127
128 Bag 128
129 Bag 129
130 Bag 130
131 Bag 131
132 Bag 132
133 Bag 133
134 Bag 134
135 Bag 135
136 Bag 136
137 Bag 137
138 Bag 138
139 Bag 139
140 Bag 140
141 Bag 141
142 Bag 142
143 Bag 143
144 Bag 144
145 Bag 145
146 Bag 146
147 Bag 147
148 Bag 148
149 Bag 149
150 Bag 150
151 Bag 151
152 Bag 152
153 Bag 153
154 Bag 154
155 Bag 155
156 Bag 156
157 Bag 157
158 Bag 158
159 Bag 159
160 Bag 160
161 Terima Kasih
Episodes

Updated 161 Episodes

1
Bag 1
2
Bag 2
3
Bag3
4
Bag 4
5
Bag 5
6
Bag 6
7
Bag 7
8
Bag 8
9
Bag 9
10
Bag 10
11
Bag 11
12
Bag 12
13
Bag 13
14
Bag 14
15
Bag 15
16
Bag 16
17
Bag 17
18
Bag 18
19
Bag 19
20
Bag 20
21
Bag 21
22
Bag 22
23
Bag 23
24
Bag 24
25
Bag 25
26
Bag 26
27
Bag 27
28
Bag 28
29
Bag 29
30
Bag 30
31
Bag 31
32
Bag 32
33
Bag 33
34
Bag 34
35
Bag 35
36
Bag 36
37
Bag 37
38
Bag 38
39
Bag 39
40
Bag 40
41
Bag 41
42
Bag 42
43
Bag 43
44
Bag 44
45
Bag 45
46
Bag 46
47
Bag 47
48
Bag 48
49
Bag 49
50
Bag 50
51
Bag 51
52
Bag 52
53
Bag 53
54
Bag 54
55
Bag 55
56
Bag 56
57
Bag 57
58
Bag 58
59
Bag 59
60
Bag 60
61
Bag 61
62
Bag 62
63
Bag 63
64
Bag 64
65
Bag 65
66
Bag 66
67
Bag 67
68
Bag 68
69
Bag 69
70
Bag 70
71
Bag 71
72
Bag 72
73
Bag 73
74
Bag 74
75
Bag 75
76
Bag 76
77
Bag 77
78
Bag 78
79
Bag 79
80
Bag 80
81
Bag 81
82
Bag 82
83
Bag 83
84
Bag 84
85
Bag 86
86
Bag 85
87
Bag 87
88
Bag 88
89
Bag 89
90
Bag 90
91
Bag 91
92
Bag 92
93
Bag 93
94
Bag 94
95
Bag 95
96
Bag 96
97
Bag 97
98
Bag 98
99
Bag 99
100
Bag 100
101
Bag 101
102
Bag 102
103
Bag 103
104
Bag 104
105
Bag 105
106
Bag 106
107
Bag 107
108
Bag 108
109
Bag 109
110
Bag 110
111
Bag 111
112
Bag 112
113
Bag 113
114
Bag 114
115
Bag 115
116
Bag 116
117
Bag 117
118
Bag 118
119
Bag 119
120
Bag 120
121
Bag 121
122
Bag 122
123
Bag 123
124
Bag 124
125
Bag 125
126
Bag 126
127
Bag 127
128
Bag 128
129
Bag 129
130
Bag 130
131
Bag 131
132
Bag 132
133
Bag 133
134
Bag 134
135
Bag 135
136
Bag 136
137
Bag 137
138
Bag 138
139
Bag 139
140
Bag 140
141
Bag 141
142
Bag 142
143
Bag 143
144
Bag 144
145
Bag 145
146
Bag 146
147
Bag 147
148
Bag 148
149
Bag 149
150
Bag 150
151
Bag 151
152
Bag 152
153
Bag 153
154
Bag 154
155
Bag 155
156
Bag 156
157
Bag 157
158
Bag 158
159
Bag 159
160
Bag 160
161
Terima Kasih

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!