Cahaya matahari pagi menyinari di balik celah-celah tirai jendela yang membuat mata silau. Zean pun membuka matanya,dan mendapatinya di kamar yang berbeda. Kepalanya pusing, mungkin karena semalam dia minum terlalu banyak. Dia memperhatikan seluruh isi kamar. Terasa asing baginya, di raihnya ponselnya dan dia pun melihat jam 7.30 wib ia letakan lagi ponselnya di atas bufet, tak sengaja ada sebuah foto berbingkai dan ia pun memendangnya. Ada fotonya dan Melati, foto di jaman mereka kuliah. Zean yang melihat foto itu tersenyum, melihat mukanya di jaman kuliah dulu. Tiba-tiba pintu kamar terbuka.
“kamu nggak siap-siap ke kantor honey?” tanya Melati
"owh iya ini aku mau siap-siap dulu, kamu kok udah bangun?” tanya Zean sambil mengecup pipi Melati
“iya dong,,,, aku kan calon istri kamu, jadi aku siapin sarapan buat kamu”
"hhhmmmm,,,, manisnya wanita ku ini. Ya udah aku siap-siap dulu trus sarapn ya”
"ok sayang.... aku tunggu kamu di meja ya eeeemuuaach”
Zean bersiap-siap akan pergi ke kantor. Dia mengantar Melati terlebih dulu ke kantornya. Bak pengantin baru mereka pergi dengan hati yang penuh cinta.
“honey nanti pulang aku jemput ya” ucap Zean sambil mengecup kening Melati
“ok... kamu hati-hati ya kerjanya, jangan lupa nanti siang makan yang banyak” jawab Melati
"siap sayang kuu... see you honey”
"see you sayang”
Zean pun berlalu dan menuju kantor. Melati yang merasa sudah menakhlukan Zean pun merasa puas dengan apa yang di dapatnya pada hari ini. “ok Tiara, kau itu bukan tandingan ku” pikir Melati sambil melangkah memasuki kantor.
“selamat pagi mas Zean” sapa pak Dimas
“owh iya pak Dimas, ada keperluan apa ya pagi-pagi sudah mencari saya” tanya Zean
"owh nggak mas, ini saya mau ngasih pengalaman kerja mbak Tiara sama slip gajinya juga. Berhubung mbak Tiara sudah nggak masuk lagi, jadi saya titip sama mas Zean aja bisa kan?” ucap pak Dimas menjelaskan
“bisa-bisa pak, terima kasih banyak ya pak. Sekalian maaf kalau istri saya banyak salah pada perusahaan ini”
“nggak mas, saya saja nggak nyangka mbak Tiara mau putus kontrak. Padahal dia karyawan terbaik di sini. Apa karena kalian mau program punya momongan ya mas. Biasanya kan gitu, istri saya dulu juga begitu pamit mau berhenti kerja karena mau fokus punya anak dan urus anak istri juga.” Ucap pak Dimas
“owh nggak pak, dia mau istirahat bekerja dulu. Mungkin dia mau mencoba jadi ibu rumah tangga. Ya syukur-syukur bisa di kasih momongan cepet pak”
“owh gitu, saya doain semoga cepet jadi ya mas. Ok lah mas maaf ya sudah mengganggu kerjanya” akhir pak Dimas
Zean mengangguk sambil tersenyum kepada pak Dimas. “haruskah aku mempunyai anak?” pikir Zean. Dia tidak pernah memikirkan rencana akan memiliki anak. Selama ini mereka hanya hidup sebagai orang kantoran yang pagi pergi dan malam baru ada di rumah. “apa tujuan Tiara untuk berhenti kerja adalah “anak”, mungkin dia mau program punya baby” fikir Zean menerawang. Selama ini dia tidak pernah memikirkan kenapa alasan Tiara berhenti bekerja, entah karena kurangnya komunikasi antara mereka yang membuat lama kelamaan hubungan mereka menghambar atau ada masalah lain.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 161 Episodes
Comments
fitriani
kok aku jadi gregetan ya sama zean... ditinggal istri bukannya ngesel dan berubah lah malah makin jadi... aku tunggu kehancuran kalian melati dan zean
2022-02-01
0
Rostina
Sedih terusss😥😥😥
2022-01-03
0
Tuti Hermayani
kok aku jd jijik ya baca nya...dasar laki laki...lebaiii banget
2021-12-19
0